My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Tuan Haidee Meninggal



Beberapa hari kemudian


Leona dan Tuan Haidee keluar dari kantor kemudian mereka masuk ke dalam mobil. Ethan sudah menunggu mereka di luar. Leona dan Tuan Haidee baru saja selesai bekerja di kantor dan mereka akan langsung kembali ke apartemen.


Hari ini sangat sibuk sekali dan Tuan Haidee juga sempat memimpin meeting di kantor bersama dengan para pimpinan tinggi di perusahaannya juga Leona serta Kaia tentunya. Lagi_lagi Tuan Haidee disambut luar biasa oleh mereka karena mereka sangat menghormati Tuan Haidee dan senang Tuan Haidee bisa kembali bergabung di kantor dalam keadaan yang jauh lebih sehat.


Ethan melirik kesepian mobil di belakangnya dia bisa melihat wajah Leona yang berbinar. Begitu juga dengan Tuan Haidee. Ethan memastikan bahwa keduanya melewati hari ini dengan penuh kebahagiaan.


Selain itu kebahagiaan yang dirasakan Leona lainnya adalah pernyataan Cinta dari Ethan kepadanya beberapa hari yang lalu. Ethan sudah mengungkapkan perasaannya dan Leona sangat bahagia sekali. Begitu juga dengan Ethan, ia merasa sudah semakin dekat dengan Leona dan tidak ada lagi jarak di antara mereka. Ethan sangat menghargai perasaan Leona dan akan selalu berusaha untuk terus menjaga cintanya pada Leona. Ethan sangat beruntung bisa dicintai oleh perempuan seperti Leona. Leona sangat baik, perhatian serta memiliki ketulusan hati yang luar biasa yang selama ini belum pernah Ethan rasakan dari perempuan lain. Leona mau menerima segala kekurangannya dan mencintainya tanpa pamrih. Ethan sangat beruntung memiliki Leona dan ia tidak akan pernah menyakiti hati Leona.


"Papa ingin makan malam apa nanti???" Tanya Leona.


"Apa saja yang kau masak Papa akan memakannya." jawab Tuan Haidee.


Leona tersenyum. "Aku akan memasak sesuatu yang spesial untuk Papa.Ethan kau makan malam bersama kami ya???"


Ethan menggelengkan kepalanya. "Bukannya aku tidak mau tetapi rasanya tidak elok saja nanti kalau kau mengatur libur para Bodyguard yang lainnya, aku takut ada kecurigaan di antara mereka kau makan malam saja dengan papa, kita bisa melakukannya nanti Saat weekend."


"Oke, baiklah kalau kau tidak ingin makan malam bersama kami."


"Sebenarnya aku juga ada janji dengan temanku yang dulu tinggal bersamaku di Panti Asuhan Dia, sedang bermain ke sini dan mengajak bertemu makan malam."


"Oke tidak masalah kita bisa makan malam bersama nanti. Iya kan Pa???"  Tanya Leona.


"Ya tentu saja, Ethan juga pasti butuh waktu untuk dirinya sendiri, selama ini dia melayani kita dan dia selalu menuruti Keinginan kita, jadi biarkan kali ini kita memberikannya kebebasan untuk menikmati waktunya bersama temannya, masih ada hari lain untuk kita bisa makan malam bersama." Sahut Tuan Haidee.


****


Malam harinya Leona sudah selesai masak dan dia menikmati makan malamnya bersama dengan Tuan Haidee, mereka hanya berdua saja karena Ethan menolak untuk ikut. Ethan sudah ada janji dengan orang lain yaitu temannya.


Tuan Haidee sangat menikmati makan malamnya, masakan Leona selalu enak dan dia sangat menyukai masakan yang dibuat oleh putrinya itu. Seandainya dulu Leona bisa menyelesaikan sekolah masaknya mungkin Leona saat ini sudah menjadi seorang juru masak staupun mungkin Leona akan memiliki restoran sehingga Leona bisa mengaplikasikan ilmunya sekaligus hobinya. Hanya saja hal itu sampai saat ini belum tersalurkan dengan baik, Leona hanya mencoba menikmatinya dan menjadikan masak sebagai hobi saja tetapi Leona sama sekali tidak pernah mengeluhkan pekerjaannya saat ini dan justru Leona sangat menikmatinya itu terlihat dari bagaimana cara Leona selama ini menghadapi pekerjaannya.


"Leona sayang, boleh Papa minta sesuatu kepadamu???" Tanya Tuan Haidee.


"Tentu saja Pa. Papa ingin apa???"


"Papa ingin pancake vanila besok untuk sarapan, buatkan ya???"


Leona tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan semangat. "Tentu saja kalau itu yang Papa mau, Leona akan membuatkan pancake vanilla kesukaan Papa."


"Terima kasih sayang, rasanya kurang lengkap juga ya tidak ada Ethan Makan malam bersama kita.!"


"Iya Pa, tapi ya sudahlah aku juga tidak mau terlalu memaksa Ethan, dia juga butuh waktu untuk dirinya sendiri."


"Kau baik-baik ya bersama Ethan??? Kalian berdua juga harus jaga kesehatan jangan sampai sakit, bilang juga pada Ethan akan tidak telat makan."


"Iya Pa, nanti aku akan memberitahu Ethan, dia memang suka sembarangan dan selalu terlambat makan, terkadang saat pagi dia tidak sarapan. Itulah kenapa aku selalu membuat kan nya sarapan."


Tuhan Haidee tersenyum. "Kau pasti bahagia sekali setelah Ethan akhirnya mengungkapkan perasaannya kepadamu. Iya kan???"


"Ya Pa, Aku sangat bahagia sekali. Aku tidak menyangka Ethan akan mengungkapkannya secepat itu dan kami berjanji untuk bisa saling melengkapi satu sama lain. Terima kasih juga karena Papa selalu mendukung hubungan kamu kami. Sedikit banyak Ethan sepertinya terpengaruh dengan perhatian yang Papa berikan kepadanya, sehingga dia cepat menyadari perasaannya kepadaku, sebelumnya aku merasa bahwa Ethan sepertinya masih Bimbang dan masih meragu tentang cintaku, mungkin karena penghalang yang kami miliki begitu besar dan tinggi tetapi karena Papa memberikan Restu Papa dan lampu hijau, dia akhirnya mau meyakinkan dirinya sendiri dan mengungkapkan cintanya kepadaku. Aku senang sekali. Terima kasih Papa???" Ujar Leona.


"Sama-sama sayang. Papa selalu ingin melihatmu bahagia, dan Papa tidak ingin melihatmu bersedih, kau mencintai Ethan, dia mencintaimu, maka kalian harus saling membahagiakan satu sama lain, saling menguatkan ketika permasalahan sedang menghadang kalian, jangan sampai goyah??"


"Iya Pa." Ucap Leona.


Setelah selesai makan malam, mereka berbincang sebentar, kemudian Leona memberitahu Papanya bahwa sudah waktunya minum obat dan Papa nya juga harus beristirahat sehingga ketika besok bangun bisa segar kembali dan Leona senang Papanya meminta dibuatkan pancake vanilla besok. Leona tentu akan membuatnya sebagai menu sarapan mereka dia juga akan membungkuskan untuk Ethan.


Leona mengantar Tuan Haidee ke kamarnya kemudian memberikan obat dan vitamin untuk Papa nya itu supaya istirahat Papanya bisa nyenyak. Leona mengambil berapa obat untuk Tuan Haidee kemudian memberikan segelas air juga. Tuan Haidee pun meminum obat itu, Leona kemudian membantu membaringkannya di tempat tidur dan menyelimutinya.


"Papa istirahat ya??? Harus langsung tidur karena Papa besok harus bangun pagi, kita sarapan pancake vanilla lalu ke kantor lagi oke???"


Tuan Haidee tersenyum, dia menganggukkan kepalanya. "Papa senang kau banyak tersenyum akhir-akhir ini, kau terlihat bahagia. Ditambah lagi dengan hubunganmu bersama Ethan juga sudah ada kemajuan. Ingatlah karena harus menjaga diri dan selalu bersama tidak boleh bersedih satu sama lain harus saling menguatkan ketika badai sedang menerjang kalian berdua. Jaga diri baik-baik.."


"Iya Papa tenang saja. Papa akan selalu melihat kami berdua bahagia sekarang Papa tidur. Leona sangat mencintai Papa." Leona mengangkat selimut Tuan Haidee, menyelimuti Papanya itu kemudian menegcup kening Papa nya. "Leona sangat mencintai Papa!" Gumamnya. Leona kemudian mematikan lampu dan mengucapkan selamat malam Leona lalu meninggalkan kamar Tuan Haidee dan menutup pintunya, Tuan Haidee pun juga langsung tidur.


******


Leona membuat sarapan untuknya dan juga untuk Tuan Haidee. Ia bersemangat sekali setiap harinya setelah Tuan Haidee tinggal di sini bersama dengannya. Leona juga semakin bahagia menjalani hari-harinya bersama dengan Papanya dan beberapa hari ini Tuan Haidee membantunya di perusahaan sehingga Leona semakin mudah untuk berdiskusi serta berkonsultasi dengan Papanya itu. Tuan Haidee juga semakin bersemangat setiap harinya meskipun Leona tidak terlalu memaksakannya untuk bekerja full seharian, ketika Tuan Haidee merasa lelah dan meminta diantar pulang, Leona pun memahami hal itu dan mengijinkannya pulang.


Tuan Haidee juga selalu memberikan nasihat dan petuah yang sangat dibutuhkan oleh Leona dan juga Ethan, hubungan Tuan Haidee dengan Ethan memang sudah tidak perlu dirakukan lagi, mereka sudah sangat dekat dan juga layaknya seorang ayah dengan anak. Leona tidak menyangka jika Papanya menyuruh Ethan untuk memanggilnya dengan panggilan Papa. Hal itu membuat keduanya semakin lengket lagi dan seolah tidak ada sekat di antara mereka, mengobrol santai tetapi Ethan juga tetap menunjukkan rasa hormatnya terhadap Tuan Haidee, semuanya sangat menyenangkan bagi Leona.


Leona membuat pancake vanilla kesukaannya dan juga menjadi kesukaan dari Tuan Haidee. Leona juga akan membungkuskannya untuk Ethan, supaya lelaki itu bisa memakannya nanti saat sudah selesai mengantarnya ke kantor. Leona sudah meminta Ethan untuk tidak sarapan di rumah karena dia akan membuatkan sarapan untuk lelaki itu.


Leona mengetuk pintu kamar Papa nya. "Pa......!!!" Panggil Leona. "Leona masuk ya???" Tanya Leona tetapi tidak ada jawaban dari dalam. Leona membuka pintu yang memang tidak dikunci oleh nya tadi malam karena memang itu biasa dia lakukan saat mengantar Papanya ke kamar.


Leona melihat Tuan Haidee masih terbaring di tempat tidurnya. Leona tersenyum dan mendekati Papa nya Itu. Leona memegang lengan Papa nya dan Leona terlonjak ketika mendapati suhu tubuh Tuan Haidee sangat dingin sekali. " Pa...... Papa....." Panggil Leona sembari menggoyang-goyangkan tubuh Tuan Haidee tetapi tidak ada gerakan dan Leona kembali memegang tangan Papa nya Itu. Tangan Tuan Haidee sangat dingin sekali. Leona terlihat panik dan ia mulai meletakkan telapak tangannya di dahi dan kening Tuan Haidee juga sangat dingin sekali.


"Papa bangun Pa.... Papa jangan membuat Leona panik Pa....!!" Leona kini mencoba mendekatkan dua jarinya ke hidung Tuan Haidee tetapi ternyata Tuan Haidee tidak bernafas. Leona semakin panik dan terus menggoyang tubuh Tuan Haidee sambil memanggil namanya papa nya. " Papa...... Papa bangun Pa.....! Leona panik dan dia mulai menangis sambil memeluk Tuan Haidee lagi. Tetapi dia juga tidak mendengarkan detak jantung dari Papanya.


"Papa..... Papa.......!!!!!" teriak Leona. "Papa..... bangun Pa... Tolong Pa jangan tinggalkan Leona.... Papa bangun Papa bangun..... Pa..." Leona menangis dan menjerit karena dia sudah tidak merasakan apapun dari Tuan Haidee. Leona kemudian berlari keluar dari kamar Papanya dan mengambil ponselnya. Leona langsung menghubungi Ethan saat itu juga.


Hanya dalam dua kali deringan, telepon itu langsung diangkat oleh Ethan. "Ya halo Nona Leona???" ucap Ethan. "Mobilnya sudah siap, apa anda ingin turun sekarang???" Tanya Ethan dengan bahasa formal karena memang dia ada bersama dengan teman-teman bodyguard-nya yang lain.


"Ethan......!!!!!" teriak Leona sembari menangis dan sesenggukkan.


"Kenapa????" tanya Ethan.


"Papa.... Ethan Papa.... Cepatlah ke sini!!!! Ayo bawa Papa ke rumah sakit.." ucap Leona dengan terisak bercampur panik.


Mendengar itu. Ethan pun terperangah, kemudian ia bergegas berlari ke lift mengajak temannya yang lain memberitahu jika Leona menangis.


"Oke oke oke... Beri aku akses naik ke atas..." ucap Ethan, kemudian dia melihat ke teman-temannya. Ayo ke atas... Sepertinya terjadi sesuatu dengan Tuan Haidee.." ucap Ethan memberitahu teman-temannya kemudian dia bersama dua orang temannya pun berlari ke lift sedangkan yang satunya lagi menyiapkan mobil.


mereka masuk ke dalam lift dan Leona memberikan aksesnya untuk bisa masuk ke apartemen itu.


Sampai di atas mereka langsung masuk ke dalam apartemen dan mendengar tangisan Leona dari dalam kamar. Ethan dan teman-temannya pun lari menuju kamar itu, saat masuk mereka melihat Leona menangis sembari memeluk tubuh Tuan Haidee yang ada di atas tempat tidur. "Kenapa...... Kenapa dengan Tuan Haidee.." tanya Ethan yang juga panik.


"Aku sejak tadi membangunkan Papa tetapi tidak ada gerakan sama sekali dan tubuh Papa juga dingin, jantung yang sudah tidak berdetak. Begitu juga dengan nafasnya. Aku takut sekali????


Ethan pun mendekat dan mencoba memeriksa Tuan Haidee, suhu tubuhnya memang sudah dingin dan wajah Tuan Haidee juga terlihat sudah pucat, tidak ada nafas yang keluar dari hidungnya, jantungnya juga sudah tidak berdetak. Ethan berusaha untuk memberikan pertolongan pertama dengan memompa jantung Tuan Haidee. ia mencoba beberapa kali tetapi tidak ada perubahan yang terjadi.


"Ayo bawa Papa ke rumah sakit." Rengek Leona, perempuan itu terisak dengan begitu pedihnya dan sangat ketakutan sekali. Ethan hanya menghela nafasnya, dia tidak tega menyampaikan ini kepada kekasihnya itu bahwa Tuan Haidee sudah meninggal dunia.


Salah seorang Bodyguard menghubungi ambulans untuk membawa Tuan Haidee ke rumah sakit. Ethan bingung sekali dan dia tidak tega menyampaikan kepada Leona dia pun mencoba untuk menenangkan Leona.


"Ethan , Papa akan baik-baik saja kan???" Tanya Leona. Ethan pun terdiam untuk beberapa saat dan dia menggelengkan kepalanya penuh penyesalan seolah ingin meminta maaf kepada Leona bahwa Tuan Haidee memang sudah pergi meninggalkan mereka.


Setelah menghubungi ambulans bodyguard yang lain juga menghubungi Kaia dan memberitahu keadaan yang terjadi saat ini. Leona kembali memeluk Tuan Haidee lagi dan menangis memanggil Papanya itu. Leona terus berteriak memanggil namanya juga menyuruhnya untuk membuka mata. Leona belum bisa menerima kenyataan bahwa Tuan Haidee akan meninggalkannya, sehingga dia terus berusaha memanggil namanya bahkan terus menggoyang-goyang tubuh Tuan Haidee. "Papa bangun Pa, jangan tinggalkan Leona Papa .... Jangan mengerjai Leona. Papa bangun Pa??? Leona sudah membuatkan Papa pancake vanilla seperti yang Papa minta tadi malam, Papa ingin dibuatkan pancake kan??? Leona sudah membuatkannya, ayo Papa bangun kita harus ke kantor!! Papa mandi dulu! Ayo Pa bangun, kita sarapan dan pergi ke kantor. Papa bangun Pa???"


Ethan hanya terdiam, tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini. Tuan Haidee sudah meninggal kan Leona juga meninggalkan dirinya. Ethan memejamkan matanya mengingat semua kenangannya bersama Tuan Haidee, hubungan mereka sudah begitu dekat dan bahkan Tuan Haidee juga memintanya untuk dipanggil Papa tapi saat ini Tuan Haidee sudah tidak bernyawa lagi. Ethan bisa merasakan kepedihan yang mendalam serta bisa merasakan ketakutan Leona. Ethan ingin menguatkan Leona tetapi situasinya saat ini ada teman-temannya yang lain, dia tidak mungkin memeluk Leona meskipun dia sebenarnya ingin sekali dan Ethan benar-benar serba salah dalam keadaan ini.


"Nona Kaia akan ke sini segera..." ucap salah satu Bodyguard kepada Ethan.


"Baguslah kalau begitu." Ethan mendekati Leona dan memegang pundak perempuan itu. "Nona Leona percuma, Tuan Haidee sudah meninggalkan kita semuanya.."


"Tidak Ethan, Papa belum meninggalkanku, Papa masih tidur, Papa pasti kelelahan karena bekerja kemarin. Papa belum meninggalkanku...!"


Ethan memegang kedua bahu Leona dan membantu perempuan itu berdiri. Leona benar-benar terisak penuh kesedihan isakannya terdengar begitu pilu membuat Ethan ingin memeluknya tapi Ethan mencoba menahan diri hingga beberapa detik kemudian justru Leona lah yang memeluknya. Ethan sempat terkejut karena mereka ada di depan Bodyguard yang lain tetapi Ethan berusaha untuk menenangkan Leona mungkin Leona benar-benar butuh seseorang untuk meluapkan kesedihannya. Ethan pun membalas pelukan Leona tetapi tetap dalam batas yang normal supaya tidak menimbulkan kecurigaan. "Tenanglah Nona Leona." ucap Leona.


Bodyguard memberitahu jika ambulans sudah tiba dan butuh akses untuk naik ke atas akhirnya kita mencoba membawa Leona ke depan sehingga bisa memberi akses masuk ke dalam apartemennya.


Setelahnya beberapa petugas masuk membawa tandu dan mereka di Arahkan ke kamar Tuan Haidee. Mereka pun masuk dan memeriksa kondisi Tuan Haidee dan hasilnya sama seperti yang di katakan Ethan, mereka menjelaskan jika Tuan Haidi sudah meninggal dunia dan sepertinya sudah meninggal dunia beberapa jam yang lalu melihat dari kondisi tubuh Tuan Haidiiyang sudah dingin dan pucat.


Mendengar itu Leona pun langsung berteriak histeris, dia enggan menerima kenyataan itu dan terus mengatakan bahwa Papanya masih hidup dan Papanya hanya tidur saja karena tidak mungkin Papanya meninggalkannya begitu cepat. Ethan pun mencoba untuk menenangkan Leona hingga tidak lama Kaia juga datang. Kaia melihat keributan yang terjadi. Dia berlari dan langsung memeluk Leona untuk menenangkan sahabatnya itu. Kaia mencoba bertanya kepada EtHan dengan bahasa isyarat ikan pun menganggukan kepalanya sembari memejamkan matanya seolah mengatakan bahwa Tuan Haidee memang sudah tidak ada atau meninggal dunia.


Kaia memejamkan matanya dan dia menangis sambil memeluk Leona. Dia meminta Leona untuk tenang dan juga menyuruh para petugas ambulans itu untuk membawa Tuan Haidee ke rumah sakit dan di otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya karena tentu mereka harus mendapatkan Laporan mengenai kesehatan tuan Haidee mengingat beberapa hari ini Tuan Haidee dalam keadaan yang sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya. Akhirnya tuan Haidi pun di angkat ke tandu dan dibawa ke rumah sakit. Kaia terus memeluk Leona dan menenangkannya kemudian ia bersama Bodyguard yang lainnya pun turun dan mengikuti ambulans di belakang.


Leona terus menangis dan Kaia memeluknya. Ia berusaha untuk menenangkan dan menghibur sahabatnya itu. Hati Leona saat ini benar-benar hancur sekali mendapati kenyataan bahwa Papanya telah meninggalkan dia untuk selama-lamanya. Semalam mereka masih tertawa, mengobrol kan banyak hal tapi tiba-tiba ini seperti sebuah bom yang meledak. Papanya pergi dan dia tidak tahu kapan tepatnya serta dia tidak ada bersama dengan Papa nya di detik-detik terakhir. perasaan Leona benar-benar hancur tidak tersisa sama sekali.


"Kai tidak mungkin kan Kai, Papa meninggalkanku, tadi malam aku masih mengobrol dengannya, aku masih bercanda dengannya bahkan dia membantuku menyiapkan makan malam, dia juga memintaku agar membuat pancake untuk sarapannya, aku sudah membuatnya tetapi kenapa dia tidak mau bangun Kai??? " Leona menangis dipelukan Kaia. Isakkannya Terdengar sangat memilukan. Ethan yang mengemudikan mobil hanya terdiam dan mencoba untuk membuat dirinya juga percaya bahwa saat ini Tuan Haidee memang sudah meninggal dunia.


"Kau harus ikhlas, ini sudah menjadi jalan dan takdir Tuhan dan saat ini Tuan Hadee pasti tidak akan merasa sakit lagi, setidaknya kau diberi kesempatan untuk bisa membuatnya bahagia beberapa hari ini." Ucap Kaia.


"Kenapa hanya beberapa hari saja Kai??/ Kenapa Tuhan tidak memberikan waktu yang lebih lama lagi agar aku bisa. Menikmati waktuku dengan Papa lebih lama lagi??? kenapa Tuhan cepat sekali mengambilnya, aku belum sepenuhnya bisa membahagiakannya, aku belum melakukan semua yang dia inginkan. Aku ingin punya waktu lebih lama lagi bersama dengan Papa."


"Kita tidak bisa melawan yang takdir yang Tuhan sudah gariskan kepada kita, kita hanya harus bisa menerima semuanya dengan ikhlas serta sabar. Kau juga harus melanjutkan hidupmu dan berusahalah untuk membahagiakan Tuan Haidee dengan caramu di sini, menjalankan apa yang sudah dia tinggalkan, kalau kau terus menangis dan bersedih tentu perjalanannya ke surga juga akan mengalami kesulitan, jadi kau harus mulai mengikhlaskannya dia pasti tidak ingin membuatmu sedih dan kau juga tidak sendirian ada aku yang selalu bersamamu dan ada juga Ethan kami akan menghiburmu." ujar kaia.


Ethan merasa sangat bahagia sekali beberapa hari terakhir ini, dia melewatkan waktu yang baik bersama dengan Tuan Haidee. Bahkan ia merasakan bagaimana bisa memanggil seseorang dengan panggilan Papa yang selama ini tidak pernah Ethan lakukan. Tuan Haidee adalah seseorang yang sangat baik dan juga sangat menyayanginya, ada kebahagiaan baru yang Ethan rasakan, dia bahkan berpikir akan memiliki waktu yang lama dengan Tuan Haidee mengobrol,makan bersama, bercerita dan berbagi kisah. sayangnya saat ini semuanya sudah berakhir Tuan Haidee sudah meninggalkannya dan juga Leona.


.Tiba-tiba saja Ethan teringat dengan semua pembicaraannya dengan Tuan Haidee, juga pesan-pesan yang disampaikan oleh pria itu di mana Tuan Haidee ingin Ethan bisa menjaga Leona dan juga membahagiakan Leona serta tidak membuat Leona sedih. Ethan sudah berjanji untuk melakukan itu pada Tuan Haidee sehingga saat ini Tuan Haidee sudah tiada membuatnya harus menepati janjinya. Ethan harus bisa membahagiakan Leona dan tidak menyakiti perempuan itu. Ethan saat itu membuat janji tidak atas paksaan siapapun melainkan memang benar-benar tulus dari hatinya dan keadaannya saat ini berbeda membuatnya harus bisa menunaikan janji yang sudah dia buat pada Tuan Haidee.


"Iya sayang, kita harus sabar kepergian Papa. Papa dia ingin melihatmu selalu bahagia serta tidak boleh bersedih jadi kita harus melepaskannya dengan perasaan yang ikhlas sehingga dia bisa pergi dengan tenang, menangisinya tidak akan membuat dia kembali lagi hanya keikhlasan yang bisa mempermudah jalannya." Ujar Ethan.