My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Menemui orang nyonya Haidee



Leona mengetuk pintu kamar tamu dari dalam ada sahutan dari tuan Haidee menyuruhnya agar masuk. "Pagi Pa..." Sapa Leona.


"Pagi Sayang.." Sapa balik Tuan Haidee.


Leona menghampiri Tuan Haidee. "Pa, sarapannya sudah siap atau sarapan kita ke ruang makan untuk sarapan, aku juga akan memanggil Ethan, dia tadi masih tidur.."


Tuan Haidee tersenyum. "Ooke, baiklah kita sarapan bersama-sama kau panggil Ethan dulu, nanti Papa akan menunggu kalian di ruang makan."


"Kalau begitu, Leona ke atas dulu Pa.." Leona kemudian keluar dari kamar tamu dan naik ke atas untuk membangunkan ikan yang ada di kamarnya.


Leona membuka pintu kamarnya tapi dia tidak menemukan Ethan ada di tempat tidur. Tak lama pintu kamar mandi kamarnya terbuka, Ethan keluar dan sudah segar setelah mandi. Leona melempar senyum memuji ketampanan kekasihnya itu. "Sarapannya sudah siap, kita turun ke bawah dan sarapan dengan papa, dia sudah menunggu.." ucap Leona.


"Baiklah aku bersiap dulu, kau bisa ke bawah atau kau menunggu di sini."


Leona tersenyum. "Aku akan menunggumu, akan menunggumu di bawah segera bersiaplah jangan lama-lama.."


"Oke.." jawab Ethan, kemudian Leona meninggalkan kamarnya dan turun lagi ke bawah untuk ke ruang makan bersama dengan itu Tuan Haidee juga membawa kursi rodanya ke ruang makan.


Leona membantu Papa nya duduk di kursi makan dan di atas meja makan sudah ada pancake. Tak lama Ethan turun dan bergabung bersama mereka berdua. Mereka akhirnya makan pagi bersama-sama dengan menu sederhana yang dibuat Leona yaitu pancake dan juga sirup maple.


"Leona, Papa hari ini ada janji dengan orang, tapi Papa pasti akan kembali kesini kok, Tenang saja.. Papa boleh pergi kan??? Siang nanti Papa aan pulang dan makan Makan siang dengan kalian.."


"Papa ingin keluar Ingin bertemu siapa??" Tanya Leona.


"Ada lah.. Papa ingin bertemu dengan seseorang ditemani oleh asisten pribadi papa.." Jawab Tuan Haidee.


"Apa perlu Ethan mengantar Papa??" Tanya Leona lagi.


"Ah tidak perlu sayang, Papa akan dijemput asisten Papa dan juga sopir.."


"Oh oke baiklah kalau begitu." ucap Leona.


"Papa akan pergi jam berapa???" Tanya Leona lagi.


"Um sepertinya jam 09.00 nanti."


Leona menganggukkan keoala nya. "Oke baiklah kalau begitu."


Mereka kemudian melanjutkan sarapan lagi.


****


beberapa jam kemudian


Tuan Haidee sudah pergi meninggalkan apartemen Leona, dijemput oleh asisten pribadinya dan juga sopir. Di apartemen Leona juga sudah ada Kaia yang datang tadi sekitar setengah jam yang lalu. Leona memberitahu Ethan bahwa ia dan Kaia harus pergi dan Ethan akan mengantar mereka Leona akan menemui Mamanya di rumahnya untuk berbicara dengan mamanya


"Oke kita persiapan untuk berangkat menemui Mama sekarang." ucap Leona


"Kau tidak perlu khawatir Ethan, mereka belum datang lebih baik kau turun lebih dulu sekarang dan menunggu di mobil aku dan Leona akan bersiap." ucap Kaia.


"Kau yakin tidak ada siapapun di bawah???" Tanya Ethan.


"Iya, aku baru saja menghubungi mereka untuk datang jam 10.00 saja kau turunlah dan tunggu kami di mobil kami akan siap."


"Oh oke baiklah." Gumam Ethan, kemudian masuk lift dan dibukakan oleh Kaia.


***


Leona dan Kaia masuk ke dalam mobil dan Ethan sudah menunggu mereka di dalam. Setelah mereka masuk, Ethan menjalankan mobil menuju kediaman Nyonya Haidee. Leona mencoba menahan diri dan juga kemarahannya meskipun sebenarnya ia sudah ingin meledak sejak semalam tetapi ia berusaha menguatkan diri untuk menahan semuanya


Bagi Leona ini sudah cukup mamanya harus segera diberi peringatan. Leona tahu bahwa pasti nanti akan terjadi keributan yang luar biasa antara dirinya dan juga Nyonya Haidee tetapi Leona tidak peduli, kesabarannya sudah benar-benar habis, dan dia harus melakukan sesuatu agar Mamanya mau berhenti untuk menyakiti Papa nya menyakiti hati dan perasaan Tuan Haidee.


"Kau benar Kai, Mama memang sudah pulang, tadi dia menghubungiku dan menanyakan mengenai Papa." Ucap Leona.


"Apa yang dia tanyakan??" Tanya Kaia.


"Um v ya dia bertanya apakah Papa ada di apartemenku atau tidak, dan aku menjawab Papa memang ada di sini , dan biasalah Mama pasti suka merebutkan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu direbutkan.


"Hmmm lalu apa yang akan kau lakukan setelah bertemu dengannya nanti??" Tanya Kaia.


Leona menarik nafasnya panjang lalu menghela nya. "Ya aku akan menanyakan dan membahas tentang hubungannya dengan om.. Aku akan memberitahunya jika aku sudah tahu segalanya tetapi tentu aku tidak akan memberitahunya jika Papa juga sudah mengetahuinya."


" lalu Menurutmu apa ya Respon yang akan dia berikan nanti???"


"Entahlah Kai tetapi aku akan memperingatkan Mama agar jangan meneruskan perbuatannya karena jika mama terus meneruskan perbuatannya itu aku akan mengancamnya.."


"Tapi mengancam Bagaimana??? tanya Kaia.


"Ya, mengancam bahwa apa akan menceraikannya dan dia akan kehilangan segalanya aku sudah muak sekali dengan semua perbuatannya selama ini kepadaku dan juga kepada papa, aku rasa ini sudah waktunya dia untuk menghentikan kegilaannya.." Ujar Leona.


"Menurutmu apakah itu akan berhasil???" sahut Kaia


"Berhasil atau tidak berhasil itu urusan belakang yang penting aku akan memperingatkan Mama sekarang."


"Aku berharap semoga semuanya baik-baik saja" gumam Kaia. Leona hanya melempar senyum tipis. Sebenarnya dia tidak yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja tetapi setidaknya Leona sudah mencoba untuk memperingatkan mamanya.


Ethan terus mengemudikan mobilnya menuju kediaman Nyonya Haidee. Tidak ada yang diharapkan Ethan kecuali Apa yang dilakukan Leona berjalan dengan lancar. Ethan tahu ini berat untuk Leona tetapi Leona harus melakukan sesuatu untuk menghentikan kegilaan ini jika ingin kondisi tuan Haidee baik-baik saja.


Hanya butuh waktu kurang dari 1 jam sampailah mereka di rumah orang tua Leona . Ethan turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Leona, kemudian Leona dan Kaia keluar lalu masuk ke dalam rumah Leona. Mereka bertanya kepada pelayan di manakah keberadaan mamanya kemudian pelayan memberitahu jika Nyonya Haidee ada di kamarnya kaya menunggu di ruang tamu sementara Leona naik ke kamar Mamanya itu.


Kamar itu tertutup. Leona mengetuk kemudian langsung masuk m, dia mendapati Nyonya Haidee sedang di depan meja rias. Wanita itu sedang Tengah merias wajahnya ia melihat kehadiran Leona melalui pantulan cermin tidak menoleh ke belakang dan melanjutkan merias wajahnya. Leona menghampiri mamanya dengan wajah datar tetapi wajahnya penuh dengan kemarahan kepada Mama nya. Sudah habis kesabaran Leona.