
"Bagaimana Pa??? Sudah makan siangnya dengan Ethan???" Leona masuk ke dalam ruangannya.Dia baru saja selesai meeting di luar bersama dengan Kaia dan melewati Papanya sudah berada di dalam ruangan kerjanya.
Tuan Haidee tersenyum, dia sudah sampai sekitar 1 jam yang lalu sibuk memeriksa beberapa laporan. Tadi dia diantar oleh Ethan ke ruangan ini. "Papa sudah selesai makan siang dengan Ethan dan Papa juga sudah sampai sekitar ya hampir satu jam yang lalu. "Bagaimana meetingnya??" Tanya Tuan Haidee, dia tidak mau menceritakan tentang pertemuan dengan istrinya di restoran itu. Tuan Haidi tidak ingin Leona menjadi kesal. Hari ini adalah hari bahagianya karena bisa kembali lagi ke kantor jadi dia ingin melihat Leona juga bahagia dan tidak terganggu dengan membicarakan istrinya
"Memangnya kalau boleh tahu apa sih yang Papa obrolkan dengan Ethan sampai Papa secara eksklusif meminta dia agar menemani Papa makan siang???"
"Tidak ada obrolan khusus sayang, kami hanya pergi makan siang saja dan mengobrolkan hal-hal ringan seperti biasanya.."
"Masa sih??? Papa selalu saja bermain rahasia denganku. Kenapa jika urusannya dengan Ethan, Papa selalu bermain rahasia-rahasiaan. menyebalkan sekali." Gerutu Leona.
"Bukan menyebalkan tapi memang kau yang terlalu kepo." Tuan Haidee pun terkekeh.
Leona memasang wajah kesal tetapi kemudian dia memeluk Tuan Haidee dengan penuh cinta. "Apapun itu terserah Papa dan Ethan saja, aku juga tidak mau terlalu tahu." Gumamnya lalu dia beralih duduk di kursi kerjanya untuk kembali memulai pekerjaannya.
"Bagaimana dengan meetingnya???"
"Lancar sekali Pa, aku mempresentasikan dengan sangat baik dan semoga saja mereka menerima proyek kita ini sehingga itu bisa membuat nama perusahaan kita semakin besar lagi."
"Papa sangat yakin bahwa kau selalu melakukan pekerjaanmu dengan bersungguh-sungguh, jadi mereka juga pasti akan menerima kerjasama ini. Papa sangat yakin sekali."
"Aku juga berharap seperti itu. Aku selalu memiliki kepuasan tersendiri ketika bisa menaklukkan sesuatu yang sulit dan aku selalu ingin berhasil dalam setiap kerjasama."
"Itu hal yang bagus, percaya diri itu penting dan juga harus selalu Papa sangat yakin kau akan mencapai keinginanmu. Jika kamu berusaha dan percaya diri."
Di tengah obrolan itu tiba-tiba saja pintu diketuk dari luar tidak lama pintu itu terdorong, terbuka dan muncullah Nyonya Haidee dengan di belakangnya ada Kaia. Leona dan Tuan Haidee terperanjat tetapi tidak mengatakan apapun. Nyonya Haidee langsung masuk begitu saja. Leona memberi isyarat kepada Kaia agar menutup pintu.
"Ada apa???"" tanya Leona pada Mama nya.
"Mama ingin bicara dengan Papa."
"Mama mau bicara apa lagi??? ini adalah jam kerja, kami berdua sibuk." Sahut Leona.
"Tadi Mama sudah memanggil Papa saat di restoran tapi Papa tidak mengindahkan Mama padahal Mama sudah mengejarnya. Papa malah pergi dengan bodyguardmu meninggalkan Mama di restoran."
Mendengar itu Leona terperanjat. "Mama bertemu Papa di restoran???" Tanya Leona tapi kemudian Leona menoleh ke arah Tuan Haidee yang ada di sebelahnya. "Papa bertemu Mama ,kenapa tidak bilang padaku???"
"Papa tidak tahu kalau Mamamu ada di sana," Jawab Tuan Haidee. "dia bersama dengan Robby."
Leona Merngernyit. "Jadi Mama bersama dengan Robby???? Ohh jadi mama mengikuti Papa ke restoran. Mama ingin mata-matai Papa???" Leona menelisik.
"Tidak sayang, Mama tidak tahu kalau di sana ada Papamu, kami juga ingin makan siang di sana." ujar tuh Nyonya Haidee.
" Oh Jadi kalian ingin makan siang bersama???? Jadi selama ini itu kegiatan kalian, pergi makan berdua pergi ke mana-mana berdua, lalu berakhir tidur juga berdua.??" ejek Leona.
'Bukan begitu Leona sayang???" nyonya Haidee mencoba membela diri.
"Lalu apa Ma??? Mama ke sini untuk apa??? Mau menjelaskan apa??? Apa karena Mama sudah ketahuan oleh Papa jadi Mama mencoba datang untuk menjelaskan memberi penjelasan yang sudah Mama siapkan untuk membela diri??? Mama sudah lah jangan mengelak lagi, faktanya kalian memang selama ini bermain di belakang kami. Ya sudah kami sudah membiarkan itu urusan kalian, baik aku atau Papa juga sudah tidak peduli, terserah Mama saja, seharusnya Mama tidak perlu datang ke sini dan menjelaskan apapun. Kami sama sekali tidak membutuhkannya."
"Mama datang ke sini untuk menjelaskan bahwa itu tidak seperti yang kalian pikirkan, kami tidak melakukan apapun dan hanya makan siang saja di sana."
Leo.na tersenyum sinis Dia kemudian tertawa di depan Nyonya Haidee. "Tempat itu memang restoran bukan kamar hotel jadi tentu saja orang datang ke sana untuk makan, bukan untuk bermesra-mesraan, jadi tentu saja kalau kalian datang ke sana kalian ingin makan bukan untuk hal yang lain nya. Anak kecil juga tahu. Memang apa yang mau kalian lakukan di restoran kalau bukan untuk makan???" Leona mengejek mamanya. "Dan apapun itu selama ini kalian memang sering melakukannya berdua kan dan Baru kali ini tanpa sengaja Papa memergoki kalian berdua, lihat saja wajah Mama seperti orang yang panik tentu saja Mama panik karena Mama melihat dan bertemu Papa di sana."
"Bukan begitu Leona sayang???"
"Kalau bukan begitu lalu apa Ma??? Untuk apa Mama ke sini kalau bukan karena Mama panik, takut Papa akan memberikan sesuatu kepada Mama atau takut Papa marah kepada Mama. Jangan khawatir Ma. Papa sudah kecewa dan sangat marah terhadap Mama tetapi Papa tidak langsung mengungkapkannya kepada Mama dan Juga sebentar lagi Papa akan menggugat cerai Mama jadi Mama tidak perlu memikirkan apapun lagi tentang Papa. Tunggu saja surat panggilan cerainya, akan dikirim nanti sekarang Mama mau melakukan apapun dengan om Robby silakan saja tidak ada hubungannya dengan Papa ataupun dengan aku, kami sudah tidak peduli." Ungkap Leona dengan kesal dan jengkel.
Nyonya Haidee diam menatap Leona yang sejak tadi seperti sedang mengejeknya, ia mencoba menahan diri untuk tidak marah karena jika dia melakukan itu itu bisa sangat beresiko bisa-bisa suaminya akan menggugat cerainya lebih cepat sedangkan dia harus melakukan rencananya di depan.
Nyonya Haidee pun hanya melempar senyum pada Leona kemudian dia duduk di kursi di tempat di depan meja kerja Tuan Haidee.
"Papa ada di sini, apa kesehatan Papa sudah membaik sehingga Papa bisa kembali bekerja di sini??? Karena kalau Papa masih sakit, Papa bisa istirahat di rumah saja dan tidak perlu membantu Leona di kantor. Kenapa juga Papa harus kembali bekerja di kantor???" Tanya Nyonya Haidee mengalihkan pembicaraan dari permasalahan yang ada di restoran tadi.
"Dari mana Mama tahu kalau Papa ada di sini??? Dari mana juga Mama tahu Papa kembali bekerja di sini??? apa Mama mengikuti papa??? Ummmm aku rasa tidak, Mama tidak mengikuti Papa karena Papa sudah sampai di sini sekitar 1 jam yang lalu kalau Mama sampai di sini bersamaan dengan Papa itu artinya mama mengikuti Papa tapi kalau jaraknya sampai 1 jam itu artinya Mama tidak mengikuti Papa lalu dari mana Mama tahu kalau Papa ada di sini dan kembali bekerja di sini??? " Tanya Leona menyelidik. Ia curiga bahwa sepertinya Mamanya melakukan sesuatu dan tahu sesuatu sebelum ke sini sampai Papanya kembali ke sini saja Mamanya tahu.
Leona kembali melempar senyum. "Jadi Mama tahu dari mana, jika Papa ada di sini dan Papa juga kembali bekerja lagi ke kantor ini???" Tanya Leona
"Ah itu tadi Mama ke apartemen kalian dan Bodyguard di sana bilang kalau kalian tidak ada di apartemen itu termasuk Papa."
"Oh ya???? Benarkah??? Seluruh bodyguardku akan melaporkan apapun kepadaku, siapa yang datang ke apartemen dan siapa yang mencariku di sana, mereka akan selalu melaporkan kepadaku dan sejauh ini aku tidak mendapatkan laporan apapun dari mereka itu artinya tidak ada yang datang di sana termasuk Mama."
"Karena Mama memang yang minta agar tidak memberitahumu." ucap Nyonya Haidee secara spontan.
Leona menggelengkan kepalanya, "Aku membayar bodyguard untuk menuruti semua keinginanku dan mereka tidak akan menyembunyikan apapun dariku, jika itu mengenai pekerjaan mereka. Mereka tidak akan menuruti orang-orang lain selain menurutiku jadi berhentilah untuk berbohong Ma. Aku bukan anak kecil yang bisa Mama bodohi."
"Leona sayang, sudah sudah, kita harus kembali bekerja lagi. Papa sedang tidak ingin membahas apa yang Papa lihat tadi, Kau baru sampai di sini cek lagi pekerjaanmu." Tuan Haidee untuk menghentikan perdebatan Putri serta istrinya itu. "Emma jika sudah tidak ada yang kau bicarakan lebih baik kau pergilah dari sini, aku dan Leona masih banyak pekerjaan dan ini juga bukan jam istirahat jadi kami harus menyelesaikan pekerjaan kami dan kau bisa meninggalkan ruangan ini."
Nyonya Haidee mendapatkan penolakan membuat dia akhirnya keluar dari ruangan itu meninggalkan suami dan anaknya, ini sudah dia dga sebelumnya tapi dia masih ingin berusaha untuk menemui mereka. Sayangnya inilah yang didapatkannya lagi lagi dia ditolak.
Mood Leona benar benar rusak dengan kehadiran Mamanya selalu saja membuat kekacauan. Leona juga mempertanyakan Kenapa Papanya tidak memberitahu jika tadi bertemu dengan Mamanya di restoran itu kemudian Tuan Haidee menjelaskan jika dia belum sempat karena tadi kan mengobrol hal lain dengan Leona. Leona pun mengerti meskipun sebenarnya dia memang berniat untuk tidak memberitahu Leona mengenai hal itu
Kedatangan Nyonya Haidi tadi tiba-tiba membuat Leona merasa curiga karena dari mana Mamanya tahu jika Papanya ada di kantor ini dan Papanya juga kembali bekerja di sini. Leona sangat curiga sekali bahwa Mamanya sepertinya memiliki orang-orang untuk mengawasinya dan juga Papanya Itu artinya dia harus berhati-hati mulai saat ini.
"Papa! Aku curiga dengan Mama, bagaimana dia bisa mengetahui jika Papa ada di sini dan Papa juga kembali ke kantor ini sementara tidak ada yang memberitahunya."
"Memang apa yang kau curigakan??" Tanya Tuan Haidee.
"Iya curiga saja Pa, sepertinya Mama punya orang-orang yang bekerja untuknya dan bisa jadi selama ini mereka mengikuti kegiatan kita."
"TTapi untuk apa Mama mu melakukan itu??"
"Aku tidak tahu untuk apa tapi Aku curiga saja, sepertinya aku harus melakukan penyelidikan mengenai hal itu Pa."
"Baiklah kalau itu yang kau inginkan tapi penyelidikan itu harus dilakukan hati-hati jangan sampai ada sesuatu yang justru membahayakan nyawamu."
"Iya Pa mengerti."
***
Sore harinya Leona keluar dari kantornya bersama dengan Tuan Haidee. Ethan sudah bersiap di depan untuk membawa mereka pulang dia juga membantu Tuan Haidee masuk ke dalam mobil. Mengenai rencananya untuk menyelidiki tentang apa yang harus dilakukan kepada Kaia mengenai kecurigaan itu dan kaia menyarankan agar Leona lebih baik menjual semua mobil nya dan menggantinya dengan yang baru. Jika memang ada orang yang mengikuti Leona ataupun Tuan Haidee itu pasti tidak akan bisa masuk ke apartemen itu kalau bukan melihat dari mobil milik Leona. Karena keamanan apartemen itu sangat ketat dalam urusan keamanan penghuninya dan Leona pun setuju ia akan segera menjual seluruh mobilnya.
"Ethan, nanti kau makan malam bersama kami ya di apartemen???" ucap Tuan Haidee.
Ethan melirik ke belakang. "Makan malam di apartemen Leona???" Tanya Ethan.
"Iya sayang, makan malam di tempat di tempatku ya??? Aku akan masak makan malam spesial untuk kalian lagi pula besok juga libur jadi kau menginap juga." Sahut Leona.
"Iya, masalah mengenai Bodyguard yang lain Kaia akan mengaturnya, kau datang saja nanti malam, setelah ini langsung pulang dan bawa pakaian ganti, kemudian menginaplah, besok kota bisa bersantai dan mengobrol."
Ethan menganggukan kepalanya. "Baiklah jika itu yang Papa, minta aku akan datang nanti malam dan menginap di apartemen Leona." Gumam Ethan.
"Papa......???" Leona terperanjat melirik ke arah Tuan Haidee. "Tadi??? Apa kau bilang??? Papa????" Tanyanya pada Ethan. Tuan Haidi tersenyum, begitu juga dengan Ethan melihat ekspresi terkejut dari Leona.
"Mulai hari ini Papa meminta Ethan agar memanggilku dengan panggilan Papa, seperti halnya kau memanggilku karena Ethan sudah menjadi anakku dan dia juga calon menantuku."
"Apa!!!!!!!" seru Leona. "Papa menyuruh Ethan memanggil dengan panggilan Papa???" Leona terperangan, dia membuang muka dan mencoba tersenyum, tidak menyangka jika hubungan Papanya dengan Ethan sudah semakin dekat seperti itu.
"Kau tidak suka ya jika aku memanggil Tuan Haidee dengan panggilan Papa???" Celetuk Ethan.
"Ah ah bukan begitu. Bukan gitu maksudku, aku hanya terkejut saja Papa bisa memikirkan hal seperti itu dan memintamu untuk memanggilnya Papa."
Tuan Haidee memegang jemari Leona kemudian mengecupnya." Anggap saja ini adalah bagian dari Restu Papa untuk hubungan kalian berduag, kau tidak keberatan kan berbagi Papa dengan Ethan???" tanya Tuan Haidee meminta persetujuan Leona.
'Tentu saja tidak pa. aku hanya terkejut saja dan aku senang Papa benar-benar menyukai hubungan kami berdua. Dan Papa memberikan lampu hijau untuk aku dan Ethan, itu artinya kami nanti bisa memikirkan hubungan seperti apa yang mungkin akan kami jalani yang tentunya itu bukan hanya hubungan biasa saja tapi ada pembicaraan mengenai hubungan yang serius."
"Papa hanya ingin kalian saling menjaga satu sama lain, hubungan itu tidak hanya tentang suka sama suka atau cinta sama cinta,tetapi hubungan itu harus dibangun dengan saling percaya serta penuh kekuatan untuk bisa saling mendukung satu dengan yang lain."