
"Hai Vit...!!" Sapa Vino ketika kakak nya menghubunginya. Dia baru saja keluar dari ruang dokter bersama Arindah.
"Bagaimana???? Ethan jadi pulang hari ini???" Tanya Vitto.
"Jangan panggil dia Ethan, panggil dia Naufal, sama seperti dulu kau memanggilnya... " Ucap Vino sambil tersenyum.
"Naufal????" Vitto mengernyit tetapi kemudian dia sadar. "Apa hasilnya sudah keluar???" Tanya Vitto.
"Ya, 98℅ cocok dengan Arindah..."
Vitto tersenyum lebar. "Alhamdulillah... Thanks God...!!!!"
"Dokter sudah mengijinkannya untuk pulang, tetapi dia harus beristirahat total dan tidak boleh banyak melakukan aktifitas, jadi aku akan membawa nya pulang ke rumah Kyros, aku tidak bisa membiarkan tinggal di apartemen nya, itu terlalu sempit, dan nanti yang ada Arindah atau aku akan kesulitan untuk menjaga nya, lebih baik disana saja ada banyak orang yang akan menjaga nya... "
"Ya, kau bawa pulang kesini saja, tadi Gienka dan Rana juga sudah menyiapkan kamar untuknya.... Aku menghubungimu juga ingin memberitahu itu, karena Kyros bilang jika Ethan eh maksudnya Naufal pulang lebih baik di bawa kesini saja, supaya suasana juga semakin ramai.. "
"Aku merasa tidak enak pada Kyros, tetapi aku sangat mengerti bagaimana tabiatnya, dia sama seperti Aditya, jadi kita harus menurut kepada nya, kita harus memikirkan sesuatu untuk membalas kebaikan Kyros, jika dia tidak ada disini pasti kita juga tidak akan menemukan Naufal.. " Ucap Vino.
"Ya kau benar... Kita akan pikirkan apa yang akan kita berikan pada Kyros dan Gienka... Oh iya, William juga akan kesini nanti, sepertinya dia sudah mendapatkan informasi nya, dan akan melaporkannya.. "
"Oke baguslah jika seperti itu, tunggu kami pulang... Aku akan mengurus administrasi dan lainnya dulu!"
"Aku akan menjemput kalian, tunggu.. "
"Oke..!"
***
Vino dan Arindah kembali menuju ruang perawatan Ethan. Saat masuk, Kedua anaknya sedang asyik mengobrol. Wajah bahagia Vineet terlihat dengan jelas. Entah apa yang sedang mereka obrolan, Ethan tersenyum menatap adiknya.
"Ethan...!!" Panggil Vino.
Ethan menoleh begitu juga dengan Vineet. "Bukankah nama asliku Naufal?? Papa..!! Kenapa kau masih memanggilku Ethan ????" Tanya Ethan. Dia baru di beritahu oleh Vineet jika namanya dulu adalah Naufal. Dan dia mempertanyakan kepada Vino kenapa harus di panggil Ethan, padahal namanya adalah Naufal.
Vino tersenyum mendekati putranya. "Oh maaf, Papa hanya ingin membuatmu merasa nyaman dengan namamu sekarang..." Vino meminta maaf pada Naufal, dia hanya ingin membuat Naufal nyaman dengan nama baru nya yaitu Ethan. Itulah kenapa dia memanggilnya Ethan.
"Oh, ayolah Papa... Papa panggil saja aku Naufal, itu nama yang diberikan oleh Mama yang artinya orang yang murah hati dan dermawan. " Ucap Naufal. Dia ingin di panggil Naufal lagi karena nama itu adalah pemberian Arindah yang memiliki arti sangat bagus yaitu dermawan dan murah hati.
Arindah melempar senyumnya. Mengusap lembut kepala Naufal. "Kau benar sekali, Mama memberimu nama itu agar kau murah hati, dermawan dan tidak sombong..." Arindah membenarkan ucapan Naufal, dia memberikan nama itu agar kelak Naufal menjadi orang yang murah hati, dermawan dan tidak sombong.
"Nama yang sangat bagus, saya menyukainya" Ucap Naufal. "Eh dan Papa mau bilang apa tadi???" Tanya Naufal pada Vino.
Vino memberitahu Naufal bahwa hari ini dia sudah di ijinkan untuk pulang. Beristirahat sampai benar-benar pulih dan tidak melakukan aktifitas yang berat. Selain itu Naufal juga harus ikut pulang bersama nya ke rumah Kyros, karena disana ada banyak orang yang bisa menjaga nya. Memastikan bahwa dia benar-benar sehat nanti nya.
Naufal pun menolak, karena dia merasa tidak enak jika harus tinggal di sana. Tetapi Vino tetap memaksa agar putranya itu menurut kepada nya. Karena kondisinya saat ini Naufal tidak boleh banyak melakukan aktifitas sampai benar-benar sembuh. Dan Naufal tidak perlu mengkhawatirkan mengenai pakaian, karena dia akan mendapat kan pakaian baru nanti. Dan barang-barangnya di apartemen juga akan aman.
★★★
Vitto menghentikan mobilnya di depan rumah Kyros. Dia bergegas keluar begitu juga dengan Vino, Arindah dan Vineet. Vino mengeluarkan kursi roda dari bagasi. Dan dia membantu Naufal untuk duduk disana. Naufal masih belum boleh banyak bergerak. Dan tadi mereka juga sempat mampir di apartemen Naufal karena Naufal harus mengambil ponselnya yang ada disana serta beberapa pakaian. Dan kondisi apartemen nya sudah rapi karena ternyata Vitto dan Kyros sudah mengirim orang untuk membersihkannya dari darah dan juga merapikan nya.
Bersamaan dengan itu, mobil Kyros juga masuk halaman. Sepertinya Kyros baru saja kembali dari kantor. Setelah memarkir mobilnya, Kyros turun dan senyum menghiasi wajahnya ketika melihat Naufal sudah membaik dan saat ini akan tinggal di rumahnya. Kyros sudah di beritahu Gienka tadi mengenai hasil tes DNA yang sudah keluar juga kepulangan Naufal dari Rumah sakit.
"Senang sekali melihat kau sudah lebih baik..." Ucap Kyros. Dia merasa senang bisa melihat Naufal jauh lebih baik dan sehat sekarang.
"Ya, aku baru saja kembali, sedikit lebih awal dari biasanya karena Gienka memberi tahu bahwa kau akan pulang dari rumah sakit sekarang, jadi aku harus menyambut mu dan aku juga tahu hasil tesnya, aku sangat senang bahwa kau ternyata adalah teman ku dan sahabat ku saat kita masih kecil... " Ujar Kyros.
Naufal tersenyum sambil menganggukkan kepala nya. "Aku tidak terlalu ingat, tapi aku harap kau dan yang lainnya membantu saya menceritakan masa kecil kita... "
Kyros menganggukkan kepala nya. Tentu saja Kyros mau, dia punya beberapa kenangan foto, dan video saat kecil dulu bersama Ethan. Kyros kemudian mengatakan semua agar masuk karena pasti mereka sudah di tunggu di dalam.
Mereka mulai memasuki rumah. dan benar saja. Langsung di sambut oleh Rana, Gienka dan Sanne. Rana tersenyum dan dia membungkuk memeluk Naufal. Dia tidak bisa menahan air mata nya karena akhirnya bisa memeluk keponakannya lagi setelah sekian lama. Rana tidak bisa berhenti bersyukur karena dia datang kesini untuk menemani Vitto tetapi dia justru mendapatkan sesuatu yang begitu luar biasa dengan bertemu dengan keponakannya yang sudah lama menghilang. Dan semua ini pasti sudah menjadi rencana Tuhan.
Setelah Rana memeluk Naufal, kini giliran Sanne. Dia memeluk kakak sepupu nya sambil terisak. Dia pun mengatakan kepada Naufal bahwa dulu Naufal berjanji kepada nya akan selalu menjaga nya sebagai seorang kakak, dan Sanne menagih itu sekarang pada Naufal. Bahwa Naufal harus menjaga nya seperti janjinya dulu. Naufal pun mengiyakan dan akan memenuhi janji nya.
Gienka tersenyum menyalami Naufal. Sama seperti yang lain. Bahwa dia juga sangat senang sekali akhirnya Naufal bisa kembali dengan orang-orang yang menyayangi nya. Tidak ada hal yang lebih membahagiakan di dunia ini selain bisa berkumpul dan bersatu dengan keluarga. Gienka kemudian mempersilahkan semua nya untuk masuk. Dan kamar juga sudah di siapkan. Naufal akan menempati kamar tamu di lantai dua juga seperti yang lain. Dan tentu saja harus naik dengan lift agar Naufal bisa lebih nyaman dan tidak banyak bergerak.
Vitto mengambil ponselnya di saku. Dia menbaca pesan yang masuk dan memberi kode kepada Vino dan Kyros.
"Bawa Naufal ke kamar, dan suruh dia istirahat, juga temani dia mengobrol, kalian bisa memberitahu banyak hal kepadanya tentang keluarga kita.. " Ucap Vino pada Arindah.
Arindah mengangguk. "Baiklah...!!" Jawabnya. "Vineet, Sanne ayo bawa kakak kalian ke kamar...!!" Pinta Arindah. Sanne dan Vineet mengangguk dan mengajak Naufal ke lift, di ikuti oleh Rana dan Arindah. Sedangkan Gienka pergi ke dapur untuk mengambil minuman. Asisten rumah tangga nya sudah pulang sejak sejam yang lalu tetapi sudah menyiapkan minuman dan Gienka tinggal mengambilnya.
Ketiga laki-laki itu duduk di sofa ruang tamu. Mereka menunggu kedatangan William yang sebentar lagi akan sampai. Ya, Vino meminta bantuan William untuk mencari tahu mengenai orang-orang ang kemarin hampir menghilangkan nyawa Naufal dan kenapa juga mereka membawa Leona. Karena sampai saat ini Naufal tidak membahas apapun mengenai insiden itu dan juga tidak banyak membahas Leona. Sehingga itu mengusik hati Vino untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah menunggu sekitar sepuluh menit, akhirnya William datang. Gienka yang baru saja mengantar minuman ke atas langsung kembali ke dapur dan membuatkan William minuman.
Kyros mempersilahkan William dan temannya untuk duduk. Seperti biasa William mengeluarkan berkas hasil penyelidikannya. Dia sudah mendapatkan semua laporan mengenai orang-orang itu juga tentang Leona.
Hal pertama yang di sampaikan William adalah bahwa orang-orang itu ternyata adalah orang-orang yang sengaja di kirim oleh Ibu nya Leona untuk menjemput Leona pulang dan sudah di rencanakan dari awal untuk memberi pelajaran Ethan agar Ethan tidak lagi berani mendekati Leona.
Leona ternyata adalah seorang CEO muda dari perusahaan besar bertempat di kota Seattle. Perusahaan kenamaan di Seattle dan menjadi nomor satu. Leona seorang perempuan yang sangat cerdas, kaya raya, dia hidup dengan begitu luar biasa layaknya milyuner muda. Dan Leona sangat berpengaruh di dunia bisnis serta menjadi incaran banyak pebisnis muda untuk di dekati. Tetapi Leona seperti anti terhadap mereka sehingga Leona tidak pernah tertarik menjalin hubungan dengan pria-pria itu.
Dan hanya ada satu laki-laki yang akhirnya membuat Leona jatuh hati, laki-laki itu adalah Ethan atau dalam hal ini Naufal. Dulu Ethan bekerja di sebuah kedai kopi di Seattle, lalu bertemu dengan Leona. Dan setelah pertemuan itu Ethan tidak lagi bekerja di kedai kopi melainkan bekerja kepada Leona untuk menjadi bodyguard Leona. Hal itu berjalan selama beberapa bulan lalu mereka sepertinya mulai jatuh cinta. Leona tidak bisa jauh dari Ethan dan selalu ingin bersama laki-laki itu setiap waktu. Hingga akhirnya hubungan itu tercium oleh Ibu Leona yang bernama Emma Haidee.
Emma sangat menentang hal itu karena dia tidak mau anaknya dekat dengan Ethan yang miskin dan di anggap nya tidak berguna. Karena nanti tadi takutkan Ethan akan menumpang hidup pada Leona. Hubungan itu di tentang sangat keras, dan Ethan juga di ancam serta beberapa kali di pukuli oleh orang-orang bayaran Emma.
Emma menipu Ethan untuk membuat Ethan jauh dari Leona. Papa Leona sudah meninggal dan meninggalkan kekayaannya untuk Leona, dan Papa Leona sudah merestui hubungan Ethan dan Leona tetapi tida dngan istrinya. Emma melakukan cara licik untuk membagi warisan yang harusnya di miliki sepenuhnya oleh Leona. Dan hal itu menjadi alasan Emma untuk mengancam Ethan, jika Ethan ingin Leona mendapatkan seluruh hak nya, maka Ethan harus meninggalkan Leona.
akhirnya Ethan memilih untuk pindah ke Washington DC. Lalu disinilah Ethan, mencari pekerjaan dan jadilah dia pengantar pizza. Dia berusaha memulai hidup baru meskipun dia juga masih mencintai Leona, tetapi dia ingin Leona bahagia dan baik-baik saja. Dia mulai menikmati kesibukannya. Tetapi saat Ethan pergi meninggalkan Leona, Emma Haidee Mama Leona justru tidak melakukan janji nya pada Ethan sebelumnya untuk mengembalikan hak Leona, justru Leona di turunkan dari jabatan CEO nya, dan perusahaan itu justru di jual pada orang lain.
Hingga sekitar hampir empat bulan Ethan ada disini, semua berjalan normal. Tetapi entah bagaimana Leona datang dan menemukan keberadaan Ethan. Leona kabur menyusul Ethan kesini dan ingin kembali serta hidup bersama Ethan. Baru sekitar dua minggu tinggal bersama Ethan, terjadilah masalah kemarin dimana Emma menemukan keberadaan Leona, mengira Ethan yang mempengaruhi Leona sehingga Leona kabur dan menyusul Ethan kesini. Sehingga orang-orang itu menyakiti Ethan dan membawa Leona km pergi. Sebelum itu Ethan sudah hampir di lenyapkan dengan menyeremptnya saat pulang kerja, tetapi karena kondisi ramai, Ethan hanya jatuh biasa dan mengalami lecet.
"Ah mungkin saat kami makan di restoran waktu itu dan Vineet menolong serta mengobati nya.. " Timpal Kyros.
"Oh yang waktu itu ya Ky??" Sahut Vitto.
"Sepertinya uncle.. " Jawab Kyros.
William menjelaskan jika inti dari semuanya adalah karena Ethan dan Leona saling mencintai tetapi Emma ibunya Leona sangat tidak setuju jika putrinya menjalin hubungan dengan Ethan yang miskin, yang di anggap nya tidak berguna serta sangat tidak selevel dengan Leona yang berpendidikan tinggi, kaya raya. Sehingga Emma selalu berusaha mendekatkan Leona dengan banyak pria kaya. Tetapi Leona tetap pada pendiriannya dan sama sekali tidak tertarik kepada mereka. Sudah banyak kesulitan yang di alami Ethan selama bersama Leona. Sudah beberapa kali dia di pukuli oleh orang-orang Emma Haidee. Padahal Ethan memang tulus mencintai Leona dan tidak pernah saklipun memiliki niat untuk memanfaatkan kekayaan Leona. Karena selama ini Ethan hidup sederhana hanya karena dia selalu menyisihkan setengah dari gajinya untuk di tabung. Dan tabungan Ethan memiliki nilai yang cukup fantastis untuk anak seumurannya. Itu Ethan lakukan agar kelak ketika sudah menikah dia bisa memberikan kehidupan untuk anak dan istrinya yang baik. Sehingga dia rela menahan diri dari segala kemewahan yang ada dan menjadi pribadi yang sangat sederhana. Bahkan Ethan juga selalu rutin di setiap bulannya mengirimkan uang untuk panti asuhan tempatnya di rawat dulu.
Mendengar semua penjelasan dari William. Vino hanya bisa menggeram menahan kemarahannya. Dia tidak bisa membayangkan betapa sulitnya kehidupan Naufal selama ini. Anaknya berjuang sendirian menghadapi kejamnya dunia. Sementara selama ini dia tidak mengetahui bagaimana kehidupan Naufal yang sebenarnya. Dan Vino tidak menyangka jika di jaman sekarang masih ada orang yang berpikiran picik seperti orang tua Leona yang selalu merendahkan orang lain hanya karena tidak setara dengan keluarga mereka.
"Brengseeekkk..... Berani sekali dia memperlakukan putraku seperti itu selama ini.... Dia pikir dia siapa!!?! Dia tidak tahu saja bahwa putraku adalah pewaris dari Prakarsa Corporate, perusahaan terbesar ketiga di Indonesia, dan posisi ke 6 perusahaan terbesar di Asia Tenggara, serta masuk dalam 50 besar perusahaan terbesar dan berpengaruh di Asia... Dan aku sebagai Ayahnya akan membungkam mulut mereka, dengan menunjukkan siapa putraku yang sebenarnya.. Aku bisa mencarikan ratusan perempuan dan mencari yang paling terbaik untuk bisa ku jadikan sebagai menantuku... Setelah aku membawa Naufal pulang, aku akan mengajarinya bisnis dan aku akan mengangkatnya sebagai CEO di perusahaan ku, sehingga tidak akan ada alagi yang memandangnya sebelah mata... Sudah cukup putraku menderita selama ini. Mereka belum tahu sedang berurusan dengan anak siapa..???" Ujar Vino dengan penuh keyakinan. Baginya tidak boleh ada lagi yang bisa menginjak-injak harga diri Naufal.