
Naufal Vino dan Arindah di Jakarta, mereka saat ini turun dari mobil dan sudah disambut oleh Vineet Rana Vitto Sanne dan Papanya Vitto atau Opa Naufal.
Vineet langsung memeluk kakaknya ketika Naufal baru saja keluar dari mobil, dia memang sudah pulang lebih dulu sebelumnya karena dia harus melakukan beberapa persiapan mengenai wisudanya yang beberapa hari lagi akan di lakukan dan Vineet sangat merindukan Naufal.
"Aku sangat merindukan Kakak Bagaimana kabar kakak???"
"Bisa kau lihat sendiri bahwa aku sangat baik sekali."
"Naufal sayang itu adalah kau Opa, kau sudah mengobrol dengannya kemarin. Peluklah dia ya juga sangat merindukanmu." Ucap Arindah.
Naufal kemudian menghampiri Opa nya dan dia duduk berjongkok lalu memeluk opa nya yang duduk di atas kursi roda beberapa waktu yang lalu. Baik Vino dan Arindah bercerita kepadanya jika dulu ia sering sekali bermain dengan Opanya dan selama masa kehilangan dirinya Opanya juga sangat sedih sekali . tulah sebabnya ketika mendengar bahwa Naufal telah ditemukan, Papa Vino dan Vitto itu merasa sangat senang dan tidak berhenti bersyukur kepada Tuhan karena telah mengembalikan cucu kesayangannya.
Tuan Andri memeluk Naufal dan ia mulai terisak dan menitipkan air matanya. Waktu terasa berjalan begitu lama sekali ia sudah kehilangan cucu laki-lakinya yang sangat dia sayangi yang dulu sering bermain bersamanya. "Opa sangat senang sekali kau bisa kembali ke rumah ini dan Jangan lagi pergi jauh dari kami, sudah cukup apa yang terjadi kemarin. Opa benar-benar sangat merindukanmu."
"Aku juga senang, ternyata aku masih memiliki Opa yang sangat menyayangiku. Aku harap Opa mau berbagi kisah tentang masa kecilku kepadaku, supaya aku perlahan bisa mengingat semuanya."
"Tentu saja ada banyak cerita yang ingin Opa sampaikan kepadamu."
"Di sini panas, lebih baik kita masuk saja. Kamar Kakak juga sudah aku siapkan dan semoga Kakak betah." Ucap Vineet. Naufal pun hanya tersenyum kemudian mereka masuk.
Kesan pertama Naufal ketika datang ke sini tentu saja saat melihat rumah keluarganya yang sangat besar sekali. Naufal tidak menyangka buah rumah keluarganya akan sebesar ini, rumah ini seperti rumah Kyos sama_sama besar dan memiliki 3 lantai.
Vineet memeluk Naufal ,mereka berjalan memasuki rumah dan Vineet tidak melepaskan pegangannya pada lengan Naufal senang. Dia bahagia sekali akhirnya Kakaknya bisa kembali lagi bersamanya. Dan Dia memiliki kakak laki-laki yang sudah lama dia rindukan.
"Aku sudah menyiapkan kamar untuk kakak, ada beberapa hari kemarin aku dan kak Sanne sibuk sekali memilih cat yang cocok hingga bed covernya."
Naufal terkekeh. "Kau bersemangat sekali."
"Tentu saja, karena kakak baru saja pulang, setelah sekian lama, aku akan membantu kakak untuk merapikan pakaian kakak."
"Kau adik yang sangat manis sekali." mereka kemudian menaiki tangga menuju ke lantai 2 di mana kamar Naufal berada.
Vino dan Arindah hanya bisa tersenyum melihat kedua anak mereka tampak sangat saling menyayangi. Vineet juga sangat ceria sekali setelah mengetahui bahwa Ethan adalah Naufal dan Vino tidak berhenti bersyukur atas apa yang terjadi saat ini. Tuhan telah mengababulkan semua keinginannya dan Naufal nya dalam keadaan yang baik-baik saja. Vino juga merasa bersyukur karena dia telah mengirim Vitto ke Washington DC dan tinggal di rumah Kyros sehingga mereka bisa bertemu dengan Naufal tentunya ini juga tidak terlepas dari bantuan Kyros dan juga saran Aditya kepada Vino agar Vitto menginap saja di tempat Kyros. Jika itu tidak terjadi mungkin mereka tidak akan bisa bertemu dengan Naufal dan mengenalinya.
Naufal tersenyum. "Ya aku sangat menyukainya. Apa kau dari Sanne saja yang menyiapkan semua ini???"
"ya kami berdua, untuk pengecatan dan pengisian furniture nya ada yang membantu sih, tapi eksekusi akhirnya aku dan kak Sanne sendiri yang melakukannya."
"Apa Sanne tinggal di sini juga???"
"Tidak. Kak Sanne dan kedua orang tuanya yaitu Uncle Vitto dan Aunty Rana mereka punya rumah sendiri tetapi kak Sanne sering menginap di sini, aku juga sering menginap di rumahnya. Begitu juga dengan Opa, kadang Opa di sini, kadang juga Opa ada di rumah Kak Sanne."
"Aku pikir tinggal di sini juga karena Rumah ini sangat besar sekali dan ditinggali oleh kalian semua."
Vineet kembali tersenyum. "Tidak, sejak dulu uncle Vitto memang sudah punya rumah sendiri dan tidak tinggal disini bersama dengan Papa, meskipun saat itu mereka belum menikah, tapi sudah punya rumah sendiri-sendiri kalau rumah ini adalah rumah Opa dan Oma, karena Uncle Vitto punya rumah sendiri jadinya Papa yang memilih tetap tinggal di sini, Oma juga sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu tetapi Oma dan Opa sudah lama bercerai dan tidak tinggal serumah juga, Oma punya rumah sendiri. Tapi tentu saja rumahnya sekarang kosong."
"Jadi Oma sudah meninggal, pantas saja aku bertanya-tanya kenapa hanya Opa saja yang sering menelepon dan melakukan panggilan video, aku bingung kenapa Oma tidak muncul tapi aku tidak berani bertanya kepada kalian atau kepada Mama dan Papa."
"Iya, Oma sudah meninggal beberapa tahun yang lalu karena sakit tetapi saat sakit itu Oma tinggal bersama Uncle Vitto dan dirawat disana."
"Kapan-kapan kau antar aku ya ke makamnya Oma??"
"Tentu saja, aku akan mengantar Kakak kesama."
"Kalau rumah orang tua Kyros dan Gienka apa jauh dari sini???"
"Tidak juga, kita bisa sampai sekitar 30 sampai 45 menit kalau ke rumahnya Kak Kyros, kalau rumahnya kak Gienka sih agak jauhan."
"Kata Sanne, kau pacaran dengan adiknya Gienka, kapan kau akan mengenalkan aku kepadanya. Aku penasaran sekali dengan pacarmu itu."
Vineet pun tersenyum malu. "Ya kapan-kapan, aku akan mengenalkan Kakak kepada nya, dia sih sering ke sini. Cuma sekarang dia juga sedang sibuk. Jadi kami juga tidak bertemu."
Di tengah obrolan itu, Arindah dan Vino datang ke kamar Naufal. Arindah juga membawa gelas berisi jus jeruk untuk putranya yang tadi dibuatkan oleh pelayan. "Vineet sayang, setidaknya biarkan kakakmu beristirahat dulu, mau ngobrolnya nanti saja, kakakmu baru sampai dan dia pasti lelah sekali. Dan Naufal Sayang ini jus jeruk untukmu, minum dan habiskan supaya kau merasa lebih baik lagi, kau bisa langsung beristirahat atau jika mau kau bisa mandi lebih dulu lalu baru setelah itu beristirahat dan jika kau butuh apa-apa kau bisa memanggil Vineet ataupun Mama atau asisten rumah tangga yang ada di sini. Dann jangan sungkan dan jangan khawatirkan apapun Ini adalah rumahmu, kau bisa bertanya kepada siapapun yang ada disini tentang hal yang tidak kau mengerti."Ujar Arindah.
"Iya Ma."