My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
janji



"Nah itu dia, aku rasa nanti adalah waktu yang tepat untuk Ethan melakukan rencana ku, aku akan menyuruh Ethan masuk dan dia bisa berbicara dengan Papa, aku akan cari alasan untuk meninggalkan mereka, ya alu bisa menyibukkan diri di dapur dan mereka bisa mengobrol dimana kek yang aku tidak bisa mendengarnya..."


"Bagaimana dengan bodyguard lain yang berjaga kalau melihat Ethan masuk??? Apa kau akan memakai alasan Ethan membuat kopi lagi??? Kan tidak mungkin Na, pasti butuh waktu lama mengobrol dengan Tuan Haidee, tidak bisa kalau hanya basa-basi saja.."


"Astaga Kaia..... Kita bisa meliburkan para bodyguard yang bertugas malam dan mengubah schedule mereka, Ethan bisa masuk dengan bebas, kenapa kau khawatir sekali..." Ujar Leona. Dia diam sesaat tetapi kemudian menjentikkan jari nya. "Ahhh kita belanja nya saat Papa datang saja, dengan alasan Papa bisa di temani mengobrol oleh Ethan??? Bagaimana??"


Kaia memandangi sahabatnya itu. "Ya, itu ide bagus sih...! Aku akan memberitahu para bodyguard nanti. Tapi aku rasa kau butuh untuk di kawal satu atau dua orang."


"Kau atur saja... Yang penting kita bisa membiar kan Papa dan Ethan berduaan."


"Oke ke lau begitu, lanjutkan memeriksa berkas itu, aku juga harus melanjutkan pekerjaanku." Kaia keluar dari ruangan kerja Leona. Membiarkan Leona melanjutkan pekerjaannya.


****


Sore harinya.....


"Ethan...!!!" Panggil Leona. Mereka saat ini mereka dalam perjalanan menuju apartemen Leona.


"Ya..?" Jawab Ethan.


"Kau sudah janji padaku kan kemiarin???"


Ethan mengernyit. "Janji??? Janji apa??? Yang mana??" Tanya Ethan.


"Itu yang aku minta bantuan padamu mengenai Papa, kau ingat kan??"


"Oh itu???? Ya aku ingat, kenapa memangnya??" Tanya Ethan.


"Papa nanti ke apartemen, kau coba mengobrol dengannya ya nanti??"


"Ahh jangan khawatirkan itu, Kaia sudah mengatur Segala nya.."


"Mengatur segala nya??? Maksudnya??"


"Ah jangan pikirkan, pokok nya kau terima beres saja, lakukan yang aku suruh, nanti aku akan meninggal kan mu dengan Papa di apartemen, aku akan keluar berbelanja dengan Kaia, jadi aku tinggalkan Papa dengan mu.. Oke??"


"Iya oke, tapi bagaimana kalau Tuan Haidee tidak menjawab atau justru curiga kepadaku???"


"Tidak akan curiga, tapi kalau tidak menjawab ya sudah tidak masalah...!! Yang penting jangan menimbulkan kecurigaan dan bersikap serta mengobrol biasa saja.."


Ethan mengangguk. "Ya, baiklah aku akan mencoba nya tapi tidak janji ya??"


"Iya..!! Terima kasih ya sayang????" Ucap Leona.


"Sama-sama..!!" Jawab Ethan.


Di kursi belakang Leona tersenyum.Hatinya berbunga karena semakin hari kedekatan nya dengan Ethan semakin intens. Pelaku itu sudah membuka diri, dan berusaha sebaik mungkin untuknya. Ethan menepati janji nya untuk bisa menerima nya sebagai seorang kekasih. Leona merasa bersyukur sekali, dan berharap hubungannya dengan Ethan semakin baik dan bisa menemukan kecocokan satu sama lain sehingga suatu hari nanti Ethan bisa mengungkapkan perasaan cinta kepada nya.


Ethan sendiri sudah tidak lagi berhubungan dengan Gemma. Menolak seluruh panggilan dan pesan yang di kirim Gemma. Ethan juga tidak lagi ingin menemui Gemma. Kemarin lusa Gemma datang menemui Ethan sembari membawa miniba minibag milik Leona. Meminta Ethan untuk mengembalikannya. Gemma tidak berani mengembalikan itu secara langsung pada Leona. Gemma mengembalikan itu juga takut dengan ancaman Ethan. Sehingga memilih untuk mengembalikannya saja.j


Karena jarak antara kantor dan apartemen tidak jauh, Ethan dan Leona akhirnya sampai. Kaia akan menyusul nanti. Ethan mengernyit karena dia tidak melihat bodyguard yang biasa berjaga di garasi. "Kenapa sepi??" Tanya Ethan pada Leona.


Leona tersenyum. "Tentu saja, Kaia sudah menyuruh mereka pulang dan meliburkan yang shift malam.." Jawab Leona.


"Jadi ini rencana kalian??" Tanya Ethan tapi dia tidak perlu jawaban. Ethan turun dan membuka kan pintu untuk Leona. Mereka kemudian masuk bersama-sama ke lift menuju apartemen Leona.