
Kaia berdiri ketika melihat kedatangan Nyonya Haidee di kantor. Wanita itu berjalan melengkapi penuh kemarahan dan tidak menjawab sapaan Kaia. Nyonya Haidee membuka ruangan Leona, dan langsung masuk. Kaia bergegas menyusulnya, karena tahu bahwa Nyonya Haidee pasti mencari Leona.
"Leona.....!!!!" Teriak Nyonya Haidee.
"Maaf Nyonya Haidee... Leona sedang pergi keluar kota, dia tidak ada disini.. " Sahut Kaia dari belakang.
"Dimana dia??? Kau jangan bohong Kai...!!!" Seru Nyonya Haidee.
"Tidak, saya tidak bohong, Ehhh Leona sedang pergi ke Vegas untuk beberapa hari, ada pertemuan penting dengan klien, proyek besar sedang menantinya jadi dia harus pergi.. " Kaia berbohong, dia harus melakukan ini untuk membuat Leona bisa beristirahat dengan nyaman di fine line.
"Proyek apa???? Memangnya kau pikir aku bodoh???? Jangan kau membohongiku.. "
Kaia tersenyum. "Tidak nyonya Haidee, Leona berangkat kemarin sore, karena meeting nya pagi tadi.."
"Dia pergi dari kemarin, dia pasti sengaja untuk tidak menghadiri acara ku kan???? Kenapa kau tidak mengatur jadwalnya dengan baik Kai sebelum-sebelummya???? Kau tahu kan setiap tahunnya aku mengadakan pesta untuk acara ulang tahunku, dan kenapa kau malah menurun Leona pergi kemarin.. "
Kaia menunduk. "Maafkan saya Nyonya Haidee... Yang membuat jadwal pertemuan bukan saya tetapi dari pihak Klien, itulah kenapa Leona meminta saya untukengantarkan hadiah anda kemarin, karena dia akan pergi malamnya.. " Kaia sebenarnya sudah mempersiapkan diri untuk kekacauan ini karena sejak awal dia sudah menduga nya. Dan sebenarnya Leona sudah melarangnya untuk ke kantor hari ini, karena Leona tidak ingin dia ikut di damprat oleh Mama Leona. Tetapi dia memilih tetap ke kantor karena banyak pekerjaan yang menunggu. Leona pun tidak bisa melarangnya. Akhirnya dia tetap pulang dari fine line dan pergi ke kantor. Menghadapi kemarahan nyonya Haidee sudah hal biasa yang di hadapai oleh Kaia.
"Kau jangan berbohong Kai???? Atau jangan-jangan kau menyembunyikan Leona, dia apa dia ada di apartemen nya???" Tanya Nyonya Haidee menilisik.
"Tidak Nyonya Haidee... Leona tidak ada di apartemen nya.. Leona memang pergi sejak kemarin, tidak ada untungnya saya membohongi anda... "
.
Nyonya Haidee membuang muka. "Keuntungannya adalah kau selalu melindungi Leona, kau sama seperti ayahmu, tidak pernah sekalipun berpihak padaku. Aku sejak dulu sama sekali tidak pernah mempercayaimu...!!! Kau dan Leona memang tidak punya otak, sekarang aku bisa membaca, Leona akan selalu pergi menghindariku jika dia tidak menolak perintahku, ini sudah terjadi berulang kali, dan katakan pada Leona, bahwa aku tidak akan tinggal diam, ingat itu baik-baik....!!" Ancam Nyonya Haidee dengan penuh kemarahan dan dia pun pergi meninggalkan Kaia dari ruangan itu. Amarahnya sudah memuncak, dia sudah bisa menebak bahwa Leona pasti akan menghilang setelah menolak perintahnya. Dan Nyonya Haidee tidak akan bisa membiarkan ini terus berlangsung, dia akan mencari cara untuk bisa memata-matai Leona nanti nya. Putrinya itu memang kurang ajar dan tidak tahu diri. Tidak menghormatinya sebagai seorang ibu.
Kaia menghela napasnya panjang. Merasa bersyukur karena Nyonya Haidee sudah pergi, lebih cepat dari dugaannya. Biasanya akan mengomel lama sekali. Hanya saja dia harus memberitahu Leona mengenai ancaman Nyonya Haidee. Karena wanita itu tidak pernah main-main dengan ucapan atau ancamannya. Kaia khawatir jika nanti Nyonya Haidee tahu mengenai persembunyian Leona di fine line.
Kaia mengambil ponselnya dan menghubungi Leona. Cukup lama dan butuh beberapa kali panggilan hingga akhirnya di angkat. "Ya Kai???" Sapa Leona di ujung telepon.
"Kau tidur???" Tanya Kaia.
"Ya, aku dan Ethan tidur, kau mengganggu saja...!"
Kaia tersenyum. "Apa kalian selesai bercinta???"
"Kau tidak perlu jawaban untuk itu, karena kau bisa menebak jika aku sedang tidur siang itu artinya aku pasti tadi sedang melakukannya, kenapa??? Apa ada masalah di kantor???"
"Dia mau bercinta denganmu??? Apa kau membawa obat itu lagi???"
"Aiiihhh aku sudah ketahuan olehnya, tentu aku tidak akan berani melakukannya lagi, aku ingin ucapkan Terima kasih karena kau membantuku, dan dia membuka hatinya untukku.. " Leona mempercil suara nya takut Ethan ang sedang tidur menjadi terbangun dan mendengarnya.
"Owwwhhhh.... Aku tidak menyangka itu akan berhasil membuatnya mau membuka hati, kau pasti bahagia sekali, senang sekali mendengarnya.. "
"Kau sahabat terbaikku, tapi kau belum menjawab pertanyaanku??? Kenapa??? Apa semuanya baik-baik sana???" Tanya Leona.
"Mama mu baru saja pergi, dia datang dan marah-marah seperti biasanya.. "
"Aku sudah bilang bahwa kau tetaplah di sini saja dan tidak perlu ke kantor, tapi kau tidak mau, kan pasti kau akan terkena omelan Mama..??" ucap Leona.
"Kalau aku tetap di sana, kau tidak bisa bebas bercinta dengan pujaan hatimu itu, aku juga tidak mau jadi obat nyamuk yang harus menonton percintaan kalian berdua seharian penuh, kalau aku bersama kekasihku tentu itu tidak masalah kita bisa bercinta bersama hahaha...!"
"Hahaha kau benar juga, kapan-kapan kita harus pergi berempat, double date.. Hehehe.. "
"Oke aku akan mengaturnya nanti, oh iya tadi Nyonya Haidee sedikit mengancam, dan aku khawatir dengan ancamannya, aku rasa setelah kau kembali dari Fine Line lebih baik jangan kembali kesana lagi untuk beberapa bulan.. "
"Kenapa??? Mama mengancam bagaimana???" tanya Leona.
"Kau pasti tahu bagaimana tabiat Mama mu, jika dia sudah mengancam maka dia pasti akan melakukan ancamannya... Dia sudah saat bahwa kau akan selalu pergi setelah kau menolak permintaannya, dia sadar kalau kau menghindari nya, jadi aku takut dia akan memata-matai ddan menemukan fine line sebagai tempat oersembunyianmu, aku rasa setelah nanti kau kembali, kau jangan ke Fine line untuk sementara waktu, ya tidak ke fine line saja sih tapi kemana pun, jika itu mengenai urusan pribadi, kecuali kau pergi untuk urusan pekerjaan.. "
Leona mendengus kesal. "Kau memang benar....!!! Kai, bagaimana menurutmu jika aku membeli private jet saja??? Aku sudah memikirkannya akhir-akhir ini, jadi kita tidak perlu menyewa lagi jika ingin pergi, memiliki sendiri itu jauh lebih baik, kau coba cari informasi penjualan private jet.. "
"Kau ingin membeli nya???" Tanya Kaia memastikan.
"Iya Ky, aku rasa itu lebih nyaman. Dan tentu bersifat pribadi.. "
Kaia mengangguk-anggukkan kepala nya. "Kau ingin yang seperti apa???? Baru atau kita cari yang second???"
"Baru saja, jika bisa aku ingin yang punya ruang pribadi, maksudnya punya kamar, pasti ada kan yang seperti itu, cari yang terbaik, kau pilih beberapa dan nanti infokan ke aku, kau tidak perlu kesini, mungkin lusa aku akan pulang dengan Ethan.. "
"Oke baiklah, aku akan mencari nya, have fun ya??? Salam untuk calon kekasihmu itu, aku tutup dulu... Bye Leona sayang..!!" Kaia menutup panggilannya dengan Leona dan keluar dari ruang kerja sahabatnya itu untuk membiayai ke meja kerja nya. Ide bagus sebenarnya jika Leona memiliki pesawat pribadi, karena itu akan mempermudah segala nya, dan bisa menghemat pengeluaran untuk sewa pesawat pribadi. Sebenarnya dulu tuan Haidee sudah menyarankan Leona untuk membeli private jet, hanya saja Leona menolak karena dia rasa belum terlalu membutuhkannya dan lebih baik sewa saja. Tetapi akhirnya sekarang Leona memutuskan untuk membeli nya. Kaia akan mencari sesuai yang di inginkan oleh sahabatnya itu.
Leona meletakkan ponselnya di meja yang ada di samping tempat tidur. Tiba-tiba sebuah lengan melingkae di perutnya. Leona menoleh dan mendapati Ethan tersenyum kepada nya. Lelaki itu sudah bangun ternyata. Leona berbalik badan dan membalas pelukan Ethan. "Kau sudah bangun??? Sejak kapan???" Tanya Leona.
"Ah iya.. Dia memberitahuku jika Mama marah dan datang ke kantor mencariku, seperti biasa, karena aku menolak datang ke acara ulang tahunnya semalam.." Jawab Leona.
"Kau memang senang sekali mencari masalah... Dan kau juga berbicara private jet, kau ingin membeli nya???? Apa sepenting itu???"
Leona melemoar senyum, mengecuo bibir Ethan. "Aku membutuhkannya, nanti kita bisa pergi jalan-jalan keliling dunia dengan bebas dan bisa pergi sesuka hati, selain itu juga untuk kebutuhan pekerjaanku.. Apa kau punya keinginan untuk mendatangi suatu tempat yang indah???"
Ethan membalas senyum Leona. "Aku tidak pernah terpikirkan untuk pergi kemana pun, apalagi ke luar negeri, aku hanya ingin menabung saja dan jika nanti sudah memiliki keluarga, aku baru memikirkan untuk mengajak istri dan anakku jalan-jalan ke luar negeri.. "
"Jika itu terwujud, kemana kau ingin pergi???" Tanya Leona.
Ethan memandangi langit-langit rumah, seolah sedang memikirkan jawaban dari pertanyaan Leona. Tetapi beberapa detik kemudian manatao Leona dalam senyuman. "Aku sejak dulu penasaran dengan Indonesia, entah kenapa aku ingin sekali pergi kesana, sejak kecil negara itu selalu mengganggu pikiranku, membuatku selalu penasaran dan ingin sekali kesana, tidak tahu kenapa.."
"Indonesia???? Maksudmu Bali???" Tanya Leona.
Ethan tersenyum. "Bali itu salah satu pulau yang ada disana tapi negara nya kan Indonesia???"
Leona terkekeh. "Ya apapun itu, tapi tetap saja Bali yang lebih terkenal disini. Aku pernah kesana, ke Bali dan ke Jakarta, ya beberapa waktu yang lalu, sebelum mengenalmu, coba saja kita bertemu lebih awal aku pasti akan mengajakmu.. Tempat mana memangnya yang mau ingin kunjungi???" Tanya Leona lagi.
Ethan menggeleng. "Aku tidak tahu akan kemana jika bisa kesana. Ya memang banyak sekali tempat yang bisa di kunjungi tetapi aku tidak tahu mau kemana, aku hanya ingin kesana saja.. Sesuatu seperti ingin menarik ku untuk kesana, aku tidak tahu apa itu tetapi aku ingin kesana itu saja... "
"Aneh sekali... Jika orang ingin mendatangi suatu tempat pasti dia sudah punya gambaran apa yang ingin dia datangk, kau ini ada-ada saja.. "
"Konyol memang tapi itulah fakta nya.. " Ethan terkekeh.
"Jangan khawatir, aku akan mengajakmu kesananya nanti jika aku ada pekerjaan disana.. "
Ethan tersenyum. Jika bisa tentu dia akan pergi ke tempat itu nanti nya dengan uangnya sendiri. Sampai saat ini dia tidak tahu kenapa sejak dulu ingin ssemi dia datang kesana. Ada sesuatu yang ingin di cari nya tapi Ethan tidak tahu apa itu. Sampai saat ini dia coba mencari jawabannya dan mengingat sesuatu tetapi tidak ingat. Negara itu seperti memiliki kenangan untuknya, hanya saja kenangan apa, Ethan tidak tahu dan tidak mengerti sama sekali. Dia hanya ingin kesana saja.
★★★
Malam harinya.....
Ethan dan Leona makan malam bersama. Gemma membuat steak yang menjadi kesukaannya dan Ethan juga sangat menikmati nya. Masakan Leona tidak pernah gagal dan selalu enak untuk di nikmati. Steak sangat cocok di nikmati dengan wine atau Champagne, tetapi tidak ada wine dan hanya ada satu botol Champagne yang Leona miliki. Ethan membuka botolnya dan menuang ke gelas, satu untuknya satu lagi untuk Leona.
Mereka mengonrolkan sesuatu yang seru dan Ethan juga banyak tertawa. Senang sekali Leona melihatnya. Sepertinya ini adalah awal yang bagus sekali untuk memulai semuanya dengan Ethan. Dia berharap berjalan dengan baik, Ethan bisa segera mengakhiri hubungannya dengan Gemma, sehingga Ethan bisa menjadi miliknya seutuhnya.
Ponsel Ethan tiba-tiba saja berbunyi. Dan itu adalah panggilan dari Gemma. Ethan memandang ke arah Leona yang sedang memotonh steak. "Gemma...!" Gumamnya.
Leona mamndang Ethan dang meletakkan garpu dan pisau di piring. "Angkat saja..!!" ucap Leona.
"Sebenarnya sejak tadi aku tidak membalas pesannya. Entah kenapa aku merasa sakit sekali dengan apa yang aku lihat di berkas itu, dia apakah benar menghianatiki, tetapi jika benar, aku merasa kecewa sekali.. " Ujar Ethan dengan sedih.
"Kau bilang ingin membuktikan pengkhianatan itu kan??? Jadi kau tidak boleh bersikap seperti ini, kau harus bersikap biasa saja seperti sebelumnya, agar tidak menimbulkan kecurigaan, angkat saja dan balas pesannya seperti biasa, itu akan jauh lebih baik.. " Leona tersenyum.
"Baiklah...!!!" Gumam Ethan. Dia kemudian mengangkat panggilan dari Gemma. "Ya hallo sayang???" Sapa Ethan mencoba bersikap biasa saja meskipun hatinya begitu sakit.
"Kau kemana saja, kenapa tidak membalas pesanku sejak pagi???? Kau sibuk sekali ya???" Tanya Gemma di ujung telepon.
"Ya, aku minta maaf, aku sibuk sekali, aku sedang ada di luar kota untuk beberapa hari...!!"
"Kau di luar kota???? Kenapa tidak memberitahuku...???" Tanya Gemma lagi.
"Ini aku memberitahumu..!"
"Baiklah.. Kau akan kembali kapan??? Aku sangat merindukanmu." Ucap Gemma.
"Aku akan kembali satu minggu lagi." Ethan berbohong. Dia akan kembali lusa, tetapi tentu dia merasa malas dan tidak bersemangat untuk menemui Gemma seperti biasa nya.
"Lama sekali???? Ah tapi baiklah, aku mengerti sekali kau pasti harus menemani bosmu. Selama kau pergi, aku pasti akan merindukanmu.. Aku mencintaimu sayang..!!" Ucap Gemma.
"Aku juga.. Sudah ya aku tutup dulu.." Ethan langsung mengakhiri panggilan itu dan meletakkan kembali ponselnya di atas meja.
Leona tersenyum ke arahnya. "Bagus sekali kau mengatakan akan kembali dalam satu minggu, aku punya rencana..!" Usul Gemma.
Ethan mengernyit. "Rencana apa???" Tanya Ethan.
"Biasanya Gemma akan menghabiskan waktu dengan laki-laki itu jika tidak bersama mu, jadi mungkin dalam beberapa hari ke depan dia pasti akan bersama nya.. Itu bisa kau manfaatkan untuk mengejutkannya, dan memergomi dia bersama laki-laki itu, aku akan mengirim orang untuk mengawasi Gemma dan menginfokan kepada kita mengenai kegiatan Gemma, jika Gemma bersama lelaki itu, kau bisa memergoki nya nanti,. Bagaimana?!?"
Ethan terdiam tetapi kemudian setuju dengan ide Leona.