
"Dimana Leona???" Tanya Nyonya Haidee pada suami nya yang sedang duduk di sofa dan senang membaca sesuatu di tablet yang di berikan oleh Leona tadi.
Tuan Haidee, mendingan dan melempar senyumnya pada istrinya. "kau sudah pulang... Duduklah.. Leona ada di kamarnya... Kenapa???" Tanya Tuan Haidee.
"Sudahlah Pa jangan basa-basi, aku akan naik dan menemui Leona.. "
"Tunggu saja dia disini, dia ke kamarnya untuk mengambil beberapa barangnya... Dia datang untuk bertemu kita lalu kenapa kau malam memasang wajah marah seperti itu.. Bersikaplah tenang dan jangan marah-marah, kalau kau seperti ini terus, Leona pasti akan merasa semakin tidak nyaman untuk datang kesini.. "
"Biarkan saja...Aku harus memberi perhitungan dengannya.. " Nyonya Haidee pun meninggalkan suami nyaa dan pergi ke atas untuk menemui Leona.
Sementara tuan Haidee bangun dari sofa dan kembali ke kursi roda nya. Dia memilih meninggalkan ruang tamu dan meminta pelayanan membuka pintu, dia ingin kelurahan dari dalam rumah. Seorang pelayanan berlari dan membuka pintu untuk tuan nya. Dan mengantar Tuan Haidee keluar.
Saat di luar, dia mendapati beberapa bodyguard putrinya sedang berdiri. Mereka pun membungkuk kan badan untuk memberi hormat pada Tuan Haidee. Dan Ethan tampak tertegun sesaat, Lagi-lagi ini pertama kali nya dia melihat kedua orang tua Leona. Papa Leona terlihat sangat baik. Pantas jika Leona sangat menyayangi nya.
"Apa kalian bodyguard baru Leona??? Aku tidak pernah lihat kalian sebelumnya.. " Tanya Tuan Haidee.
Mereka berempat mengangguk. Kemudian Ethan lah yang menjawab pertanyaan itu. "Iya Pak... Kami bekerja sekitar satu bulan.. " Jawabnya. Tampak Tuan Haidee menatap Ethan sama seperti nyonya Haidee tadi, yaitu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Entah kenapa dian merasa seperti ada yang berbeda dengan Ethan daripada yang lainnya.
"Siapkan mobilnya, Leona sebentar lagi akan keluar, bawa dia segera kembali ke apartemennya.. Siapa yang tadi menjadi supirnya???" Tanya Tuan Haidee lagi.
"Saya pak... " Ethan mengangkat tangan.
Tuan Haidee tersenyum. "Aku sudah menduga nya, baiklah siapkan mobilnya.. "
Ethan mengangguk. "Baik Pak... " Dia kemudian berbalik badan dan menuju tempatnya memarkir mobil.
Sementara itu, Nyonya Haidee membuka pintu kamar Leona dan berteriak memanggil nama putrinya. Tidak terlihat Leona ada disana, Nyonya Haidee pun menuju ruang walk in closet dan benar saja dia mendapati Leona ada disana. "Leona...!!!!" Teriak Nyonya Haidee tetapi Leona tidak menoleh dan hanya sibuk memilih pakaian miliknya yang akan dia bawa ke apartemennya.
"Kau memang tidak berguna, kemanakau. pergi beberapa hari ini dan kenapa mematikan ponselmu??? Kenapankau meninggalkan pekerjaan mu bukanlah kau tahu bahwa saat ini kau sedang menangani banyak proyek, kenapa kau malah meninggalkan pekerjaan pentingnya dan keluyuran tidak jelas seperti itu????"
Leona lagi-lagi tidak mengatakan apapun dan tetap sibuk mengambil baju, sepatu serta tas. Memasukkannya ke dalam tas kecil.
Leona menutup tas nya dan melenggang keluar dari ruangan itu. Sontak kemarahan Nyonya Haidee semakin memuncak. Dia mengejar Leona, dan Leona memasuki lift untuk turun ke pantai satu, sambil berlari Nyonya Haidee berhasil menahan pintu lift yang akan tertutup sehingga dia bisa masuk bersama Leona.
Saat Nyonya Haidee berhasil masuk, Leona justru keluar dan meninggalkan Mama nya lagi. Belum sempat menyusul keluar pintu lift sudah tertutup. Leona pun pergi ke arah tangga dan turun melalui tangga.
Tetapi tentu turun melalui lift lebih cepat daripada dengan tangga. Saat sampai di bawah, Leona langsung di hadang oleh Mama nya. Dan tampak jelas sekali kemarahan yang ada di wajah wanita itu kepada putri nya.
Nyonya Haidee menahan pergelangan tangan Leona dengan kasar. "Kau tidak akan aku ijinkan pergi, sebelum kau menjelaskan semua nya kepadaku... Kemana kau pergi kemarin??? Dengan siapa kau pergi???? Kenapa kau melimpahkan semua pekerjaan pada Kaia...???" Tanya Nyonya Haidee.
Leona menatap tajam Mama nya. Hanya sepersekian detik lalu menghempaskan tangan Mama nya dan dia kembali berbalik badan untuk pergi dan kembali ke apartemen nya.
Nyonya Haidee mengejarnya lagi dan kali ini menghalangi jalan Leona. Tepat di depan pintu. Dimana disana juga masih ada Tuan Haidee. "Emma, biarkan Leona pulang, dia baru kembali dari kantor, dia pasti lelah.. " Ucap Tuan Haidee pada istrinya.
"Papa diamlah.... Berhentilah membela nya...!!! Ini lah hasil dari Papa memanjakannya selama ini sehingga dia bertingkah kurang ajar kepada ku...!" Nyonya Haidee mendorong bahu Leona. "Jawab pertanyaan Mama Leona... Pergi kemana dan dengan siapa kau pergi???? Kenapa kau melepaskan tanggung jawabmu di perusahaan...!!??"
"Dia pergi berlibur, apa salahnya Emma...??? Pekerjaan sudah membuatnya melupakan untuk menyenangkan dirinya sendiri, dia sudah menceritakan kepadaku tadi kemana dia pergi kemarin... Pekerjaan di kantor membuatnya strstress, wajar jika dia butuh ketenangan.. " Sela Tuan Haidee lagi.
"Aku bertanya pada Leona, jadi Papa diam saja..!"
"Mama tahu, kau sengaja pergi untuk menghindari pertemuan yang sudah Mama atur kan??? Kenapa Leona??? Apa sudahnya kau menemui nya??? Kenapa kau harus menghindar, kalian bisa bercakap-cakap dan lebih dekat lagi, Mama tidak memaksamu untuk menjalin hubungan dengannya, hanya ingin kau menemui nya sebagai tanda hormat kita kepada nya... Kenapa kau malah menghindar dan bersikap konyol seperti ini, kenapa tidak mau menemui nya???!!!"
"Kenapa bukan Mama saja yang menemui nya????? Kenapa harus aku??? Yang mengatur janji kan Mama????" Ucap Leona akhirnya. Dia benar-benar sudah muak sekali dengan semua ini. Hidupnya tidak bebas dan selalu saja di atur-atur. Dia bukan lagi anak kecil tetapi Mama nya justru bersikap begitu buruk kepada nya.
"Mama yang mengatur janji untukku bisa menemui para lelaki itu, padahal aku sama sekali tidak pernah tertarik untuk bertemu siapapun... Dan Mama tahu itu, tetapi Mama selalu saja melakukannya lagi dan lagi... Dan selalu dengan alasan yang sama yaitu tentang bisnis dan kerja sama...! Mama lupa kalau urusan bisnis aku bisa menangani sendiri, dengan cara ku bukan dengan menjalin asmara dengan para pemiliknya atau anak mereka...!!! Mama seolah bisa mengatur segala nya dan menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginan Mama, padahal Mama tahu cara itu tidaklah sepenuhnya benar... Mama seharusnya sadar, aku sangat bisa dan tahu cara berbisnis yang baik, tahu mana kolega yang mementingkan the real kerja sama, investasi dan lainnya, dan aku juga bisa tahu mana kolega yang hanya ingin bersenang-senang dan tidak serius dengan bisnis mereka, dan mereka hanya tertarik dengan penawaran Mama yang konyol mengenai diriku...!!!" Ujar Leona dengan suara bergetar.
"Mama sadar tidak bahwa Mama selama ini mengobral ku kepada mereka, dan memenuhi keinginan mereka untuk mendapatkan ku dengan janji nilai investasi yang tinggi... Aku bukan peIacur dan Mama juga bukan seorang geermo kan??? Lalu kenapa Mama ingin menjual ku kepada mereka???" Tanya Leona sambil menahan air mata nya.
Dan detik itu juga sebuah tamparan keras mendarat di pipi Leona. Hal itu membuat Tuan Haidee terkejut, termasuk para bodyguard yang sedang berdiri di sebelah mobil. Bekas merah langsung tampak di pipi Leona. Ethan pun langsung mengernyit melihat apa yang ada di depannya. Dan Leona pasti kesakitan sekali dengan tamparan itu.