
Naufal memeluk Leona dan mereka masih berjalan menuju villa mereka. Naufal tahu dan bisa merasakan bahwa Leona sangat sedih sekali karena kehilangan peninggalan mendiang Tuan Haidee yang seharusnya bisa dia jaga. Tetapi Leona memilih untuk membebaskan hidupnya dari Mama nya sehingga Leona memilih mengambil keputusan besar itu. Leona memilih untuk bersama nya dan melepaskan semua nya. Tetapi jika saat ini dia bisa untuk membantu Leona kembi mendapatkan hak nya, kenapa tidak dia coba untuk membahas ini dengan Papa nya dan juga Uncle nya Vitto.
Ya, Naufal akan berbicara dengan mereka berdua nanti setelah kembali. Bukan untuk melakukan take over, tetapi membeli semua saham Haidee enterprises, agar Mama Leona dan juga Steven bisa meninggalkan tempat itu, sehingga mereka tidak bisa lagi ikut campur dengan perusahaan dan Leona bisa tenang karena perusahaan Papa nya berada di tangan yang tepat. Toh, jika Leona tidak kembali ke perusahaan itu, Vino bisa memilih orang yang tepat untuk mengurusnya disana seperti yang di lakukanmya selama ini ketika berhasil membeli saham penuh sebuah perusahaan. Manajemen di perbaiki begitu juga dengan staffnya, maka semua nya akan bisa berjalan dengan lancar lagi.
Naufal akan berdiskusi mengenai hal itu nanti, dia yakin Papa nya juga uncle nya akan setuju dengan usulannya. Naufal ingin memberikan harapan untuk Leona, menyelamatkan perusahaan itu dari kehancuran, pasti akan membuat Leona merasa lebih tenang nanti nya. Naufal berjanji, akan mengembalikan semuanya.
Satu minggu kemudian....
Naufal dan Leona kembali lagi ke Jakarta setelah menikmati honeymoon serta baby moon yang indah di Karimun Jawa. Kebahagiaan semakin terlihat di wajah mereka berdua. Kondisi Leona juga baik-baik saja, begitu juga dengan bayi nya.
Sampai di rumah, Leona langsung melepaskan sandal nya dan berbaring di tempat tidur karena lelah. Sedangkan Naufal memilih untuk membawa kopernya, meletakkannya di depan lemari dan masuk ke kamar mandi.
Leona berbaring mengusap perutnya sambil tersenyum. Lalu terdengar suara ponselnya berbunyi. Leona kembali beranjak dan mengambil ponselnya yang ada di tas. Dan ternyata itu adalah telepon dari Kaia. Ya, sahabat nya itu sudah kembali ke Amerika dua hari setelah pernikahannya dengan Naufal. Dan tentu saja Kaia juga sudah sampai disana.
"Hai Kai...???"
"Hai Na, kau sudah pulang atau masih di villa???"
"Sudah pulang, baru saja sampai."
"Ah pantas saja, tadi tidak bisa menghubungimu."
"Iya, aku juga baru hendak menghubungimu, tapi mau istirahat dulu sebenarnya baru setelah itu menghubungimu."
"Na, tadi aku mendengar kalau peristiwa kecelakaan yang di akibatkan oleh Mama mu ternyata sudah di selidiki lagi, dan sekarang Mama mu sudah di amankan oleh polisi."
"Apa......???? Di amankan polisi??? Kok bisa???" Seru Leona.
"Iya, kecelakaan yang meneewaskan orang tua angkat Naufal itu. Ternyata ada yang meminta untuk di usut lagi meski sudah lama terjadi, dan Mama mu sebagai tersangka dan penyebab utama nya sudah di bawa ke kantor polisi."
"Kau serius Kai???"
"Kau tidak tahu???? Aku pikir kau tahu, bisa jadi yang melaporkannya adalah Naufal, kau sudah memberitahu nya kan???"
"Iya, aku memberitahu nya, tetapi Naufal tidak mempermasalahkan itu lagi karena sudah berlalu begitu lama, dan dia bilang Mama pasti juga tidak sengaja. Jadi yang jelas bukan Naufal yang melaporkannya."
"Ya kalau begitu mungkin dari keluarga Naufal disana. Kau coba tanya pada mereka. Tetapi pesanku, kau jangan terlihat mendukung Mama mu. Ya sekedar cari tahu saja."
"Ah tidak Kai, kalau mereka yang meminta di usut lagi ya sudah tidak apa-apa, toh bagaimanapun Mama harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Kalaupun harus di hukum ya di hukum saja. Aku tidak mau membuat keluarga Naufal nanti jadi menilai ku buruk. Lagipula itu juga salah Mama. Dia selama ini terus lari dari tanggung jawab. Ya biarkan saja, supaya dia juga bisa mengkoreksi dirinya agar jadi lebih baik. Aku tidak mau terlalu masuk dalam masalah ini, aku sudah bahagia melepaskan semua belengguku selama ini, bebas dari Mama adalah hal yang baik."
Kaia mencoba tersenyum. "Ya, memang benar apa yang kau katakan itu. Aku jujur sangat terkejut, karena sebelumnya kau bilang bahwa Naufal tidak ingin menuntut apapun dari kejadian itu kepada Mama mu tetapi tiba-tiba aku mendengar Mama mu di tangkap karena masalah kecelakaan itu, aku terkejut sekali Na."
"Ya sudahlah, mau bagaimana lagi kan??? Mama sekali-kali memang harus di beri pelajaran." Gumam Leona.
"Perusahaan pasti akan semakin goyah lagi Na, masalah ini pasti akan mempengaruhi perusahaan dan semakin hancur pasti."
"Lalu menurutmu aku bisa apa Kai???? Aku sudah tidak memiliki hak apapun disana, walaupun aku ada ketakutan Papa akan kecewa karena usaha yang di bangun dari nol harus hancur, tetapi bagaimana???? Aku dulu sudah berusaha sebaik.mungkin tetapi apa yang di lakukan Mama padaku sudah keterlaluan dan aku tidak bisa lagi mentolerir nya."
"Ya, sekarang kau harus fokus dengan kebahagiaanku saja bersama Naufal dan bayi kalian. Aku akan mengurus disini. Aku sangat bahagia sekali melihat kau berbahagia disana, mertua mu juga sangat baik sekali, kau harus banyak bersyukur ya??? Aku sangat menyayangimu."
Leona tersenyum. "Terima kasih Kai... Maaf akj selalu merepotkan mu."
"Tidak sama sekali Na. Ya sudah kau istirahat saja, aku juga mau tidur. Salam untuk Naufal."
"Ya, akan aku sampaikan. Bye Kai." Panggilan video itu di akhiri. Dan Leona kembali meletakkan ponselnya lalu berbaring lagi di tempat tidur. Dia butuh istirahat sebentar saja.
Leona menatap nya lang langit-langit kamarnya. Ini sangat mengejutkan sekali karena ternyata Mama nya di tangkap oleh Polisi dan di mintai pertanggung jawaban atas kecelakaan waktu itu yang menewaskan kedua orang tua angkat Naufal. Leona juga terkejut dan tidak tahu siapa yang melaporkannya karena Naufal sendiri tidak ingin memperpanjang masalah jth dan ingin membiarkannya. Sehingga tentu itu bukan laporan dari Naufal, pasti ada seseorang yang melaporkannya. Mungkin orang tua Naufal, yaitu Vino. Leona tahu di balik sikap tenang mertua nya itu, tersimpan sisi tegas dan tidak bisa mengampuni sesuatu yang jelas sudah salah. Mertua nya itu juga orang yang terpandang dan pasti punya banyak kolega orang penting, sehingga hanya dengan menjentikkan jari, bisa langsung memenuhi permintaannya. Tetapi ya sudahlah, Leona tidak mau imut campur, sekali-kali Mama nya harus di hukum.untuk kesalahannya supaya bisa sadar dan menjaga sikapnya.
Tidak di duga ternyata Naufal tadi mendengar perbincangan Leona dan Kaia melalui panggilan video. Ternyata ibu Mertua nya sudah di jebloskan lagi ke penjara. Naufal tidak tahu dan tidak merasa melaporkan lagi kasus itu dan minta di usut. Tetapi sepertinya Papa nya telah melakukan sesuatu sehingga kasus kecelakaan itu kembali di naikkan dan Naufal juga tidak mengerti apa yang di lakukan Papa nya sehingga Mama Leona bisa di tangkap oleh polisi. Tetapi Naufal juga akan pura tidak tahu saja mengenai masalah ini jika bukan Leona yang bercerita kepadanya secara langsung dan Naufal juga tidak mau membahas masalah ini dengan Papa nya, dia akan membiarkan saja. Tahu bahwa yang di lakukan Papa nya mungkin ada benarnya juga. Mama Leona perlu di berikan sesuatu yang bisa membuatnya bertaubat dan mengakui kesalahannya. Supaya sadar dan tidak melakukan kesalahan yang sama.
Naufal menghampiri Leona yang sedang berbaring. Tersenyum pada istrinya yang cantik itu. "Kau lelah ya??? Maj aku ambilkan jus di bawah???" Tanya Naufal.
"Ah tidak sama sekali, ada air, aku bisa minum air." Leona bangkit dan memeluk Naufal. Lelaki yang sangat dia cintai dan ayah dari bayi nya. "Aku sekali lagi ingin mengucapkan terima kasih padamu karena sudah ahadir di hidupku, membawa warna baru dan juga melengkapi ketidak sempurnaan diriku. Kau sudah menyadarkan ku dan menutup hatiku yang sebelumnya kosong, dan tidak pernah mempercyai cinta. Tetapi sejak pertama bertemu dan melihatmu, aku mendobrak semua nya dan aku bertekad untuk memilikimu, benar saja aku berjuang untuk merebut hatimu, memilikimu dan membuktikan bahwa aku sangat mencintaimu, kau percaya itu dan kau jiga menyerahkan semua hatimu kepadaku. Tidak ada hal yang lebih bahagia dari itu semua. Aku bahagia sekali sayang. Terima kasih ya???" Leona memeluk Naufal.
Naufal juga membalas pelukan Leona. "Aku yang seharusnya berterima kasih padamu, karena kau sudah menerobos tembok besar yang menghalangimu dan memilih mencintai orang sepertiku, yang tidak memiliki apapun untuk di banggakan, tetapi kau dengan ketulusan, serta kebaikan hatimu mau menerima dan mencintaiku dengan tulus dan tanpa syarat. Tidak banyak perempuan yang sepertimu, tetapi kau melakukannya. Entah bagaimana Takdir sudah mempermainkan kita tetapi semua harus tetap kita syukuri, karena kita sudah melewati begitu banyak permasalahan, kita di pisahkan selama berbulan-bulan tetapi kita akhirnya bisa kembali lagi bersama. Jika bukan karena takdir yang sudah Tuhan gariskan untuk cinta kita, pasti kita tidak bisa bersama seperti ini. Perpisahan membuat kita semakin kuat, dan sekarang waktunya kita memulai kebahagiaan lagi menunggu bayi kita lahir sebagai pelengkap kisah cinta kita." Ujar Naufal.
"Aku mencintaimu.." Gumam Leona.
"Aku juga mencintaimu." Mereka saling berpelukan.
****
Malam pun tiba, Naufal dan Leona menikmati makan malamnya di Villa mereka, Naufal benar-benar tidak membawa Leona untuk pergi keluar Villa, walaupun hanya beberapa jam saja tetapi sepertinya itu tidak masalah untuk Leona, karena hari ini mereka begitu menikmati semua kegiatan yang mereka lakukan.
" Apa kau merasa bosan selama seharian ini??" Tanya Naufal.
" Tidak, karena kita melakukan banyak hal, dan tempat ini tidak membuatku bosan sama sekali"
" Aku sudah berjanji padamu, besok kita akan menghabiskan waktu diluar, sepertinya ada banyak hal istimewa disini" Naufal menggenggam tangan Leona lalu menciumnya.
" Terima kasih Naufal atas semua kebahagiaan ini"
" Kenapa berterima kasih, aku suamimu sudah kewajibanku membahagiakan dan menjagamu, ayo Kita selesaikan makan malam kita dan kita nikmati pemandangan langit malam disini, itu sangat indah" .
Naufal dan Leona berbaring diatas tempat tidur mereka. Naufal memeluk Leona dibalik selimut, dan mereka berdua memandangi langit malam yang dihiasi ratusan bintang dilangit. Gorden nendela kamar sengaja di buka, dan jendela kaca bening itu memberikan pemandangan yang cantik. Laut malam dan langit malam yang di hiasi kerlap-kerlip bintang. Malam seolah tenang dan seperti mendukung ketentraman dua anak manusia itu.
Naufal membalikkan badannya dan menatap Leona dengan senyuman manisnya, Leona pun melakukan hal yang sama, mereka saling berpandangan dan kemudian berciuman di temani suasana malam yang temaram. Seolah tidak ingin melewatkan moment indah itu, Naufal meminta Leona untuk melingkarkan kakinya di atas pahanya, lalu menyingkap dress yang dipakai istrinya, sengaja tadi dia meminta Leona untuk tidak memakai pelindung apapun dibadannya selain dress saja agar memudahkan jika dia menginginkan istrinya itu.
Setelah Leona melingkarkan kakinya dan Naufal menyiingkap dressnya, Naufal langsung menyatukan tubuh mereka, erangaan kecil keluar dari mulut mereka berdua, mereka saling berpelukan, Naufal bergerak perlahan menikmati setiap inci dari istrinya, begitu pula Leona yang seolah tersihir oleh setiap gerakan yang dilakukan suaminya, dia memejamkan matanya karena sangat menikmati itu semua. Leona mengangkat sebelah kaki nya sehingga gerakan Naufal terasa menusuk sampai ke Dalam. Rasanya begitu luar biasa sekali.
Naufal bergerak maju mundur secara perlahan dan sengaja tidak mempercepat ritme nya agar Leona tidak banyak mendapatkan gerakan. Dan Leona hanya diam menikmati nya sembari mencengkram sprei.
Hingga akhirnya mereka mencapai ending yang luar biasa, membuat keduanya lemas dan saling memeluk erat.
" Terima kasih sayang, kau selalu membuatku merasa puas dengan tubuuhmu" Ucap Naufal lalu mencium kening istrinya.
Leona tersenyum karena Naufal selalu mengucapkan terima kasih saat mereka menyelesaikan kegiatan penyatuan. Dia tidak akan pernah bisa melupakan rasa dari setiap moment yang dilakukan dengan Naufal, selalu dilakukan dengan penuh cinta, dan juga romansa yang luar biasa.
" Tidurlah, sepertinya malam ini sudah cukup" Ucap Naufal yang kemudian justru ditertawai oleh Leona.
" Akhirnya kau berkata Sudah Cukup, aku pikir ini tidak akan cukup, entah seharian ini sudah berapa kali kau melakukannya dan kau terlihat seolah tidak ingin berhenti melakukannya"
" Kau mengejekku??? Kaulah yang membuatku tidak bisa berhenti, kau sangat menggoda dan aku selalu tergoda, rasanya aku sangat puas saat memasukimu, didalam sana kau mencengkramku hingga aku tidak ingin melepaskanmu, dan kau mengandung anakku, itulah sebabnya aku melakukannya terus menerus hari ini, kata Mama sangat baik sekali jika kita sering-sering melakukannya." Naufal lalu mencium perut Leona.
" Haha kau terlalu sering melakukannya sejak kemarin, ayo kita tidur aku sangat mengantuk" Ujar Leona lalu memeluk suaminya yang berbaring disampingnya Dan mereka kemudian tidur.
***
Pagi tiba, Leona terbangun dan melihat Naufal masih terlelap, dia mengelus pipi suaminya itu dan mengaguminya, Leona sangat suka mengamati Naufal ketika lelaki itu sedang tidur. Sangat menyenangkan bisa kembali bersama dengan seseorang yang di cintai. Dan selalu luar biasa bisa menghabiskan waktu dan bercinta dengan Naufal yang selalu dia rindukan. Dan ada ke puasan tersendiri setelah melakukannya. Luar biasa.
Moment penyatuan mereka yang luar biasa yang selama ini tidak berani Leona bayangkan lebih mendetail tetapi Naufal mewujudkannya dengan caranya bahkan rasanya lebih indah daripada yang dulu dia lakukan dengan laki-laki lain sebelum Naufal, fantasi yang diberikan Naufal membuatnya semakin tergila-gila, tubuh seksi suaminya itu tidak pernah bisa membuat Leona berpaling, dia selalu memperhatikan dalam diam jika melihat Naufal bertelanjang dada tapi kini dia sudah tidak harus melihat secara diam-diam karena tubuh itu sudah menjadi miliknya dan akan mengeksplorasinya lebih dlam lagi.
Leona menelusup ke dalam selimut mencari apa yang diinginkannya, kemudian dia menemukannya, perlahan dia membuka celana Naufal lalu memegang dan mengeluarkan apa yang ada didalamnya, mengelusnya secara perlahan, sang pemilik rupanya tersadar dan membuka matanya, melihat ada yang sembunyi dibalik selimutnya tetapi tiba-tiba Naufal merasakan kejutan luar biasa, dan mengintip dibalik selimut itu, ternyata istrinya sedang mengullum senjatanya, ini luar biasa baginya karena pertama kalinya Leona melakukannya, segera Naufal menyingkap selimutnya untuk melihat apa yang dilakukan istrinya.
" Ohhh siiiI, ya sayang, jangan berhenti, Aku sangat menikmati nya" Tangan Naufal meraih bantal disamping nya dan menaruhnya dibawah kepalanya agar dia bisa melihat lebih jelas kegiatan Leona.
Kini kepala Naufal bertumpu pada dua bantal dan melihat dengan jelas apa yang dilakukan istrinya padanya, kedua tangannya juga memegang kepala Leona dan menuntun ritme gerakan mulutnya, membuat Naufal mengerang dan menikmatinya.
Naufal membimbingnya untuk melakukan secara perlahan, setiap gerakan mulutnya ternyata membuat suaminya semakin menggila sampai akhirnya suaminya itu menghentikannya.
" Oke sudah cukup, aku harus mengeluarkannya dalam tubuuhmu, bukan muIutmu sayang, ayo naiklah dan lakukan sesukamu"
Leona melakukan apa yang disuruh Naufal, dia bergerak maju mundur secara perlahan. Menikmati setiap detiknya dengan desaaahan yang membuat keiintiiman mereka berdua semakin liar biasa. Leona menyatukan jemarinya dengan jemari Naufal dan bergerak sesuka nya membuat naufal juga terus meracau karena kenikmatan. Sampai akhirnya suaminya itu menegang dan caiiran hangat itu menyembur didalam dirinya kemudian dia memeluk suaminya.
" Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu.".
***
Mereka mandi dan bersiap-siap untuk jalan-jalan, pagi ini mereka akan sarapan direstoran yang berada diwilayah Villa ini. Naufal memakai kemeja berwarna putih serta celana pendek warna khaki dan Leona memakai mini dress berwarna putih. Mereka berjalan menyusuri jalanan berpasir yang menghubungkan antara Villa satu dengan yang lainnya, berjalan bergandengan tangan dan menikmati pemandangan dikanan kiri mereka.
Setelah sarapan, Leona mengajak Naufal untuk berkeliling menggunakan sepeda. Tawa bahagia terlihat diwajah Leona, suaminya hari ini benar-benar menepati janjinya untuk mengajaknya keluar dan berjalan-jalan. Hari ini mereka melakukan banyak hal, selain bersepeda, mereka juga datang ke spa yang tersedia, lalu melanjutkan berjalan-jalan di atas pasir putih.
Akhirnya jam makan siang pun tiba dan mereka menikmati makan siang dengan bahagia tak sampai disitu Naufal mengajak Leona untuk menaiki berenang hingga bersantai menikmati udara sejuk.
" Bagaimana???? apa kau menyukai ini semua" Tanya Naufal
" Sangat aku sangat menyukainya. Aku lelah, bisa kita kembali ke villa???"
" Baiklah istriku sayang, sekarang kita akan kbali ke Villa seperti keinginanmu"
Setelah puas berjalan-jalan seharian, Naufal mengajak Leona untuk kembali ke Villa untuk membersihkan diri dan beristirahat sejenak sebelum makan malam, kali ini Naufal akan mengajak Leona makan malam romantis di restoran yang berada dipinggir pantai.
"Kau tahu, aku benar-benar bahagia sekali dan ini adalah kebahagiaan yang tidak pernah aku duga sebelumnya." Leona memegang jemari Naufal. Mereka duduk menunggu makanan mereka datang.
"Kenapa??? Apa karena pernikahan kita???" Tanya Naufal.
Leona menggelengkan kepala nya. "Bukan..." Jawab Leona.
"Lalu kenapa???" Tanya Naufal lagi.
"Karena Mama Arindah." Gumam Leona.
Naufal mengernyitkan dahi mya. "Karena Mama??? Memangnya kenapa????" Tanya Naufal penasaran.
"Karena Mama Arindah begitu sangat baik, dia sangat menyayangimu, sejak awal bertemu denganku dia wanita yang penuh cinta kasih. Tatapan nya dan cara bicara nya penuh kelembutan. Dia ibu yang luar biasa, ibu yang aku rindukan sejak dulu, aku selalu berharap ingin memiliki sosok ibu seperti dia tetapi tidak aku dapatkan dulu, dan sekarang Tuhan sudah mengirimkannya untukku, meski bukan ibu kandung, tetapi cintanya mengalahkan cinta ibu ku sendiri. Aku sangat beruntung. Dan kau juga harus beruntung memiliki ibu yang luar biasa sepertinya."
Naufal tersenyum. "Kau benar, aku sangat beruntung memilikinya di hidupku. Apa kau tahu bahwa pertama kali saat aku bertemu dengannya di rumah sakit, aku merasakan kedamaian yang luar biasa, meski saat itu aku belum tahu bahwa dia ibuku, dan dia juga belum bisa memastikan sepenuhnya bahwa aku adalah anaknya. Matanya yang lembut dan suara nya terdengar sangat meneduhkan, membuat aku saat itu berpikir betapa luar biasanya dia dan betapa beruntungnya Vineet memiliki ibu sepertinya. Tetapi lucunya ternyata dia juga adalah ibuku." Naufal terkekeh.
"Hehehe. Ya tidak akan ada yang tahu dan mengerti bagaimana jalan Tuhan serta takdirnya yang sudah di gariskan kepada kita, sesuatu yang sebelumnya kita anggap tidak mungkin juga bisa menjadi mungkin ketika Tuhan sudah mengaturnya. Seperti apa yang terjadi padamu, setelah sekian lama kau menghilang dan jauh dari keluarga mu, hal sepele saja bisa membuatmu bersatu kembali dengan keluargamu, kalau kau tidak ke Washington dc, mungkin sekarang cerita nya akan berbeda."
Naufal menganggukkan kepala nya. "Iya, kau benar sekali. Ada untungnya juga aku pindah ke Washington dc, meskipun beratnya adalah aku harus jauh dan berpisah denganmu tetapi hikmah di balik kejadian itu adalah aku bisa bertemu keluargaku yang sudah bertahun-tahun mencari ku. Ya, setiap hal yang menyedihkan selalu memiliki satu sisi yang bisa membawa kebahagiaan untuk kita, dan aku percaya itu. Itulah kenapa jika kita mendapatkan cobaan dari Tuhan, hendaknya kita sabar, pasrah, ikhlas dan berusaha u ntuk membuat hidup kita berjalan dengan baik. Sisanya biar Tuhan yang bekerja." Ujar Naufal.
"Kau benar.." Leona tersenyum. Tak lama pesanan makan malam mereka sudah datang.
Setelah menikmati makan malam, Naufalengajak Leona kembali ke Villa lagi dan beristirahat. Seharian inj mereka cukup lelah menikmati keindahan di tempat ini.
Sampai di villa, ponsel Leona berdering. Dia tersenyum.ketika melihat nama Kaia disana. "Hai Kai..."
"Hai Na, wah bagaimana honeymoon nya???" Tanya Kaia.
"Lancar dong!!" Jawab Leona.
"Waaahhhh enaknya. Panas dong??? Apalagi sudah berbulan-bulan tidak melakukannya. Hehehe."
"Panas sekali, sehat bisa 5 sampai 7 kali." Leona terkekeh.
"Jangan ke banyakan, kasihan baby nya."
"Aman kok tenang saja hehehe."
"Iya deh, enjoy saja berdua, lakukan sampai puas.. Oh iya Na, besok aku akan kembali lagi Amerika."
"Ahhh iya ya, sedih kita tidak sempat bertemu lagi."
"Tidak apa-apa, aku mengerti kok, kau harus nikmati bulan madumj dengan sebaik mungkin, happy-happy disana, dan aku akan mengurus semuanya di Portland. Percaya padaku."
"Iya deh percaya. Kau kan yang terbaik."
"Ya dong. Eh mana Naufal????"
"Dia di kamar mandi."
"Ah ya sudah, besok sebelum berangkat aku akan meneleponmu lagi, sudah dulu ya akh maj istirahat."
"Oke, nikmati tidurmu."
"Salam untuk Naufal."
"Iya, aku akan sampaikan, Bye Kai.. Aku sangat menyayangimu.."
"Aku juga, berenang gerbang lah disana.."
. Leona mengganti pakaiannya lalu berbaring di sebelah Naufal. "Malam yang sangat cantik, aku menyukai nya" Gumam Leona sembari memeluk Naufal.
"Sangat indah dan cantik seperto wajahmu, dan saat ini aku tidak mau melewatkan malam ini dengan hanya tidur" Suara Naufal terdengar serak dan dia mendorong Leona lalu menindihnya dan mulai menciumi istrinya serta melepaskan gaun tidur istrinya hingga tidak memakai apapun disana.
Naufal beralih mencium kaki Leona lalu perlahan naik keatas, hingga sampai ke paha nya dan naik lagi dan berhenti di area V istrinya itu, menciumnya kemudian Naufal menjulurkan lidahnya dan memainkan pusat area Leona menggunakan lidahnya membuat sang istri menggeliat karena sensasi yang dibuatnya.
" Shhhhhhh Adit apa yang kau lakukan??" Suara Leona terdengar parau di selingi dengan suara nafas pendek.
Naufal dengan semangat memainkan lidahnya di titik itu titik dimana semua wanita akan menggeliat jika titik itu disentuh, Leona semakin menggila atas semua perbuatan Naufal dan tidak berhenti meracau dengan sensasi yang diterimanya hingga akhirnya tubuh Leona menegang dibarengi dengan erangan panjang menandakan bahwa dia telah mencapai endingnya.
Melihat istrinya lemas karena perbuatannya, Naufal melepaskan handuk yang melingkar di perutnya, kebanggaannya telah berdiri tegak dan siap, dia langsung menancapkannya pada Leona dan meminta Leona duduk di atasnya Naufal yang memeluknya.
" Sekarang kau duduk diatasku sayang" Ucap parau Naufal dan Leona mengikuti arahannya dan duduk diatasnya. Perlahan Naufal menggerakkan paantatnya ke atas dan kebawah dan memulai ritmenya sangat pelan dan lembut. Sampai kemudian
" Ssshhh sekarang tugasmu hanya diam dan aku yang akan bekerja sayang" Bisak Naufal parau.
Leona mengerang karena nikmat, lagi-lagi Naufal membuat hal baru di setiap percintaaan mereka, dan kali ini rasanya juga tidak kalah enak dari yang sebelum-sebelumnya. Naufal semakin mempercepat gerakannya membuat istrinya itu tidak berhenti meracau, sampai akhirnya mereka terbang tinggi mengakhiri romansa indah ini dengan semburan hangat Naufal.
" Terima kasih istriku..." Ucap Naufal dan langsung memiringkan badannya sambil memeluk Leona, lalu mereka tertidur.
#####))))###
Beberapa bulan kemudian....
Leona duduk bersama dengan Arindah di belakang rumah. Perut Leona sudah membesar dan HPL nya adalah lusa. Segala persiapan sudah di lakukan, dan rencana nya besok Leona akan masuk ke rumah sakit dan mempersiapkan kelahiran bayi nya. Arindah dan Leona sedang sibuk mengobrol. Ini hari libur sehingga Arindah berada di rumah, begitu juga dengan Naufal dan Vino. Saat ini Ayah dan Anak itu sedang berada di ruang kerja untuk mendiskusikan pekerjaan. Sehingga Arindah dan Leona punya waktu untuk mengobrol.
Leona merasa semakin bahagia tinggal disini. Menjadi istri, menantu, cucu dan menjadi seorang kakak untuk Vineet. Semua orang sangat menyayangi nya disini. Dan Leona mendapatkan kasih sayang yang begitu luar biasa dari Arindah. Kasih sayang seorang ibu yang begitu tulus untuknya, yang selama ini tidak pernah dia rasakan. Memiliki ibu mertua seperti Arindah adalah kebahagiaan yang tidak bisa Leona gambarkan. Arindah sangat baik, perhatian, lebih kasih dan menyayangi nya seperti menyayangi Naufal dan Vineet.
Arindah jiga memberikan perhatian yang luar biasa kepada nya. Leona bukan seperti berada di rumah mertua, tetapi dia seperti berada di rumahnya sendiri dengan keluarga yang utuh dan saling menyayangi satu sama lain. Leona tidak bisa menggambar kan betapa bahagianya dia sekarang.
Mama nya saat ini sedang menjalani hukuman atas perbuatannya. Dan yang tidak pernah Leona duga adalah Naufal dan juga Papaertua nya telah memgbil alih Haidee Enterprise dari tangan Steven. Seluruh sahamnya saat ini sudah di miliki oleh Perusahaan milik Papa Naufal.
Bulan lalu Leona di beritahu oleh Vino dan Naufal bahwa Haidee enterprise sudah resmi menjadi milik dan bagian dari Prakarsa Corporate. Dan Haidee Enterprise nanti bisa di kembalikan lagi kepada Leona. Naufal sengaja ingin memberikan hadiah kepada Leona dengan cara merebut lagi Haidee Enterprise dari tangan orang yang salah untuk.kembali di perbaiki supaya bisa bertengger seperti saat di pegang oleh Leona. Bagi Naufal hadiah yang di berikan nya untuk Leona ini adalah rasa syukurnya atas bayi nya yang saat ini ada di perut Leona. Itulah kenapa Naufal ingin memberikan hadiah yang spesial untuk Leona yaitu mengembalikan.perusahaan milik Leona. Ya, meskipun Leona akan tinggal disini, tetapi jika perusahaan bisa di pegang oleh orang yang benar, perusahaan akan bisa kembali seperti sebelumnya. Dan Leona sudah menyarankan agar Kaia saja yang mengurusnya dan akan di bantu oleh nya nanti dari sini. Kaia sudah berpengalaman dan tahu seluk beluk perusahaan, sehingga kemampuannya tidak perlu lagi di ragukan.
Naufal juga suami yang sangat perhatian sekali. Dia siaga setiap waktu dan menuruti semua keinginan Leona. Bahkan Naufal juga sering pergi malam berkeliling jika Leona menginginkan sesuatu. Dan lucu nya Leona sering sekali membangunkan Naufal dan mengajak Naufal jalan-jalan keluar. Hanya berkeliling saja naik mobil. Itu pasti, entah seminggu sekali Atau dua minggu sekali. Leona jarang menginginkan makanan di malam hari, ya terkadang juga ada tetapi tidak pernah terlalu merepotkan. Naufal selalu berusaha untuk menyenangkan istrinya iti dan tidak keberatan Atai memprotes keinginan aneh Leona. Selagi itu tidak.membahayakan Leona dan bayi nya. Naufal pasti akan menyetujui nya.
Kamar bayi jiga sudah di siapkan. Sudah di renovasi sejak sebulan yang lalu dan sekarang sudah siap. Kamar bayi yang langsung terhubung dengan kamar Naufal yang ada di atas. Leona dan Naufal sendiri yang menentukan ingin kamar bayi yang seperti apa. Mengingat bayi mereka berjenis kelamin laki-laki maka tentu tema nya adalah semua yang berhubungan dengan anak laki-laki dan serba abu-abu. Sangat menggemaskan sekali.
**
***
"Taraaaaa..... Fish nugget nya sudah siap..." Vineet membawa piring berisi fish nugget yang di buatnya sejak pagi. "Ayo di coba..." Vineet meletakkan piring itu di meja. "Ayo di coba!!" Vineet dengan penuh semngat meminta Mama nya dan kakak Iparnya mencoba fish nugget buatannya.
Leona dan Arindah mengambilnya dan mencicipi makanan buatan Vineet itu. Fan ternyata rasanya enak. Kedua nya kemudian memuji Vineet. "Enak." Ucap Arindah.
"Wah berhasil dong hehehe..."
"Iya enak, aku suka." Ucap Leona.
"Senangnya di puji kalian berdua." Vineet tersenyum.
Tak lama, Vino dan Naufal menghampiri ketiga perempuan itu. Mereka juga penasaran dengan makanan uang di buat oleh Vineet. Mereka mencoba nya dan suka sekali.
"Membahas pekerjaannya apa sudah selesai???" Tanya Arindah pada vino.
"Sudah... Kalau belum ya kami pasti masih di dalam."
"Ma, Mama bilang Leona harus banyak berjalan kan??? Aku ajak dia jalan-jalan ya??? Keliling kompleks saja kok." Ucap Naufal.
"Ya tapi ini panas, nanti sore saja, kasihan Leona kepanasan."
"Iya, nanti sore maksudnya."
"Maaf, aku masuk sebentar nanti kesini lagi." Leona beranjak dari tempat duduk nya.
"Kenapa???" tanya Naufal.
"Mau ke toilet. Sebentar saja."
Naufal tersenyum. "Baiklah. Hati-hati, pakai yang di sebelah dapur saja."
Leona menganggukkan kepala nya dan pergi meninggalkan keluarga nya sembari menikmati nugget yang di buat Vineet.
Setelah beberapa menit, ternyata Leona tidak kunjung kembali lagi ke halaman belakang Arindah pun menyuruh Vineet untuk menyusul kakak iparnya. Beranjaklan Vineet dan masuk ke dalam rumah.
"Kak... Kak Leona...????" Panggil Vineet sembari mengetuk pintu toilet.
Lama kemudian pintu terbuka dari dalam dan wajah Leona berkeringat.
"Kakak baik-baik saja???" Tanya Vineet.
"Sepertinya ketuban kakak pecah, perut kakak mulas."
"Ketuban kakak pecah???" Tanya Vineet. Leona menganggukkan kepala nya. "Kakak tunggu, aku akan panggil Mama, Kak Naufal dan Papa." Vineet berlari lagi ke halaman belakang.
"Ma, Pa, Kak... Itu Kak Leona, di bilang ketubannya pecah."
Semua terlonjak. "Pecah????" Kemudian mereka berempat bergegas menyusul Leona.
Leona merintis di depan pintu toilet. Naufal memegang tangan istrinya. "Apa yang kau rasakan???" Tanya Naufal
"Perutku mulas."
"Kita segera ke rumah sakit, mungkin sudah waktu nya. Vineet sayang, ambil tas yang berisikan kebutuhan kakakmu yang sebelumnya sudah di kemas." Pinta Arindah. Vineet mengangguk dan berlari naik ke atas. Vino pergi keluar dan dia akan menyiapkan mobil.
Naufal mengajak Leona keluar lalu menggendong istrinya membawa nya keluar. Papa nya juga sedang mengeluarkan mobil dari garasi.
Vino sudah membawa mobil keluar. Naufal memasukkan Leona di ikuti oleh Arindah dan Vineet juga sudah mengambil tas yang berisi keperluan dari kakak iparnya dan juga calon keponakannya.
Di dalam mobil Leona meringis karena perutnya terasa mulas. Arindah dengan pengalamannya sebagai seorang dokter kandungan pun tampak membimbing menantu nya dengan baik serta meminta Naufal tidak panik karena putranya itu tampak panik sekali.
*****
Malam harinya....
"Tarik napas...... Keluarkan....." Arindah membimbing Leona. "Ayo Leona sayang, kepalanya sudah hampir keluar...."
Leona menggenggam erat tangan Naufal yang ada di sebelahnya. "Ayo sayang, lahirkan bayi kita."
Ya, sudah lebih dari 8 jam Leona berjuang menahan rasa sakit, tetapi bayinya tidak kunjung mau membuka jalan. Pembukaan nya begitu lama tetapi akhirnya perlahan bayinya mau turun dan siap untuk di lahirkan. Naufal sejak tadi memberikan dukungan dan kekuatan agar Leona bisa kuat melewati masa sulitnya karena menahan sakit. Naufal tidak melepaskan Leona sama sekali dan terus menggenggam erat jemari istrinya.
Leona berteriak keras untuk membuat bayinya bisa segera keluar. Sampai akhirnya bayinya berhasil keluar dari tempat istirahat nya selama 9 bulan ini. Tangisan keras memekikkan telinga dari bayi itu membuat dokter dan perawat melempar senyum dan penuh kelegaan. Bayi Leona lahir dengan selamat. Arindah langsung mengangkat cucu nya untuk di bersihkan, di timbang dan di ukur panjangnya.
Naufal merasa terharu hingga menetihkan air mata. Dia mengecup kening Leona dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan istri nya selama hamil dan melahirkan bayi tampan. "Terima kasih sayang...???"
"Sama-sama..." Ucap Leona dengan suara Parau.
Perawat meminta Naufal menjauh sebentar karena mereka akan membersihkan Leona. Kemudian Naufal memilih untuk melihat bayinya yang sedang di bersihkan oleh perawat lain. Bayi itu sangat tampan, menggemaskan dengan kulit putih dan rambut berwarna cokelat.
"Beratnya 3.2 Kg, dan tingginya 53 cm. Cukup berat dan tinggi untuk ukurannya." Ucap Arindah pada Naufal.
Naufal tersenyum. "Dia mirip dengan ku."
Arindah terkekeh. "Ya, satelah di bersihkan kau harus melafadzkan adzan untuk bayimu, Papa sudah memberitahu mu mengenai itu kan??? Dan kau juga sudah banyak belajar, jadi kau bisa melakukannya."
"Iya Ma."
"Ayo lakukan dan kemudian berikan pada istrimu agar bisa di susui."
Naufal mengangguk dan melakukan apa yang di suruh oleh Mama nya. Setelahnya bayi itu di berikan kepada Leona untuk di susui sebelum nanti lanjut di bersihkan. Dan di bawa ke ruangan bayi.
Naufal menangis haru ketika melihat bayinya ada di daada Leona dan mencari putiing suusu ibunya. Sungguh ini kebahagiaan yang tiada tara.
"Pak Naufal, kalau boleh tahu siapa nama bayi nya???" Tanya seorang perawat sembari membawa bolpoin dan juga sebuah kertas.
"Axio Ethan Prakarsa." Jawab Naufal.
Mendengar itu Arindah terkejut. Karena yang dia tahu nama Axio Ethan adalah nama Naufal sebelumnya. "Kenapa nama itu???" Tanya Arindah.
Naufal tersenyum. "Aku dan Leona sebelumnya sepakat untuk menamai bayi kami dengan nama iti, nama itu punya history untukku, dan aku juga menggunakan nama pemberian dari mendiang Mama dan Papa di Amerika. Tidak apa-apa kan???"
Arindah tersenyum. "Tentu saja tidak apa-apa, itu nama yang sangat bagus dan meski kau bersama kami disini kau tidak melupakan kedua orang tua angkatmu. Mama bangga sekali."
Setelah di rasa cukup, perawat mengambil lagi bayi Leona. Naufal pergi dari ruangan bersalin dan menemui Papa nya, Adiknya serta Om dan Tante nya yaitu Vitto dan Rana yang sudah menunggu di luar.
Naufal memeluk Vino dan merasa haru. Dengan suara terbatas Naufal memberitahu ciri-ciri bayi nya yang tampan dan menggemaskan itu.
"Kakak, Nama nya siapa???" Tanya Sanne.
"Axio Ethan Prakarsa. Memiliki arti pemimpin yang kuat, bijaksana dan perkasa." Jawab Naufal.
"Itu nama kakak saat di Amerika kan???" Tanya Vineet.
"Ya, aku ingin mengenang nama masa kecilku dan nama itu juga pemberian dari mendiang orang tua angkatku."
Vino menepuk pundak Naufal. "Papa senang kau memilih nama itu. Sekali lagi selamat." Vino kemudian berbalik badan dan memandang ke kakaknya. "Kita sudah menjadi kakek. Ah ya Tuhan, aku masih tidak menyangka." Vino memeluk Vitto.
"Kita sudah tua Vin. Hahaa selamat ya???" Ucap Vitto.
"Selamat juga untukmu kak... Ini adalah cucu kita berdua." Kedua bersaudara itu berpelukan penuh haru. Masih tidak menyangka tetapi inilah faktanya bahwa saat ini mereka sudah menjadi kakek dari bayi Naufal dan Leona.


...****
Kekuatan cinta adalah kekuatan yang paling besar yang di miliki oleh manusia, karena cinta bisa membuat manusia bisa melawan segala rintangan yang menghalanginya supaya cinta itu bisa bertahan. Kita tidak mencintai seseorang karena penampilannya, atau pakaiannya, atau karena mobilnya yang mewah, tetapi karena mereka menyanyikan sebuah lagu yang hanya kita yang dapat mendengarnya. Cinta adalah kekuatan untuk melihat kesamaan dalam perbedaan. Sangat dicintai oleh seseorang memberi kita kekuatan, sementara mencintai seseorang secara mendalam memberi kita keberanian untuk menerobos tembok beton yang menghalangi kita.
2 Tahun kemudian....
Langkah mungil Ethan menyusuri paving halaman depan rumah membuat Leona harus mengejarnya. Usia dua tahun adalah usia dimana balita itu mulai aktif dan memiliki rada penasaran yang tinggi dan tidak mau berhenti untuk mengetahui hal baru yang ada di depan matanya. Meski harus mengurus Ethan sendirian tanpa di bantu oleh baby sitter tetapi Leona sangat menikmati harinya dengan baik mengurus putra semata wayangnya itu. Suasana rumah yang tenang, dan mendukung membuatnya semakin menikmati harinya dengan baik. Keluarga Naufal saling menyayangi satu sama lain, dan sangat harmonis. Membuat Leona betah. Itu adalah impiannya sejak dulu, memiliki keluarga lengkap, utuh dan penuh cinta serta saling menghargai. Seperti itulah definisi kebahagiaan dan kesempurnaan sebuah keluarga.
Selain itu, Naufal adalah suami yang sangat luar biasa baik, ayah yang baik untuk Ethan kecil. Meski di sibukkan dengan pekerjaan yang banyak di kantor, tetapi Naufal tidak pernah melupakan tanggung jawabnya untuk membahagiakan istri dan anaknya. Selalu sebisa mungkin menyisihkan waktu untuk bisa bersama dan pergi liburan bersama.
Bunyi klakson di depan gerbang membuat security bergegas membuka gerbang. Leona meraih Ethan dna menggendongnya. Sebuah mobil berwarna putih masuk dari gerbang ke halaman. Senyum Leona mengembang dan menunjuk ke arah siapa yang ada di dalam mobil itu. "Itu Daddy..." Ucapnya sambil mengarahkan pandangan Ethan ke arah mobil putih itu, dimana itu adalah mobil Naufal.
Mobil berhenti di depan garasi dan Naufal keluar. "Haloo..." Naufal menutup pintu mobil.
Leona menurunkan Ethan membuat bocah itu berlari dan menghambur ke pelukan Naufal. Naufal menggendongnya dan menciumi pipi nya. Ini sudah biasa terjadi setiap harinya. Leona dan Ethan selalu menunggu kedatangan Naufal di halaman depan rumah mereka.
Leona menghampiri suami nya dan seperti kebiasaan mereka, Naufal memeluk dan mengecup kening Leona. "Kau pulang sendirian???" Tanya Leona.
"Iya, Papa ada meeting di luar jadi akan pulang sedikit larut, Mama juga belum pulang ya???"
"Belum, Mama jiga sepertinya pulang larut, ada pasien yang operasi, jadi Mama masih di rumah sakit. Ayo masuk, aku akan buatkan minum."
Naufal menganggukkan kepala nya dan masuk bersama ke dalam rumah dengan Leona dan Ethan di gendongannya.
Mereka berdua memilih menetap dan tinggal bersama dengan Vino dan Arindah juga Vineet. Saat ini Vineet masih menyelesaikan kuliah spesialis nya.
Naufal meminta persetujuan Leona agar bisa tetap tinggal bersama dengan kedua orang tua nya, itu di karenakan Naufal ingin selalu menghabiskan waktu bersama dengan keluarga nya setelah terpisah semua tahun. Dan ingin mengganti waktu yang berlalu itu dengan bercengkrama setiap harinya dengan mereka. Leona tentu tidak masalah dengan hal itu dan dia sangat pengertian sekali. Leona jiga ingin selalu bisa menghabiskan waktu dengan keluarga Naufal yang sangat harmonis. Sudah banyak sekali hal yang Leona dapatkan sejak tinggal disini. Menyesuaikan diri dengan sangat baik, menjadi anak, menantu, kakak, istri sekaligus ibu yang baik untuk keluarga ini.
Perusahaan milik Papa nya yang sudah di beli keseluruhan sahamnya oleh Vino dan Naufal saat ini juga di kelola dengan sangat baik oleh Kaia. Perusahaan yang sebelumnya sudah di ujung tanduk itu perlahan bangkit dari keterpurukan, Kaia berusaha dengan baik dan tentu di dukung oleh orang-orang Vino yang berpengalaman yangs sengaja di kirim untuk mengembalikan perusahaan itu supaya menjadi baik seperti sebelumnya. Leona sebenarnya sudah mendapat ijin dari Vino, jika mau Leona bisa kembali kesana dengan Naufal dan memimpin lagi akan tetapi Leona menolak, karena dia ingin Naufal berada disini saja. Naufal sudah kehilangan banyak waktu dengan keluarga nya sehingga tidak elok jika dia mengajak Naufal tinggal di Amerika dan jauh lagi dengan keluarga ini. Dan Leona siap untuk membantu dari sini untuk mengawasi perusahaan itu. Dan itu sudah di lakukan nya sekarang. Lagipula Kaia juga sangat luar biasa dan mampu memimpin dengan baik disana. Pengalaman Kaia dulu yang selalj membantu Leona pun sudah sangat mumpuni, buktinya sekarang perusahaan sudah beranjak kembali bangkit dari masa sulitnya sebelumnya. Menandakan bahwa Kaia memang mampu sekali.
Dan Kaia minggu depan akan menikah dengan kekasihnya.Sehingga Leona, Naufal, Ethan, Vino, Arindah, Vineet hingga Rana, Vitto dan Sanne akan berangkat ke Amerika untuk bersama-sama menghadiri pernikahan Kaia dan James. Mereka jiga sangat menyayangi Kaia yang adalah sahabat baik Leona dan hubungan kedua nya seperti keluarga sehingga mereka akan bersama-sama turut merayakan hari bahagia Kaia nanti. Selain itu tentu Vinko, Vitto dan Naufal juga akan mengecek perusahaan di Seattle.