My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Tidak Bisa Meninggalkan Leona



Ethan dibawa ke sebuah tempat oleh para pria itu. Setelah itu dia dibawa masuk ke sebuah rumah. Ikatan Ethan dilepaskan begitu juga dengan penutup wajahnya. Tadi selama perjalanan Ethan terus meronta, meminta mereka melepaskannya, tetapi para pria itu tidak mau melepaskannya dan justru membawanya ke sebuah rumah. Ethan tidak tahu Ini rumah siapa, kemudian dia didudukkan di sebuah kursi dan masih dalam keadaan terikat tangannya sedangkan kakinya diikat pada kaki kursi itu.


"Siapa Kalian???" tanya Ethan. Tetapi dia tidak mendapatkan jawaban dari para pria itu mereka hanya menatap Ethan dengan tatapan yang dingin dan kaku.


Sampai kemudian tidak lama terdengar suara mobil datang dari luar dan beberapa saat kemudian masuklah beberapa orang dan Ethan terkejut sekali melihat Siapa yang datang. Ternyata itu adalah nyonya Haidee atau mamanya Leona dengan dua orang pria. Nyonya Haidee pun mendekati Ethan masih dengan tatapan yang sama seperti tadi pagi, sangat tajam dan tempat menakutkan sekali.


"Nyonya Haidee???" Ucap Ethan.


"Iya aku, kenapa???" jawab Nyonya Haidi kembali memandangi Ethan. Tatapannya tajam penuh dengan kemarahan.


"Apa anda yang menyuruh mereka untuk menangkap saya???" Tanya Ethan lagi.


"Ya, aku yang melakukannya, kenapa???"


"Kenapa anda melakukan ini pada saya??? Memangnya kesalahan apa yang sudah saya buat dan Apakah ada sesuatu yang ingin anda sampaikan kepada saya sampai anda harus membawa saya kesini???"


"Dasar Tikus Got. Kau memang tidak tahu diri dan sudah berani bersikap kurang ajar. Kenapa kau berani sekali menjalin hubungan dengan Leona??? Apa kau tidak sadar diri bahwa kau tidaklah pantas untuk putriku yang berharga itu???" Suara Nyonya Haidee meninggi.


"Maaf nyonya, jika saya lancang terhadap anda karena saya menjalin hubungan dengan Leona Putri anda. Hubungan itu terjadi karena kami memang saling memiliki perasaan satu sama lain dan saya juga tidak punya niat yang buruk terhadap Leona. Jika yang anda khawatirkan adalah saya memanfaatkan kekayaan Leona, anda tentu salah besar karena saya sama sekali tidak pernah berpikir sampai sejauh itu, memanfaatkan perempuan yang mencintai saya. Saya bukan orang yang demikian, hubungan ini benar-benar memenuhi dari hati kami berdua sekali lagi saya minta maaf."


"Minta maaf????? Mudah sekali kau mengatakan minta maaf kau seharusnya itu tahu diri, kau siapa dan Leona siapa??? Perbedaan yang kalian miliki itu begitu besar dan tinggi, kau sama sekali tidak pantas untuk Leona, harusnya kau mengerti itu dan siapa kau berani sekali menjadikan Leona Kekasihmu??? Jangan hanya karena kau mendapatkan izin dari suamiku untuk bisa menjalin hubungan dengan Leona lalu kau bisa keenakan jidatmu untuk memanfaatkan Leona. Suamiku itu sangat bodoh sekali, dia mudah ditipu oleh tikus got sepertimu, kau sama sekali tidak berguna."


"Saya sangat mencintai Leona dan saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan memanfaatkan apa yang dia miliki, saya juga sudah berjanji kepada mendiang tuan Haidee bahwa saya akan mencintai dan menyayangi Leona serta tidak akan menyakitinya. Ssaya terus memegang janji saya itu sampai saat ini dan sekalipun saya benar-benar tidak ada niat untuk memanfaatkan apapun dari Leona, cinta kami benar-benar murni dan tulus."


"Persetan dengan semua ucapanmu. Aku sama sekali tidak peduli, kau tetaplah pria yang tidak berguna dan aku sangat yakin bahwa kau hanyalah memanfaatkan kekayaan Leona karena laki-laki bodoh sepertimu tidak akan pernah bisa memberikan apa yang Leona inginkan kecuali kau yang akan mendapatkan apa yang kau inginkan dari Leona."


"Tetapi saya tidak seperti itu." Gumam Ethan.


"Sekarang aku hanya ingin mengatakan kepadamu bahwa kau harus mengakhiri hubunganmu dengan Leona sekarang juga jika kau masih ingin selamat." Ancam Nyonya Haidee. "Aku tidak akan pernah menyetujui hubungan kalian, hubungan konyol yang sama sekali tidak seimbang antara kau dan Leona."


"Kau tidak akan pernah bisa membahagiakan Leona. Leona adalah putriku dan dia akan menuruti keinginanku!!!"


"Kalau begitu. Anda Mintalah Leona sendiri untuk bisa mengakhiri hubungannya dengan saya, karena saya tidak akan pernah mengakhirinya kalau bukan Leona yang memintanya sendiri. Silakan anda melakukan itu karena anda yang menginginkannya. Saya hanya takut mengingkari janji saya pada Tuan Haidee jika sampai Leona bersedih karena saya menyakiti dan meninggalkannya, jika demikian itu artinya saya tidak menjalankan janji saya kepada mendiang tuan Haidee."


Mendengar hal itu Nyonya Haidee terlihat semakin memerah, ternyata Ethan berani sekali untuk menentangnya dan tidak mendengarkan ucapannya. Sejak tadi anak muda itu benar-benar keras kepala, itulah yang di  pikirkan Nyonya Haidee. "Kalau kau tidak mau mendengarkanku dan tetap egois seperti itu maka kau akan tahu akibatnya."


"Maaf Nyonya Haidi bukan saya yang egois tetapi anda lah yang egois. Sudah saya katakan sejak tadi bahwa saya dan Leona menjalin hubungan ini adalah karena kami saling menyukai satu sama lain dan saling mencintai satu sama lain. Saya tidak berniat sama sekali memanfaatkan apa yang dimiliki oleh Leona, bahkan sejak awal saya sudah mengatakan kepadanya bahwa hubungan kami tidak boleh berat sebelah, dalam arti kami harus saling berbagi satu sama lain dan tidak boleh ada yang mencolok antara satu dengan yang lainnya. Dan saya juga minta kepada Leona agar dia tidak menggunakan apa yang menjadi miliknya untuk menyenangkan saya. Saya hanya ingin hubungan ini berjalan seperti seharusnya tanpa harus memandang siapa yang lebih kaya atau siapa yang lebih memiliki uang lebih banyak. Dan itulah yang kami lakukan sampai saat ini, tidak ada yang mencolok dari aku ataupun Leona." Ujar Ethan masih berusaha menjelaskan baik-baik pada Nyonya Haidee.


"Kau tidak perlu banyak bicara, lebih baik diam dan turuti saja keinginanku. Dan jika kau memang tidak mau menuruti keinginanku untuk berpisah dengan Leona, maka kau akan tahu akibatnya dan jangan pernah salahkan aku jika sampai sesuatu terjadi padamu atau terjadi pada Leona." Ancam Nyonya Haidee.


Ethan hanya diam, dia menyadari bahwa apa yang dikatakan Leona tentang Nyonya Haidee itu benar adanya bahwa wanita di depannya ini sangat sulit diajak bicara secara baik-baik. Ethan tidak mau berdebat terlalu panjang dan mencoba Memikirkan sesuatu untuk membuat ketegangan ini berakhir.


Hari ini dia merasa lelah sekali dan ingin pulang untuk beristirahat, akan tetapi dia malah harus menghadapi hal seperti ini dan sepertinya benar apa yang dikatakan oleh Leona bahwa orang-orang Mamanya tidak akan pernah berhenti dan Ethan menjadi berpikir sepertinya dia harus pindah apartemen saja.


"Jadi keputusan apa yang kau ambil Ethan???" tanya Nyonya Haidee memecah keheningan.


"Apa perlu saya mengulangnya lagi??? Tadi saya sudah menjelaskan panjang lebar mengenai apa yang harus saya lakukan dan saya tidak akan merubah apa yang sudah menjadi keputusan saya." Jawab Ethan mantap.


Nyonya Haidee makin terlihat marah. Ia pun kemudian memerintahkan kepada anak buahnya untuk menyerang dan memukuli Ethan. Jika perlu menghabisi Ethan.


Tidak butuh lama akhirnya keempat pria itu pun langsung menjalankan perintah dari Nyonya Haidee. Mereka melepaskan ikatan Ethan dan langsung menyerang Ethan membabi buta. Salah satu diantara mereka memegangi Ethan kemudian yang lainnya pun meneendang, memukuI hingga menonjook wajah Ethan berulang kali.


Ethan tidak bisa melakukan apapun karena dia dipegang sangat kuat dan harus melawan empat orang, tetapi sesekali dia mencoba meneendang pria itu.  kemudian ia justru dibalas dengan pukulan yang sangat keras hingga akhirnya Ethan pun terkapar di lantai. Tidak hanya sampai di situ Ethan terus dipukuli sampai benar-benar lemas. Ethan tidak memiliki daya lagi karena kedua pria itu terus memukulinya akhirnya Ethan pun tidak sadarkan diri denganluka lebam di wajahnya, dan hidung serta mulutnya berdarah.


Setelah Ethan terkapaar dan tidak sadarkan diri. Nyonya Haidee dan keempat pria itu pun langsung meninggalkan Ethan begitu saja, meninggalkan rumah itu membiarkan Ethan terkapar tidak berdaya di lantai.


****