My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Balas Jasa eed



GS


Leona dan Papa nya duduk di ruang tamu mengobrol setelah sarapan, sementara Kaia sudah berangkat ke kantor sejak setengah jam yang lalu. "Kemana kau menginap saat di Portland??? Kau datang ke panti asuhan disana bersama Ethan kan???? Dimana kalian menginap???" Tanya Tuan Haidee pada Leona.


Leona memandangi Papa nya dalam diam, tetapi kemudian tersenyum. "Kami tentu saja menginap di hotel Pa.. " Jawab Leona berbohong. Dia tentu tidak mungkin mengatakan jika tinggal di fine line, rumah rahasia miliknya. Karena rumah itu memang hanya Kaia dan Ethan saja yang tahu.


"Kau berbohong...!!! Ekspresi mu menunjukkan sesuatu yang tidak benar... Jangan coba-coba membohongi Papa! Kau tidak akan pernah berhasil melakukannya."


Leona menunduk, tersenyum malu, dia memang sangat sulit jika sudah berhadapan dengan Papa nya. Tidak bisa menyembunyikan sesuatu yang rahasia jika itu sudah di tanyakan oleh Papa nya. Beruntungnya untuk masalah perselingkuhan Mama nya, Leona tidak pernah di tanyain oleh Papa nya sehingga dia bisa menjaga dan tutup mulut karena memang Papa nya tidak tahu sehingga tidak pernah bertanya kepada nya. "Papa selalu memancing ku dengan pertanyaan yang membuatku tidak bisa membohongi Papa, aku benci sekali dengan itu, Papa terlalu mengetahui segala nya tentangku... " Gumam Leona sambil tersenyum.


"Kau putri Papa, dan kau selalu jadi kesayangan Papa sejak kecil, lalu bagaimana naluri seorang Ayah bisa tidak terhubung dengan anaknya sendiri????? Kau akan merasakannya nanti jika sudah menjadi orang tua.. Sekarang katakan, pergi kemana saja kau selama lebih dari satu minggu itu???" Tanya Tuan Haidee lagi.


"Ya, aku pergi ke sebuah tempat yang terpencil, rahasia dan tidak ada yang tahu kecuali Kaia, dan tentu nya Ethan... Aku membeli sebuah rumah di pinggiran Seattle, di tengah hutan dan dekat dengan Laut, tempat itu sangat cantik sekali, sehingga jika aku merasa suntuk, aku akan pergi kesana, duduk diam seharian menatap laut, membuatku merasa sangat nyaman sekali Pa.. "


"Jadi kau punya tempat rahasia untuk bersembunyi????" Tanya Tuan Haidee sambil melempar senyumnya pada Leona. "Seindah apa tempat itu???" Tanya nya lagi pada Leona.


"Alam selalu membawa keindahan dan kedamaian, Papa bisa bayangkan sendiri bagaimana tenang dan damai nya disana, jauh dari kebisingan suara kendaraan, hanya suara debur ombak dan suara burung yang ssing bersahutan yang terdengar.. "


"Itu pasti luar biasa, karena kau merasa senang dan nyaman disana. Jadi apa kau mau membawa Papa kesana sekarang???"


Leona terlonjak. "Papa ingin kesana????" Seru Leona.


Tuan Haidee mengangguk. "Kita pergi sekarang, Papa juga ingin tahu sebagai apa tempat itu, Ethan ada disini kan??? Jadi kia bisa pergi hanya bertiga saja... Hanya untuk hari ini saja.. Bagaimana???"


Le{na terdiam untuk sesaat, mencoba mencari keseriusan dari ucapan dan permintaan Papa nya. Tetapi pria tua itu memang tampak serius dengan setiap ucapannya. Dan Leona tentu tidak bisa menolaknya. Lagipula memang tidak ada salahnya jika mengajak Papa nya kesana, karena Papa nya tidak mungkin juga akan memberitahu orang lain mengenai tempat itu. Leona juga tahu bahwa Papa nya saat ini memang butuh sekali ketenangan, agar bisa memulihkan kesehatannya dengan baik. "Oke... Kita pergi sekarang...! Aku bersiap dulu, dan aku akan menghubungi Ethan untuk menyiapkan mobil.. " Leona beranjak dan pergi ke kamarnya untuk bersiap. Dia juga mengambil ponselnya menghubungi Ethan untuk menyiapkan mobil. Sebelum ke fine line, Leona akan mengajak Ethan mengganti mobil dengan mobil lain yang ada di tempat Kaia.


****


Leona dan Tuan Haidee keluar dari lift, dan Ethan sudah berdiri di sebelah mobil. Dan membuka pintu mobil. Leona membantu Tuan Haidee berdiri dan juga membantu nya masuk ke dalam mobil. Sementara bodyguard yang lain melipat kursi roda dan memasukkannya ke bagasi. "Kami akan pergi sampai sore, kalian berjaga seperti biasa disini, karena Papa tidak ingin di ganggu siapapun!!" Pinta Leona.


"Baik Nona Leona, silakan!!"


"Ethan!!! Ke tempat biasa untuk mengganti mobilnya, kita pergi ke fine line, Papa ingin kesana.. "


"Baik..!" Jawab Ethan.


Ethan mengarahkan mobilnya ke tempat biasa dimana Leona juga memiliki beberapa mobil rahasia, yang tentu tidak di ketahui oleh orang luar. Semua itu di lakukan Leona untuk menghindari di buntuti oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab terutama orang-orang auruhan Mama nya.


"Ethan...!!!! Kenapa kau beralih profesi menjadi bodyguard, aku dengar kau sebelumnya seorang barista???" Tanya Tuan Haidee tiba-tiba.


Ethan tersenyum. "Saya ingin mencoba hal baru saja... Keluar dari zona nyaman saya." Jawab Ethan.


"Lalu bagaimana menurutmu bekerja dengan putriku???" Tanya Tuan Haidee lagi yang duduk di kursi belakang di sisi kiri, tepat di belakang Ethan.


"Senang sekali karena Nona Leona orang yang sangat baik dan peduli.. " Jawab Ethan. Fakta itu memang benar. Dia sempat meneduhkan pikiran buruk tentang Leona di awal tetapi seorang berjalannya waktu, dia menemukan perbedaan yang sangat jauh, karena ternyata Leona orang yang sangat menyenangkan sekali.


"Benarkah???? Atau kau hanya berbual saja karena disini ada aku dan juga Leona???" Tuan Haidee mencoba mengulik Ethan untuk menemukan sesuatu dari lelaki yang di sukai oleh putri nya itu.


"Ah tentu saja tidak Tuan Haidee.. Saya berbicara apa ada nya, Nona Leona memang sangat baik sekali.. "


"Kau bisa ajujur saja jika Leona adalah bos yang galak, setidaknya biar Leona sadar.. " Gumam Tuan Haidee sambil terkekeh melihat wajah cemberut Leona yang ada di sebelahnya.


"Leona bercerita kepadaku jika kau mengajaknya ke pasti asuhan tempat dimana kau di besarkan, bagaimana bisa kau membawa nya kesana???" Tanya Tuan Haidee lagi.


"Saya tidak tahu kenapa Nona Leona mengajak saya datang kesana, tetapi benar bahwa sebelumnya saya memang bercerita mengenai masa kecil saya. Sepertinya karena hal itu Nonan Leona jadi tertarik dan ingin pergi kesana.. " Jawab Ethan.


"Jika boleh tahu, kapan kau tinggal di panti asuhan? Di usia berapa? Dan kenapa??? Ah maaf Ethan, aku hanya ingin tahu saja, etapi jika kau tidak berkenan menjawab tidak apa.. Sekali lagi maaf.. "


Ethan melempar senyumnya. Dia tidak pernah ada masalah dengan pertanyaan itu dan sudah terbiasa menjelaskan jika ad ayang bertanya. "Orang tua saya meninggal karena kecelakaan, saya yatim piatu dan tidak memiliki keluarga selain kedua orang tua saya. . Jadi saya terpaksa di titipkan di panti asuhan, dan saat itu usia saya sekitar 5 tahun... Saya bahkan belum terlalu ingat siapa orang tua saya, masih erlalu kecil, hanya saja oengasuh saya di panti asuhan bercerita bahwa mereka mendapat informasi dari polisi yang mengatakan orang tua saya mengalami kecelakaan hebat kecelakaan tunggal yang membuat mereka tewas seketika, sementara hanya saya yang masih hidup dan di temukan menangis di dalam mobil.. " Ujar Ethan. "Saat itu sedang ada badai dan berkabut sekaligus hujan, sehingga membuat jarak pandang terbatas sehingga Ayah saya tidak fokus dan menabrak pohon, mobil kami terbalik, dan kedua orang tua saya meninggal dunia saat itu juga, begitulah penjelasan dari polisi yang di dengar oleh pengasuh di panti asuhan dan di ceritakan kepada saya.. "