My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Menangislah



Beberapa hari kemudian


Kondisi Leona begitu menyedihkan sejak Tuan Haidee .meninggal beberapa waktu yang lalu dan sudah dimakamkan Leona tidak mau keluar dari kamarnya Leona juga sulit untuk makan membuat Kaia sangat khawatir Leona terus menangis dia begitu merasa berat sekali melepaskan kepergian Tuan Haidee.


Hasil pemeriksaan Tuan Haidee di rumah sakit menyatakan bahwa sepertinya Tuan Haidee mengalami serangan jantung saat dia tidur dan tidak ditemukan sesuatu yang mencurigakan yang ada di dalam tubuhnya kecuali kandungan obat yang memang setiap harinya dikonsumsi oleh Tuan Haidee.


Leona selalu menyalahkan dirinya sendiri karena di saat Nafas Terakhir Papa nya ia tidak berada di sampingnya. Hal itu semakin membuat Leona bersedih, dia tidak bisa melakukan apapun saat ini selain hanya terus menangis dan Kaia juga sulit menghiburnya karena Leona sama sekali tidak mau mendengarkannya. Dan yang dilakukan Leona dengan hanyalah menangis dan menangis, dia benar-benar belum siap untuk kehilangan Tuan Haidee secepat ini.


Sementara itu Ethan juga serba kesulitan, dia ingin ada bersama Leona dan menghibur Leona tetapi dia tidak mungkin masuk ke dalam apartemen Leona, di mana di bawah juga ada teman-teman bodyguard-nya yang lain. Sesekali Ethan mencoba menghubungi Leona, tapi Leona bahkan tidak mau menyentuh ponselnya dan Kaia meminta Ethan untuk menghubunginya saja, sehingga terkadang Ethan mencoba menghibur Leona melalui ponsel Kaia akan tetapi tentu hasilnya tidak akan bisa sebaik jika bertemu secara langsung karena Ethan tahu seseorang yang sedang bersedih, butuh pelukan dan sandaran untuk mencurahkan kesedihannya. Ethan ingin melakukan itu tapi dia benar-benar serba salah dalam kondisi seperti ini dan kemudian kaya mengusulkan bahwa sepertinya mereka harus pergi ke fine Line sehingga mereka bisa sedikit lebih bebas dan Leona juga terhibur dengan suasana tenang di Fine Line.


Kaia mengemasi pakaian Leona ke dalam koper dan dia sudah meminta Ethan untuk bersiap di bawah. Mereka akan pergi bertiga saja seperti biasanya, mungkin Leona butuh ketenangan dan suasana yang mendukung untuk menghibur hatinya dan Fine Line lah tempat yang sangat cocok.


Kaia mendekati Leona yang sedang duduk di atas tempat tidur, ia menyentuh pundak sahabatnya itu sembari melemparkan senyum. "Na, ayo kita berangkat sekarang!!!" ucap Kaia. Leona menoleh dan tidak mengatakan apapun tetapi kemudian dia berdiri.


Bersamaan dengan itu masuk lah Ethan ke apartemen. Ethan tadi dipanggil oleh Kaia untuk membawa koper milik Leona ke bawah. Inilah kesempatan Ethan untuk bisa berbicara sebentar dengan Leona. Kaia tersenyum dan menganggukan kepalanya, dia membawa koper milik Leona kemudian meninggalkan Leona dan Ethan di kamar sebentar supaya mereka bisa berbicara. Kaia turun ke bawah dan akan menunggu Ethan dan Leona.


Ethan berdiri di depan Leona yang mendongankan dagu kekasihnya itu, membuat Leona terpaksa mengarahkan pandangan yang ke arah wajah lelaki itu. Ethan melempar kemudian mengecup dahi Leona. "Kita pergi keluar ya??? Kau pasti butuh udara sejuk tempat yang nyaman dan juga ketenangan aku akan menemanimu. Di Fine Line, kau bisa meluapkan segala kesedihanmu, kemarahanmu kepadaku, aku akan jadi pendengar yang baik untukmu. Maafkan aku jika sejak Papa meninggal, aku tidak ada di sampingmu untuk menguatkanmu, tentunya aku melihat keadaan dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukannya. Sekarang kita pergi ke fine Line."


Leona hanya terdiam. Ethan Pun menggandeng tangan Leona dan membawa perempuan itu, mereka turun dan Kaia duduk di sofa menunggunya lalu mereka berjalan di lift dan membawa Leona masuk ke dalam list. Kaia bergantian memegang Leona sedangkan Ethan memegang koper. lift pun turun lalu mereka berganti menuju basement gimana garasi Leona berada.


Pintu lift terbuka, mereka keluar. Ethan membawa koper Leona sementara Kaia berjalan beriringan dengan Leona. Beberapa Bodyguard yang berjaga pun langsung menghampiri mereka. "Aku ingin kalian tetap berjaga di sini seperti biasanya aku akan mengajak Leona ke tempatku supaya dia tidak merasa kesepian di sini untuk beberapa hari, jadi kalian tetap bekerja seperti biasanya dan sesuai dengan schedule yang sudah diatur untuk kalian." Ucap Kaia pada para Bodyguard.


" Baik nona Kaia, kami akan bertugas seperti biasanya."


"Laporkan apapun yang kalian temui dan lihat dan siapapun yang datang ke sini terutama Nyonya Haidee, laporkan kepadaku. Kalian pasti sudah mengerti Tugas kalian Biasanya seperti apa."


"Ya baiklah Nona Kaia kami akan melaporkan seperti biasanya."


Seorang Bodyguard membukakan pintu untuk Kaia dan Leona, keduanya pun masuk sedangkan Ethan memasukkan koper ke bagasi lalu Ethan juga ikut masuk ke dalam mobil dan mulai meninggalkan area garasi basement apartemen Leona.



Setelah menempuh perjalanan cukup lama sampailah mereka di Fine Line. Ethan keluar dari mobil dan mengeluarkan koper dari bagasi sedangkan Leona dan Kaia berjalan lebih dulu ke rumah.  Selama perjalanan Leona hanya diam saja, Ethan memakluminya, Leona butuh waktu untuk menenangkan hati serta menguatkan dirinya sendiri, apa yang terjadi beberapa hari kemarin membuatnya sangat terguncang tetapi nanti dia akan mencoba berbicara dengan Leona menghibur Leona serta memberikan semangat agar Leona bisa kembali menjalani harinya seperti biasanya.


Kaia membuka pintu rumah dan dia mengajak Leona masuk. "Na...???  Apa kau ingin ke pantai???" Tanya Kaia. "Pergilah dengan Ethan, aku akan membuat makanan untuk kalian!!!"


Ethan kemudian masuk dengan membawa koper milik Leona dan juga milik Kaia.


"Ethan!!! Lebih baik kau ajak Leona jalan-jalan di pantai, hari juga sudah tidak terlalu panas, aku akan merapikan pakaiannya juga akan menyiapkan makan malam untuk kita." Perintah Kaia.


Etan tersenyum menganggukkan kepalanya kemudian ia menghampiri Leona yang sedang duduk Etan memegang jemari Leona dan mengecupnya kita lihat sunset apa biasanya sangat senang sekali duduk di pantai dan melihat matahari terbenam kita sudah lama tidak datang ke sini ayo!!!"


Sampai di pantai Ethan meminta agar Leona duduk di sebuah kursi kayu yang ada di tepi pantai itu dan Ethan mengambil kursi di sisi lain lalu meletakkannya di sebelah Leona,  kemudian ia duduk duduk di sebelah Leona serta memegang jemari Leona. Ethan menoleh tersenyum menatap wajah cantik Leona yang diam memandang pantai di depannya.


"Kenapa kau tidak mau bicara denganku lagi akhir-akhir ini??? Kau biasanya sangat cerewet dan selalu mengatakan bahwa kau merindukan aku???? Apakah kau sudah tidak merindukan aku???" Tanya Ethan. "Papa sekarang sudah bahagia bersama dengan Tuhan. Papa juga tidak lagi merasakan sakit, dia pasti juga tidak senang kalau melihatmu seperti ini terus, dia selalu berkata padaku bahwa Leona harus Bahagia tapi dia pasti sedih karena melihatmu seperti ini. Dan aku sangat merindukan Leona ku yang ceria, Leona ku yang penuh senyum dan Tawa.  Aku juga merindukan Leona ku yang selalu mengatakan bahwa dia mencintaiku??? Apa kau tidak merindukan semua itu???" Tanya Ethan lagi.


Leona hanya diam menatap Ethan tapi kemudian matanya terpejam . Ethan masih menggenggam kuat jemari Leona. "Aku sangat merindukan Leona ku yang kemarin, aku tidak tahu caranya bagaimana aku harus menghiburmu supaya kau bisa sedikit saja memberikan senyummu kepada ku lagi. Dan kau jangan memendam perasaanmu baik padaku atau nona Kaia, kami sangat mengerti sekali kesedihanmu tetapi kau jangan menahannya, kau harus mengeluarkannya menangislah dan berteriak jika itu bisa menghilangkan segala kesedihan dan kegundahan hatimu, kami berdua juga ada untukmu Sayang??? Jangan pernah kau merasa sendiri."


Ethan mengecup jemari Leona meletakkannya di dadanya. "Aku sudah berjanji kepada Papa bahwa aku akan selalu ada di sampingmu. Aku akan selalu menjagamu serta membahagiakanmu dan aku tidak akan mengingkari janjiku yang sudah aku buat dengan Papa. Kau tidak sendirian sayang??? Kau juga tidak kehilangan Papa sendirian, aku pun merasakan kehilangan yang luar biasa. Begitu juga dengan Nona Kaia. Apa kau lupa bahwa ternyata kita bertiga saat ini sudah tidak memiliki ayah, kita satu nasib tetapi hidup harus tetap berlanjut kita harus melewati masa sulit ini lalu kembali lagi ke dunia kita dimana kita sempat meninggalkannya kemarin." Ucap Ethan.


Ethan tersenyum menatap wajah Leona. "Hatiku kosong sejak aku masih kecil, aku melewati masa sulitku sampai aku remaja. Apa pernah kau pergi bertanya-tanya??? Bagaimana aku menjalani hariku dulu, di awal aku memang tidak mengerti dengan apa yang terjadi sehingga aku tidak merasakan kehilangan yang begitu mendalam tetapi ketika aku remaja, aku mencoba mulai untuk mengenali diriku sendiri dan di saat itulah masa sulit itu dimulai, tiap hari aku merindukan bagaimana kasih sayang dari kedua orang tuaku, tetapi aku tidak merasakannya bahkan mungkin sampai aku dewasa, sampai hari di mana ketika Papamu memintaku untuk memanggilnya dengan panggilan Papa. Aku tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan kebahagiaanku ketika aku bisa memanggil seseorang dengan panggilan Papa, meskipun dia bukanlah Papaku, Tuan Haidee seperti memberiku semangat baru dan kebaikan hatinya tidak akan pernah aku lupakan sampai kapanpun. Dia adalah Papa keduaku lalu apa kau berpikir bahwa aku juga tidak merasa kehilangan dia??? Aku sangat kehilangan sekali sayang, hatiku sangat hancur. Aku juga tidak punya tempat untuk meluapkan Kesedihanku tetapi bukankah kita berdua bisa berbagi kesedihan ini bersama-sama??? Jadi aku berharap kau tidak terus-terusan seperti ini/ Kau harus kuat karena masih banyak orang yang mengandalkanmu dan aku yakin kita bisa melewati semua ini bersama-sama sekalipun hilangkan pikiran bahwa kau sendirian di dunia ini, ada banyak sekali orang yang akan mendukungmu seperti aku dan juga Nona Kaia, kami akan selalu bersamamu."


Dia kemudian mendongakkan dagu Leona agar perempuan itu menatapnya. Mata Leona mulai berkaca-kaca, lalu bieberapa detik kemudian Leona menangis dan dia langsung memeluk Ethan. Leona menangis tersedu-sedu di pelukan Ethan dan Ethan mengusap punggungnya membiarkan Leona meluapkan segala kesedihan yang sudah Leona pendam beberapa hari ini. Mungkin dengan Leona menangis di pelukannya, Leona bisa merasa lebih baik.


Leona tidak mengatakan apapun dan dia hanya menangis tersedu-sedu.


"Lepaskan saja semuanya, menangislah sampai kau merasa puas. Aku tidak akan menghentikanmu aku tahu kau butuh tempat untuk bersandar dan meluapkan segala kesedihan serta dukamu, menangis saja sampai kau benar-benar merasa lebih baik" Ucap Ethan lagi.


Sementara itu dari dalam rumah Kaia menyeka air matanya yang menetes di pipi nya, dia melihat Leona sedang memeluk Ethan tahu bahwa Leona pasti saat ini sedang menangis. Kaia bisa merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Leona, dia juga pernah berada di posisi seperti Leona, kehilangan sosok Ayah yang menjadi sumber kekuatan nya selama ini lalu tiba-tiba meninggalkannya, itu adalah hal yang sangat menyakitkan tetapi pada akhirnya Kaia tersadar bahwa dia harus melanjutkan hidup dan juga melanjutkan nilai kebaikan yang selama ini dimiliki oleh Papanya. Kaia sadar butuh waktu lama untuk bisa menghilangkan segala kesedihan yang diderita olehnya mungkin Leona juga sedang mengalami fase itu dan saat ini yang bisa Kaia lakukan adalah menjadi support system terbaik untuk Leona bersama dengan Ethan. Kaia juga pernah berjanji kepada Tuan Haidee bahwa dia akan selalu menemani dan juga membuat Leona tersenyum, tidak akan untuk meninggalkan Leona apalagi di saat seperti ini Leona benar-benar butuh dukungan dari orang-orang yang mencintainya.


Kaia akan membiarkan Leona bersama Ethan lebih dulu karena beberapa hari ini Leona tidak bertemu Ethan dan tidak bicara dengan Ethan sehingga mungkin mereka butuh waktu untuk berdua saja. Itulah kenapa Kaia menyuruh untuk keduanya untuk pergi ke pantai saja supaya Ethan juga bisa berbicara dan menghibur Leona. Kaia berharap usaha Ethan ini berhasil dan Leona bisa kembali seperti sebelumnya.


Kepergian Tuan Haidee memang begitu cepat dan mengejutkan semua orang. Sebelumnya Tuan Haidee sudah terlihat jauh lebih sehat daripada sebelumnya. Semangat Tuan Haidee untuk kembali bekerja di kantor juga membuat semua orang senang sehingga menaruh harapan yang besar untuk kesembuhannya. Leona juga semakin terlihat ceria tetapi ternyata takdir berkata lain. Tuan Hadiee justru meninggal dunia dengan sangat mendadak.


Ketika proses pemakaman pun Leona tidak lagi histeri seperti sebelumnya, tetapi Kaia tahu bahwa diamnya Leona merupakan sebuah pertanda bahwa kesedihan Leona begitu dalam sekali, hanya saja Leona tidak menunjukkannya dengan sebuah tangisan tapi diamnya Leona menandakan bahwa dia berusaha kuat di luar tetapi hancur sehancur-hancurnya di dalam hatinya. Sedangkan Nyonya Haidee menangis meratapi kepergian suaminya, wanita itu tidak menyangka bahwa suaminya akan pergi meninggalkannya untuk selamanya. Tangisan Nyonya Haidee juga diiringi permintaan maafnya kepada suaminya tentang semua kesalahan yang dilakukannya hanya saja sepertinya tidak ada orang yang peduli dengan tangisan itu karena mereka tahu apa yang selama ini dilakukan Nyonya Haidee kepada Tuan Haidee. Bagaimana sikap Nyonya Haidee terhadap Tuan Haidee selama ini yang menurut mereka cukup buruk untuk sebuah sikap istri kepada suaminya.


Tuan Haidee sebenarnya sudah merencanakan untuk mendaftarkan perceraiannya minggu depan, sayangnya tentu itu tidak bisa dia lakukan karena dia sudah lebih dulu meninggal dunia. Segala persiapan untuk pendaftaran perceraian itu juga sudah diurus oleh pengacara nya. Tuan Haidee membuat keputusan yang benar-benar tepat untuk menceraikan Nyonya Haidee dan itu mendapat dukungan dari Leona, sayangnya itu belum bisa terwujud.


Cukup lama Leona menangis dipelukan Ethan ada sekitar 15 menit lebih dan Ethan tetap membiarkan perempuan itu menangis sampai kemudian tangisan Leona dan isakannya berhenti. Ethan tersenyum karena sepertinya Leona sudah terlihat lebih baik daripada tadi. Ethan pun melepaskan pelukannya dan memandangi wajah kekasihnya itu dengan senyumnya yang tampan. " Bagaimana perasaanmu???  Apa kau sudah merasa lebih baik??? " tanya edan


Leona menganggukkan kepalanya dan dia kembali memeluk Ethan. " Maafkan Aku atas sikapku beberapa hari ini! " gumam Leona.


"Kenapa kau harus minta maaf sayang??? Kau tidak perlu meminta maaf karena apa yang kau lakukan adalah hal yang sangat wajar. Kau butuh meluapkan kesedihanmu dan aku sangat mengerti hal itu. Jadi jika kau masih ingin menangis menangislah. Aku akan menunggumu sampai kau selesai menangis, jika hari ini belum selesai dan kau masih menangis sampai besok hari atau sampai lusa atau bahkan mungkin sampai satu minggu satu bulan atau 1 tahun, aku akan tetap menunggumu sampai kau benar-benar merasa baik setelah menangis. " ucap Ethan sambil melempar senyum pada Leona.


Leona memukul dada Ethan dan dia juga ikut tersenyum menatap lelaki itu. " Sudah aku sudah selesai menangisnya untuk hari ini. Tetapi tidak janji untuk besok dan ke depannya."


"Menangislah jika itu membuatmu merasa lebih baik, jangan diam dan melamun saja, aku selalu ada kapanpun kau membutuhkanku... Kemarilah, biar aku memelukmu lagi."


Leona mendekat ke Ethann dan memeluk lelaki tu lagi.