My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Kembali ke Kantor



Keesokan hari nya......


Leona dan Tuan Haidee sedang bersiap untuk pergi ke kantor. Mereka sudah rapi dan masuk ke dalam lift untuk turun ke bawah dan berangkat ke kantor. Keduanya terlihat sumeringah, merasa senang karena Tuan Haidee akhirnya kembali lagi bisa ke kantor dan berjanji akan membantu Leona. Ini sangat mengejutkan Leona tetapi Leona merasa sangat bahagia sekali.


Pintu lift terbuka dan mereka keluar dari sana, mereka sudah disambut oleh para Bodyguard yang sudah bersiap untuk mengantar mereka, termasuk Ethan yang tadi malam langsung diberitahu oleh Leona. Ethan membuka pintu dan membantu Tuan Haidee masuk ke dalam mobil. Bodyguard yang lainnya melipat kursi roda Tuan Haidee dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil masuk ke dalam mobil. Leona juga menyusulnya kemudian Ethan pun bergegas menyalakan mobil untuk mengendarainya menuju kantor Leona.


"Sepertinya Anda sangat sumringah sekali hari ini." Ucap Ethan.


"Ya Ethan, aku sedang sangat bahagia sekali saat ini, karena aku bisa kembali lagi ke kantor dan aku berniat untuk membantu Leona."


"Senang sekali bisa melihat anda seperti ini, semoga anda semakin sehat, semakin semangat dan bisa semakin membuat Leona bahagia."


Tuan Haidee melempar senyum nya. "Ya, aku akan selalu membuat Leona bahagia dan kau juga harus melakukan hal yang sama supaya kita bisa bersama-sama membahagiakan Leona."


"Ya Tuan Haidee." Gumam Ethan. "Leona tadi malam terlihat begitu bahagia ketika memberitahu saya jika anda akan kembali ke kantor bersamanya lagi, dia sangat excited, wajahnya terlihat begitu bahagia sekali, saya senang melihatnya seperti itu. Dan itu semua karena anda."


"Aku pun sangat senang sekali bahkan aku juga lebih bahagia lagi karena kau ada bersama kami berdua."


Ethan tersenyum. "Apakah anda memutuskan ini setelah kita pergi liburan kemarin??" tanya Ethan lagi.


"Itu salah satunya, aku benar-benar sangat bahagia menghabiskan waktu dengan kalian berdua. Dan kita bertiga melewati liburan kemarin dengan perasaan yang sangat luar biasa."


"Syukurlah.! Saya senang sekali melihat anda semakin sehat dan bersemangat .Saya sangat yakin anda akan lebih cepat pulih."


Tuan Haidee tersenyum dan membalas pelukan Leona. Dia merasa bangga sekali memiliki seorang putri yang sangat hebat seperti Leona. Leona berbakti, penuh cinta dan sangat menyayangi serta menghormatinya. Leona selalu berusaha untuk membahagiakannya walaupun Tuan Haidee tahu banyak jalan terjal yang harus dilewati Leona untuk melakukan itu, tetapi Leona tidak pernah lupa untuk menjadi seorang anak yang berbakti. Leona memiliki hati yang sangat tulus dan luar biasa, tidak ada yang bisa Tuan Haidee diungkapkan selain rasa bangganya kepada putrinya itu.


Ethan melirik ke arah spion, dia tersenyum melihat Leona dan Tuan Haidee begitu sangat akrab dan mereka memiliki keinginan untuk membahagiakan satu sama lain. Ini sangat jarang terjadi sekali di zaman modern seperti ini ada seorang anak perempuan yang tujuan hidupnya bukan untuk membahagiakan dirinya sendiri tetapi untuk membahagiakan orang yang sangat dia cintai dan dia kasihi yaitum Orang tua nya. Ethan bisa melihat cinta yang sangat besar dimiliki Leona kepada Tuan Haidee bahkan Leona menepiskan kebahagiaannya sendiri hanya karena ingin melihat Tuan Haidee bahagia, tidak hanya Tuan Haidee saja sebenarnya tetapi Leona juga mencoba menaruh rasa hormatnya kepada Nyonya Haidee, hanya saja keadaannya tidak pernah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Leona karena sangat sulit untuk didekati dan diberi pengertian yang ada di hati nyonya Haidee hanyalah kemarahan pemaksaan dan keegoisan saja.


Ethan sering merasa iri melihat kebahagiaan Leona dan Tuan Haidee, mereka bisa saling menyayangi satu sama lain sedangkan dirinya tidak memiliki siapapun di dunia ini bahkan Ethan tidak berani untuk membayangkan betapa luar biasanya ketika bisa memiliki orang tua yang menyayangi anaknya. Takdir memang tidak berpihak kepada Ethan tetapi Ethan mencoba untuk terus mensyukuri kehidupannya, karena ini sudah menjadi jalan yang Tuhan berikan untuknya. Tuhan akan memberikan cobaan kepada hambaNya ketika ia merasa bahwa hambanya itu mampu untuk melewatinya sehingga Ethan memiliki keyakinan jika semua ini terjadi kepadanya karena Tuhan yakin bahwa ia mampu untuk melewatinya dan bisa mencari kebahagiaan yang lain lagi.


***


Sampailah mereka di kantor Leona, tepat di depan pintu masuk kantor itu, ia bergegas turun dan membukakan pintu untuk Leona, kemudian berlari ke sisi kanan dan membuka pintu untuk Tuan Haidee. Ethan juga membuka bagasi dan mengeluarkan kursi roda Tuan Haidee. Ethan kemudian membawa kursi itu ke depan pintu masuk sedangkan Leona memegangi Tuan Haide edan menaiki tiga anak tangga menuju pintu masuk. kursi roda sudah dibuka oleh Ethan kemudian dia memegangnya dan persilakan Tuan Haidee untuk duduk setelahnya Ethan Pun kembali lagi ke mobil dan membawa mobil ke tempat parkir, sedangkan Leona mendorong kursi roda Papanya itu masuk ke dalam lobby kantornya.


Ketika masuk, mereka disambut oleh para staf yang sudah menunggu mereka. Para staf tersenyum dan memberi selamat kepada Tuan Haidee karena Tuan Haidee akhirnya kembali lagi bekerja di kantor setelah sekian lama mereka sangat antusias sekali dan wajah sumringah terlihat dari para staff itu.


Tidak lupa ada Kaia juga beserta tim dari divisi yang dipimpin oleh Kaia mereka menyalami dan mengungkapkan kebahagiaannya atas kembalinya Tuan Haidee di kantor ini. "Selamat datang tuan Haidee senang sekali bisa melihat anda di sini, saya sudah menyiapkan meja dan kursi untuk anda di sebelah meja dan kursi Leona. Saya sangat senang sekali ketika mendengar dari Leona bawa anda akan kembali ke kantor." Ucap Kaia.


Tuan Haidee melempar senyumnya. "Terima kasih Kai, atas sambutan ini, harusnya kau tidak perlu menyuruh para staf untuk berkumpul di sini dan menyambutku."


Kaia tersenyum. "Tidak masalah Tuan Haidee. Saya juga merasa sangat senang sekali ketika memberitahu mereka bahwa anda telah kembali ke kantor ini, kami semua di sini merindukan kepemimpinan anda di perusahaan ini semoga anda semakin sehat, sehingga bisa kembali bergabung bersama kami dan memberikan motivasi untuk kami semua."


"Terima kasih untuk kalian semuanya atas sambutannya dan juga doa kalian serta dukungan kalian kepadaku selama ini dan terima kasih atas kerja kerasnya. Jika tidak ada kalian semua di sini, Leona pasti akan kesulitan. Terima kasih juga untuk dukungannya terhadap Leona." Ucap Tuan Haidee pada para staf yang menyambutnya di lobby, bisa terlihat di wajah mereka senyuman penuh kebahagiaan atas kehadiran Tuan Haidee kembali di kantor ini. Tuan Haidee dikenal sebagai pemimpin yang sangat berintegritas dan juga selalu memberikan motivasi untuk semua stafnya dan dikenal sangat baik sekali sehingga kehadiran Tuan Haidee di perusahaan ini juga sudah dinantikan oleh para staf.


"Baiklah!! Mari kita ke atas, saya sudah menyiapkan semuanya." Ujar Kaia. Semalam ia sempat merasa kesal terhadap Leona karena Leona memberitahukan berita mengejutkan ini mendadak dan Leona juga meminta Kaia agar segera menambahkan sebuah meja dan kursi kerja untuk Papanya yang hari ini akan mulai berkantor. Kaia merasa kesal bukan karena Tuan Haidee akan kembali tetapi Kaia kesal karena Leona memberitahunya mendadak sekali sehingga dia tidak ada persiapan apapun dan menyiapkannya juga dadakan tetapi Leona memberitahunya jika dia juga baru mengetahui itu saat tadi malam ketika sedang makan malam dengan Tuan Haidee.  Leona sendiri sangat terkejut tetapi dia tentu tidak bisa menolak keinginan Papanya agar hari ini bisa kembali bekerja di kantor untuk membantunya. Karena terlalu bersemangat dan bahagia Kaia  tidak merasa kesulitan sama sekali dengan permintaan Leona, jadi justru dia merasa senang karena Tuhan Haidee bisa kembali ke sini.