My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Bertemu Tuan Haidee



"Ethan.....!!!??? Bangun...!!" Leona menggoyang bahu Ethan yang sedang tidur memeluk nya.


Ethan me gerakan matanya dan menatap Leona. "Kenapa????" Tanya Ethan dengan suara berat.


"Papa mengirim pesan dan sedang bersiap untuk menemui kita, kita harus bersiap dan ke restoran lebih awal.. " Ucap Leona sembari menguap. Dia dan Ethan tidur setelah percintaan panas mereka.


"Ah iya....!!" Ethan melepaskan pelukannya pada Leona dan bangkit. Dia mengusap wajahnya dan perasaannya sangat luar biasa bahagia sekali. Leona juga bangun dan memeluk Ethan, menyandarkan kepala nya di dada bidang lelaki itu.


"Bagaimana tidurmu???" Tanya Leona pada Ethan.


"Sangat nyenyak, meskipun hanya satu jam, bangun aku menjadi segar dan juga bersemangat... Aku membuka mata dan ada kau di sebelahku, itu sesuatu yang menyenangkan.. " Ethan mengecup dahi Leona.


"Jika bisa, kita harus seperti ini setiap hari, itu pasti menyenangkan sekali... " Ujar Leona.


"Jika setiap hari bagaimana caranya???? Bahkan untuk berjalan berdua saja kau harus menyembunyikan wajahmu dan pergi bersembunyi seperti pencuri.. Hahahaha.. " Ethan tertawa dan dia langsung mendapatkan cubitan dari Leona di pinggangnya.


"Dih kau jahat sekali.... Itu kan untuk saat ini, tetapi tidak untuk nanti kan??? Kita pasti akan bisa seperti orang lain tanpa harus bersembunyi."


"Bagaimana dengan Nyonya Haidee???" Tanya Ethan. "Aku yakin seratus persen dia tidak akan menyukai hubungan ini..."


"Memang nya Aku peduli???? Jika Papa sudah menyukai mu, Mama bisa apa??? Aku punya kehidupan dan pilihan kemana Aku harus menempatkan diri dan memutuskan jalan mana yang akan Aku pilih.. Aku sama sekali tidak peduli, dan aku akan menentang Mama.." U jar Leona.


"Jadi mau akan melawan wanita yang sudah melahirkanmu???" Tanya Ethan.


"Bukan melawan, tapi Aku hanya akan menuruti kata hatimu, bukan karena paksaan orang lain... Mama memang sudah melahirkanmu, dan aku selalu berusaha untuk tidak durhaka kepadanya, Aku hanya ingin mencari kebahagiaan untuk diriku sendiri jadi apa itu adalah sebuah kesalahan????" Tanya Leona. Tetapi Leona tidak butuh jawaban untuk pertanyaannya itu. Leona mendongak menatap Ethan. "Bahkan jika bisa, aku ingin hubungan kita tidak hanya sekedar hubungan yang biasa saja, tetapi Aku ingin ada komitmen di dalam nya. Ya, itu memang masih jauh tetapi Aku hanya ingin bilang padamu bahwa jika hubungan kita berhasil, Aku ingin kita berdua mengikat dan berkomitmen satu sama lain..!" Ujar Leona sembari tersenyum. Sebenarnya saat ini pun dia ingin sekali langsung melakukannya mengingat dia sangatlah mencintai Ethan, hanya saja Leona sadar diri bahwa dia harus memberi Ethan waktu untuk bisa menerima nya sepenuhnya. Saat ini Ethan masih belum sepenuhnya dan Ethan pasti masih merasakan luka yang begitu dalam atas pengkhianat an yang di lakukan oleh Gemma. Hanya saja Ethan terlihat biasa saja dan tidak terlalu menunjukkan kesedihannya. Tetapi di dalam hati Ethan pasti terasa sangat sakit sekali. Leona ingin membantu Ethan menyembuhkan luka itu secara perlahan.


Sementara itu Ethan hanya memandang Leona dalam diam. Perempuan yang ada di depannya itu benar-benar memiliki ketulusan yang luar biasa kepada nya. Saat ini Leona bahkan menjadi pengobatan luka nya atas apa yang di lakukan oleh Gemma kepada nya. Leona mampu membuat kesakitan nya tidak terlalu di rasa. Apa yang di lakukan Gemma sangatlah melukai hatinya yang paling dalam. Akan tetapi dia tentu tidak bisa menangis di depan orang lain untuk melupakan segala kesedihan dan juga hati nya sangat hanv6ur sekali. Karena oengharapan nya kepada Gemma begitu besar tetapi semua orang bisa menyusun mimpi dan harapan nya, akan tetapi takdir dan nasib Tuhan lah yang akan menentukan nya nati, akan di bawa kemana semua itu pergi.


Leona mendongak, memegang kepala Ethan, mendekatkan wajah lelaki itu ke wajahnya dan.langsung mencium bibir Ethan yang terbuka dan menyelipkan Iidahnya ke dalamnya. Liidah mereka bertautan, hangat dan basah. Bibir Leona mencium bibir Ethan tanpa ampun, mencecap setiap sisinya. Sambil berciuman, Leona mencoba memasukkan tangannya ke ceIana Ethan dan menyentuhkan jemarinya ke miIik Ethan.


Leona merasakan kekerasan yang hangat di telapak tangannya, dengan lembut Leona menariknya keluar. Leona turun dari sofa dan berjongkok di depan Ethan.


Leona menggenggam milik lelaki itu dan Ethan memejamkan matanya dan berteriak pelan, perasaan bahwa Ethan benar-benar mulai menikmati atas sentuhannya membuat Leona merasa senang.


Sambil terus berciuman jemari Leona bereksplorasi di milik Ethan, dan lelaki itu membiarkannya sebebas-bebasnya. Akhirnya, Leona melepaskan ciumannya lalu dia menatap tajam Ethan, mata Leona berkabut yang penuh keinginan. Leona tersenyum lalu membungkukkan badannya tepat didepan milik Ethan, bibir Leona terbuka dengan penuh kepemilikan ingin mencecap milik lelaki itu.


Leona menggerakkan kepalanya naik turun menikmati apa yang ada di dalam muIutnya. Ethan menyandarkan kepalanya dengan mata terpejam merasakan sensasi luar biasa yang dilakukan Leona sambil terus meracau keenakan. Ethan kemudian mengumpulkan rambut Leona dan menggenggam dengan jemarinya lalu menarik dan mendorong kepala Leona agar mulut perempuan itu bisa menguIum miliknya lebih dalam lagi.


Leona mengangkat kepalanya lalu mendongak melihat Ethan sambil terbatuk-batuk dan kemudian tersenyum.


"Kau sepertinya selalu menikmatinya, oke sekarang giliranku" geram Ethan serak lalu mendorong Leona hingga perempuan itu terbaring di bawahnya. Ethan tengkurap dibawah Leona, kemudian perempuan itu menekuk kedua Iututnya menandakan dia sudah sangat siap.


Ethan sudah berani dan dia menciumi milik Leona dan mulai menjelajah dengan Iidahnya, membuat Leona melengkungkan puunggungnya di atas sensasi yang menyiksanya tanpa ampun. Ethan menciuminya, dan menyiksanya dengan goodaannya yang sangat ahli, ada perasaan aneh yang menjaIar di tubuhnya. Seperti geIenyar aneh yang bergulung-gulung, terasa seperti arus listrik yang mengalir dari Iidah Ethan, dan menjadi semakin hangat ketika menyatu di pusat dirinya.


Leona tersikap merasakan hembusan napas panas di pusat dirinya.


Sekali lagi Leona meIengkungkan punggungnya lagi dan setengah berteriak merasakan sensasi itu. Sensasi sentuhan bibir dan Iidah Ethan di pusat dirinya, dengan hembusan nafas yang hangat. Hangat bertemu hangat dan Leona benar-benar mulai terbakar.


Pandangan Leona menggelap karena sensasi kenikmatan yang tak tertanggungkan, Leona juga tidak berhenti meracau.


Dan ketika Ethan masih bermain-main, Leona sudah terbaring Iemas, dan tak berdaya dengan nafas terengah-engah. Ethan menaikkan tubuhnya menahannya dengan kedua lengannya lalu meraangkak naik diatas tubuh Leona lalu mengecup bibirnya. Dada bidangnya menggeesek daada Leona dan Leona bisa merasakan milik Ethan yang keras menyentuh pahanya, mengerti apa yang paling diinginkannya. Ethan menempatkan dirinya dengan begitu tepat.


"Ahhhhh...." Leona merasakan tubuh Ethan yang keras dan hanga menyatu dengan tubuhnya, memberikan sensasi yang begitu luar biasa, Leona sendiri tidak bisa mendeskripsikannya dengan kata-kata, Ethan selalu membuatnya merasa puas dan lelaki itu sangat nikmat.


“Kau ingin kita menghabiskan waktu disini selama dua harii??? Aku siap.." Ucap Ethan merasakan tubuh Leona yang panas, Iembut, halus, dan membungkusnya dengan rapat, menggodanya untuk mencapai kepuasan yang tidak terhingga.


Ketika Ethan mulai bergerak, Leona sangat menikmatinya. Semua ini terlalu nikmat untuk ditanggungnya, dia tak bisa menjangkau kesadarannya lagi, hampir membuat gila karena akhirnya menyerah dalam pusaran kenikmatan yang diberikan Ethan.  Ethan menundukkan kepalanya, lalu mencium lagi bibir Leona dengan poosesif, saling bertaautan menikmati satu sama lain, dan Ethan menghujamkan dirinya dalam-dalam. Leona melingkarkan kedua kakinya dipunggung Ethan dan laki-laki itu bergerak dengan lembut, lama-lama menjadi sedikit lebih cepat dan sangat cepat.


Sampai kemudian, Ethan membawa Leona melewati pusaran gelombang semakin meningkat hingga guncangan ledakan menerjang mereka berdua. Menyatukan mereka dalam satu titik kenikmatan.


Ethan mengangkat tubuhnya dari Leona yang terengah-engah, dengan pikiran masih berkabut karena Iedakan itu. Mereka beristirahat sejenak sampai beberapa menit kemudian milik Ethan mulai menegang lagi karena efek pil itu, mereka pun melakukan penyatuan lagi dengan berbagai gaya, terkadang Leona yang diatas untuk mengimbangi Ethan agar lelaki itu tidak merasa kelelahan.


Setelah bercinta, Leona perlahan beranjak dari tempat tidur dan akan bersiaplah untuk ke restoran dan menunggu Papa nya datang lalu makan siang bersama dengan Ethan juga. Kali ini Leona kembali berharap Papa nya akan benar-benaar memberikan restu untuknya dan Ethan.