
Leona berlari menghampiri Najfal, terlalu senang hingga dia hampir tersandung oleh kaki nya sendiri. Dengan sigap Naufal menangkapnya. "Hati-hati..." Ucap Naufal.
Leona langsung memeluk Naufal. "Kau kemana saja???? Aku sangat merindukanmu. Kenapa tidak pernah mengabari...???" Leona terisak dalam pelukan Naufal.
Dengan lembut Naufal mengusap punggung Leona. "Aku minta maaf sudah meninggalkanmu... Aku benar-benar minta maaf...."
"Aku hamil, dan aku benar-benar membutuhkan mu, kau pergi kemana saja..." Tangisan Leona semakin menjadi-jadi dan dia memukuli Ethan. Ada perasaan lega, bahagia bercampur marah karena Ethan sudah meninggalkannya dalam kondisi seperti ini.
"Aku minta maaf sayang. Keegoisanku sudah membuatmu menderita. Aku Minta maaf, aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi, aku akan menjagamu dan bayi kita, maafkan aku.." Gumam Naufal.
"Jangan tinggalkan aku lagi."
"Tidak akan." Naufal melepaskan pelukan Leona dan menyeka air mata kekasihnya itu. Naufal tersenyum dan mengecup bibir Leona. "Aku berharap kau dalam keadaan sehat." Ucapnya.
"Aku sangat sehat bayi kita jiga sehat.." Leona tersenyum. "Bagaimana kau tahu aku disini???"
"Aku berhasil menemuinya dan memberitahu semuanya." Kaia muncul di belakang Naufal bersama dengan Vino, Arindah dan juga Vitto.
Leona bergeser sedikit dan melihat Kaia datang membawa belanjaan bersama dengan 3 orang yang Leona pernah lihat sebelumnya. Yang satu Leona mengenalnya tentu saja, karena itu adalah Vitto, Papa nya Sanne. Sedangkan dua lainnya Leona hanya melihat sekilas saat dia di seret oleh dua orang laki-laki bayaran Mama nya dan Steven.
Kaia masuk bersama dengan Vino, Arindah dan Vitto. Arindah tersenyum dan menghampiri Leona. Arindah mengusap pipi Leona kemudian beralih ke perut Leona. "Sudah berapa minggu???" Tanya Arindah.
"27 Minggu." Jawab Leona.
"Mama adalah dokter kandungan, jadi nanti dia akan mengurusmu dan bayi kita dengan baik." Ucap Naufal.
Leona terlihat bingung. "Mama????" Tanya nya.
Naufal tersenyum. "Ya, ini adalah Mama ku, dan ini Papa. Mereka orang tua kandungku sekaligus orang tua Vineet. Apa kau mengingatnya???" Tanya Naufal.
"Vineet??? Ya aku ingat."
"Dia adikku, dan mereka orang tua ku. aku ternyata masih memiliki keluarga kandung. Ceritanya panjang, aku akan menceritakannya nanti."
"Om, tante, mati silakan duduk...!!!" Ucap Kaia mempersilahkan mereka duduk. "Rumah ini semacam villa untuk Leona, jadi tidak besar dan hanya satu ruangan dengan kamar mandi. Leona sering kesini untuk berlibur atau ketika sedang suntuk dengan pekerjaan, dan menghabiskan waktunya disini selama beberapa hari, jauh dari kebisingan kendaraan dan keramaian Seattle. Jadi mohon di maklumi jika tempatnya kecil."
"Tempat ink sangat bagus, dengan pemandangan pantai yang juga cantik, wajar jika akan merasa tenang berada disini." Sahut Arindah. Kemudian mengajak Leona untuk duduk.
Leona duduk di sofa bersama dengan Arindah dan Naufal. Vino dan Vitto duduk di kursi makan sedangkan Kaia sibuk membawa belanjaan ke dapur.
"Apa sudah melakukan Usg atau gender reveal???" tanya Arindah pada Leona. "Jenis kelaminnya apa???"
"Laki-laki." Jawab Leona.
"Kau pasti senang sekali ya??? Mama minta maaf atas nama Ethan, dia memang keras kepala, Mama sudah sering mengingatkannya agar menghubungi mu tetapi dia tidak mendengarkan Mama. Sekarang kau tidak perlu khawatir, dia akan bersamamu dan menjaga mu."
Naufal tersenyum. "Aku akan jelaskan semuanya, tetapi satu hal yang penting, aku sekarang bukan lagi Ethan, aku punya nama kecil pemberian Mama yaitu Naufal, jadi sekarang aku bernama Naufal." Ucap Ethan, kemudian cerita iti mengalir dari mulutnya dari awal sampai akhir. Semua dia ceritakan hingga bagaiaman dia melakukan tes DNA dengan Mama nya dan hasilmya 98% cocok.
"Setelah itu, aku ikut Mama dan Papa pulang ke Indonesia. Mungkin itu lah salah satu alasan kenapa aku selama ini sangat tertarik dan ingin ke Indonesia, karena aku ternyata memang berasal dari sana."
"Oh jadi begitu. Sekarang aku mengerti, dan kau berarti tinggal di Indonesia sekarang.???" Tanya Leona.
"Iya, disana rumahku jadi aku pulang kesana dan menikmati waktu dengan keluargaku yang sudah lama hilang dan aku tidak tahu keberadaan mereka sama sekali."
"Dan nanti kau akan kembali ke Indonesia lagi????" Tanya Leona dengan sedih.
Naufal menganggukkan kepala. "Aku sekarang membantu Papa di kantor, dan aku juga melanjutkan kuliah disana. Jadi tentu aku harus kembali."
Arindah melihat kesedihan di mata Leona. Leona sepertinya sedih karena Naufal mengatakan akan kembali ke Indonesia. "Leona sayang???? Kau sedih karena takut berpisah dengan Naufal ya???" Tanya Arindah tetapi Leona hanya diam saja.
"Kalau kau tidak mau jauh dari Naufal, kau bisa ikut kami ke Indonesia." Ucap Arindah kemudian.
Leona menoleh ke arah Naufal, lelaki itu tersenyum. "Ya, kau bisa ikut kami pulang ke Indonesia dan tinggal bersama kami. Vineet pasti akan senang sekali. Biar Kaia yang mengurus restoranmu di Portland, nanti kau bisa datang kesini setelah melahirkan. Kai bagaimana menurutmu???" Tanya Naufal.
Kaia ikut menghampiri Leona. "Apapun yang membuat Leona bahagia, aku akan menurut saja. Leona sudah lama merindukanmu, tidak masalah jika kau ingin membawa nya bersama mu." Ucap Kaia. "Kau pasti ingin menikmati hatimu dengan Naufal kan Na??? Todak apa-apa kalau kau ingin pergi dengannya, semua yang disini aku akan mengurusnya."
"Aku ingin bersama Ethan. Eh maksudku Naufal." Gumam Leona.
Kaia tersenyum. "Aku dan Mama akan mengurus semua disini, kau butuh perhatian dari Naufal, sekarang dia yanv akan mengurusmu, kalau ada waktu aku pasti akan kesana untuk berkunjung."
Leona tersenyum dan memeluk Kaia, sahabat terbaik nya yang selalu ada d untuk nya dan selalu bersama nya. Jujur, Leona memang sangat ingin dekat dengan Naufal dan merindukan lelaki itu, dan dia juga mengerti bahwa Naufal pasti tidak bisa tinggal disini mengingat Naufal sudah lama terpisah dari keluarga nya dan pasti ingin menikmati harinya bersama keluarga nya. Jalan terbaik adalah dia harus mengalah dan ikut dengan Naufal.
***
Sore tiba, Arindah, Vino dan Vitto pun memutuskan untuk kembali ke hotel supaya bisa beristirahat. Mereka tidak mungkin berada disini dan mengganggu istirahat Leona. Mereka akan membiarkan Naufal ada disini bersama Leona. Mereka mengerti bahwa keduanya butuh waktu untuk melepas rindu. Kaia juga ikut bersama mereka. Maia juga tidak ingin mengganggu dengan berada disini. Jika sebelumnya dia yang menemani Leona, kali ini Naufal sudah ada disini dan akan menggantikan perannya.
"Kami akan kesini besok." Arindah mengusap lembut kepala Leona. "Kalian beristirahat dan nikmati pertemuan kalian dengan baik. Kami pergi dulu." Arindah memeluk Leona dan mengecup kening dari kekasih putranya itu sekaligusbibu dari calon cucu nya.
.Arindah beralih memandang Naufal. "Naufal, jaga Leona dengan baik, turuti semua keinginannya, kau tahu kan bahwa perempuan hamil sangat sensitif dan keinginannya harus di turuti, kau sudah lama meninggalkannya dalam keadaan hamil, ini waktunya mengabdikan dirimu untuk Leona dan bayi kalian. Kalau ada apa-apa hubungi kami." Ujar Arindah.
"Iya Ma."
"Baiklah, kamu permisi." Arindah mengecup dahi Leona kemudian pergi bersama Vino, Vitto dan Kaia.
Mereka berjalan menuju tempat mobil berada kemudian masuk dan meninggalkan Fine Line.
"Leona akan pulang bersama kita dan keadaannya sekarang sedang hamil. Bukankah kita harus menikahkan mereka sebelum bayi itu lahir???" Tanya Seindah meminta pendapat suami serta kakak iparnya.