
Siang harinya, Naufal dan Leona menghabiskan hari mereka dengan berbincang dan kali ini mereka memilih menonton televisi. Tadi arindah sudah memberitahu bahwa sedang ada di jalan dan menuju kesini.
"Bagaimana kau bisa memikirkan ide untuk membuat restoran????" Tanya Naufal pada Leona yang saat ini duduk di sebelahnya dan dia merangkul Leona.
."Kau pasti tahu aku sangat suka memasak dan sejak dulu impianku adalah menjadi chef atau memiliki restoran sendiri, dan aku bekerja sama dengan teman sekolah memasak ku dulu, dia aku jadikan chef di restoran ku dan beberapa menu hasil kreasiku juga aku jadikan menu disana." Leona tersenyum.
"Benarkah???"
"Iya...!! Cocktail buatan ku dan juga beberapa menu makanan kreasiku juga. Selain itu nama restoran ku juga ada singkatan dari nama kita berdua, nama restorannya adalah L'E Escailers Restaurant."
"Apa.....?????? L'E Escailers Restaurant.?????"
"Iya.... mungkin terdengar seperti restoran Perancis tapi L'E itu singkatan, L nya adalah Leona dan E nya adalah Ethan." Ucap Leona.
"Ya Tuhan.....!!! Jadi itu restoran mu????"
Leona mendongak. "Memangnya kenapa??? Kaia sudah memberitahu mu???"
"Bukan.... Hanya saja saat kemarin aku di Portland, aku makan disana dengan Papa dan Mama juga uncle Vitto."
"Kau makan disana???"
Naufal menganggukkan kepala nya. "Iya, pantas saja saat aku membaca menu cocktail nya seperti tidak asing dan rasanya juga mirip seperti buatanmu. Ternyata itu restoran mu."
"Kau serius makan disana???" Tanya Leona tidak percaya.
"Iya, kemarin lusa. Kami baru selesai dari panti asuhan dan aku lapar jadi kami berhenti di restoran itu, aku tidak menyangka kalau itu restoran mu."
"Kalau lusa berarti saat aku dan Kaia ada disini, ahhh sayang sekali. Tapi ya aku tetap bersyukur karena kita pada akhirnya tetap bertamu."
Arindah datang bersama Kaia. Sementara Vitto dan Vino tidak ikut karena ada urusan mendadak yang harus di kerja kan nya di hotel. Arindah datang dan sudah membawakan cincin yang tadi di beli nya bersama dengan Kaia.
Mereka menghampiri Leona dan Naufal yang sedang menonton televisi di dalam rumah. "Permisi..!!"
Leona dan Naufal menoleh bersamaan, tersenyum ketika melihat Kaia dan Arindah datang.
"Mama..." Naufal berdiri begitu juga dengan Leona. Mereka menghampiri Arindah dan Kaia.
"Mama dan Kaia tadi membeli makan siang untuk kalian. Kata Kaia ini kesukaan Leona."
"Terima kasih Ma, Kai." Ucap Leona sembari memeluk Kaia dan Arindah
"Kalian hanya datang berdua saja???" Tanya Naufal.
Arindah membawa makanan yang di beli nya lalu ke dapur mengambil piring dan menyiapkannya untuk Leona dan Naufal.
Arkndah membawa dua piring dan meletakkan di atas meja makan, menyuruh kedua nya untuk memakannya.
"Terima kasih Mama.." Ucap Naufal. " Aku jadi merepotkan Mama."
"Tidak sama sekali. Mama senang bisa bisa membawa makanan untuk kalian berdua dan juga untuk cucu Mama yang ada di perut Leona."
Naufal dan Leona melempar senyumnya, mereka kemudian menikmati makanan yang dk bawa Mama nya. Kaia memberitahu bahwa besok dia akan kembali ke Portland dan mengambil dokumen milik Leona seperti passport dan Visa. Kaia juga akan menyiapkan Pakaian Leona sehingga Leona bisa pergi ke Indonesia dengan lancar.
Setelah menghabiskan makanannya Leona membawa piring nya juga piring Naufal ke dapur. Kaia menyusul sahabatnya, sedangkan Arindah duduk berhadapan dengan Naufal. Arindah mengambil sesuatu dari dalam tas nya dan memberikan nya pada putranya. "Mama sudah memilih ini dengan Kaia, kapan kau akan melamar nya???" Tanya Arindah dalam bahasa Indonesia pada Naufal.
"Sore ini Ma. Doakan ya????"
Seindah tersenyum. "Tentu saja. Semoga lancar dan Leona menerima nya. Sehingga kalian bisa segera menikah."
****
Sore harinya Naufal duduk di sofa yang menunggu Leona keluar, dia duduk mengobrol bersama Arindah dan Kaia yang masih berada disini. Leona sedang bersiap untuk jalan-jalan sore bersama nya. Dan Naufal juga ingin melamar Leona.
Naufal sejak tadi merasa grogi dan mencoba menenangkan dirinya serta menyiapkan mental untuk melamar Leona. Naufal ingin melamar Leona secara langsung, mengungkapkan perasaannya yang begitu bahagia dan bisa di beri kesempatan untuk mencintai perempuan itu. Naufal ingin ada tanda semat di jari manis Leona, menandakan bahwa Leona sudah terikat dengan nya. Dan cincin pemberian Mama Naufal adalah cincin yang di pilihkan oleh Mamanya. Cincin itu sangat cantik di hiasi oleh berlian yang cantik. Naufal yakin, Leona akan menyukai nya.
Dia akan mengajak Leona jalan-jalan sore di tepi pantai. melihat sunset kemudian akan melamar Leona. Naufal bukan orang yang puitis, tetapi dia akan berusaha keras nanti.
Leona keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian, membuatnya semakin cantik dengan perutnyabyanv membesar.
"Ayo...!!" Leona keluar dari dalam dan menghampiri Naufal.
Naufal tersenyum. Leona terlihat cantik dengan gaun berwarna hitam nya. "Ya... "
"Mama dan Kaia tidak ikut???" Tanya Leona.
"Tidak sayang, kalian pergi saja berdua, Mama dan Kai akan disini dan menyiapkan makan malam." Ucap Arindah.
Naufal kemudian berdiri lalu pergi keluar rumah untuk ke pantai dan menikmati senja di tepi pantai.
Mereka bergandengan tangan, menyusuri pantai. Leona menyandarkan kepala nya di dada Naufal. "Aku senang sekali akhir nya kita bersama lagi. " Gumam Leona.
"Kau senang???" Tanya Naufal.