
Sekitar dua minggu kemudian....
Ethan sudah menjalani hari nya dengan baik menjadi bodyguard dari Leona. Setiap hari dia menemani Leona kemana pun perempuan itu pergi. Ethan di tugaskan untuk menjadi supir Leona. Sehingga Ethan akan datang setiap pagi dan kembali saat sore hingga malam, tergantung dari kegiatan yang Leona jalani. Terkadang mengantar perempuan itu ke kantor saja, terkadang mengantar meeting dengan klien di luar hingga mengantar juga ke luar kota untuk pekerjaan. Dan semua berjalan normal.
Ethan tidak menyangka jika Leona ternyata adalah orang yang santai dan tidak semenyebalkan seperti sebelumnya. Dan Leona juga sangat loyal. Saat kembali dari meeting misalnya, meeting di restoran, Leona pasti selalu membeli makanan dari restoran, dan di bawa pulang untuk dibagi ke semua bodyguard nya yang bertugas di hari itu.
Setelah hari pertama bekerja dan Ethan bercinta dengan Leona. Ethan tetap bersikap biasa saja dan tidak menceritakan hal itu kepada siapapun, dan menganggap itu sebagai kesenangan sesaat saja karena saat itu Ethan tidak menampik jika dia juga membutuhkan seseorang untuk membantunya mengatasi ereeksi yang tidak bisa berakhir itu. Selama seharian itu, Ethan bercinta dengan Leona seolah tidak ada habisnya, karena Ethan tidak tahu kenapa pe'nis nya terus menegang. Dan beruntungnya Leona saat itu mengerti dan tetap dengan senang hati melayani nya. Dan ketika hari itu berakhir, baik Leona dan Ethan tidak pernah membahasnya. Mereka berdua beraktifitas seperti biasa secara profesional. Jika di tanya rasanya tentu sangat luar biasa, dan Leona juga begitu ahli untuk mengimbangi nya. Bahkan Leona lebih banyak bekerja sehingga Ethan tidak terlalu lelah dan sangat menikmati nya.
Pekerjaan ini juga tidak memakan begitu banyak tenaga, karena Leona hanya memberi Ethan tugas untuk mengantarnya ke kantor, ketika perempuan itu sibuk di kantor, Ethan hanya duduk di dalam mobil menunggu Leona pulang. Sehingga tidak terlalu melelahkan, kecuali saat Leona pergi berbelanja atau keluar dari apartemen dan kantor maka Ethan harus menjaga nya, memastikan perempuan itu baik-baik saja. Tetapi hal itu tidak setiap hari sehingga Ethan cukup menikmati nya.
Ethan menghentikan mobil tepat di depan pintu utama kantor Leona. Kaia sudah menghubungi nya agar segera bersiap karena Leona akan keluar sebentar lagi. Padahal ini belum jam pulang kantor, tetapi tentu sudah biasa Leona pergi sesuka nya meninggalkan kantor tanpa harus menunggu jam pulang.
.Benar saja, Leona dan Kaia keluar dari lobi. Dan pintu di buka oleh seorang laki-laki petugas keamanan. Leona masuk, begitu juga Kaia masuk dan duduk di sebelah Ethan. Sedangkan Leona di kursi belakang seperti biasa. Ethan langsung menjalankan mobil meninggalkan perkantoran Leona.
"Dia benar-benar tidak punya sopan santun, sikapnya selalu saja begitu, memaksa dan sesuka hatinya... " Gerutu Leona. Ethan melirik dari spion dan melihat wajah perempuan itu kesal dan tampak sedang marah, entah dengan siapa, Ethan tidak tahu.
"Aku memang tidak pernah bisa menghentikannya Na, aku harap kau mengerti. " Sahut Kaia.
"Bukan salahmu, memang dia yang tidak bisa menjaga attitudenya.. " Ucap Leona.
"Sekarang kalau ingin kemana???" Tanya Kaia.
"Aku malas pulang ke apartemen, karena aku yakin dia pasti akan mengejar ku..."
"Kau ingin ke apartemen ku???" Tanya Kaia lagi.
"Tidak....!!! Aku tidak mau mengganggu mu, kita pergi ke Fine Line, minta agar mereka kembali ke apartemen saja, kita pergi bertiga.. " Ucap Leona.
"Baiklah....!" Kaia kemudian menghubungi bodyguard yang mengikuti mereka di belakang agar kembali ke apartemen saja sementara dia dan Leona akan pergi keluar. "Axel....!! Kita keluar dari Seattle... Jalan saja nanti aku akan menunjukkan tempatnya... "
"Baik.. " Jawab Ethan. Dia tidak tahu dimana Fine Line itu, dan tempat apakah itu tetapi dia akan mengikuti saja arahan Kaia.
Fine line adalah tempat rahasia milik Leona. Sebuah rumah yang ada di tengah hutan tetapi dekat dengan laut. Leona membeli sebuah rumah disana, dan itu tidak di ketahuilah oleh siapapun selain Kaia. Bahkan bodyguard-bodyguard Leona yang sebelumnya juga tidak tahu, karena Leona setiap ke rumah itu pasti hanya di temani oleh Kaia. Entah kenapa Leona memilih mengajak Ethan, dia punya kepercayaan kepada lelaki itu.
"Kai... Kau ada janji dengan James kan hari ini??? Kau bisa pergi setelah mengantarku kesana, tinggalkan aku dan Ethan, dia yang akan menemaniku... Tidak apa-apa kan Ethan???? Kau menemaniku di FL??? Kaia harus pergi dengan kekasihnya nanti malam.. " Tanya Leona pada Ethan. "Apa kau ada janji juga???" Tanya Leona lagi.
"Oke, baguslah kalau begitu....!!! Kai kau bisa pergi dengan mobil ini.. "
"Thanks Na... " Ucap Kaia.
***
Sekitar satu jam, akhirnya mereka sampai. Ethan masih bingung kenapa dia harus membawa mobil masuk ke dalam hutan. Tetapi kemudian dia melihat sebuah rumah kecil dari sampin berwarna putih tetapi rumah itu sangat bersih dan terawat. Kaia meminta berhenti, lalu lekas turun dan membuka kan pintu mobil untuk Leona. Ethan juga turun dari mobil. Dia tampak terperangah melihat ada rumah di hutan yang cantik ini. Bahkan di depan rumah itu ada laut. Ini pertama kali nya Ethan melihat tempat secantik ini.
"Kau tidak apa-apa disini dengan Ethan???" tanya Kaia.
"It's okay... aku akan aman disini daripada harus mendengar omelan nenek lampir yang tidak berguna itu, lebih asik aku disini pesta bersama Ethan saja... Kau pulanglah, sebelum hari gelap.. " Ucap Leona.
"Hubungi aku jika butuh sesuatu... Besok pagi aku akan kesini.. "
"Ya... Sekrang cepat pergi, jangan membuat James menunggu lama.. "
Kaia mengangguk lalu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Leona serta Ethan. Leona mengajak lelaki itu untuk masuk.
"Kau bingung ya???" Tanya Leona.
Ethan tersenyum. "Ya, tempat apa ini??? Cantik sekali???" Tanya Ethan..
"Aku memberinya nama Fine Line, garis baik karena sangat cantik dan menenangkan, ini rumah rahasia ku, tidak ada orang yang tahu jika aku punya tempat cantik disini, hanya Kaia yang aku ajak kesini, dan yang kedua adalah dirimu, aku harap kau bisa menjaga mulutmu untuk tidak memberitahu rumah ini kepada siapapun.. Kau mengerti maksudku kan???"
"Ya... " Jawab Ethan. "Tetapi kenapa kau mengajakku??? Jika ini memang tempat rahasia mu..??" Tanya Ethan.
"Karena aku percaya padamu, ayo masuk.. "
Leona membuka pintu dan mengajak Ethan masuk ke dalam rumahnya. "Aku selalu kesini ketika aku butuh ketenangan, ini tempat yang paling nyaman menurutku, walaupun sederhana.. Tenang dan membuat pikiran menjadi segar.. " Ucap Leona sedih.