
Sore hari nya, sampailah Leona, Kaia dan Ethan di fine line. Mereka sudah selesai mengunjungi panti asuhan, berbagi, bermain dengan anak-anak disana. Leona dan Kaia terlihat sangat bahagia sekali bertemu dengan anak-anak yang baik dan sangat luar biasa. Bermain dan bercengkrama menjadi hal yang begitu menyenangkan untuk Leona dan Kaia mengingat mereka juga sangat menyukai anak kecil.
Dulu Kaia ingat jika almarhum Ayah-nya sering mengajaknya ke panti asuhan untuk memberikan bantuan disana bersama dengan Leona dan Tuan Haidee juga. Itupun sudah lama sekali beberapa tahun silam saat masih bersekolah. Tetapi kemudian karena berkuliah di luar, Kaia tidak lagi pernah ikut Ayahnya melakukan kegiatan sosial itu.
Mereka ke luar dari mobil dan berjalan menuju rumah. Ethan mengambil barang belanjaan yang sempat mereka beli untuk ketersediaan selama berada di fine line.
Kaia mengeluarkan kunci rumah dan membuka nya. Masuklah dia dan Leona. Menyusul Ethan yang membawa belanjaan di belakang. Ethan senang sekali dia bisa kembali ke tempat yang begitu indah ini.
"Ethan, masukkan semuanya ke kulkas ya??? Aku ingin mandi, dan Kaia juga harus mengecek pekerjaan..!!" Pinta Leona pada Ethan.
"Siap...!!! Oh iya setelah ini Aku boleh ke pantai kan??? Aku ingin memancing, rindu sekali dengan tempat ini.. Tadi aku juga membeli umpan.."
"Oh jadi kau membeli umpan dan tidak memberitahu ku??? Uh dasar...!!! Aku mandi dulu, Aku akan menyusulmu nanti.. "
"Oke..." Ethan bergegas ke dapur, sedangkan Leona pergi ke kamar mandi. Kaia terlihat sibuk membuka laptopnya dan memilih duduk di kursi makan. Fokus dengan pekerjaan yang harus di cek.
Ethan membongkar belanjaan untuk memulainya. Dia tadi sebenarnya pergi ke supermarket sendiri dan meninggalkan Kaia serta Leona di mobil. Mereka memilih berbelanja di supermarket yang ada di Portland.
Ethan senang hari ini dia kembali ada kesempatan pergi ke panti asuhan dan bertemu dengan anak-anak serta para pengasuh. Leona juga memberi begitu banyak bantuan untuk mereka, dan Leona juga memutuskan menjadi donatur tetap disana. Kebaikan hati Leona tidak Ethan ragukan lagi. Leona memang perempuan yang luar biasa, membuat Ethan semakin mengagumi nya.
Setelah memasukkan sayur, juga daging ke kulkas. Ethan mengambil umpan yang di beli nya juga mengambil alat pancing yang sebelumnya dia simpan di rumah ini. Ethan sudah tidak sabar memangcing dan membakar ikan hasil pnacingannya nanti. Makan ikan bakar di tepi pantai adalah hal yang sangat menyenangkan sekali.
"Nona Kaia, saya ke pantai dulu ya??? Kalau ada apa-apa bisa memanggil saya.. " Ucap Ethan pada Kaia.
"Oh iya.. Semoga dapat hasil yang banyak, kata Leona ikan bakar buatanmu sangat enak, aku jadi ingin mencoba nya.. "
Ethan tersenyum. "Amin... Semoga akau dapat ikan banyak.. Kalau begitu permisi.. "
Kaia mengangguk dan Ethan pergi ke luar rumah menuju pantai untuk mulai memancing.
****
Leona sudah selesai mandi, berganti pakaian. Dan di dalam hanya ada Kaia. Leona pun bergegas keluar, tahu bahwa Ethan saat ini sedang memancing di pantai. Leona menyusul Ethan dan menemukan lelaki itu duduk di sebuah batu karang besar, di pantai sisi sebelah kanan. Leona berlari menghampiri Ethan. "Ethan....!!!" Teriak Leona. Lelaki itu melambaikan tangannya dan meminta Leona untuk mendekat ke arahnya.
Leona naik ke baru karang itu dan duduk di sebelah Ethan. "Kau sudah dapat ikan???" Tanya Leona.
"Sudah, baru saja, aku dapat satu.. "
Ethan mengangguk. Disaat seperti ini lah bagus untuk memancing ikan. Ethan sudah memasang dia kail, satunya lagi untuk Leona TmEthan tahu bahwa Leona sangat menyukai kegiatan ini sehingga Leona pasti juga ingin memancing bersama nya. "Aku sudah mengumpankan kailmu, tunggu saja.. " Ucap Ethan.
"Ah kau baik sekali, Terima kasih Ethan..!!" Leona duduk dan memegang kail nya, berharap dia juga bisa menyusul Ethan mendapatkan ikan.
"Nona Kaia sibuk sekali ya???" Gumam Ethan.
Leona menoleh memandang siluet wajah lelaki di sebelahnya itu dengan senyuman penuh kebahagiaan. "Jangan banyak mengharapkan Kai bisa bebas seperti ku, dia asisten pribadi sekaligus sekretaris ku jadi dia akan meng-handle semua nya semua nya selama aku pergi atau aku ingin nersantai seperti ini.. "
"Hidup mu enak sekali, orang lain yang susah.. " Gerutu Ethan.
Mendengar itu Leona tertawa terbahak-bahak. "Aku menggaji nya tinggi untuk itu memang.. Kau ini ada-ada saja yang kau katakan.. Hehehe.. "
"Bagaimana dulu kau bisa mengenal Nona Kaia, dan hubungan kalian begitu dekat sekali, dan kah sangat percaya pada nya... Hubungan yang bukan lagi sekedar asisten pribadi atau sekretaris saja, bahkan seperti saudara, begitu dekat sekali.. Siapapun akan iri melihat itu.. "
"Kaia adalah anak dari asisten pribadi Papa, Papa Kaia sudah meninggal dan mewasiatkan agar Kaia melanjutkan tugasnya untuk mengabdi kepada keluarga ku, hubungan Papa Kaia dengan Papa ku juga sangat dekat sekali, seperti saudara, kayaknya aku dan Kai sekarang.. Papa Kaia adalah orang kepercayaan dan paling setia terhadap Papa, bahkan sampai meninggal pun dia masih memikirkan Keluargaku, kemudian meminta Kaia melanjutkan pekerjaannya dan Papa meminta Kaia agar bekerja denganku.. Jadilah kami seperti sekarang, dan kami juga sudah mengenal sejak kecil, berteman dan bermain bersama."
"Oh jadi seperti itu, pantas saja kau begitu mempercayai Nona Kai dan terlihat sangat akrab bahkan Nona Kai selalu melakukan pekerjaan yang kau berikan dengan baik.. " Ujar Ethan.
"Dia mengerti segala nya tentangku, bahkan yang terkadang aku tidak mengerti apa yang ada di hatiku, tetapi Kai tahu segalanya, dia lebih dari sekedar sahabat, tetapi sudah seperti adikku. Bekerja sepenuh hati, tidak pernah mengeluh dan jujur, orang seperti itulah yang akan mendapatkan tempat di hatiku.. "
"Kau memang ormas yang baik, sehingga Kai juga di kelilingi orang yang baik pula.. Oh iya bagaimana ciri-ciri mini bag mu yang hilang itu??? Bisa kau katakan??? Supaya aku bisa meminta bantuan yang lainnya memeriksa seluruh mobil yang ada di garasi, mungkin terselip atau bagaimana.." Tanya Ethan.
"Sebentar..!!" ucap Leona. Perempuan itu mengambil ponsel yang ada di saku nya dan mencari gambar dari mini bag miliknya yang hilang itu, lalu Leona mengirimnya ke kontak Ethan.
Ethan membuka pesan dari Leona, dan perempuan itu mengirim sebuah foto kepada nya. Ethan memperhatikan. dengan betul mini bag itu, dia mengernyit karena pernah merasa melihat mini bag itu. Tetapi Ethan lupa dimana. "Oke aku akan mengirimnya ke yang lain agar mereka bisa membantumu menemukan mini bag itu.. " Gumam Ethan.
****
Malam harinya....
Ethan dan Leona memancing sore tadi dan mendapatkan beberapa ikan yang cukup untuk di santap oleh mereka malam ini. Ethan juga sudah membersihkan ikan-ikan itu tadi, tinggal membumbuhi nya saja. Leona dan Kaia duduk sambil membuat Api, sedangkan Ethan memilih kembali ke rumah untuk mengambil bahan saus yang akan dia gunakan untuk. membakar ikan-ikan itu sehingga rasanya akan semakin enak. Ethan meninggalkan kedua perempuan itu dj pinggir pantai dan sedang membuat api. Sebenarnya di dalam ada juga alat untuk barbeque, tetapi rasanya tidak akan selezat dan seharum di bakar di api unggun.
Ethan masuk ke dalam rumah dan hendak menuju dapur mengambil beberapa bahan, tetapi tidak sengaja kaki nya menyandung meja makan, karena aEthan setengah berlari karena buru-buru. saking kerasnya membuat berkas-berkas yang ada di meja itu jatuh. Ethan duduk berjongkok dan memjnguto berkas-berkas itu. Beberapa sudah dia kumpulkan, dan tinggal satu berkas yang sedikit berserakan. Ethan memungiti nya lagi, etapi kemudian tercengang ketika mendapatkan berkas itu berisi foto Gemma. Ethan pun mencoba membaca berkas-berkas itu dengan seksama yang ternyata memiliki judul "Kebusukan Gemma" Begitulah bunyi judul dari berkas itu. Ethan mengernyit kenapa Kaia memiliki laporan tentang Gemma, tetapi kemudian Ethan penasaran dan akan membaca nya.