
Rana mundur satu langkah dengan mulut terbuka, dia seolah enggan mempercayai apa yang di lihatnya tadi. Dia masih coba mengingat dan dia pun langsung teringat dimana dia pernah mendapati tanda lahir itu.
"Mama.. Ayo masuk.. " Ajak Sanne dan dia menutup kembali pintu rumah.
Rana seperti terpaku untuk sesaat. "Mama....!!" Panggil Sanne. Dia langsung menepuk bahu Rana. "Ma...??"
Rana membuka lagi pintu dan berlari keluar tetapi dia tidak lagi mendapati Ethan. Karena Ethan sepertinya sudah pergi. Sanne yang bingung langsung menghampiri sangat Mama. "Mama kenapa????" Tanya Sanne bingung tetapi Rana hanya menatap ke arah jalanan. Tanpa menjawab pertanyaan nya.
Sedetik kemudian, Rana justru menangis dengan menutup mulutnya. Airmata mulai membanjiri pipi nya. "Mama..... Mama kenapa????" Sanne mulai panik melihat Mama nya menangis tanpa sebab. "Mama please, katakan Mama kenapa?? Apa yang Mama lihat??? Jangan membuatku bingung...."
Rana mulai terisak, dan karena bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan Mama nya. Sanne pun mengajak Mama nya untuk masuk dan menenangkan diri di dalam rumah. Sanne meminta Mama nya duduk di sofa yang ada di ruang tamu dan kemudian berlari ke dapur mengambilkan minum. Sanne menyodorkan segelas air kepada Rana tetapi Rana tidak mau meminumnya dan isakannya semakin menjadi-jadi.
"Mama... Mama kenapa??? Jangan seperti ini dong Ma??? Sanne bingung kalau Mama diam seperti ini...???" Ucap Sanne. Dia kemudian berdiri dan meninggalkan Rana.
Sanne mengambil ponselnya dan dia mencari kontak Papa nya. Sanne menghubungi Vitto, tetapi tidak kunjung di angkat. Sanne cukup kesal tetapi kemudian dia menghubungi Vineet.
"Halo Neet.... Kau dimana sekarang???" Tanya Sanne langsung ketika panggilannya di angkat.
" Ini Gienka Ne, Vineet sedang di toilet.. Kami sedang makan siang di restoran... " Jawab Gienka.
"Kak Gie, bisakah kakak mengajak Vineet pulang??? Mama.... Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi Mama kak??? Please kalian segera pulang, aku bingung dan takut kak...!!" Suara Sanne terdengar panik dan ketakutan.
"Kenapa??? Ada apa???" Tanya Gienka.
"Aku tidak tahu, tapi Mama seperti orang shock, please cepat pulang.. Aku takut..."
"Oke... Oke... Kami akan segera pulang, kau tenang lah, kami sampai dalam 30 menit.... "
"Iya, cepat, Papa tidak mengangkat telepon ku... "
"Oke.. Tunggu, jangan panik..."
"Iya kak... " Sanne menutup panggilannya dan dia kembali menghampiri Rana. "Mama please, minum dulu, supaya Mama tenang... Dan Mama katakan saja apa yang sebenarnya terjadi??? Jangan membuat Sanne bingung dong Ma???"
Ponsel Sanne berbunyi dan itu adalah panggilan dari Vitto. Sanne pun mengangkatnya dan meminta Vitto agar segera kembali. Sama seperti yang Sanne katakan pada Gienka tadi. Vitto harus segera pulang karena dia bingung dengan kondisi Mama nya saat ini yang terus menangis tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
***
Gienka dan Vineet ternyata lebih dulu sampai di rumah. Dan Sanne membuka pintu. Sanne terlihat sangat panik karena sejak tadi Mama nya hanya terus menangis dan masih belum mau bicara. Gienka dan Vineet menghampiri Rana dan mereka langsung duduk berlutut di depan Rana. "Aunty??? Kenapa??? Ada apa????" Tanya Gienka. Gienka berdiri dan mencoba memeriksa keadaan Rana, dengan menyentuh kening Rana yang ternyata suhu nya normal, takut jika Rana demam.
"Kenapa kak??? Bagaimana awalnya???" Tanya Vineet pada Sanne.
"Aku tidak tahu, Tiba-tiba Mama seperti ini, tadi aku memesan pizza dan Ethan yang mengantarnya kesini, kami mengobrol dan semua nya baik-baik saja... Saat Ethan pergi, Mama malah seperti orang linglung, dan bengong, dia lari keluar lalu menangis, aku tidak tahu apa yang sedang di cari oleh Mama.."
"Kau sudah berhasil menghubungi uncle Vitto???" Tanya Gienka.
"Sudah kak, Papa sudah dalam perjalanan... "
"Syukurlah... Ky juga akan pulang, dia tadi menghubungiku, dan aku memintanya untuk pulang juga karena dia baru selesai meeting di dekat sini..." Gienka duduk di sebelah Rana. Memeluk Rana. "Aunty???? Please, Aunty kenapa??? Aunty sakit??? Kita ke rumah sakit ya???"
Rana masih tidak mau menjawab dan terus terisak. Sampai akhirnya Vitto datang bersamaan dengan Kyros. Mereka bergegas masuk ke dalam rumah. Melihat Vitto, Rana langsung berlari dan memeluk suami nya. Dan tangisnya semakin pecah. "Vitto.....!!!" Ucapnya sambil sesenggukkan. Gienka, Sanne dan Vineet berdiri dan menghampiri Rana yang memeluk Vitto di depan pintu.
"Kenapa??? Ada apa??? Kenapa kau menangis...???" Tanya Vitto.
Rana melepas pelukannya dan memegang kedua bahu suami nya. Kemudian mencoba tersenyum. "Nau..Fal...!!" Ucapnya terbata.
Vitto mengernyit, bingung sambil menatap istrinya. "Kenapa??? Kau ingat dengannya??"
"Dia datang kesini... Aku bertemu dengannya... Aku bertemu dengan keponakan kita... Dia datang kesini... "
"Apa...!!!???" Seru semua orang termasuk Sanne yang juga terkejut.
"Vino akan memaafkanmu, dia tidak akan lagi terus menyalahkanmu, kita sudah menemukan Naufal...." Rana memeluk Vitto lagi.
"Rana sayang... Apa yang kau katakan??? Kau pasti mengigau saat tidur.... Ayo kita masuk, dan kau harus istirahat, mungkin kau kelelahan... " Ucap Vitto.
"Tidak.... Aku tidak sedang bermimpi, Naufal datang, keponakan kita itu sudah tumbuh dewasa dan sangat tampan.... Vino dan Arindah pasti senang mendengar kabar ini... "
Vitto masih bingung, apa yang terjadi dengan istrinya. Dia punya. bertanya pada Sanne karena putrinya itu yang berada di rumah bersama Rana.
"Aku tidak tahu Pa, sejak tadi Mama memang bersamaku, tadi aku memesan pizza lalu pizza itu di antar dan yang mengantar adalah laki-laki yang saat itu di tolong oleh Vineet, semua nya baik-baik saja, kami mengobrol dan Mama juga, tetapi setelah Ethan pergi, Mama malah bersikap aneh dan menangis... "
"Ethan... Dia Naufal.... Dia adalah Naufal, kakak kalian berdua... " Ujar Rana sambil menatap Sanne dan Vineet.
"Apaaa....!!!???" Semua orang kembali berseru.
"Bagaimana bisa kau mengatakan jika pengantar pizza itu Naufal???? Kau pasti hanya sedang merindukannya... Bagaimana Naufal bisa ada disini???? Negara ini begitu jauh dengan tempat tinggal kita... Kau pasti bermimpi dan sedang merindukan Naufal, sekarang kah lebih baik tidur.. " Ucap Vitto.
"Tidak... Aku yakin dia Naufal, di tangannya, ada tanda lahir, dan itu mirip sekali dengan yang di miliki Naufal, dulu kita sering mengajaknya pulang ke rumah kita, dan dia selalu bermain denganku, tentu aku sangat ingat sekali bagaimana dia, dan apa saja yang dia miliki seperti tahi lalat dan tanda lahir itu, bentuknya punya ciri khas, aku sangat hafal Vit... Dia keponakan kita, yang selama ini kita cari.... Aku rasa kemarahan Vino padamu akan berakhir hari ini juga.... Sudah cukup kau menderita menahan beban berat atas kesalahan yang tidak kau lakukan... Kita sudah menemukan keponakan kita... " Rana kemudian mendekati Kyros.
"Ky, kau bercerita jika kau pernah mengantar Ethan pulang kan, jadi kau pasti tahu alamatnya, bisakah kau membawa aunty kesana???? Kita pergi kesana sekarang ya???" Pinta Rana dia kemudian beralih memeluk Vineet.
"Vineet sayang, kakakmu masih hidup, keinginanmu untuk memeluknya akan segera terwujud, kau bisa memeluk kakakmu untuk pertama kali nya.... Kita harus datang dan menemui nya sekarang juga..."
Gienka, Kyros dan Vineet juga duduk. Mereka masih bingung tetapi mencoba untuk tenang dan memberi Rana ruang untuk menenangkan diri sebelum menceritakan semua nya.
"Kau sudah merasa lebih baik???" Tanya Vitto. Rana menganggukkan kepala nya. "Sekarang dengarkan aku baik-baik, kenapa kau bersikap seperti tadi???? Kenapa kau menangis dan tidak mengatakan pada Sanne apa yang terjadi??? Lihatlah semua orang menjadi panik, bahkan Ky juga harus pulang..."
"Aku menangis karena aku benar-benar tidak menyangka bisa bertemu Naufal sekian lama... Aku ingat sekali bagaimana dulu kau di salahkan, kita di benci atas apa yang bukan menjadi kesalahan kita, bertahun-tahun kita menjauh, membawa Sanne pergi untuk menghindari konflik yang semakin memanas, setiap hari aku melihatmu bersedih, selalu menyalahkan diri sendiri dan hubunganmu dengan Vino semakin memburuk selama bertahun-tahun.... Aku tahu kau menderita menanggung semua beban itu, dan aku menangis karena akhirnya apa yang selama ini kita cari ada di depan ku, dan dia dalam keadaan yang baik-baik saja...." Rana kembali memeluk Vitto.
"Aku yakin itu Naufal kita, aku sangat yakin, kita harus segera menemui nya dan menjelaskan segalanya..." Lanjut Rana lagi.
Vitto melepaskan pelukan istrinya. "Rana sayang....??? Kita tidak bisa melakukan itu, kebanyakan orang di dunia ini punya tanda lahir di bagian tubuhnya dan bisa jadi itu
sama dengan yang di miliki Naufal.... Kita tidak bisa begitu saja mengklaim seseorang adalah bagian dari keluarga kita begitu saja... Banyak yang harus kita lakukan untuk mencari pembuktiannya..." Ucap Vittoenciba menjelaskan.
"Aku yakin itu Naufal, dia hanya tumbuh menjadi seorang yang lebih dewasa, tetapi dari sorot matanya hingga bentukan wajahnya itu memang seperti Naufal, tetapi jika kita ingin membuktikan nya ya kenapa kita tidak melakukannya... Kita bisa melakukannya kan??? Itulah kenapa aku ingin kita menemui nya, dan mencoba mencari sesuatu tentang dia... "
"Bagaimana kalau dia memiliki keluarga??? Memiliki orang tua???? Kita tentu akan malu..."
"Aku bilang kita harus menemui nya dan mencari informasi tentang nya... Kenapa kau meragukanku??? Keyakinan dan feeling ku tidak pernah salah kan??? Kita hubungi saja Vino dan Arindah, kita minta mereka datang, aku yakin mereka juga akan satu pemikiran denganku.. "
"Sayang... Bukan aku meragukanmu, aku hanya takut kita akan kecewa jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita, dan kita semua disini jangan memberitahu Vino dan Arindah, karena kalau ini salah, yang ada kita akan memberikan harapan palsu kepada mereka..."
"Itulah kenapa kita harus menemui nya, kita temui Ethan di tempat tinggalnya.. " Rana terus merengek dan sangat yakin dengan feeling nya bahwa Ethan adalah Naufal.
Vitto menghela napasnya. Dia tidak pernah bisa menolak keinginan Rana. "Oke kita ke tempat tinggalnya... Aku juga ingin bertemu dengannya... " Ucap Vitto. "Ku kita kesana nanti... "
"Kenapa nanti, sekarang saja..!" Sahut Rana.
"Ini jam berapa??? Dia saja baru mengantar pizza kesini, artinya dia masih bekerja sayang, kalau datang ke rumahnya pasti tidak akan bertemu dengannya... Ky sudah tahu tempat tinggalnya, jadi kau tidak perlu khawatir.. "
"Benar Ma, nanti saja... Tetapi sebenarnya apa yang dulu terjadi sehingga Naufal bisa hilang??? Selama ini kalian selalu menutup rapat kisah itu dari kami dengan alasan tidak ingin mengorek luka lama??? Tetapi jika boleh jujur, kami juga penasaran dengan apa yang dulu terjadi??? Jika berkenan, please ceritakan... Vineet juga pasti ingin mendengarnya.. Kasihan dia, selama ini merindukan kakaknya tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi... " Sanne mencoba memberi orang tua nya pengertian agar maunya menceritakan mengenai awal mulai Naufal hilang.
Vitto dan Rana saling berpandangan. Selama ini memang tidak pernah ada yang mau membahas kisah itu, karena semua orang ingin menguburnya dalam-dalam. Kisah yang memilukan dan membuat hubungan Vino dan Vitto sangat memburuk dimana Vino terus menyalahkan Vitto atas hilangnya Naufal. Padahal Vitto tidak bersalah dalam hal itu. Dan Vino tidak mau mendengarkan siapapun dan terus saja menyalahkan Vitto selama bertahun-tahun. Dan baru beberapa tahun terakhir, Vino sudah mulai bisa amenerima segala nya dan berbaikan dengan Vitto. Meskipun masih terlihat jelas wajah Vino yang masih memendam kemarahan pada Vitto.
Lalu cerita itupun mengalir, dari awal sampai akhir, bagaimana Naufal bisa hilang dan tidak pernah di temukan hingga saat ini. Tidak ada jejak sama sekali dimana keberadaan Naufal. Bahkan sebagaian orang menganggap Naufal sudah meninggal, tetapi Vino dan Arindah tentu tidak bisa menerima hal itu dan selalu berkeyakinan Naufal masih hidup. Entah bagaimanapun keadaannya. Sebagian orang juga ada yang beranggapan Naufal masih hidup tetapi bisa jadi menjadi korban human trafficking kelas international. Segala ulaya sudah coba di lakukan oleh Vitto dan Vino untuk mencari keberadaan Naufal, tetapi tidak ada satupun yang menghasilkan kabar baik atau menemukan tanda-tanda keberadaan Naufal. Bahkan pernah ada berita dimana ada sebuah kapal yang mengalami kecelakaan dan kapal itu membawa perempuan dan anak-anak yang akan di jual di luar negeri. Dan semua oenumoangnya tidak ada yang selamat, bahkan dari mereka ada yang hilang dan tidak pernah di temukan. Tetapi baik Vino dan Arindah memiliki keyakinan bahwa Naufal bukanlah menjadi korban dari kapal itu. Naufal masih hidup.
"Kita harus pergi bertemu dengan Ethan!!" Ucap Rana lagi.
"Iya, kita akan pergi.. " Sahut Vitto.
"Ethan tinggal di sebuah apartemen sederhana dan yang Ky tahu, apartemen itu ke semuanya adalah tipe studio, sehingga pasti tidaklah terlalu luas.. Jadi sepertinya agak tidak mungkin jika kita semua pergi kesana..." Ujar Kyros.
"Kita pergi bertiga saja Ky, kau, Uncle dan Aunty.. Uncle penasaran dengan pria bernama Ethan itu, dan kita bisa mengulik nya lebih dalam lagi..!"
Kyros mengangguk. "Baik uncle..."
"Vineet ikut?.?" Sela Vineet.
"Vineet sayang, kau di rumah saja bersama kakakmu, serahkan hal ini pada uncle, Aunty dan Kyros, nanti kami akan menceritakan kepadamu apa yang terjadi... Kita tidak boleh membuat suasana menjadi tidak nyaman, sehingga yang ada Ethan akan menjadi risih nanti nya..." Ucap Vitto.
"Iya Neet, tidak mungkin kita beramai-ramai datang kesana..." Sahut Kyros.
★★★
Sore harinya, Kyros mengantar Vitto dan Rana ke apartemen Ethan dimana dia dulu pernah mengantarnya pulang. Untungnya Ethan sempat menyebutkan lantai tempat tinggalnya sehingga nanti dia bisa langsung mendatangi apartemen milik Ethan dengan mudah. Sampai di depan, Vitto dan Rana bergegas keluar mobil. Di susul oleh Kyros.
Kyros kemudian berjalan di depanmu mereka menaiki lantai 3 dimana apartemen Ethan berada. Tidak lupa Vitto mengingatkan Rana agar tidak bersikap berlebihan saat nanti bertemu dengan Ethan. Dan harus bersikap biasa saja.
Sampai di depan pintu apartemen Ethan, Kyros menekan tombol interkom yang tersedia di depan.
Leona sedang di dalam dan dia merasa ragu untuk membuka nya takut itu adalah orang jahat. Leona berjalan pelan dan mengintip dari pintu apartemen yang memiliki lingkaran kecil dengan kaca yagn kecil juga untuk bisa mengintip siapa yang datang. Leona melihat ada dua laki-laki dan seorang perempuan. Mereka terlihat baik. Ada sekitar satu menit akhirnya apartemen itu di buka. Bukan Ethan yang muncul tetapi jstru seorang perempuan. Kyros pun terkejut dan dia seperti nya salah. Tetapi Kyros tetap harus bertanya., karena dia yakin Ethan mengatakan bahwa unit nya ada disini.
"Permisi apakah ini apartemen Ethan???" Tanya Kyros.
"Oh iya, ini apartemen Ethan, saya pacarnya, siapa anda????" Tanya perempuan itu.
"Ah... Anda pacar Ethan... Saya Kyros, kenalan Ethan, dan ini adalah Om dan Tante saya." Ucap Kyros lagi.
Mendengar itu Leona teringat dengan cerita Ethan tentang orang Indonesia yang bekerja menjadi Astronot dan menolong Ethan sebelumnya, juga Ethan pernah mengantarkan pizza ke rumahnya. "Saya Leona. " Jawab perempuan itu sambil tersenyum.
"Saya kebetulan lewat dan ingin mampir, apakah Ethan ada di rumah????" Ucap Kyros menanyakan keberadaan Ethan.
"Maaf, Ethan masih bekerja, dia belum pulang, biasanya dia pulang sekitar pukul tujuh malam" Jawab Leona. Ethan baru akan pulang sekitar jam tujuh.
Kyros melihat ke arah Vitto, dan Vitto menganggukkan kepala nya. "Oh jam tujuh malam ya? Sayang sekali .... Eh, bisakah kamu sampaikan salamku padanya nanti??? Bilang saja padanya, Kyros ada di sini, dan ini kartu nama saya, kalau dia mau minta tolong hubungi saya, karena saya tidak punya kontaknya..."
Kyros memberikan kartu nama nya dan meminta Leona untuk memberikan pada Ethan lalu menyuruh Ethan menghubungi nya.
Leona menerima kartu nama itu dan membaca nya. "Kyros sahasya" Dia pernah mendengar nama itu. "Okay..!" Ucap Leona.
"Kalau begitu, kami permisi, salam untuk Ethan... Terima kasih...!"Kyros mengucapkan permisi dan meninggalkan apartemen Ethan. Karena tidak mungkin mereka menunggu, ini masih jam 4 dan menuju jam 7 masih beberapa jam lagi.