My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Maafkan Aku Harus melakukan ini



2 Hari kemudian........


"Makan malamnya sudah siap!!!" Leona membawa dua piring berisi steak dan meletakkannya di depan Ethan yang sudah duduk di meja makan. Saat ini berada di apartemen Leona dan meminta Luna untuk membuat steak karena Ethan ingin memakannya.


"Terima kasih untuk makan malamnya." Sahut Ethan.


"Sama-sama sayang.....!!! Makanlah....!!"


"Tapi bukankah steak itu cocok dipadukan dengan sesuatu yang spesial, minuman yang spesial seperti Champagne atau wine. Ah iya aku ingat sesuatu, kau dulu kan pernah menunjukkan minuman kepadaku dan kau bilang Minuman itu akan kau nikmati dengan orang yang kau cintai, tapi aku sudah menunggu sampai saat ini untuk bisa meminumnya, hanya saja sampai sekarang kau tidak pernah mengajakku untuk meminum minuman itu, uhmmm pasti sudah kau minum sendiri ya??" Tanya Ethan.


"Oh iya ya hahaha, aku masih menyimpannya kok. Masih belum aku minum. Kau sih kenapa tidak pernah menanyakannya. Ya sudah kalau kau ingin minum itu aku akan mengambilnya. Tunggu sebentar ya???" Leona pun beranjak dari kursi dan menuju ruang penyimpanan minumannya, dia akan mengambil minuman spesial yang memang sejak awal dia memberinya membelinya untuk dia dinikmati bersama seseorang yang spesial dan memang saat ini orang yang spesial itu adalah Ethan dan memang sangat cocok sekali Jika dinikmati dengan steak.


Ethan mengamati kepergian Leona dalam diam. Sejak tadi dia mencoba memikirkan jalan keluar yang harus diambilnya. Dua pilihan yang harus ia pilih salah satu, pilihan yang diberikan oleh Nyonya Haidee. Ethan tadi siang diam-diam menemui Nyonya Haidee untuk memilih di antara pilihan yang di tawarkan oleh wanita itu sebelumnya. Ethan sengaja tidak memberitahu Leona mengenai hal itu karena tidak mau jika kekasihnya itu malah justru pusing dengan permasalahannya dengan Nyonya Haidee. Dan Ethan sudah memutuskan mana yang harus dia pilih antara tetap bersama Leona atau memilih meninggalkan Leona supaya Leona tetap bisa mendapatkan haknya atas peninggalan Tuan Haidee, dia sudah memutuskan untuk memilih salah satu dari pilihan itu. Dan Ethan memutuskan untuk meninggalkan Leona dengan syarat Nyonya Haidee tidak mengusik perusahaan Leona apalagi sampai menjualnya.


Ethan mengingat semua janjinya kepada Tuan Haidee tetapi Ia juga ingin kebahagiaan Leona dan Leona harus mendapatkan apa yang menjadi haknya karena selama ini Leona sudah merintis semuanya sejak awal hingga kondisi perusahaan saat ini begitu besar sekali, sehingga Ethan memutuskan untuk meninggalkan Leona saja. Ethan tidak mau menjadi beban Leona jika ia terus bersama perempuan itu dan Leona akan kehilangan segalanya dengan cepat. Ethan mungkin tidak menjalankan janjinya kepada mendiang tuan Haidee untuk bisa menjaga Leona tetapi Ethan terpaksa mengambil keputusan itu agar Leona tetap bisa memiliki apa yang menjadi haknya. Berat sekali tetapi Ethan mencoba untuk meyakinkan dirinya, dia ingin Leona tetap bisa menjaga amanat Papanya walaupun Leona menikah dengan laki-laki bernama Steven itu, Ethan akan mencoba mengikhlaskannya setidaknya Steven atau Nyonya Haidee tetap memberikan hak perusahaan itu kepada Leona sepenuhnya.f


Ethan tahu bahwa keputusannya ini pasti akan melukai hati Leona tetapi itu adalah pilihan satu-satunya yang bisa dia lakukan. Mungkin Leona akan kehilangannya untuk beberapa saat saja setelah itu Leona akan melupakannya dan menjalani kehidupan yang baru lagi nanti.


Sekarang Ethan akan berusaha untuk menghabiskan waktunya bersama Leona dengan baik agar dia juga bisa meninggalkan Leona dengan perasaan yang tenang sekaligus memberikan kenangan yang manis untuk Leona.


Leona akhirnya kembali menghampiri Ethan membawa botol minuman yang sepertinya sangat enak itu.


Leona kemudian mengambil dua gelas dan menuang minuman beralkohol itu, dia menuangnya dan menyajikannya untuk Ethan dan mulai menikmati makan malam bersama kekasihnya itu.


Keduanya bersulang. Minuman dengan warna keemasan itu rasanya sedikit manis, pas dan nikmat sekali. "Oh wow Ini benar-benar enak sekali, pantas saja kau menyembunyikannya dan tidak sembarang mau minumnya karena ini benar-benar enak sekali, aku tidak pernah minum yang seperti ini." Puji Ethan.


"Kan aku sudah bilang bahwa Minuman ini sangat spesial dan memang harus dinikmati dengan orang yang spesial juga supaya rasanya lebih istimewa."


Ethan tersenyum, dia kemudian juga mulai memotong daging steaknya, menikmatinya. Leona tidak pernah gagal membuat sesuatu karena rasanya selalu enak sehingga membuat Ethan selalu memuji masakannya. Steak buatan  Leona kali ini juga sangat nikmat sekali.


Selesai menikmati makan malam mereka. Leona pun berdiri dan membereskan piring lalu membawanya ke dapur untuk dicuci. Diam-diam Ethan mengikuti Leona dari belakang dan tanpa Leona sadari, tiba-tiba Ethan duduk membungkuk, kemudian diam-diam Ethan juga menyalakan musik slow. Leona sedikit terlonjak kemudian berbalik badan dan mendapati Ethan dalam posisi membungkuk sambil mengulurkan tangan kanannya lelaki itu mendongak kemudian tersenyum kepadanya. "Maukah kau berdansa denganku???" Tanya Ethan pada Leona.


"Apa???" Tanya Leona balik.


"Maukah malam ini kau berdansa denganku???"


Leona terkejut dan terperangah tetapi kemudian dia menganggukan kepalanya. "Ya aku mau." Leona pun mengulurkan tangannya dan memegang tangan Ethan, lelaki itu kemudian berdiri dan mereka mulai menikmati alunan musik sambil berdansa. Ethan memegang pinggang Leona dan mulai melangkahkan kakinya menikmati alunan musik. Leona menyandarkan kepalanya di dada Ethan. Mereka pun berdansa pelan di dapur itu.


"Aku sangat bahagia sekali." Gumam Leona.


"Bukankah seharusnya memang kau harus selalu bahagia???"


"Itu benar dan aku bahagia karena kau menepati semua janjimu kepada Papa untuk menjagaku dan membahagiakanku. Aku berharap kita bisa seperti ini selamanya."


Mulut Ethan terdiam untuk sesaat tapi kemudian dia tersenyum dan mengecup kepala Leona. "Papa ingin selalu melihatmu bahagia, asal kau juga bisa menjaga semua amanatnya dan aku selalu ingin kau berbahagia dan tidak sedih ketika ada orang yang menyayangimu pergi meninggalkanmu, itu bukan berarti bahwa mereka tidak menyayangimu tetapi karena Keadaan yang membuat mereka harus  melakukan itu. " Ujar Ethan.


Leona menganggukkan kepalanya. "Iya aku tahu Papa meninggalkanku karena memang Tuhan sudah menggariskannya seperti itu dan Papa juga pasti sudah tidak merasa sakit lagi sekarang dan sudah bahagia bersama dengan Tuhan di atas sana."


"Aku sangat mencintaimu dan aku selalu ingin kau bahagia setiap waktu. Berjanjilah bahwa kau tidak akan sedih lagi atau menangis, karena hidup harus terus berjalan."


"Aku juga sangat mencintaimu, kau harus selalu ada di sampingku dan membahagiakan aku setiap waktu dan jangan pernah meninggalkanku."


Ethan tidak mengatakan apapun lagi dan tetap melanjutkan dansa mereka. Ethan berharap nanti Leona bisa mengerti dengan keadaannya dan memaklumi kepergiannya. Ethan hanya ingin melihat Leona bahagia dan Leona tidak kehilangan semua haknya sehingga keputusan terbaiknya adalah dia harus meninggalkan Leona. Kemudian pergi jauh dari perempuan itu. Ethan juga harus memastikan bahwa Leona tidak bisa menemukannya, dia akan benar-benar menjauh dari kehidupan Leona meskipun ia harus menahan sakit yang luar biasa karena Ethan sudah begitu dalam mencintai Leona dan dia juga mulai terbiasa selalu bersama Leona setiap harinya.


Musik berhenti. Leona melepaskan diri dari Ethan. Kemudian Leona mendongak, memegang rahang Ethan dan mengecup bibir lelaki itu. Ciuman itu begitu lembut dan bibir Leona memaksa masuk ke dalam bibir Ethan. Lelaki itu membalasnya. Bibir mereka saling mencecap, Iidah saling bertautan. Ethan kembali memeluk Leona, dan memperat pelukannya pada Leona. Ciuman itu begitu intens, dan keduanya saling menikmati kemanisan yang ada di dalam sana. Ethan menikmatinya, dan ini akan dia jadikan kenangan termanisnya dengan Leona untuk terakhir kalinya.


Jemari Leona bergerak menelusup ke dalam ceIana Ethan. Dia mencari sesuatu di dalam sana dan menemukannya. Leona menggenggam kejantanan Ethan, merasakan panas yang berdenyut di sana. Lelaki itu lalu melepaskan t-shirt yang di kenakan oleh Leona, mengangkatnya lewat atas kepalanya dan mencampakkan t-shirt itu begitu saja di lantai. Leona juga berusaha menurunkan ceIana yang di pakai oleh Ethan. Lelaki itu mengangkat pingguInya agar memudahkan Leona melepaskan ceIana nya.


Mereka berdiri teIanjang berpeIukan, menikmati rasa kulit masing-masing yang berpadu, panas bertemu dengan panas yang menggetarkan. Setiap sentuhan dan gesekan kuIit mereka terasa begitu nikmat. Ethan yang keras dan Leona yang lembut. Ethan kemudian mengangkat Leona dan membawa perempuan itu ke kamar.


Ethan kemudian membaringkan Leona di atas tempat tidur. Ethan duduk belutut di depan Leona yang sedang berbaring.


"Kau menginginkannya???" Ethan tersenyum dan mengecup kedua alis Leona, memposisikan dirinya di antara kedua paaha Leona yang membuka untuknya, siap menerimanya.


Leona tersenyum dan mengulurkan tangannya, menyentuh bibir Ethan yang ada di atasnya dengan jemarinya, Ethan mengecup jemari itu.


"Kalau kau tahu kenapa harus bertanya???" Bisiknya dalam napas yang mulai terengah. Ethan sudah menyentuhkan kejaantanannya ke kewaniitaan Leona, menggeseknya dengan lembut dan menggoda di bagian luar kewaniitaannya, dengan sengaja menyentuh titik sensitif di luar kewanniitaannya sehingga menimbulkan getaran yang membuat geIenyar panas mengaliri tubuh Leona.


Ethan menundukkan kepalanya dan mengecup bibir Leona. "Kita harus menikmati malam ini dengan baik.."


Ethan memejamkan mata, menikmati panas dan baasah yang mencengkeramnya erat, membuatnya harus berjuang agar tidak meIedak seketika itu juga. Leona terasa begitu nikmat, begitu pas dan begitu menggairraahkan. Perempuan yang sekarang berbaring di bawahnya dengan mata berkabut, bibir sedikit membuka, napas tersenggaIl, tubuh yang pasrah menerimanya, dan perempuan itu sangat mencintai nya,


Dengan hati-hari Ethan bergerak pelan, melakukan ritme berciintanya dengan perlahan. "Nikmati dan rasakan tubuhku dengan baik....!!" Ethan berbisik pelan, menggertakkan giginya.


"Iya, aku selalu menikmatinya dan nikmat sekali..." Leona menggerakkan pinggulnya, merespon dorongan Ethan, membuat lelaki itu mengerrang.


"Aku akan memuaskanmu sayang....!!!"


Ethan menggerakkan badannya makin intens, menggesseek seluruh titik keniikmatan di dalam tubuh Leona, dan memuaskan dirinya sendiri. Lelaki itu menahan diri, menunggu Leona mencapai kepuasannya. Dan ketika Leona meIengkungkan punggungnya dan mengerraang pelan, Ethan mengikutinya. Bagi Leona kenikmatan ini tiada duanya. Bercinta dengan orang yang dicintai memang selalu memberikan sesuatu yang berbeda. Leona tidak akan pernah bisa senikmat ini selain bersama yang lain.


Dengan nakal dipeluknya tubuh Leona dan dinaikkan ke atas tubuhnya, "Kau rasakan itu?" Ethan berbisik dengan nada sensual, membuat tubuh Leona menggelenyar. Dia merasakannya, milik Ethan yang begitu keras, lelaki ini sedang sangat bergaiiraaah.


"Miring???" Ethan bergumam sambil mengarahkan tubuh Leona agar miring membelakanginya tanpa melepaskan miliknya. Leona menempatkan dirinya, dan membiarkan Ethan melakukan nya. Lelaki itu menekan miliknya agar semkain dalam membuat miliknya meneIusup dengan mudahnya ke dalam kewaaniitaan Leona, terasa begitu panas dan berdenyut di dalam sana.


"Gerakkan tubuhmu!! Puaskan aku." Leona bergumam dengan nada menggoda, dan membiarkan Ethan menggerakkan pinggulnya. Perempuan itu menggerrayam ketika merasakan gerakan Ethan, matanya berkilat penuh keniikmatan.


"Oh, kau nikmat sekali.." Leona mengimbangi gerakan Ethan dengan menggerakkan pingguInya ke belakang, membuat mereka makin menyatu dan merasakan sensasi keniikmatan.


Percintaan dengan gaya ini membuat titik-titik di bagian paling sensiitif Leona tersentuh sepenuhnya, tanpa sadar dia menggerakkan tubuhnya semakin berani, mengekplorasi keniikmatannya dengan sebebas-bebasnya. Ethan mengikuti gerakannya, dengan sama liar dan bergairahnya. Dan kemudian Leona mendongakkan kepalanya menengok ke belakang menyuruh Ethan menciumnya.


Setelah puas dengan gerakan itu, Ethan menyuruh Leona untuk menaiki nya, meminta Leona agar bisa bergerak sebebas-bebasnya. Ethan hanya diam dan menikmati setiap gerakan kekasihnya itu sampai kemudian Leona  melengkungkan pungguungnya ke belakang ketika mencapai puncak keniikmattan, bersama Ethan yang mengikutinya di belakangnya.


Tubuh Leona rubuh, terkulai di atas tubuuh Ethan dengan napas terengah-engah. Sementara tangan lelaki itu memeIuk punggungnya dan mengusapnya sambil lalu.


Lama kemudian Leona mengangkat kepalanya dan mereka bertatapan. Mata Ethan tampak penuh senyum dan menggooda. "Puas???" Tanya Ethan.


Pipi Leona merah padam atas godaan itu, membuat Ethan terkekeh, dengan lembut dia melepaskan dirinya dari tubuh Leona, lalu menghela perempuan itu ke sampingnya untuk kemudian memeIuknya erat-erat.


Ethan berbaring bersama Leona di atas raanjang dan lelaki itu sedang mengusap punggung Leona yang lembut.


"Aku sangat mencintaimu, apapun yang aku lakukan nanti semua nya adalah karena aku mencintaimu dan ingin kau selalu bahagia..!!" bisik Ethan sensuaI..


Leona menatap Ethan, merasa bingung dengan apa yang di ucapkan Ethan tetapi kemudian dia memilih untuk mengagumi ketampanan lelaki itu.


"Ya Ethan..."


Ethan menelusurkan bibirnya dengan ringan di telinga Leona, membuat Leona menggeIiat geli. Lelaki itu lalu mengecup telinganya dan memaguutnya dengan penuh gaaiirah. Ciumannya lalu berpindah ke rahang Leona, meninggalkan kecupan-kecupan panas di sana. Lelaki itu lalu menggunakan jemarinya untuk mendongakkan dagu Leona.


"Kau sangat cantik dan aku mencintaimu, terima kasih karena kau juga mau mencintai orang seperti ku...."


Mata Ethan berkilat penuh gaaiirah, suaranya serak dan sensuaI. Lalu lelaki itu meIumat bibir Leona penuh napsu, tangannya langsung bergerak ke bawah ke milik Leona.


"Kau sudah basah lagi, aku ingin melakukannya lagi.."


Leona kembali merasakan gerakan-gerakan Ethan ketika menyentuh miliknya dan kemudian tanpa pembukaan, lelaki itu langsung menyeliipkan kejanttaanannya, meneIusup masuk ke dalam kewaniitaan Leona yang sudah basah lagi, lalu menggerakkan tubuhnya penuh gaaiirah, ke dalam riitme sensuaI yang tak tertahankan. Leona mengikuti gerakan Ethan, berusaha mencapai gaiirraezh itu tanpa pertahanan apa pun, dan dengan cepat, mereka mencapai puncak kenikmatan lagi bersama-sama.


Mereka berbaring dengan napas terengah-engah. Leona memiringkan tubuhnya dan memeluk tubuih Ethan yang terIentang. Sebelah lengan lelaki itu merangkulnya dan mengusap punggung teIanjangnya dengan lembut,


"Apakah aku memuaskanmu???" Ethan bertanya.


Leona tersenyum dan mengecup daada Ethan. "Kau selalu membuatku puaasss.... Nikmat...!!!" Leona memeluk Ethan dan lelaki itu membalas pelukannya lagi. Mereka akhirnya berakhir dengan tidur bersama sembari berpelukan.



Ethan terbangun ketika dini hari, dan dia melihat jam sudah pukul 2. Ethan mengerjapkan matanya dan menatap wajah cantik Leona yang sedang tidur. Tiba-tiba saja Ethan menitihkan air matanya dan dia menangis. Ini adalah waktu yang tepat baginya untuk pergi dan menjauh dari kehidupan Leona. Pedih sekali dan sangat berat tetapi dia harus melakukannya untuk kebaikan Leona. Ethan sangat mencintai Leona dan dia harus melakukan ini untuk Leona, demi Leona dan berharap Leona bisa segera melupakannya dan tidak mencarinya lagi.


Dengan hati-hati Ethan bangun dari tempat tidur dan merapikan selimut agar bisa menutupi tubuh Leona. Ethan menyeka air mata nya dengan kasar kemudian dia hendak mengusap kepala Leona tetapi tangannya terhenti, dia tidak boleh melakukannya karena bisa saja hal itu membangunkan Leona. "Aku minta maaf sayang, aku harus melakukan ini, tetapi aku tidak punya pilihan lain. Jika kehadiranku justru bisa membuatmu kehilangan segala nya yang sudah kau perjuangkan selama bertahun-tahun, lebih baik aku menghilang dari kehidupanmu saja. Semoa kau bisa menemukan kebahagiaanmu lagi nanti. Aku akan selalu mencintaimu seumur hidupmu." Gumam Ethan dalam hati sembari terus menitihkan airmata nya. Ethan kemudian berbalik badan dan melangkah pelan serta hati-hati keluar dari kamar Leona.


Ethan menutup pintu dengan hati-hati lalu turun ke bawah untuk mengenakan pakaiannya yang tadi di lepaskan Leona di dapur. Dengan isakan yang tertahan Ethan memunguti pakaiannya dan memakai nya. Dia melihat ponselnya masih ada di atas meja dapur. Ethan tidak mengambilnya dan membiarkannya. Karena jika dia membawa ponselnya bisa jadi Leona akan menemukannya dengan melacak keberadaannya, dan Ethan sebenarnya juga diam-diam sudah membeli ponsel baru kemarin. Beruntungnya Leona sebelumnya sudah memberikannya akses untuk bisa membuka dan menutup lift dengan sidik jarinya sehingga Ethan bisa pergi dengan mudah keluar dari apartemen ini.


Ethan masuk ke dalam lift lalu menekan tombol lift menuju lantai tempat unit yang di huni nya sekarang bukan ke lantai dasar basement karena disana teman-teman bodyguardnya juga berjaga. Ethan akan mengambil pakaian yang juga sudah dia kemasi sejak kemarin. Dia juga sudah mengemasi barang-barang penting yang ada di apartemennya sendiri kemarin. Jadi sebenarnya kemarin setelah mengantar Leona ke kantor, Ethan diam-diam pergi ke apartemennya, meski ada teman bodyguard yang menemani nya tetapi temannya itu tidak tahu jika dia di dalam apartemen sedang mengemasi barang-barangnya.


Ethan keluar dari lift dan bergegas ke unit yang dia tempati saat ini. Dia mengambil koper yang sudah di siapkannya lalu keluar lagi, masuk ke dalam lift untuk turun ke lobi. Ethan memakai jaket dan masker serta kacamata sambil memegang kopernya.


Sampai di lobi, Ethan berjalan keluar untuk menunggu taksi yang baru di pesannya. Akhirnya taksi itu datang. Ethan masuk dan akan menuju ke apartemennya lebih dulu untuk mengambil barangnya yang lain kemudian dia akan ke bandara. Ethan menatap jendela taksi, di balik kacamata hitamnya Ethan kembali menitihkan air matanya dan terus meminta maaf pada Leona di dalam hati bahkan Ethan juga meminta maaf pada Tuan Haidee karena dia harus mengambil keputusan untuk meninggalkan Leona. Dia akan menjauh dari Seattle dan mencari tempat baru untuk dia tinggali. Jauh dari Leona yang sangat di cintai nya. Ethan terisak selama perjalanan meninggalkan apartemen tempat Leona tinggal. Hatinya hancur sehancur-hancurnya, meninggalkan perempuan yang sangat di cintai nya itu.