My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Kedatangan leona



Beberapa hari kemudian......


Akhirnya Naufal, Leona, Vino, Arindah dan Vitto sampai di Jakarta. Mereka sudah di tunggu oleh Vineet, Sanne, Papa Vino Vitto dan Rana tentunya di rumah Vino. Mereka tidak sabar untuk kembali berjumpa dengan Leona dan menyambutnya. Mereka sudah mendengar semua nya dan apa yang terjadi pada Leona. Dan mereka sangat bahagia mendengar kehamilan Leona serta lamaran Naufal pada Leona. Tentunya mereka sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Leona juga melihat kehamilan Leona.


Mobil memasuki halaman rumah Vino, dan mereka berempat sudah menunggu di depan rumah. "Mereka sudah menunggu kita." Gumam Naufal pada Leona yang duduk di sebelahnya.


Leona tersenyum dan melihat halaman rumah yang begitu luas dengan taman di depannya juga sebuah rumah mewah dengan pilar-pilar besar yang ada di depannya. Keluarga Naufal memang sekaya itu. "Mereka ada disini???"


"Ya, untuk menyambutmu. Sanne dan Aunty Rana tinggal disini selama kami pergi untuk menemani Opa dan Vineet."


Mobil pun berhenti tepat di depan pintu. Naufal membuka pintu kiri dan berlari pindah ke posisi kanan. Membuka pintunya dan mengulurkan tangannya untuk di jadikan pegangan oleh Leona saat Leona keluar. Kemudian Leona keluar dengan wajah sumringah dan menyapa. "Hai..."


Vineet langsung memeluk Leona. "Hai kak Leona... Apa kabar????" Tanya Vineet.


"Aku sangat baik.....!!!! Senang bisa melihat dan bertemu denganmu lagi."


"Aku juga senang. Kakak bisa datang ke rumah kami. Kalau dulu kakak datang ke rumah kak Gienka dan kak Kyros, sekarang kakak datang ke rumah kami. Kakak sehat kan??? Keponakanku yang ada disini juga sehat kan???" Vineet mengusap perut Leona.


"Sehat, tapi besok Mama menyarankan agar aku ke rumah sakit untuk di periksa lagi."


"Ya, besok kakak bisa ikut ke rumah sakit Mama."


Leona menganggukkan kepala nya. Kemudian beralih ke arah Rana. Seperti Vineet, Rana juga memeluk Leona. Rana senang karena Leona kembali lagi dengan Naufal. Tahu bahwa Naufal sangat mencintai Leona, dan mereka adalah pasangan yang luar biasa manis. Cinta Leona begitu tulus pada Naufal sejak awal sehingga dia tidak perlu lagi meragukan cinta Leona pada Naufal. Leona seolah menerobos dinding tebal yang menghalanginya untuk bisa bersama Naufal. Cinta mereka kuat sehingga mereka akhirnya bisa kembali bersama. Tuhan telah menyatukan lagi mereka berdua.


"Aunty senang bisa melihatmu kembali lagi dengan Naufal. Kalian harus selalu bersama dan bahagia bersama." Ucap Rana.


"Terima kasih Aunty. Kalian semua begitu baik terhadapku."


"Karena kau juga baik." Ucap Rana kemudian melepaskan pelukannya pada Leona dan mengusap perut Leona.


Sanne juga berganti memeluk Leona. "Selamat datang di Jakarta kak... Senang bisa bertemu lagi denganmu, dna kau datang membawa hadiah yang luar biasa untuk keluarga ini."


"Terima Kasih Ne...."


"Leona, ini adalah Opa. Kalian sudah berbicara sebelumnya di video call kan???" Ucap Naufal. Leona menganggukkan kepala nya dan tersenyum. Menyalami Opa Naufal. Semua orang terlihat sangat bahagia sekali melihat kedatangan Leona terlebih lagi dalam keadaan sedang hamil..Kemudian mereka mengajak Leona untuk masuk ke dalam rumah.


Vineet berjalan beriringan dengan Leona. Senyum cantik nya tidak memudar dari wajahnya sejak tadi. Kemudian Vineet mengajak Leona ke kamar yang sudah di siapkan. Sengaja memilih kamar di lantai satu agar Leona tidak lelah naik turun tangga. Sedangkan Naufal memilih membawa koper milik Leona. Dan mereka bertiga masuk ke kamar itu.


"Aku dan kak Sanne sudah menyiapkan kamae ini untuk kakak supaya kakak bisa beristirahat dengan nyaman. Di belakang ada kolam renang, kakak bisa langsung membuka pintu jika ingin berenang, ada pintu penghujungnya tanpa harus keluar dan memutar jalan." Ucap Vineet.


"Terima kasih untuk semua persiapan penyambutannya. Kau manis sekali." Leona tersenyum dan memegang pipi Vineet.


"Sama-sama...!!! Kamarku ada di atas, kamar kakak juga ada di atas, tapi nanti malam, aku akan menemani kakak tidur disini, jadi kalau kak Leona butuh apa-apa aku bisa membantumu."


"Naufal tidak tidur disini denganku???" Tanya Leona.


"Tidak boleh satu kamar sebelum menikah???" Tanya Leona.


"Iya kak.." Vineet tersenyum. "Rencana pernikahan kalian sudah di atur oleh Mama dan Papa. Kak Naufal sudah melamarmu kan??. Kalian akan menikah. Jadi untuk sementara kalian tidak boleh satu kamar dulu. Hehehe.." Vineet mencoba tertawa untuk menghilangkan ketegangan Leona.


"Menikah???"


"Ya sayang. Ini seperti permainan untuk menguji seberapa besar cinta kita berdua, kita harus saling menahan rindu satu sama lain. Hanya beberapa hari saja. Dan aku sudah memutuskan untuk menikahimu minggu depan. Ini harus di lakukan supaya ketika bayi kita lahir, dia bisa dapatkan dokumen resmi dari sini lebih mudah. Dan menikah adalah salah satu syarat wajibnya. Kau tidak suka kita akan menikah???" Tanya Naufal.


"Ah bukan begitu, aku hanya terkejut saja kita akan menikah secepat itu. Tapi tentu saja aku mau menikah denganmu." Leona tersenyum.


"Besok, kakak akan ke rumah sakitnya Mama untuk memeriksa kandungan, dan setelah itu kakak akan ke butik untuk memilih pakaian pengantin kakak. pernikahan hanya akan di hadiri keluarga dekat saja, mengingat ini mendadak dan kondisi kakak jiga sedang hamil, tapi acara akan tetap berlangsung meriah. Papa dan Mama sudah menyiapkan nya."


Naufal memeluk Leona. "Aku sangat mencintaimu, dan akh ingin kita selalu bersama jadi menikah adalah sesuatu yang harus kita lakukan supaya kita lebih dekat lagi dan tidak memiliki jarak."


"Sudah sudah bermesraan nya nanti saja. Sekarang biarkan kak Leona beristirahat, dan kakak juga pergilah ke kamar kakak, mandi dan beristirahat. Nanti kita makan malam bersama. Aku akan membantu kak Leona merapikan pakaiannya." Sela Vineet.


"Oke..." Naufal melepaskan pelukannya pada Leona lalu pergi keuar kamar Leona dan dia merasa lelah dan akan beristirahat. Bersamaan dengan itu Sanne datang membawa nampan berisi jus. Sanne memberikan segelas jus untuk Naufal agar dia tidak perlu mengantar ke atas. Lalu Sanne masuk kemar Leona dan memberi jus juga untuk Leona.


"Kak Leona istirahat atau mandi dulu, aku dan kak Sanne akan merapikan pakaian kakak dari koper." Ucap Vineet. Leona tersenyum dan menganggukkan kepala nya kemudian meminum jus yang di berikan oleh Sanne tadi dan pergi ke kamar mandi. "Di rak yanga da di kamar mandi, sudah ada handuk biasa dan, handuk kimono, kakak bisa memilih sendiri mana yang kakak suka." Ucap Vineet memberi tahu.


"Terima kasih.." Leona lalu ke kamar mandi.


Vineet dan Sanne membongkar koper Leona dan mengeluarkan pakaian Leona dari dalam dan akan mereka pindahkan ke lemari. Sanne bertugas membawa pakaian Leona ke Lemari sedangkan Vineet membongkar koper milik Leona. Vineet membuka semua resIeting yang ada di koper itu untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal. Saat membuka resleting bagian paling depan koper, Vineet justru menemukan sebuah dokumen. Dia mengambil dokumen itu, mengeluarkannya. Dia hendak.membuka nya tetapi mengurungkan niatnya. Mungkin itu dokumen rahasia atau dokumen penting milik Leona. Vineet tidak mau kurang ajar dengan membuka sesuatu yang bukan miliknya. Vineet meletakkan dokumen itu di meja sebelah tempat tidur dan meletakkan koper Leona di sebelah lemari.


Vineet duduk di sofa menunggu Sanne selesai. Setelahnya mereka duduk bersama dan mengobrol menunggu Leona dari kamar mandi.


Ada sekitar dua puluh menit kemudian Leona selesai mandi. Dan mengenakan handuk kimono putih. Sanne dan Vineet tersenyum. "Aku meletakkan pakaian kakak di dalam lemari, kakak bisa mengambilnya." Ucap Sanne.


"Terimakasih Ne..." Leona kemudian berjalan menuju lemari pakaian besar yang ada di dalam kamar ini.


"Oh iya kak, aku meletakkan amplop besar yang sepertinya berisi dokumen penting milik kakak, di meja sana." Sahut Vineet.


Leona mengernyit. "Dokumen????" Dia terlihat bingung.


"Iya, tadi ada di dalam koper kakak yang kecil."


"Koper yang kecil???" Leona menoleh ke arah meja. " Ahh itu sebenarnya koper milik mendiang Papa ku, mungkin itu dokumen miliknya karena aku tidak membawa dokumen apapun selain identitas, paspor dan Visa, hanya dokumen seperti itu, kalau di amplop mungkin milik Papa dulu. Tapi tidak apa nanti aku akan menyimpannya."


"Kakak ganti baju dulu ya, aku dan kak Sanne keluar dulu, kami ingin mengambil camilan untuk kakak." Vineet dan Sanne beranjak dari sofa dan meninggalkan kamar Leona.


Leona sudah mengambil pakaiannya, saat hendak menutup lemari, dia menoleh lagi ke arah amplop itu. Lalu berjalan dan mengambilnya. Leona membuka amplop itu dan mendapati ada beberapa berkas di dalam sana. Leona penasaran dan mengeluarkannya. Hal yang pertama di temukan Leona adalah potongan sebuah surat kabar lama yang sangat usang. Dan berita yang tertulis disana adalah berita mengenai kecelakaan mobil yang menewaaskan dua orang. Leona mengernyit kenapa ada potongan berita tentang kecelakaan yang sudah lama sekali itu. Bahkan kejadiannya sudah lebih dari 20 tahun yang lalu.