My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Mengunjungi Panti Asuhan



Keesokan harinya.....


Ethan mengemudiakn mobil dengan Leona duduk di sebelahnya. Mereka sedang dalam perjalanan menuju Portland untuk mengunjungi panti asuhan tempat dulu dimana Ethan di rawat dan di besarkan. Di belakang mereka juga ada truck box yang mengikuti mereka berisikan seluruh kebutuhan yang sudah di pesan oleh Leona sebelumnya pada Kaia. Setelah tadi keluar dari fine line, Leona meminta Ethan untuk berhenti di sebuah jalan menunggu mobil truck box itu. Lalu berangkat ber sama-sama mengikuti di belakang.


"Berapa lama kira-kira kita sampai???" Tanya Leona pada Ethan.


"Karena kita berangkat dari pinggiran Seattle, maka sekitar dua jam lebih, kalau dari pusat kota ya hampir tiga jam..." Jawab Ethan.


"Kau sudah memberitahu pengurus panti jika kau akan datang mengunjungi mereka???"


Ethan mengangguk. "Ya, tentu saja... Mereka senang sekali karena aku sudah lama tidak datang kesana..."


Leona tersenyum. "Mereka pasti tidak sabar menunggu kedatanganmu..."


"Aku berharap seperti itu...! Terima kasih kau sudah membawakan banyak hadiah untuk anak-anak, mereka juga pasti akan senang dengan pemberianmu.. "


"Ini hanya hadiah kecil, kau jangan terus-terusan mengatakan Terima kasih kepadaku, aku sangat menyukai anak-anak sejak dulu... Mereka polos dan menggemaskan... Aku berharap kelak bisa menemukan pasangan yang sesuai dengan keinginanku selama ini, lalu kami berbahagia dan memiliki anak nanti nya... Itu pasti akan membuatku merasa bersyukur sekali.. "


"Kau itu sangat menyebalkan tetapi begitu manis untuk urusan membahas masa depan...!! Seharusnya sikap dan sifat menyebalkan mu itu bisa kau ubah mulai sekarang sehingga kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan nanti nya!"


Leona tertawa. "Kau berani sekali menyindir ku dan berani menasehatiku padahal kau hanya bodyguard ku, sebelumnya aku tidak pernah mendengar ini dari para bodyguard ku sebelumnya.. "


"Aku memang bodyguard mu, tetapi kau sudah menganggapku sebagai teman, maka aku berani mengatakan itu.. " Ethan tertawa.


"Benar juga ya... Hahaha...!!" Leona ikut tertawa. "Tetapi setiap orang pasti punya keinginan yang ingin di capai nya, termasuk aku pasti menginginkan sesuatu yang manis di kehidupanku nanti nya, meskipun aku sangat menyebalkan di mata orang lain... Memiliki keluarga kecil yang bahagia, siapa yang tidak menginginkan itu, selain orang bodoh hahaha..."


"Jangan masukkan hati, aku tadi hanya bercanda.... Kau memang benar seburuk apapun manusia dia pasti tetap memiliki keinginan yang baik di hati nya, ya intinya hati nurani nya tetap akan jalan untuk kehidupannya nanti...!!" Gumam Ethan.


"Oh iya, apa kau punya teman baik di panti asuhan dulu, dan sampai sekarang apakah masih berhubungan baik???" Tanya Leona.


Ethan menoleh dan melempar senyumnya pada Leona. "Ada beberapa, dan mereka saat ini sudah sukses, kebanyakan mereka di adopsi oleh keluarga kaya... Sedangkan aku yang memang sudah toIoI sejak kecil, menangis dan meminta di kembalikan ke panti asuhan saat ada yang ingin mengadopsi ku, maka jadilah seperti ini hidupku sekarang... Aku terkadang merasa menyesal sekali, tetapi mungkin sudah jalan hidupku seperti ini.. "


"Kesuksesan yang seperti apa dulu nie???! Tingkat kesuksesan dan kebahagiaan setiap orang itu berbeda-beda Ethan, kau menganggap hidupmu belum sukses tetapi kau bisa menjalani nya dengan nyaman tanpa memikirkan hal lain dan berfokus pada apa tujuanmu, itu juga bisa di anggap sukses... Sedangkan orang sepertiku, yang setiap orang menganggapku sukses dengan segala kecerdasan dan passion yang aku miliki, itu kan dari sudut pandang mereka yang melihatnya, sedangkan aku menganggap bahwa aku belumlah sukses karena aku menjalani hidup yang tidak aku inginkan dan meninggalkan apa yang menjadi tujuanku, sangat tidak mengenakkan sekali, tetapi apa boleh buat, itulah hidup yang harus ku jalani.. Well, menurutku pandangan mengenai kesuksesan orang lain tidaklah sepenuhnya benar di mata kita.. Yang bisa amenilai seseorang sukses atau tidak adalah dirinya sendiri.. "


"Aku senang dengan cara berpikir mu.... " Ucap Ethan.


★★★


Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam, Ethan dan Leona akhirnya sampai di sebuah panti asuhan. Ethan turun dari mobil, begitu juga dengan Leona. Senyum cantiknya menghiasi wajah Leona. Ethan kemudian mengajak Leona untuk masuk ke dalam tempat itu.


Saat masuk, Ethan langsung di sambut oleh petugas keamanan yang berjaga. "Ethan....!!!! Apa kabarmu???" Tanya laki-lami paruh baya itu dan mengalami serta memeluk Ethan.


"Aku pun sangat baik, sudah lama sekali kau tidak datang... Siapa perempuan cantik ini???? Apa dia kekasihmu???"


Ethan terkekeh. "Tidak... Dia bukan kekasih saya, dia adalah bos saya, dan kami berkunjung kesini juga membawa hadiah untuk anak-anak.. "


"Ah iya, makan siang untuk mereka juga sudah datang tadi, dan aku di beritahu jika makan siang itu darimu Ethan.. Terima kasih ya???"


.


. "Bukan dari saya, tapi dari atasan saya ini.. " Ucap Ethan. "Leona, ini pak Morgan, dia keamanan disini, dan sudah bekerja disini sebelum aku tinggal disini, sudah sangat lama sekali.. " Ethan memperkenalkan Leona pada penjaga itu.


Leona mengulurkan tangannya dan mengalami pak Morgan. "Saya Leona, teman sekaligus atasan Ethan.."


"Terima kasih sudah datang dan mengirimkan makan siang untuk anak-anak.. Senang bisa bertemu dengan anda, silakan masuk karena sudah di tunggu oleh pengurus di dalam.. "


Ethan dan Leona masuk ke dalam panti asuhan, mereka akan menemui para pengasuh lebih dulu. Selain untuk menyapa mereka, Leona juga ingin berbincang dengan para pengasuh serta kepala panti, Leona ingin menjadi donatur tetap di panti asuhan ini. Sehingga Leona butuh beberapa informasi mengenai panti asuhan ini.


Lagi-lagi Ethan dan Leona langsung di sambut hangat oleh beberapa pengasuh yang sudah mengenal Ethan dengan baik. Di panti asuhan ini, tidak banyak yang berubah mengenai pengasuhnya, mereka kebanyakan orang lama yang setia mendedikasikan hidupnya untuk panti asuhan ini sehingga mereka juga mengenal baik Ethan.


Ethan kembali mengenalkan Leona. Lagi-lagi beberapa pengasuh mm bertanya apakah Ethan membawa kekasihnya tetapi tentu saja Ethan membantah dan mengatakan bahwa Leona adalah atasannya. Sedangkan Leona hanya tersenyum ketika para wanita itu menyangka dia adalah kekasih Ethan. Mereka kemudian mengobrol beberapa hal.


Hingga akhirnya mereka berdua di antar ke tempat anak-anak saat ini sedang bermain. Hanya ada para bayi, karena anak-anak yang lain masih berada di sekolah. Dan di panti asuhan ini juga memiliki sekolah sehingga anak-anak di rawat dan di bina disini. Akan kembali berkumpul saat makan siang nanti.


Ethan dan Leona di antar ke tempat anak-anak bermain. Senyum Leona mengembang ketika melihat keceriaan anak-anak itu. Ada yang bermain hingga berlarian. Usia mereka sekitar dua hingga 5 tahunan sehingga mereka sudah bisa bermain sendiri.


Leona mengernyit ketika mendapati seorang anak laki-laki duduk menyendiri di pojokan. "Apa tidak ada yang mau bermain dengannya??? Dia terlihat sedih dan menyendiri.. " Tanya Leona pada pengasuh panti. Ethan pun ikut mengarahkan pandangannya kepada anak kecil itu.


"Bukan tidak ada yang mau bermain dengannya, tetapi karena dia yang tidak mau bermain dengan yang lainnya, dia baru tiga hari berada disini dan di titipkan oleh kepolisian sementara sampai mereka mendapatkan informasi mengenai keluarga yang kehilangan dia.. " Ujar Pengasuh panti.


"Informasi mengenai keluarga yang kehilangan??? Maksudnya???" Tanya Leona lagi.


"Polisi menangkap orang-orang yang terlibat dalam masalah penjualan manusia... Anak itu di culik untuk di jual, dan dalam perjalanan untuk transaksinya, polisi berhasil menghentikan nya dan menangkap orang-orang itu... Sejauh ini belum ada laporan mengenai keluarga yang kehilangannya, sehingga polisi masih dalam pencarian orang tua nya.. Cukup sulit karena perdagangan manusia itu skala internasional, sehingga bisa jadi dia bukan warga negara ini...! Anak itu juga belum terlalu mengerti, sehingga cukup sulit untuk menanyakan mengenai keluarga nya..."


"Ahhh kasihan sekali....!!! Semoga keluarga nya bisa segera di temukan dan dia bisa kembali kepada orang tua nya.. " Gumam Leona.


"Ya semoga saja...!! Saya jadi teringat dengan Ethan, dulu saat pertama kali dia di antar kesini, sikap Ethan seperti anak itu, menyendiri dan tidak mau bermain dengan siapapun, tetapi lama kelamaan dia justru tidak mau meninggalkan tempat ini... Saat itu kami menyadari bahwa mungkin Ethan mengalami trauma psikis yang cukup berat, sehingga Ethan cukup sulit bersosialisasi.. Akan tetapi sekarang Ethan tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa baik, kuat dan pekerja keras... Kami semua yang ada disini sangat bangga kepada nya.. "


Leona tersenyum dan memandang Ethan. Lelaki itu tampak malu-malu hingga kemudian memilih untuk menghampiri anak kecil yang sendirian itu. Leona pun menyusulnya.