
Karena penasaran. Leona duduk di tempat tidur dan membongkar semua berkas itu dan membaca nya dengan seksama. Semua mengenai kecelakaan yang terjadi lebih dari 20 tahun yang lalu. Dan tiba-tiba Leona teringat dengan satu hal dimana mantan aspri mendiang Papa nya pernah memberitahu jika pernah terjadi kecelakaan yang di akibatkan oleh Mama nya. Dan berita yang tertulis di koran lama itu sama seperti yang di ceritakan mantan aspri Papa nya itu. Sepasang suami istri meninggal dunia dan meninggalkan seorang anak kecil laki-laki berusia 5 tahun. Dan Anak kecil itu di ketahui masih hidup sampai saat ini, hanya saja baik Leona dan mantan Aspri Papa mha itu tidak tahu siapa anak itu. Leona semakin penasaran dan akan membaca semua nya, ini pastilah berkas penyeleidikina detektif yang di sewa Papa nya dulu. Leona menyesal kenapa dia baru mengetahui berkas ini sekarang yang ternyata tersimpan rapi di koper Papa nya. Kenapa sebelumnya dia tidak memeriksa nya.
Satu persatu Leona membaca nya lalu dia terkejut ketika di berkas ke tiga, dia justru mendapati ada foto Naufal ataupun Ethan masih kecil, remaja hingga dewasa seperti saat ini. Leona pun melanjutkan membaca berkas itu yang ternyata anak kecil itu adalah Ethan. Kedua orang tua nya meninggal akibat kecelakaan dan akhirnya di besarkan di panti asuhan. Semuanya sama seperti cerita dari Ethan yang dulu Leona dengar. Dan kedua orang itu bukan orang tua kandung tetapi orang tua angkat Ethan. Mengingat saat ini Ethan atau Naufal sudah kembali pada orang tua kandungnya.
Itu artinya bahwa yang penyebab kematian kedua orang tua angkat Ethan adalah Mama Leona. "Itu artinya selama ini Papa tahu siapa anak kecil itu, dan apa karena ini Papa dulu sangat menyayangi Ethan bahkan menyuruh Ethan memanggilnya Papa karena tahu bahwa Ethan kehilangan.orang tua nya adalah karena ulah Mama." Gumam Leona.
"Kak.... Kak Leona..." Panggil seseorang dari depan pintu. Leona terlonjak dan langsung merapikan berkas-berkas yang tadi di baca nya. Leona membawanya ke dalam lemari dan meminta Vineet yang ada di luar untuk masuk ke kamar nya.
Leona tersenyum. Tetapi wajah Vineet berubah. "Kakak kok belum berganti pakaian??? Aku pikir sudah selesai."
"Ah iya tadi duduk sebentar, yang di dalam nendang-nendang terus." Leona tersenyum dan meminta maaf kepada Tuhan karena membohongi adik iparnya.
"Wah.... Sudah nendang-nendang ya???? Senangnya, aku juga pengen ngerasain kalau bayi kakak menendang, nanti beritahu aku ya kak kalau menendang lagi???"
Leona menganggukkan kepala nya. "Iya.."
"Oh iya, ini ada buah-buahan untuk kakak, jangan lupa di makan, kakak juga istirahat saja, aku akan pergi dan tidak mengganggu waktu istirahat kakak. Oh iya, ini simcard baru untuk kakak, supaya kakak bisa menggunakan ponsel kakak, ini sudah lengkap, kakak tinggal pakai saja." Vineet kemudian keluar lagi dari kamar Leona.
Leona kembali duduk dan termenung. Rahasia besar yang selama ini di sembunyikan oleh kedua orang tua nya sudah dia ketahui. Dan Leona bingung harus melakukan apakah, perlukan dia memberitahu Naufal mengenai hal ini atau tidak perlu memberitahu nya dan menyimpan semua nya sendiri.
Leona beranjak dari sofa dan meraih ponselnya untuk mengganti simcard nya dengan simcard baru yang tadi di berikan oleh Vineet. Leona akan menghubungi Kaia, memberitahu jika dia sudah sampai di Jakarta. Dan tentu Leona akan memberitahu mengenai apa yang di lihat na tadi mengenai berkas itu.
Setelah mengganti simcard nya, Leona mengaktifkan ponselnya dan memang dia tinggal memakainya saja. Dia langsung menghubungi Kaia. Mungkin Kaia masih tidur tetapi Leona harus bicara dengan Kaia saat ini juga.
Lama sampai kemudian panggilan Leona di angkat. "Hallo Na...???" Suara Kaia terdengar seperti orang baru tidur. "Kau sudah sampai???" Tanya Kaia dengan suara yang terdengar antusias.
"Aku sudah sampai sekitar satu jam yang lalu. Kau masih tidur???"
"Iyalah, ini masih jam berapa coba. Bagaimana??? Semuanya lancar???? Kau sudah sampai di rumah Naufal???"
"Ya, aku Sudah disini dan semua keluarga nya menyambut ku. Kai, aku ingin memberitahu sesuatu padamu."
"Memberitahu apa???? Semua baik-baik saja kan???" Kaia khawatir karena suara Leona terdengar berubah seperti orang bingung.
"Semua baik-baik saja, hanya saja aku menemukan sesuatu."
"Apa???? Menemukan apa???? Keluarga Naufal menyembunyikan sesuatu yang mengerikan???" Kaia melompat dari tempat tidurnya dan dia berubah khawatir sesuatu terjadi pada Leona. "Kenapa Na????"
"Aku menemukan dokumen di koper Papa yang kau bawa." Gumam Leona.
"Dokumen??? Dokumen apa???" Tanya Kaia.
"Tentang kecelakaan yang dulu penyebabnya adalah Mama, kau ingat tidak???"
Kaia terdiam sebentar. "Kecelakaan???? Kecelakaan yang menewaskan suami istri itu???"
"Iya Kai, Papa menyimoan dokumennya di dalam kopernya dan tadi di temukan oleh Vineet, adiknya Naufal. Disana juga ada informasi berkas penyelidikan dari detektif yang di sewa Papa, aku sekarang tahu siapa anak kecil laki-laki yang selamat itu. Didalam berkas itu sangat jelas sekali."
"Siapa memangnya Na??" Tanya Kaia penasaran.
"Axio Ethan Julian alias Naufal Prakarsa. Anak kecil yang kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan dan di besarkan di panti asuhan. Itu adalah Ethan atau Naufal."
"Apa.....????? Ethan??? Naufal, jadi anak itu adalah Naufal....???" Seru Kaia.
"Iya Kai, itu adalah Naufal. Ada fotonya juga di berkas itu, bahkan foto Naufal kecil yang baru saja kehilangan orang tua nya juga ada."
"Itu artinya yang meninggal adalah orang tua angkatnya???"
"Ya, orang tua angkat yang baru saja membelinya dari penjual anak secara ilegal. Dan meninggal karena kecelakaan itu."
"Astaga......!!!! Artinya tuan Haidee sudah mengetahui hal itu sejak lama dong???'
"Aku rasa iya, itulah kenapa Papa sangat menyayangi Ethan dulu, mungkin karena Papa merasa bersalah dengan Ethan."
"Ya Tuhan.....!!!! Lalu bagaimana???"
"Aku tidak tahu Kai, apa aku harus memberitahu Naufal atau tidak. Menurutmu bagaimana???"
"Tapi saksi kunci nya hanya Papa, dan sekarang tidak ada lagi, lalu apa menurutmu ini akan berhasil??? Bagaimana polisi akan percaya??? Bahkan akupun tidak ingat sama sekali dengan kejadian itu, aku terlalu kecil."
Kaia terdiam. Dia juga bingung harus bagaimana. Senyap tetapi kemudian dia kembali memberika pendapatnya. "Kau beri tahu Naufal dulu, setidaknya dia tahu semua nya, lalu akan bagaimana nantinya itu urusan dia. Entah dia akan melanjutkan laporan yang dulu untuk di selidiki lagi atau tidak. Yang paling penting dia tahu lebih dulu."
"Baiklah... Aku akan bicara dengannya nanti mengenai masalah ini, tapi Kai, aku khawatir Naufal akan marah jika tahu nahwa Mama adalah penyebab meninggalnya orang tua angkatnya. Aku takut dia marah padaku dan tidak mau bertemu denganku lagi. Itu yang sejak tadi aku takutkan Kai. Bagaimana dong???"
"Benar juga ya??? Tapi tetap saja kau tidak boleh menyembunyikan ini lebih lama lagi, aku rasa Naufal akan berpikir dua kali untuk meninggalkanmu karena kau sedang hamil. Cobalah dulu. Dia sangat bijak dalam mengambil keputusan."
"Ya, aku akan bicara dengan Naufal nanti. Ya sudah, kau kembali istirahat, aku juga ingin istirahat."
"Oke, salam untuk semua ya...??? Jaga dirimu baik-baik."
"Iya Kai.. Bye..." Leona mengakhiri panggilannya dan dia duduk di tempat tidur, meletakkan ponselnya. Dia ingin istirahat dan akan bicara dengan naufal nanti mengenai berkas itu.
****
Malam harinya.
Semua orang berkumpul di ruang makan. Leona keluar dari kamar setelah Vineet memanggilnya. Dan mereka makan malam bersama. Vitto, Rana dan Sanne juga masih ada disini dan mereka berencana menginap sampai besok. Rana menyiapkan makan malam bersama dengan Sanne dan Vineet tadi. Tahu bahwa Arindah pasti merasa lelah seteah kembali dari Amerika.
"Leona, aunty memasak makanan yang sama seperti dulu aunty memasak makan malam di rumah Kyros, kau terlihat menyukai nya jadi aunty membuatnya lagi." Ucap Rana.
"Terima kasih Aunty, ya aku sangat menyukainya dan ingin makan lagi, senang rasanya aunty bisa membuatkannya lagi."
"Sama-sama. Kau makan yang banyak ya???"
Leona mengangguk dan dia pun mengambil kuah yang panas dan memasukkannya ke dalam mangkuk yang ada di depannya. Ini adalah sup yang dia sukai. Sup berwarna kuning, dengan ayam suwir, sayuran, telur dan juga nasi. Sangat enak.
Semua nya juga menikmati makan malamnya. Ini pertama kali nya bagi Leona satu meja dengan seluruh keluarga Naufal. Keluarga yang sangat hangat dan penuh cinta. Leona tidak pernah merasakan menikmati makan malam dengan keluarga yang seperti ini. Sejak duku keinginanya sangat sederhana sekali, bisa makan semeja dengan kedua orang tua nya tanpa harus beradu argumen. Karena jika itu terjadi, Mama nya selalu saja merusak suasana dengan cara membahas hal yang tidak penting yang kemudian menimbulkan perdebatan. Sangat menyebalkan. Tetapi saat ini, dia seperti memiliki keluarga baru yang sangat menyayangi nya.
Selesai makan malam, semua orang berkumpul di ruang tengah yang ada di lantai dua. Leona ingin bicara dengan Naufal tetapi Naufal selalu bersama dengan keluarga nya. Leona meragu tetapi dia harus tetap memberitahu mereka mengenai berkas itu. Vineet mengajaknya untuk naik ke atas, tetapi Leona meminta Vineet menunggu nya karena dia harus mengambil sesuatu di kamarnya. Vineet mengiyakan dan menunggu Leona.
Tak lama Leona keluar membawa berkas yang Vineet tidak tahu isi nya. Kemudian mereka naik ke lantai dua. Vineet tampak berjalan pelan mengajak Leona menaiki tangga.
"Leona??? Tadi Mama pikir kau akan pergi tidur duluan. Sini duduklah bersama kami, Naufal sedang ke kamar mandi, nanti dia akan kesini." Arindah berdiri dan menghampiri Leona mengajak Leona duduk di sofa.
Leona hanya tersenyum kemudian duduk. Tidak lama Naufal datang. Naufal terkejut karena dia hendak menjemput Leona tetapi ternyata Leona sudah bersama yang lainnya. Naufal bergabung dengana keluarga nya.
"Maaf semua nya." Gumam Leona yang langsung membuat semua orang di sekitarnya mengarahkan pandangan mereka ke arahnya. "Ada sesuatu yang penting yang harus aku sampaikan, terutama pada Naufal. Tadi tidak sengaja Vineet menemukan berkas-berkas ini di koperku, lebih tepatnya itu sebenarnya koper milik mendiang Papa. Aku penasaran dan membuka nya ternyata berisi berkas penting yang selama ini Papa simpan, dan aku juga baru saja tahu tadi." Leona kemudian memberikan berkas itu kepada Naufal. Meminta Naufal membaca nya. Ada ketakutan di mata Leona, tetapi setidaknya ini bisa membuat Naufal tahu. Leona berharala Naufal tidak akan menyalahkan dirinya karena dia juga baru tahu tentang rahasia besar yang selama ini di sembunyikan oleh Papa nya dan Mama nya.
Semua orang terdiam, melihat keseriusan Naufal membaca berkas pemberian Leona itu. "Ini berita tentang kecelakaan yang menimpa kedua orang tua angkat ku kan???" Tanya Naufal. Leona menganggukkan kepala nya. "Papa menyimpan ini untuk apa???" Tanya Naufal pada Leona.
"Baca saja berkas yang lainnya, kau akan tahu semua nya." Gumam Leona.
Naufal memberikan potongan berita kecelakaan itu pada Vino, sedangkan Naufal membuka berkas yang lainnya dan membaca nya dengan seksama.
Setelah membaca, Naufal mengangkat kepala dan memandang Leona bingung. "Ini berkas mengenai ku, anak kecil yang di tinggalkan oleh orang tuanya karena kecelakaan itu, lalu apa maksudnya ini??? Aku tidak mengerti, kenapa Papa memiliki berkas ini."
Leona menelan ludahnya. "Sebenarnya, dulu Papa menyewa detektif untuk menyelidiki tentang anak kecil itu dan ternyata itu adalah kau. Sebenarnya Papa adalah saksi kunci kecelakaan itu."
"Saksi kunci????" Naufal terlihat bingung. "Maksudnya???"
"Saat itu Papa dan Mama sedang dalam perjalanan, Mama mengendarai mobil karena kaki Papa sedang cidera, Mama mengendarai mobilnya tidak hati-hati dan mengakibatkan kecelakaan yang dulu menimpa orang tua angkatmu. Mereka membanting stir dan mobil kalian terbalik. Mama akhirnya kabur meninggalkan kalian, dan karena tidak ada saksi, Mama akhirnya bisa melenggang bebas sampai saat ini, dan tidak di hukum.atas kesalahannya. Papa tidak pernah bisa tenang sejak kejadian itu, menyesal karena tidak menolongmu yang sedang menangis, Papa di hantui rasa bersalah yang besar dan kemudian dia mencoba menggali informasi tentang anak kecil itu dengan menyewa detektif. Dan ternyata anak kecil itu adalah dirimu. Akj baru tahu kalau itu adalah dirimu setelah menemukan berkas ini, tetapi cerita mengenai kecelakaan ini aku sudah pernah mendengarnya dari mantan aspri Papa. Aku mencoba mengaitkannya." Ujar Leona.
"Jadi maksudmu yang bertanggung jawab atas kejadian ini adalah Mamamu???" Tanya Vino memastikan.
"Iya Pa, Mama selama ini tidak pernah mau membahas mengenai kecelakaan itu, dan mengancam Papa. Karena Mama tidak mau di penjara, akan tetapi Papa yang justru selalu di hantui rasa bersalah karena tidak menolong Naufal yang saat itu menangis ketakutan di dalam mobil. Aku benar-benar minta maaf atas nama Mama, dia yang selama ini menjadi penyebab penderitaan Naufal dan dia juga yang sudah menghina Naufal dengan sangat parah. Dia tidak sadar jika dialah yang sudah menghancurkan kehidupan Naufal sejak awal. Aku benar-benar minta maaf???" Leona menangkupkan kedua telapak tangannya memohon sembari memutihkan airmata nya penuh penyesalan.
Semua orang saling melempar pandangan. Naufal melihat penyesalan dan kesedihan di mata kekasihnya itu. Jelas ini bukan salah Leona, karena yang bersalah adalah Mama Leona.
"Terserah kau, kalau kau ingin mengangkat masalah ini lagi, Mama memang harus bertanggung jawab dan di hukum karena telah melakukan kejahatan seperti itu. Mama memang jahat sekali. Dan kalau karena inj juga kau memintaku kembali le Amerika, aku akan angkat kaki dari sini, akh merasa sangat malu sekali karena ternyata Mama adalah penyebab utama penderitaanmu sejak kecil hingga saat ini, Mama merenggut kebahagiaan mu dan membuatmu mengalami penderitaan yang begitu hebat selama ini. Aku minta maaf. Aku akan angkat kaki dari sini karena aku adalah anak dari seorang pembuunuh."
"Kesalahan ada pada Mama mu, bukan kau. Jadi jangan menyalahkan dirimu dan jangan meninggalkan rumah ini
Kita sudah mau menikah kan???? Itu sudah terjadi begitu lama dan aku sudah mengikhlaskan semuanya supaya jalan Mama dan Papa juga lancar di surga. Dan semoga Nyonya Haidee segera menyadari kesalahannya." Naufal memeluk Leona. Vino hanya memandangi kedua nya dalam diam. Tentu dia akan mengambil tindakan mengenai hal ini. Wanita angkuh itu ternyata adalah dalang dari semua penderitaan Naufal selama inj dan dia masih belum sadar. Vino harus melakukan sesuatu untuk bisa membuatnya sadar.