
Leona dan Ethan beranjak dari tempat tidur mereka berjalan dan masuk menuju kamar mandi melihat-lihat kamar mandi ada shower box, bathtub, hingga toilet yang rapi. Semalam saat mandi Ethan tidak terlalu memperhatikan dan ternyata shower box itu hanya didampingi oleh tumbuhan dan bunga tidak ada tembok yang menghalanginya.
Mereka kemudian memutuskan untuk mandi bersama. Karena selesai bercinta, ketika masuk ke dalam kamar mandi mereka sudah tidak mengenakan apapun lagi . Leona menyalakan air dan mengisi bathtub itu dengan air sebelum nanti ia mandi dengan Ethan.
Sampai akhirnya Bathtub sudah terisi dengan air, Ethan masuk lebih dulu ke dalam bathtub kemudian disusul oleh Leona.
Mereka ada di dalam bathtub, Leona duduk di depan Ethan dan lelaki itu saat ini sedang menggosok punggungnya dengan sabun menggunakan sabun.
“Bagaimana menurutmu???” Tanya Leona.
“Bagus dan sepertinya nyaman.!” jawab Ethan.
“Aku sangat senang, kalau kau juga merasa senang, tempat ini sepertinya nyaman untuk menghilangkan segala kepenatan kita menghadapi kesibukan di Seattle, menyebalkan sekali tapi kita harus tinggal dan berada di sana.” Leona terkekeh.
“Meski begitu,itu adalah tempat kita mencari uang hehehe.”
“Kau memang benar. Ya apapun itu itu tempat yang cukup nyaman lah untuk ditinggali.”
“Kita jangan lama-lama mandinya, aku tidak enak dengan Tuan Haidee nanti dia menunggu kita untuk sarapan!!”
Leona menganggukan kepala. “Setelah ini aku akan langsung memesan sarapan agar bisa diantar ke sini kita sarapan di sini saja.”
“Iya, takutnya nanti Tuhan Haidee sendirian.”
****
Ethan keluar dari kamarnya, Leona masih ada di dalam dan sedang merias dan bersiap. Ethan keluar untuk mencari Tuan Haidee. Sekaligus melihat sekeliling. Ethan tersenyum karena villa nya sangat bagus dan luas. Ada dapur yang luas ruang keluarga yang juga luas dengan sofa sofa panjang serta pemandangan di bagian belakang yang langsung menuju ke laut, sementara saat tadi malam ia datang ke tempat ini, ada kolam renang luas di bagian depan dan gazebo di sebelahnya terlihat sangat sejuk sekali dengan banyak tanaman yang mengelilingi nya.
Ethan berjalan menuju kamar tuan Haidee langkahnya terhenti ketika mendapati kamar itu terbuka. Ethan memanggil Nama Tuan Haidee tetapi tidak ada jawaban. Ia Mencoba masuk dan mengecek pintu kamar mandi setengah terbuka dan tidak ada Tuan Haidee dalamnya Ethan pun berjalan keluar dari kamar Tuan Haidee memutar pandangannya ke setiap sudut sembari melihat-lihat villa itu dan tidak ada keberadaan Tuan Haidee, kemudian Ethan berbalik badan dan berjalan ke bagian depan Villa sampai di pintu ia ternyata melihat Tuan Haidee sedang berada di tepi kolam renang Ethan menghampirinya.
“Selamat pagi Tuan Haidee??” Sapa Ethan sembari mendekati Tuan Haidee yang sedang duduk di tepi kolam renang. “Saya baru saja mencari Anda di kamarnya, tapi anda tidak ada kemudian mendapati anda sedang duduk disini.”
“Selamat pagi Ethan, kau akhirnya bangun juga, di mana Leona???” tanya Tuan Haidee.
Ethan tersenyum. “Leona masih di kamar mandi dan sebentar lagi pasti akan. Maaf saya juga baru selesai mandi.”
“Aku baru saja ada di sini, ya baru sekitar 10 menit menikmati udara sejuk di pagi hari di tempat yang seperti ini sangat menenangkan sejuk. Pagi yang sangat cerah. Aku sangat menyukainya.” ujar Tuan Haidee. “Bagaimana tidurmu dengan Leona??? Apakah nyenyak???”
Ethan melempar senyum.”Tidur kami cukup nyenyak tetapi kurang sedikit lebih lama lagi hehehe, karena semalam sampai di sini hampir dini hari jadi merasa bahwa tidur saya sedikit kurang lebih lama.”
Tuan Haidee juga tersenyum kemudian mempersilakan Ethan untuk duduk. “Mungkin lebih baik hari ini kita beristirahat dulu baru berjalan-jalan tapi ya itu terserah Leona, dia ingin jalan-jalan ya kita pergi..”
“Leona bilang dia ingin bersantai saja di dalam villa dan baru pergi besok atau nanti sore untuk jalan-jalan ke pantai. Bagaimana perasaan Anda sekarang??? Leona mengajak anda untuk pergi berlibur seperti ini???” Tanya Ethan.
“Tentu senang sekali, sudah lama juga tidak pergi bersama Leona untuk berlibur. Sejak aku sakit dan putriku itu sibuk dengan pekerjaannya mengurus perusahaan. Ini pertama kalinya Setelah sekian lama mungkin terakhir kali kami pergi liburan sekitar 1 tahun yang lalu dan Leona kembali disibukan dengan segala aktivitasnya. Selain itu Ada banyak hal juga yang terjadi yang membuat kami tidak bisa pergi dan mencari waktu untuk liburan, kau pasti tahu bagaimana sikap dan sifat mamanya Leona.”
Ethan melempar senyum. “itu pasti sulit sekali tapi ansa harus bersyukur bahwa Tuhan telah memberikan kesempatan lagi untuk anda bisa pergi liburan bersama Leona, saya bisa melihat Leona begitu bahagia sekali bisa pergi dengan Anda.”
Ethan tersenyum. “Saya akan berusaha sebisa mungkin untuk memberikan Leona kebahagiaan, saya juga bisa merasakan cinta Leona kepada saya. Saat ini saya sedang berusaha untuk memberikan cinta juga untuk nya.” Ethan menunduk kemudian tersenyum dan memandang Tuan Haidee.
“Oh ternyata kalian ada di sini!!” Leona berjalan menghampiri Papanya dan juga Ethan. “Aku tadi mencari kalian di dalam dan juga di belakang tetapi tidak ada, dan ternyata ada di sini, aku sudah memesan sarapan untuk kita bertiga dan kita harus menunggu diantar ke sini.” Leona duduk di antara Ethan dan Tuan Haidee.
“Ya lebih baik kita sarapan di sini saja!” sahut Tuan Haidee.
Leona melempar senyum. “Papa suka tempat ini???”
“Tentu saja Papa suka pilihanmu dan juga pilihan Kaia, pilihan kalian memang tidak pernah mengecewakan, di sini sangat asri dan sejuk, Papa sangat menyukainya. Papa bahkan mungkin juga betah. Papa ingin berlama-lama di sini tapi tentu kita tidak bisa berlama-lama karena kau punya kesibukan yang luar biasa di Seattle.”
“Papa memang benar tapi sekarang Papa harus mulai menikmati ketenangan dan menghindari keributan dengan mama. Pokoknya Papa tinggal bersama Leona saja di apartemen Leona, tidak usah kembali.”
Mereka kemudian melanjutkan mengobrol sambil menunggu sarapan diantar dan akan menikmati hari ini bersantai di Villa ataupun juga nanti diperlukan mereka bisa pergi ke pantai yang ada di belakang Villa mereka.
*****
Sementara itu nyonya Haidee mengernyit ketika mendapatkan telepon di pagi hari seperti ini. Dia bangun dari tidurnya kemudian meraih ponselnya yang ada di meja, Nyonya Haidee pun langsung menjawab telepon itu dengan sedikit kesal karena tidurnya terganggu.” Ya ada apa??” Jawabnya.
“Maaf Nyonya saya mengganggu Anda. Saya tadi malam mengikuti mobil Putri anda sampai ke bandara. Saya melihat putri Anda keluar bersama dengan suami Anda, yaitu tuan Haidee, juga ada seorang pria bersamanya. Yang sepertinya itu adalah asisten pribadi Tuan Haidee, mereka masuk ke bandara, tampaknya akan bepergian ke suatu tempat, saya coba mengikuti dan tak lama asisten pribadi Tuan Haidee keluar sendirian meninggalkan Putri dan suami Anda.” Ucap orang itu di ujung telepon.
“Ke bandara??? Apakah kau dapat informasi mereka akan ke mana??” tanya Nyonya Haidee.
“Untuk itu saya tidak tahu. Saya tidak mendapatkan informasi apapun.”
“Bodoh sekali!!!” umpat Nyonya Haid ee. “Kenapa kau tidak mencari tahu ke mana mereka pergi??”
“Sepertinya mereka pergi menggunakan pesawat pribadi!”
“Leona memang selalu perg menggunakan pesawat pribadi, dia tidak akan menggunakan pesawat komersil, seharusnya kau masuk ke bandara dan melihat ke mana mereka akan pergi!!”
“Maaf Nyonya Haidee.”
“Aku tidak mau tahu, kau harus mencari informasi kemana Leona dan suamiku pergi!!”
“ Baik Nyonya, saya akan mencari tahu informasi tentang ke mana mereka pergi.”
“Bekerjalah dengan benar jangan membuatku kecewa.” Nyonya Haidee mematikan panggilan itu dan wajahnya terlihat kesal sekali.
Sejak kemarin ia sudah mengirim orang untuk memata-matai aktivitas Leona dan mengirim orang untuk datang ke kawasan apartement tempat tinggal Leona dan memberitahu mereka agar mengikuti pergerakan mobil-mobil milik Leon Serta memberitahu mobil mana saja apa saja yang menjadi milik Leona sehingga itu bisa memudahkan anak buahnya untuk mengawasi Leona bahkan memberikan nomor plat mobil Leona juga.
Sejak kedatangan Leona kemarin Haidee merasa tidak tenang, dia benar-benar khawatir Leona akan memberitahu Tuan Haidee mengenai perselingkuhannya. Selain itu ia juga takut kehilangan kekayaan karena Perselingkuhan itu. Dan justru ia berniat ingin menguasai segala bisnis suaminya itu dan akan menjalankannya dengan selingkuhannya yaitu Robby. Tapi tentu dia tidak bisa langsung melakukan itu karena Leona pasti tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Tapi meski begitu Nyonya Haidee juga meragukan ancaman Leona yang merasa bahwa Leona pasti juga tidak akan berani untuk mengungkapkan semua itu kepada suaminya. Leona pasti hanya akan mengancamnya, hanya saja segala kemungkinan pasti bisa saja terjadi. Dia pun harus melakukan sesuatu untuk menghentikan Leona.
*