My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Mencari Ethan



Malam harinya, Leona meraih ponselnya yang sejak tadi tidak berhenti berbunyi. Leona sedang menatap layar laptopnya mengecek pekerjaannya. Dia mengira itu Ethan, jadi dia malas untuk mengangkatnya karena kejadian sore tadi mereka sedikit baradu argument. Leona menjadi kesal dan bad mood dengan Ethan.


Tetapi saat Liona melihat ponselnya ternyata itu bukan Ethan yang menghubunginya tetapi Kaia, kemudian mengambil ponselnya itu dan mengangkatnya. "Halo Kai??? Kenapa???" Tanya Leona.


"Kau ini ke mana saja sih Na??? Astaga sulit sekali dihubungi.." Gerutu Kaia.


"Aku tadi sibuk, kenapa???" Tanya lagi.


"Kau dengan Ethan sekarang??? Kau sedang berduaan dengan Ethan ya???" Tanya Kaia.


"Tidak, aku di apartemen sendiri sedang mengecek pekerjaan, aku malas sedang marah dengannya."


"Sedang marah??? Kenapa kau marah padanya??? Kalian bertengkar???"


"Tidak bertengkar juga, tapi aku hanya sedang malas, kenapa??? Ada apa kau menghubungi ku???"


"Aku bertanya padamu ke mana Ethan karena sudah sejak 2 jam yang lalu aku coba menghubunginya tetapi pesanku tidak dibalas ataupun dibaca dan teleponku juga tidak diangkat. Itulah kenapa aku menghubungimu untuk menanyakan keberadaannya karena ini kan tidak biasanya seperti ini. Kalaupun dia tidak mengangkat panggilanku biasanya paling lama setengah jam dia akan mengirimkan pesan atau menghubungiku balik, tetapi ini sudah 2 jam dan dia tidak menghubungiku sama sekali, aku pikir kau tahu dia di mana."


"Aku tidak tahu, sejak aku sampai di apartemen, aku tidak berbicara dengannya ataupun menghubungi nya lewat telepon atau lewat pesan, tadi di mobil kami sedikit berdebat dan aku sangat kesal dengan dia. Lalu saat sampai aku langsung turun dan tidak berbicara lagi dengannya sampai sekarang, tadi aku pikir ini telepon darinya dan itulah kenapa aku tidak mengangkatnya tapi ternyata itu telepon darimu, tadi dia juga sepertinya sudah pulang. Memangnya kau ada perlu apa mencarinya???" Tanya Leona lagi.


"Aku ingin meminta bantuannya untuk beberapa hal untuk dia bawa besok tapi dia malah susah dihubungi. Dia jarang sekali seperti ini. Apa kau tidak khawatir padanya???"


Leona mengernyit. "Khawatir???"


"Maksudku mungkin terjadi sesuatu di jalan saat dia pulang, tapi tidak tahu kenapa tiba-tiba saja berpikir seperti itu, karena jarang sekali kan Ethan seperti ini, aku sedang mengingat kejadian tadi pagi yang kau ceritakan itu dan kejadian yang kemarin."


"Oh shiiiit....  Apa maksudmu dia dipukuli oleh anak buah Mama lagi???"


"Bukan begitu Na, tapi ya aku menebak saja, kan dia tidak pernah bersikap seperti ini, coba kau hubungi dia mungkin akan diangkat olehnya."


"Oke, aku akan coba."


Kaia mematikan panggilannya sementara itu Leona langsung menghubungi kontak Ethan yang mencoba beberapa kali. Tetapi sama seperti yang dikatakan oleh Kaia bahwa panggilannya tidak diangkat oleh Ethan, benar saja setelah beberapa kali ia menghubungi lelaki itu, memang tidak ada jawaban satupun darinya. Leona juga mencoba mengirim pesan tetapi pesan itu tidak terkirim dan juga tidak terbaca.


Leona lalu tiba-tiba Merasa khawatir sekali dengan keadaan Ethan. Itu memang benar Ethan tidak pernah seperti ini, walaupun dia sibuk dia pasti akan menjawab pesan itu paling lama setengah jam tetapi tadi Kaia bilang bahwa sudah menghubungi sekitar 2 jam tetapi tidak ada balasan dari Ethan. Leona langsung beranjak dari tempatnya duduk dia berlari keluar dari ruang kerjanya ya harus datang ke apartemen Ethan.


Leona keluar dari lift dan dia berlari menghampiri para bodyguard-nya yang sedang berjaga di garasi. Leona kemudian memberitahu mereka bahwa mungkin sesuatu telah terjadi pada Ethan dan mengatakan Ia mendapat informasi dari Kaia tentang Ethan yang tidak bisa dihubungi sehingga Leona meminta para bodyguard-nya untuk ikut pergi bersamanya dan mengecek ke apartemen Ethan. Apakah Etan baik-baik saja.


Sampai di apartemen Ethan, Leona mengajak para bodyguard-nya untuk naik ke apartemen. Sampai di depan unit milik Ethan, mereka berusaha untuk memanggil nama Ethan tetapi tidak ada jawaban dari dalam, sepertinya Ethan memang tidak ada di apartemen itu. Tak lama Kaia datang dan dia juga masih belum bisa menghubungi Ethan karena ponsel Ethan masih aktif. Leona pun meminta pada Kaia agar bisa melacak keberadaan Ethan saat ini.


Mereka keluar dari depan dari apartemen Ethan, kemudian menunggu di depan dengan cemas dan Kaia mencoba melacak ponsel Ethan.


"Bagaimana Kai???" Tanya Leona


"Tunggu sebentar Na, ini masih sedang mencari."


"Dapat-dapat, aku mendapatkan dia ada di sekitar South Park..!"


"Tapi itu kan kawasan kosong yang sudah tidak dihuni lagi untuk apa Ethan ke sana???"


"Tapi ponselnya di sana Na, kita harus segera ke sana. Oke kita semua langsung ke South Park dan ikuti mobilku dari belakang." Perintah Kaia kepada para Bodyguard dan Leona bersama 1 Bodyguard lainnya juga naik mobil  Kaia sedangkan Bodyguard yang lainnya mengikuti mereka di belakang. Mereka langsung menuju ke tempat yang diduga Ethan ada di sana.


****


Kaia terus mengarahkan bodyguard yang mengendarai mobilnya ke arah ponsel Ethan yang terlacak sampai kemudian Kaia meminta berhenti di depan sebuah rumah kosong yang terlihat sudah dikelilingi oleh rumput ilalang. Leona pun meminta semuanya untuk turun ke mobil dan mencari Ethan di rumah itu. Leona dan Kaia harus hati-hati karena kondisinya gelap sekali. Rumah itu sudah kosong sejak lama dan banyak sekali dikelilingi oleh rumput yang tinggi. Kaia memerintahkan salah seorang bodyguard untuk menyalakan lampu mobil sebagai penerangan mereka. Kemudian mereka pun masuk dengan hati-hati ke dalam rumah itu, Kaia juga menghubungi Ethan sampai akhirnya mereka mendengar suara dari ponsel yang mereka duga itu adalah milik dari Ethan. Mereka langsung masuk ke dalam rumah itu dan beberapa Bodyguard menyalakan Flash ponselnya untuk menerangi Jalan. Kemudian mereka masuk ke rumah itu.


"Ethan Ethan....!!!" teriak Mereka semua memanggil nama Ethan. Tetapi kondisi sangat Hening dan sepi.


Tiba-tiba salah seorang Bodyguard melihat seperti ada seseorang yang terkapar di lantai lalu memberitahu Leona dan Kaia. Mereka kemudian ke arah orang yang terkapar itu


Bodyguard mengecek dan itu adalah pakaian yang sama seperti yang mereka kenakan sudah pasti itu adalah Etan Mereka pun semakin mendekat dan ketika dekat Bodyguard itu langsung membungkuk dan menemukan bahwa benar itu adalah Ethan ucapnya.


Leona dan Kaia langsung duduk berjongkok di lantai dan melihat kondisi Ethan yang tidak sadarkan diri dan juga ada banyak yang darah yang keluar dari hidungnya tetapi Ethan masih bernapas.


"Ethan bangun Ethan, kau kenapa???" Teriak Leona sembari menangis ketakutan melihat kondisi Ethan yang sudah lemah dan tidak sadarkan diri.


"Ayo angkat Ethan, kita bawa ke dia ke rumah sakit sebelum kondisinya semakin memburuk." perintah Kaia kepada bodyguard-nya. Kemudian Ethan diangkat oleh seorang Bodyguard dan dibawa keluar di dalam rumah kosong itu. Leona memperingatkan mereka agar hati-hati karena kondisinya sangat gelap sekali. Kaia dan Leona juga menyalakan flashnya untuk memberi penerangan supaya mereka tidak menyandung sesuatu yang justru akan membuat mereka bisa saja jatuh dan malah membahayakan Ethan.


Sampai di depan mereka langsung memasukkan Ethan ke dalam mobil. Leona menggunakan paaha nya untuk bantal kepala Ethan. Perempuan itu menangis histeris dan terus memanggil nama Ethan. Selama perjalanan ke rumah sakit Leona terlalu panik hingga Dia melupakan bahwa ia bersama dengan Bodyguard lainnya. Leona juga melihat bahwa wajah Ethan penuh dengan luka lebam, menandakan bahwa lelaki itu memang baru saja dipukuli.


"Aku yakin ini pasti ada hubungannya dengan Mama.." Ujar Leona dengan penuh kemarahan.