
"Kenapa kau melakukan itu!???" Tanya Tuan Haidee.
"Memangnya kenapa Pa???? Aku hanya ingin membantu Ethan agar tidak terjebak di perangkapnya Gemma.. Dia perempuan yang tidak baik.. " Ujar Leona.
"Menurutmu itu baik, tapi bagaimana jika menurut Ethan itu tidak baik???? Bagaimana kalau dia tidak suka dengan caramu, dan tersinggung???? Tidak semua orang bisa menerima niat baik kita... Kau mengikuti dan menyelidiki nya diam-diam??? Perbuatan itu tidak di benarkan..!"
"Tapi, ini langkah yang bisa aku ambil untuk lebih dekat dengan Ethan.."
"Bagaimana jika Ethan justru marah dan kecewa padamu???"
"Tidak mungkin, aku menyelematkan nya dari jebakan Gemma kenapa dia harus marah??? Papa tenang saja..!" Gumam Gemma dan kembali menyantap makan malam nya.
Leona sudah menyuruh Kaia untuk mengirim orang mengawasi aktifitas Gemma sehari-hati juga untuk mengumpulkan bukti jika Gemma tidak benar-benar tulus menyukai Ethan. Dan Leona juga menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu Ethan mengenai hal ini.
★★★
Beberapa hari kemudian..........
Leona duduk di kursi kerja nya di dalam kantor, dia sibuk memeriksa laporan yang tadi di berikan oleh Kaia. Beberapa hari ini dia di sibukkan memeriksa dan menyiapkan proyek besar perusahaannya. Bahkan kemarin dia baru kembali dari luar kota untuk meeting. Kesibukan itu membuat Leona juga teralihkan dan belum sempat menanyakan mengenai hasil dari penyelidikan Gemma.
Leona sebenarnya ingin sekali mengetahui perkembangan penyelidikan itu tetapi dia benar-benar sibuk sekali hingga belum sempat. Dan Lmhati Leona semakin sakit ketika dia terus membaca pesan-pesan singkat yang di kirim Ethan kepada Gemma begitu juga sebaliknya. Mereka seperti orang yang sedang mabuk asmara membuat Leona merasa muak sekali karena dia tahu bahwa Gemma hanya mempermainkan Ethan. Ingin sekali Leona mberi tahu Ethan mengenai segala nya akan tetapi Kaia melarangnya dan meminta Leona bersabar menunggu waktu yang tepat. Apalagi Ethan sedak di mabuk cinta dan seluruh hatinya untuk Gemma, maka jika tidak memikirkan cara yang baik untuk mengungkap kebusukan Gemma, yang ada justru Ethan tidak akan mempercayai Leona. Itu bisa berbahaya karena bisa saja Ethan akan membenci Leona, dan Leona tidak bisa membuat lelaki itu jauh darinya. Dan dia menurut dengan Kaia untuk berhati-hati.
Suara ketukan pintu mengalihkan kesibukan Leona. "Masuk...!!!" Ucapnya mempersilahkan orang yang mengetuk pintu itu masuk.
Kaia masuk membawa setumpuk berkas. "Kau juga harus memeriksa ini, setelah makan siang, kita ada meeting lagi.. " Ucap Kaia sambil menyodorkan berkas itu.
Leno mendengus kesal. "Oh ya Ampun......!!!! Sampai kapan aku harus duduk disini dengan berkas-berkas ini.. "
"Kita akan menyelesaikannya segera, setelah itu kau bisa sedikit bebas jika proyek kita sudah di mulai.. "
"Bagaimana ada kabar dari orang kita yang mengawasi Gemma??? Aku ingin bertemu dengannya, malam pun tidak apa, aku sudah penasaran dengan hasilnya, untuk eksekusi nya kita bisa pikirkan kapan waktu yang tepat, mungkin setelah proyek ini.. "
"Oke, aku akan menghubungi nya, kau ingin bertemu kapan????" Tanya Kaia.
"Malam nanti, aku rasa setelah jam makan malam... Suruh dia datang ke apartemen saja.. "
"Baiklah, aku akan menghubungi nya... Sekarang bereskan semua berkas itu, tanda tangani dan hubungi aku jika sudah selesai.. Aku keluar dulu.. " Kaia meninggalkan ruangan Leona. Sementara Leona kembung menyibukkan diri memeriksa satu persatu berkas-berkas itu.
Sementara itu, di tempat lain, Gemma duduk di sofa yang ada di flatnya. Hari ini dia tidak bekerja dan mengambil cuti selama satu hari. Dia sibuk dengan ponselnya dan senyum-senyum sendiri. Leona meletakkan ponselnya di meja dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. "Aku rasa ini waktu nya untuk bermain, sudah cukup pemanasan nya.." Gumam Gemma. Dan dia kali tersenyum penuh kemenangan.
Gemma kembali mengambil ponselnya dan tampak sibuk mengetik sesuatu disana. Setelahnya dia tersenyum lagi, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
★★★
Ketika dalam perjalanan pulang tadi, Ethan bahkan menanyakan mengenai tas kepada Leona. Dan Leona pun menjawabnya serta memberitahu harga tas yang di maksud Ethan. Leona juga bertanya pada Ethan untuk apa Ethan menanyakan mengenai tas seperti itu, dan dengan perasaan bahagia serta sedikit malu, Ethan mengatakan bahwa dia ingin membelikan Gemma sebuah tas sebagai hadiah, mengingat besok adalah ulang tahun Gemma. Ethan ingin memberi sesuatu pada Gemma sebagai hadiah istimewa yang akan selalu di ingat oleh perempuan itu.
Mendengar ucapan Ethan, Leona cukup terkejut karena Ethan akanenghabiskan banyak uang untuk membeli tas dari brand itu. Leona merasa bahwa sepertinya Gemma sudah mulai melancarkan aksi nya. Leona mengepalkan tangannya dan memukul kasurnya dengan penuh kemarahan. Gemma benar-benar perempuan tidak tahu diri.
"Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi.. " Leona berdiri dan masuk ke kamar ganti nya untuk berganti pakaian dan pergi.
***
Ethan membuka pintu apartemennya ketika mendengar bunyi interkom. Ethan terkejut mendapati Leona datang ke apartemen nya. "Leona???? Kau ada disini????" Tanya nya.
Leona melempar senyumnya pada Ethan. "Boleh aku masuk????" tanya Leona.
"Masuklah!!! Kenapa kau datang???"
Leona masuk ke apartemen Ethan, dan lelaki itu mempersilahkan nya untuk duduk. Leona pun duduk. "Kau akan pergi??? Sorry aku datang tiba-tiba dan tidak memberitahu mu.. "
Ethan mengambil minuman untuk Leona dan memberikan kepada perempuan itu. Ethan duduk di sebelah Leona, masih bingung kenapa perempuan ini datang ke tempatnya. "Kau belum menjawab pertanyaanku, kenapa kesini????" Tanya Ethan lagi.
"Aku ingin memberitahu sesuatu padamu.. "
"Apa..????" Tanya Ethan.
"Kau tadi kan membahas tas, kau ingin memberikan hadiah untuk Gemma kan???"
"Iya.. Memangnya kenapa??? Kau ingin memberiku tas??! Tidak tidak... Aku tidak menerima pemberian, aku ingin membelikan Gemma.. "
Leona tertawa. "Bukan Ethan...!!! Aku ingin memberitahumu, bahwa aku punya teman yang dia jualan tas branded, preloved tapi tentu kondisi nya masih sangat bagus sekali, dan harganya lebih terjangkau di bandingkan yang ada di store nya...."
"Preloved???? Ah tidak tidak.... Bagaimana kalau kualitasnya jelek, masa aku memberi hadiah dengan barang preloved??? Apa kata orang nanti??? Aku masih sanggup membeli yang baru.. "
"Namanya saja preloved, tetapi tidak semua barangnya itu kualitasnya buruk, apalagi ini barang branded, orang yang memiliki nya akan menjaga nya karena barang-narang itu jika di jual lagi harga nya tidak jauh beda dengan yang baru, aku mengkoleksi nya juga karena bisa di jadikan investasi, bisa di jual lagi, apalagi produksinya terbatas, jadi di jamin meskipun preloved, kualitasnya sangat bagus sekali... Kau bisa menghemat beberapa juta bahkan puluhan juta jika memberi preloved daripada yang baru, tergantung tas yang ingin kau beli... Temanku ini sangat terkenal di kalangan sosialita seperti ku, karena dia menyediakan barang dengan harga yang cukup miring, dan di jamin no kw kw... Kalau kau mau aku bisa mengantarmu besok.. Bagaimana???" Tanya Leona.
Ethan terdiam, tampak berpikir sambil menatap Leona. Sementara itu, Leona menahan senyumnya. Dia berharap Ethan setuju dengan ide nya. Karena Leona sedang merencanakan sesuatu dengan itu. Leona tidak akan membiarkan Ethan menghabiskan uangnya hanya untuk perempuan tidak tahu diri itu. Leona tidak bisa membiarkannya. Dan dia sangat berharap Ethan setuju dengan ide nya. Tadi Kaia sudah memberikan ide yang bagus untuknya agar mempengaruhi Ethan untuk tidak datang ke store yang menjual trmasuk brand terkenal dan menyarankan membeli ke orang lain yaitu barang preloved.
Leona melihat jam tangannya. "Ah aku harus pergi, aku ada meeting dengan klien, kau hubungi aku jika kau setuju atau tidak... " Ucap Leona dan dia beranjak dari sofa untuk pergi. Dia harus kembali ke apartemen karena harus menemui orang yang dia tigaskan mengawasi Gemma beberapa hari ini. Leona butuh informasi dari orang itu tentang Gemma.
"Tunggu..!!? " Teriak Ethan. Leona berbalik badan dan memandangi Ethan. "Aku mau kau mengantarku ke tempat temanmu itu.. " Gumam Ethan.
Leona tersenyum, dan kegirangan dalam hati nya. Akhirnya rencana nya berhasil, Ethan setuju. "Oke.... Besok aku akan mengantarmu, dan kau bisa memilih tas mana yang ingin kau belikan untuk Gemma, kalau begitu aku pulang dulu.. "