
Ethan menghentikan mobil tepat di depan apartemennya. "Sudah sampai.... Ayo turun!!" Ajak Ethan pada Leona.
"Sudah sampai, jadi seharusnya kau yang turun, biarkan aku pergi membawa mobil ku.. " Sahut Leona.
"Oke.....!!" Ucap Ethan. Lelaki itu keluar dari dalam mobil Leona. Begitu juga dengan Leona yang keluar dan hendak duduk di kemudi, tetapi saat baru keluar dan hendak masuk ke bagian kemudi, Ethan langsung menggendong nya dan membawa nya pergi masuk ke dalam apartemennya. Ethan melenggang begitu saja membohongi Leona. Sementara perempuan itu berusaha melepaskan tubuhnya dari Ethan dan berteriak. "Ethan.... Lepaskan aku..... Aku tidak mau.... Ethan...!!!"
"Kalau kau tidak diam, orang akan keluar dan menyeret ku ke kantor polisi, lalu aku tidak bisa lagi bekerja padamu, dan kau akan kehilangan satu temanmu, jadi diam dan ikuti saja aku.. " Ethan membawa Leona naik ke lantai 3 tempat dimana unitnya berada. Lalu membuka pintu apartemennya dan masuk.
Ethan meletakkan Leona di sofa dan kembali untuk mengunci apartemennya. Ethan tersenyum dan mendekati Leona lagi, perempuan itu memalingkan wajah dengan kesal dan enggan memandang ke laki-laki itu. "Kenapa kau membawaku kesini??? Padahal aku tidak mau??? Lalu kau mengunciku disini, aku bisa saja melaporkan mu pada polisi dengan tuduhan penculikan.. " Ujar Leona dengan wajah cemberut.
Ethan berdiri dan tampak mengambil sesuatu di dalam laci nya. Dan kembali lagi ke Leona. Lelaki itu berdiri tepat di depan Leona. "Lalu bagaimana jika aku juga melaporkan mu kepada polisi atas tuduhan pemaksaan di perkoosa karena ini???" Ethan menunjukkan sesuatu pada perempuan itu.
Sontak Leona terkejut melihat apa yang di bawa oleh Ethan. Itu adalah pil biru yang pernah dia berikan pada Ethan beberapa kali. Sehingga Ethan mengalami ereeksi selama berjam-jam dan mampu bercinta hingga beberapa ronde. Leona menelan ludahnya, bagaimana bisa Ethan mendapatkan obat itu. "A...pa itu???" Tanya Leona pura-pura tidak tahu.
Ethan tersenyum. "Seharusnya aku yang bertanya padamu, apa ini??? Aku menemukannya di laci dapur saat kita di Fine Line.. Rumah itu milikmu, jadi jika ini ada disana maka sudah tentu itu juga milikmu.. "
"Aku tidak tahu itu apa, pasti punya Kaia.. "
"Benarkah????" Ethan duduk berjongkok dan sedikit mendingan menatap Leona. Lelaki itu tersenyum.
"Kau ingat tidak kemarin sebelum tadi kembali ke Seattle, kita bercinta dari sore hingga tengah malam kita bercinta tidak berhenti??? Karena aku coba mengkonsumsi obat ini, efeknya ternyata sama seperti saat aku pertama kali datang ke apartemenmu untuk mengantarmu, dan yang kedua saat kau menerimaku bekerja denganmu, lalu yang ketiga saat kita datang ke fine line... Sama... Aku ereeksi tak berujung dan berakhir dengan bercinta denganmu.. Lalu setelah aku menemukan obat ini secara tidak sengaja, aku mencoba mencari tahu di internet dan mendapati bahwa ini obat untuk membuat gairah seseorang meningkat, aku coba meminumnya dan hasilnya sama seperti sebelumnya... Artinya kau pasti secara sengaja membuatku mengkonsumsi nya untuk kesenanganmu, benar kan???" Tanya Ethan.
Leona langsung menggeleng kang kepala nya. "Tidak Ethan.. Kau menuduh tanpa bukti..!!" Seru Leona.
"Aku memang tidak punya bukti bagaimana kau memberiku obat ini, tetapi reaksi yang aku alami sama seperti sebelumnya... Kau ingin aku mengkonsumsi nya lagi sekarang????" Ethan memotek dan mengambil obat itu. "Aku akan mengkonsumsi nya dan kita akan buktikan ber sama-sama bagaiamana reaksi selanjutnya lalu kita akan becinta sampai pagi??? Oke???" Ethan tersenyum dan pergi mengambil air. Membawa nya ke hadapan Leona dan hendak mengkonsumsi obet itu. Tetapi dengan cepat Leona menahan tangan Ethan membuat obat itu terjatuh di lempar.
. "Jangan Ethan, bagaimana kau bisa melakukannya sedangkan saat ini aku sedang tidak ingin melakukan apapun.. Aku sedang sedih kenapa kau malah mengajakku bercinta???" Ucap Leona. "Ya, aku meemberikan obat itu padamu, aku campur di minuman.. " Ujar Leona akhirnya mengatakan sejujurnya.
"Untuk apa???? Dan kenapa kau melakukan itu???" Tanya Ethan.
"Beraenang-senang saja dan mengerjai mu, karena kau keras kepala dan membuatku jengkel dengan sikapmu... " Jawab Leona datar. Dan dia kembali duduk di sofa.
"Kau bahkan lebih menjengkal daripada diriku...!!! Kau sangat keterlaluan.. Bila-bila memberiku obat seperti itu padahal jika kau meminta nya aku akan memberikannya padamu.."
"Benarkah??? Itu terjadi setelah kita di ffine line, sebelum di fine line kau tidak mau melakukannya kan??? Pecundang..!!" Ejek Leona.
"Kau sudah bisa mengomel, aku rasa kau lebih baik daripada di mobil tadi.." Ethan membuka kulkas dan mengambil beberapa bahan makanan untuk bisa dia masak. Ethan merasa lapar sekali. Dan Leona kembali tidak bersuara.
Ethan berbalik badan dan melihat Leona diam menatap lurus. "Leona..... Kenapa diam???? Mengomel lah seperti tadi, jangan diam lagi.... Aku lebih senang mendengar omelanmu.. " Ethan meletakkan bahan makanan di atas meja dapur dan menghampiri Leona.
Ternyata tidak hanya memeluk, perempuan itu menangis, dan tangisan di barengi oleh isakan yang menyayat hati. Leona menangis di pelukan Ethan. Mendengar itu, Ethan langsung membalas pelukan Leona dan mengusap plembut punggung perempuan itu untuk menenangkannya. Ethan am tahu Leona butuh untuk melupakan segala kegelisahan dan permasalahan yang sedang di hadapi nya. Dan saat ini Ethan mungkin sedang bisa membantu nya.
"Ethan.....!!!! Kenapa dunia begitu kejam kepadaku???? Aku sudah di berikan segala nya, tetapi kenapa aku sama sekali tidak bahagia???? Kenapa kehidupan keluargaku tidak bahagia? mm Kenapa aku harus memiliki seorang ibu yang sangat membenciku dan membuat hidupku bagai di neraka???? Kenapa dia jahat sekali kepadaku, aku selalu ingin meninggalkan semua ini tetapi aku tidak bisa jauh dari Papa, aku sangat membutuhkannya dan dia juga membutuhkanku.. Aku kenapa selalu terjebak dalam situasi yang menyesakkan dada ini???? Aku ingin nenas tetapi kenapa itu sulit sekali...!!" Ujar Leona sambil terisak di pelukan Ethan.
"Kenapa aku harus terlahir dari rahim Mama???? Dia begitu kejam dan tidak pernah membiarkanku bernapas dengan tenang, dia selalu memperalat ku, dia begitu buruk dan tidak pernah bisa a menghargaiku sebagai anaknya... Dia selalu marah dan menamparku ketika aku tidak sejalan dengannya... Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, aku bertahan karena aku menyayangi Papa dan ingin melakukan yang terbaik untuknya tetapi Mama selalu membuat keadaan nya menjadi begitu buruk.... Aku lelah sekali dengan semua ini, aku lelah dengan hidupku, Tuhan begitu kejam kepadaku.."
"Tenanglah.....!!!! Jangan pernah mengatakan hal buruk tentang Tuhan, itu tidak baik... Tuhan memberikan cobaan tidak akan melebihi batas kemampuan mahluknya... Ketika dia menguji mu seperti ini, itu menandakan bahwa kau pasti akan mampu melewatinya..." Ethan mengusap pung Leona, perempuan itu masih menangis dan juga terisak sedih.
"Dia begitu buruk, hingga jika aku melihatnya aku benar-benar merasa muak sekali... " Ucap Leona. Dia melepaskan pelukannya dan memandang Ethan nanar. Kesedihannya begitu terlihat jelas. Lelah dan sangat lelah itulah yang Leona rasakan.
Dan Leona mulai bercerita kepada TmEthan tentang sesuatu yang begitu rahasia dan mendalam yang tidak pernah Leona ceritakan kepada siapapun selain Kaia, karena itulah sahabat terbaiknya. Lalu kali ini dia akan menceritakannya juga kepada Ethan.
Dimana ternyata beberapa tahun yang lalu, disaat dia masih baru masuk ke dunia bisnis dan menggantikan Papa nya di kantor. Ada hal yang tak terduga yang membuat Leona semakin membenci Mama nya.
Saat itu, Leona baru saja kembali dari rumah sakit untuk menjenguk dan menengok Papa nya. Tuan Haidee menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di California, sehingga Mama Leona memilih menyewa sebuah rumah di dekat rumah sakit untuk di tinggali. Leona ketika itu ingin pulang ke rumah yang di sewa Mama nya dan meninggalkan tuan Haidee di rumah sakit. Leona sengaja tidak memberitahu Mama nya untuk mengejutkannya tetapi saat sampai, Leona masuk ke dalam rumah itu begitu saja. Tetapi dia seperti sedang mendengar sesuatu di dalam sebuah ruangan.
Leona diam-diam mencoba mencari sumber suara itu yang ternyata berasal dari sebuah kamar. Dan pintu kamar itu tidak tertutup sepenuhnya sehingga Leona bisa mengintip apa yang ada di dalamnya. Leona sangat terkejut ketika melihat apa yang ada di depan matanya. Dimana ternyata Mama nya sedang bercinta dengan seorang pria. Dan Namanya mendessah karena menikmati nya.
Leona hanya terperangah melihat semua itu, dan ketika dia memperhatikan lebih detail lagi siapa pria yang bercinta denganama itu, justru kenyataan yang sangat mengejutkan yang di dapati oleh Leona. Pria itu ternyata adalah paman nya sendiri, adik dari Papa Leona. Ya, Mama nya ternyata bercinta dengan adik ipar nya. Ketika itu Leona benar-benar merasa hancur sekali, sangat hancur.
Leona memilih untuk tidak mengejutkan mereka, dan dengan langkah cintai dia memilih pergi dari rumah itu. Hatinya sangat sakit sekali, disaat Papa nya sedang berjuang untuk sembuh, justru Mama nya berselingkuh dengan paman nya. Leona tidak menceritakan itu kepada siapapun, termasuk Papa nya, Leona menahannya sendiri sampai saat ini. Leona ber pura-pura tidak tahu mengenai apapun tentang Mama nya dan juga Paman nya.
"Selama ini aku menahannya karena aku selalu memikirkan Papa, aku tidak mau Papa semakin sakit dan terluka, aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada Papa.. " Ujar Leona dengan sedih.
Mendengar itu, Ethan benar-benar tidak menyangka sama sekali. "Lalu apakah kau memberitahu kepada Nyonya Haidee bahwa kau memergoki nya saat itu???" Tanya Ethan.
Leona menggelengkan kepala nya. "Aku bilang aku tidak memberitahu siapapun, jadi tentu juga tidak memberitahu Mama.. " Ungkap Leona. Dia kemudian kembali bercerita kepada Ethan bahwa selama ini fakta nya adalah Mama nya masih intens berhubungan dengan Paman nya. Sampai detik itu hubungan mereka masih terjalin dengan baik tanpa di ketahuilah oleh siapapun. Leona tahu itu karena dia mengirim seseorang untuk mengawasi Mama nya selama ini.
Mama nya selalu bersikap baik dan seolah tidak terjadi sedang terjadi masalah apapun. Begitu juga dengan Paman Leona, yang masih sering datang ke rumah untuk. menjenguk Papa Leona. Saat bertemu di depan banyak orang mereka akan bersikap biasa saja, tetapi ketika di luar, dan mereka selalu bertemu, kedua nya akan bersikap romantis satu sama lain dan selalu berakhir dengan percintaan yang panas. Skandal yang sangat luar biasa yang masih kedua nya simpan dengan baik. Mereka tidak sadar bahwa selama ini Leona sudah mengetahui segala nya dengan sangat baik.
Dan semua itu juga ada hubungannya dengan alasan Mama Leona meminta Leona mengurus perusahaan. Dimana hal itu di lakukan agar Leona bisa selalu sibuk sehingga Leona tidak begitu peduli dengan apa yang di lakukan oleh Mama nya ketika di luar rumah. Dan uniknya perselingkuhan itu sering di lakukan Mama nya di butik pakaian milik Mama nya. Mereka begitu cerdik mengatur pertemuan rahasia dan bercinta disana. Atau terkadang mencari tempat lain yang di rasa aman.
"Sejak kejadian itu, aku mukai nenjadi orang yang dingin, dan enggan peduli dengan sekitarku... Aku menjalani kehidupanku dengan bersenang-senang, dan mencari laki-laki yang bisa menyenangkanku untuk semalam saja.. Dan keesokan harinya akan kembali menyibukkan diri di kantor, aku juga mulai tidak lagi peduli dengan Mama, tidak pernah mendengarkannya karena aku sangat muak kepada nya... Aku bisa bercinta dengan siapa saja yang aku mau, yang terpenting aku bisa merasa senang untuk bisa melupakan kesakitan yang aku alami... " Ujar Leona.
"Mama selalu ingin aku menurutinya tetapi tidak sadar bahwa semua ucapannya itu tidak perlu di dengar... Dan aku bertahan sejauh ini hanya karena Papa, dia adalah orang yang begitu baik, penyayang dan tidak pernah marah.. Papa di khianati begitu dalam, dan sampai saat ini dia tidak menyadari nya.. Akan tetapi aku sangat senang Papa tidak tahu, karena jika dia tahu kondisi nya bisa saja memburuk, aku belum siap kehilangan Papa dalam waktu dekat.. Aku sangat menyayangi nya, dia adalah sumber kehidupanku selama ini..!" Lanjutnya.
Leona menatap ke langit-langit kamar Ethan dan mata nya kembali berjaca-kaca. Tak lama setelah itu, Leona kembali menangis. "Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupku tanpa Papa... Aku tidak bisa kehilangannya meskipun aku tahu sangat sulit dengan keadaannya sekarang... Dokter mengatakan berbagai kemungkinan bisa terjadi mendadak dan itu akan berakibat fatal... Aku sangat takut sekali Ethan.. " Leona memeluk Ethan lagi dan kembali terisak. "Hidupku akan berakhir jika Papa sampai tiada... Aku tidak bisa dan tidak mau kehilangannya...!" Tangis Leona kembali pecah dan Ethan bisa merasakan kepedihan dari perempuan ini.