
Kaia duduk di depan Leona. "Kau menyelidiki Gemma??? untuk apa Na???" Tanya Kaia.
"Dia sudah menjadi kekasih Ethan.. " Jawab Leona datar.
"Ya, lalu apa masalahnya denganmu??? Biarkan saja, kenapa juga kau melakukan ini kalaupun dia ingin menipu Ethan, juga bukan urusanmu, itukan pilihan Ethan sendiri ingin memilihnya.. " Gumam Kaia.
"Aku peduli pada Ethan... Apa salahnya membantunya dalam masalah ini???? Dia bekerja keras selama ini dan jika ada orang yang tiba-tiba ingin menghancurkannya dan memanfaatkan uangnya bukan kah kita harus menolongnya???"
"Bagaimana jika Ethan tidak menyukai ini????" Tanya Kaia lagi. "Apa yang kau lakukan baik menurutmu tetapi tidak semua orang yang kau tolong bisa melihat niat baikmu, jika Ethan tahu bahwa kau menyelidiki Gemma dan dia tidak Terima, kau pasti dalam masalah besar, dan dia pasti akan marah padamu, dan akan keluar dari pekerjaannya sekarang, kau sendiri yang akan kerepotan.. "
"Dia pasti hanya akan marah sesaat saja, dia butuh pekerjaan ini.. " Gumam Leona lagi.
"Orang jatuh cinta itu sedang dalam keadaan buta, ketika dia marah apa kau pikir dia akan peduli dengan keputusan yang sedang di ambilnya????" Tanya Kaia mencoba menyadarkan sahabatnya.
"Aku juga sedang jatuh cinta, dan itu benar orang yang jatuh cinta akan buta dan tidak peduli dengan keputusan yang dia ambil, karena dia jatuh cinta dan ingin menyelamatkan cintanya dari kehancuran... " ujar Leona.
"Apa....???!!!!!" Seru Kaia. Dia terlonjak dengan apa yang baru saja di dengarnya. "Kau jatuh cinta????? Apa maksudmu kau jatuh cinta dengan Ethan????" Tanya Kaia. Leona tidak menjawab dan hanya memandangi Kaia sepersekian detik lalu kembali berfokus membaca berkas dari Chloe. Kaia mengernyit. Leona diam artinya Leona mengiyakan. Leona benar-benar jatuh cinta pada Ethan. Dan inilah yang Kaia khawatirkan sejak awal, Leona akan jatuh ke dalam pesona laki-laki yang sejak awal sudah di jebaknya.
"Leona???? Aku sudah bilang bahwa kau jangan sembarangan jatuh cinta, kau akan dalam masalah besar, apalagi kau jatuh cinta dengan Ethan??? Astaga.....!!"
"Jatuh cinta itu bisa terjadi pada siapapun Kai... "
"Itu memang benar Na, aku sangat peduli padamu dan juga selalu mendukung keputusanmu, aku hanya khawatir jika ini akan jadi masalah besar, kau dan Ethan bisa jatuh dalam. masalah yang sangat besar jika Mama mu mengetahui ini.."
"Jika dia tahu, tapi jika tidak, maka tidak akan ada masalah apapun... " Gumam Leona dengan santai nya. Dia menutup berkas dan memandangi sahabat nya yang terlihat khawatir itu. "Aku tidak tahu Kai bagaimana aku bisa jatuh cinta pada Ethan, itu terjadi begitu saja.. "
"Kenapa harus Ethan????" Tanya Kaia.
"Bagaimana aku bisa memilih akan jatuh cinta pada siapa???? Aku bahkan tidak tahu kapan perasaanku pada Ethan itu tumbuh, kebersamaan kami di fine line membuatku akhirnya menyadari bahwa ada hal luar biasa yang aku rasakan ketika bersama nya, sikapnya, acara bicara nya dan bagaimana caranya membuatku tertawa dan tersenyum, serta keprobadiannya yang menyenangkan pada akhirnya membuatku jatuh hati.... Sudah begitu lama hatiku mati dan tertutup untuk siapapun, aku tidak pernah lagi jatuh cinta, tetapi sekarang aku kembali merasakan itu saat bersama Ethan, aku tidak bisa jauh dimana dan selalu ingin bersama nya setiap waktu.... Aku sangat mencintainya Kai, aku tidak bisa melihatnya dengan perempuan lain, apalagi dia sekarang akan di jadikan korban berikutnya oleh Gemma, aku harus menyelamatkannya dan dia harus menjadi milikku, hanya untukku.. " Ujar Leona.
Kaia memandangi wajah sahabatnya yang sedang berbinar. Apa yang di katakan Leona memang ada benarnya. Tidak ada yang bisa memilih akan jatuh cinta pada siapa. terkadang cinta bisa tumbuh kapan saja dan tindakan mengenal waktu. Dan Kaia tidak pernah melihat sebelumnya Leona memiliki perasaan kepada laki-laki, karena selama dengannya Leona benar-benar menikmati hidup yang penuh dengan kebebasan, dan tidak pernah mau terikat dalam sebuah hubungan.
Kaia sangat menyayangi Leona, dan dia selalu berharap sahabatnya itu bisa bahagia dengan kehidupannya. Meski tahu bahwa jika Leona benar-benar menyukai Ethan, konsekuensi yang akan di Terima Leona juga akan sangat besar. "Aku tidak bisa menghentikanmu, aku harap semua berjalan sesuai dengan yang kau inginkan.. " Gumam Kaia akhirnya.
Leona tersenyum. "Kau memang sahabat terbaikku... Aku harap kau mau membantuku untukembongkar kedok Gemma, dan menyelamatkan Ethan dari perangkapnya.. "
"Lalu apa yang akan kau lakukan Naa???? Akan seperti apa ini nanti dan bagaimana???" Tanya Kaia.
"Sebenarnya aku sempat mengikuti Ethan saat dia pergi makan malam dengan Gemma, aku menunggu mereka sampai selesai, bahkan sampai mereka pulang. Ethan mengantar Gemma pulang, saat Ethan pergi, dan aku masih disana, aku melihat Gemma di hampiri oleh seorang laki-laki, apa kau tahu yang terjadi selanjutnya???? Gemma dan laki-laki ini berciuman.. Mereka seperti sepasang kekasih, bberpelukan, bahkan sempat menunjuk ke arah Ethan pergi sambil tertawa seolah menertawakan Ethan." Leona membuka berkas lagi dan menunjukkan pada Kaia foto laki-laki yang tadi sempat di bahas oleh Chloe.
"Jadi karena itu kau menyewa Chloe untuk menyelidiki Gemma??? Karena kau merasa ada yang tidak beres dengannya??" Tanya Kaia lagi.
"Ya, itu tepat sekali, dan aku juga punya rekamannya dari kamera di mobilmu, aku sudah menyimpannya untuk bukti nanti.. " Ujar Leona.
"Lalu apa rencanamu Na??? Kau tidak mungkin langsung menunjukkan ini semua pada Ethan kan??? Dia akan menganggapmu sebagai penguntit, kau tahu itu kan???"
"Aku tidak tahu harus bagaimana nanti, aku akan memikirkannya lagi dan aku harap kau membantuku.... Ethan laki-laki yang baik, dan dia bekerja keras selama ini bukan untuk dirinya sendiri tetapi ada banyak orang yang sedang dia perjuangkan. Selain karena aku mencintainya, aku juga peduli dengannya mengingat dia memikul beban yang besar di pundaknya. Kita tidak bisa membiarkannya jadi mesin uang untuk si brengseek Gemma itu.. "
Kaia mengangguk. "Oke baiklah kita akan memikirkannya nanti.. " Gumam Kaia.
"Nanti ikut aku pulang, kemarin aku membeli tas dan sepatu, kau pasti tahu kan apa yang harus kau lakukan??? Bawa itu ke tempat biasa Dan aku juga membeli untukmu... "
"Untukku???? Kenapa Na???? Aku sedang tidak menginginkan tas baru, kenapa membelinya, jika aku mau aku pasti sudah mengatakannya kepadamu.. "
Leona tersenyum. "Aku tahu kalau kau mau pasti kau akan memberitahuku, tetapi aku kemarin kesal saja pada Ethan, dia mengatakan padaku akan mengungkapkan perasaannya pada Gemma, itu membuatku jengkel jadi aku butuh meluapkan kekesalan ku itu dengan berbelanja banyak, termasuk untukmu juga... "
★★★★★
Kaia masih berada di apartemen Leona. Mereka tampak sedang berkemas. Ada koper besar yang berisi kotak-kotak tas dan sepatu yang di beli oleh Leona beberapa hari yang lalu. Leona memang selalu membeli barang mahal lebih dari satu dan dimana itu akan dia pakai sendiri serta satunya lagi akan dia suruh Kaia membawa nya untuk di simpan. Jika dia membeli tiga artinya satu untuk di miliki Kaia, satu nya lagi akan di simpan oleh Kaia.
"Sudah sebanyak itu, dan kau masih terus saja menambah nya????" Tanya Kaia.
Leona tersenyum. "Semakin banyak itu semakin baik.. "
"Selalu saja itu yang kau katakan???? Disana sudah menumpuk banyak sekali, dan aku harus mengeceknya seminggu sekali agar kondisi nya selalu bagus.. "
"Sebenarnya tidak perlu seminggu sekali juga, lagipula kan tertutup seperti ini dan tidak di buka, jadi pasti akan baik-baik saja Kai.. "
"Tetapi aku tetap harus mengeceknya...!" Kaia menutup koper itu dan mengunci nya. "Sudah kan???" Tanya nya pada Leona.
"Ya, sudah...!!! Aku ingin kopi, bagaimana kalau kita minum kopi..???" Ajak Leona.
"Tumben minum kopi??? Biasanya kau selalu mengajak minum yang berat-berat..??" Kaia melempar senyumnya.
"Aku sedang tidak ingin mabuk sekarang.. Kita pergi keluar!!! Tapi bukan ke restoran, aku ingin minum kopi disini saja, aku kemarin sempat membeli kopi arabica, dan aku sangat ingin mencoba nya.."
"Kau membeli kopi???? Tapi kau tidak bisa meracik kopi begitu juga denganku... Kita sudah pernah mencoba nya dan rasanya tidak enak.. "
"Kita punya barista kan disini jadi kenapa harus bingung, panggil saja dia kesini.. " Gumam Leona.
"Ethan????" Tanya Kaia dan Leona mengangguk. "Jadi ini alasanmu tidak mengijinkannya pulang tadi??? Hahahaha baiklah aku akan memanggilnya... "
Leona dan Kaia keluar kamar untuk ke dapur dan membuat kopi. Kaia langsung menghubungi Ethan dan meminta lelaki itu agar masuk ke dalam, dia akan memberikan akses masuk pada Ethan.
Mereka akan bersantai sebentar menikmati malam dengan minum kopi, sebelum pulang Kaia juga harus membawa barang Leona untuk dia simpan di sebuah ruangan rahasia yang di miliki oleh Leona selama ini. Dan tidak ada orang yang tahu selain Kaia.
Leona duduk di kursi minibar yang yang ada di dapurnya, Kaia sudah selesai berbicara dengan Ethan dan akan memberi Ethan akses agar bisa naik kesini. Kaia berdiri di depan pintu lift dan meletakkan jari telunjuknya di fingerprint sehingga Ethan bisa masuk dan naik kesini.
Tak lama pintu akhirnya terbuka dan Ethan masuk ke apartemen Leona. Ethan sebenarnya tadinya meragu, dia punya pengalaman yang tidak mengenakan setiapasuk kesini, tetapi dia tetap harus menuruti keinginan Leona dan akan berhati-hati serta tidak akan mencoba makan atau minum apapun, karena dia takut Leona mengerjai nya lagi dengan pil biru itu.
Ethan melihat ke apartemen itu danelihat ada Leona duduk di minibar yang ada di dapur sedangkan Kaia duduk di sofa. "Ethan....!!?" Panggil Kaia dan perempuan itu berdiri. Ethan pun menghampiri nya.
"Ada apa anda memanggil saya kesini???" Tanya Ethan.
"Kenapa kau tegang sekali???? Aku dan Leona ingin minum kopi, dan Leona membeli kopi tetapi kami berdua tidak tahu cara meracik kopi, kami akan memilih membeli kopi instant jika terdesak dan malas keluar, tetapi kami ingin minum kopi yang enak dan malas keluar, jadi karena kau mantan barista, aku yakin kau sangat paham sekali meracik kopi yang enak, jadi maukah kau membuatkan kopi untuk kami berdua????" Tanya Kaia.
"Baiklah... " Gumam Ethan.
"Oke, thanks Ethan... Ayo ke dapur, kopi dan mesin kopinya ada disana... " Kaia pun mengajak Ethan ke dapur.
Leona duduk sambil menatap layar laptop dan hanya menoleh sekali ke arah Ethan, sedikit melempar senyumnya lalu menyibukkan diri lagi dengan pekerjaannya. Menyerahkan semua nya kepada Kaia.
Kaia mulai mengeluarkan kopi nya memberikannya pada Ethan. "Silakan tuan barista, buatkan kami kopi yang enak, dan juga nanti buatkan juga teman-teman anda yang ada di bawah, mereka juga pasti ingin mencicipi nya...!" Ucap Kaia. "Ada bahan pelengkap lainnya, tapi kami ingin yang original lebih dulu.. Silakan...!!"
Ethan tampak melihat lebih dulu kopi itu, dan mengambilnya sedikit untuk kemudian dia mencium aroma nya. Setelah memastikannya, Ethan mulai bekerja. Dan terlihat Leona menutup laptopnya dan memperhatikan Ethan dengan baik. Kaia juga ikut duduk di sebelah Leona. Rasa kopi selalu akan berbeda jika di racik oleh barista yang berbeda juga karena komposisi dan cara mereka membuatnya juga bisa berpengaruh.
Ethan mulai bekerja dan kedua perempuan itu hanya melihatnya dengan rasa penasaran yang tinggi. Terlihat Ethan begitu cekatan sekali melakukan step by step. Tontonan gratis bagi Leona dan Kaia. Leona tadi sengaja melarang Ethan untuk pulang dengan alasan dia ingin pergi ke suatu tempat dan meminta Ethan untuk mengantarnya tetapi inilah sebenarnya alasan Leona untuk menahan Ethan.
Leona juga tahu bahwa sebenarnya malam ini Ethan akan menemui Gemma tetapi dia berhasil menggagalkan nya dan menahan Ethan di sini. Janji mereka berdua pun terpaksa di batalkan Ethan. Meskipun merasa sesak dan hatinya begitu sakit, tetapi Leona tetap memantau obrolan kedua nya setiap hari. Leona tahu segala nya. Tentu jika sepasang kekasih mengobrol melalui pesan singkat isinya adalah ungkapan cinta kedua nya serta beberapa obrolan yang bernada sensitif membahas hubungan badaan. Dan keinginan mereka ketika berciinta seperti apa. Hal ang hiasan di lakukan sepasang kekasih, dan Leona mencoba menahan diri karena dia harus bersabar dulu untuk bisa menggantikan posisi Gemma nantinya jika Ethan sudah mengetahui kebusukan perempuan itu.
Leona memandangi Ethan yang sedang sibuk membuat kopi untuknya dengan pandangan yang dalam dan penuh cinta. Dia mengagumi setiap sudut wajah Ethan yang begitu tampan. Leona sangat merindukan Ethan akhir-akhir ini, merindukan bagaimana cara lelaki itu menciumnya berapa manisnya bibir Ethan ketika menyentuh bibirnya. Tetapi tidak ada yang bisa Leona lakukan selain hanya menahan hasraatnya karena Ethan tentu akan menolak nya, apalagi saat ini Ethan sudah memiliki Gemma, dan bahkan Ethan berjanji tidak akan melakukan hubungan dengan perempuan lain kecuali kekasihnya. Leona juga tidak bisa menjebak Ethan lagi dengan obat itu, mengingat kedoknya sudah di bongkar oleh Ethan dan lelaki itu pasti akan lebih berhati-hati lagi sekarang. Kenangan terakhir Ethan bersamanya adalah saat mereka di fine line. Tempat yang lar biasa dan Leona akan selalu mengingat setiap detiknya ketika berciinta dengan Ethan. Leona merindukan itu saat ini dan berharap Kisah Ethan dan Gemma bisa segera berakhir.