
Vino, Arindah dan Naufal memasuki pesawat. Vino kembali meminta Aditya, orang tua Kyros agar mengirimkan pesawat untuk menjemput mereka. Vino ingin Naufal merasa nyaman selama perjalanan kembali ke Indonesia, mengingat Naufal juga masih dalam tahap pemulihan. Dan pesawat milik Aditya memiliki fasilitas yang bagus, bahkan ada kamarnya juga sehingga kamar itu bisa di gunakan oleh Naufal untuk beristirahat dengan nyaman.
Naufal duduk di dekat jendela. Dia duduk diam menatap keadaan di luar dari jendela. Dia sudah memutuskan untuk meninggalkan kota dan negara ini dan tinggal bersama orang tua nya di Indonesia. Yang artinya dia harus meninggalkan semua hal yang ada disini termasuk Leona. Setelah menerima pesan Kaia, setiap hari Naufal berpikir keras dan dia selalu ingin melihat Leona bahagia. Sejak kehadirannya, hidup Leona semakin memburuk dan permasalahan Leona dengan Nyonya Haidee juga semakin pelik.
Naufal memejamkan matanya dan menunduk dengan sedih. "Maaf Leona, semua memang harus berakhir sampai disini, kau harus bahagia, dan aku juga akan menjalani hariku dengan keluarga ku disini." Gumam Naufal dengan sedih.
Arindah menyentuh lengan suami nya, memberi isyarat agar Vino melihat ke arah Naufal yang tampak sedih. Mereka bertiga sedang duduk berhadapan, dan sejak masuk ke pesawat ini Naufal hanya diam dan duduk dengan wajah murung. Arindah tahu bahwa putranya itu sedang dalam dilema yang besar. Naufal memutuskan untuk pulang bersama nya dan meninggalkan tempat yang telah memberikan banyak kenangan dan penghidupan selama ini.
Arindah beberapa waktu yang lalu bertanya lagi kepada Naufal apakah putranya itu yakin ingin ikut pulang ke Indonesia dan Arindah juga menanyakan perihal Leona. Jika Naufal mau, dia bisa berbicara dengan Vino agar mengijinkan Naufal pergi ke Seattle dan mencari keberadaan Leona lebih dulu, agar mereka bisa saling berbicara, sebelum berpisah, akan tetapi Naufal menolak, dia tidak mau ke Seattle untuk menemui Leona. Naufal tidak ingin terjadi masalah baru lagi, dia sudah memutuskan mengakhiri hubungannya dengan Leona dan berjanji tidak akan mengganggu nya. Itu yang bisa dia lakukan untuk membuat kehidupan Leona lebih baik lagi. Naufal tidak mau mengambil resiko besar untuk keselamatan Leona.
Ada perasaan sedih di hati Arindah, karena Naufal nya telah megalami begitu banyak hal buruk yang menyakitkan selama ini. Putra nya di remehkan oleh orang lain, harga dirinya di injak-injak dan dia menerima perlakuan tidak adil hanya karena Naufal tidak setara dengan mereka dalam segi materi. Tetapi Arindah ataupun Vino tidak memberitahu Naufal jika mereka berdua sudah mengetahui semua kehidupan Naufal selama ini dari penyelidikan William. Bagi mereka berdua ini sudah cukup, ke depannya tidak akan ada lagi yang bisa mengolok dan merendahkan Naufal. Bahkan Vino sudah berjanji bahwa dia akan menjadikan Naufal sebagai pribadi yang baru dan memiliki harga diri yang tinggi.
Arindah memegang tangan Naufal. Dan Naufal tersadar dari lamunannya lalu memandangi Mama nya dengan senyuman. "Apa kau baik-baik saja???" Tanya Arindah.
"Aku baik Ma." Gumam Naufal.
"Lalu kenapa melamun???"
Arindah tersenyum. "Pasti berat ya??? Karena kenanganmu sangat banyak disini???'
"Iya Ma, tapi aku harus bertemu dengan keluarga ku dan berkumpul dengan mereka setelah terpisah begitu lama, kenangan disini akan abadi dalam memoriku, jadi saat ini aku harus membuat cerita dan kenangan yang baru bersama kalian."
"Kalau kondisi mu sudah benar-benar pulih, dan Papa ada waktu luang, kita akan kesini lagi, Papa sudah janji padamu kan bahwa Papa dan Mama juga ingin datang ke panti asuhan tempatmu di besarkan dulu, Papa dan Mama punya hutang budi kepada tempat itu, dan harus berterima kasih kepada pengasuh disana karena sudah menjagamu dengan baik dulu, kita akan kesana nanti, sekarang kita harus ke Indonesia dulu, Papa sudah meninggalkan pekerjaan Papa hampir satu bulan, kantor butuh Papa. Aku harap kau mengerti." Ujar Vino.
"Iya Pa, aku sangat mengerti, dan aku juga sudah menghubungi pengasuh ku di sana bahwa aku sudah menemukan keluarga kandungku dan aku akan pulang bersama mereka, para pengasuh di panti sangat senang sekali, dan mereka juga berharap nanti bisa bertemu dengan Papa dan Mama."
"Kita akan kembali kesini lagi nanti, Papa janji."
"Terima kasih Pa...!!!"
Kemudian ada pengumuman jika pesawat akan mulai take off dan meninggalkan bandara.
*****