My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Membuat minuman



Ethan dan Leona benar-benar kenyang menghabiskan 6 ekor ikan hasil pancingan mereka sore tadi. Hari sudah mulai larut dan suasana juga semakin dingin. Mereka beranjak dari pantai dan bergegas masuk ke dalam rumah.


Ethan menutup pintu ketika dia sudah sampai di dalam rumah. Dan itu terasa lebih baik karena tidak dingin. Ini malam kedua nya bersama dengan Leona. Meskipun di luar sangat cantik melihat laut dengan kerlap-kerlip lampu kota di kejauhan akan tetapi kecantikan itu mampu di kalahkan oleh suhu yang sangat dingin. Jadi daripada besok harus banget dalam kondisi demam dan sakit kepala, lebih baik melewatkannya dan bersembunyi di dalam rumah saja. Ethan dan Leona pun memilih itu.


"Aku akan membuat teh jahe, agar badan kita merasa hangat... " Ucap Leona.


"Kau pernah membuat itu di apartemenmu, dan aku justru kepanasan, bukan lagi hangat, itu berakhir buuk sekali... Aku tidak ingin minum itu lagi.. " Sahut Ethan.


Leona tersenyum. Sebenarnya bukan masalah teh jahe nya akan tetapi dia sebelumnya memang memasukkan pil viiagra atau pil biru untuk membuat Ethan ereeksi dan bisa bercinta dengannya dengan durasi yang lama. Tetapi tentu Leona tidak bisa mengatakan hal itu pada Ethan, bisa saja lelaki itu justru marah dan kecewa kepada nya. "Baiklah jika kau tidak mau, kau ingin apa untuk menghangatkan badan mu??? Kopi???" Tanya Leona.


Ethan menggelengkan kepala nya. "Suusu hangat saja... " Ucap Ethan.


"Apa....!!!!??? Suusu??? Hahaha yang benar saja Ethan.. Kau seperti anak kecil saja meminta suusu hangat.. Haha.. "


"Kau tidak tahu ya, betapa enaknya minum suusu hangat dengan remahan oreo... "


Leona mengernyit. "Remahan oreo???" Tanya Leona.


Ethan menganggukkan kepala nya. Kemudian dengan santai nya dia berjalan menuju dapur sambil melepaskan mantel nya. Ethan membuka kulkas mengambil sekotak suusu, juga mengambil biji vanila. Ethan menuangkan susu ke dalam panci dan merebusnya sambil menambahkan biji vanila ke dalamnya. Leona hanya memandangi lelaki itu dalam diam. Entah apa yang ingin di lakukan lelaki itu. Mencampur suusu dengan biskuit oreo. "Ada-ada saja... " Gumam Leona dalam hati.


Ethan membuka laci dan mengambil sebungkus biskuit cokelat berwarna hitam dengan krim vanila di tengahnya itu. Ethan membuka bungkusnya dan mengambil separoh dari isi nya dan memasukkan ke dalam sebuah mangkuk dan menghancurkannya dengan botol kosong. Tidak terlalu hancur, dan biskuit itu menjadi remahan kasar.


Ethan melempar senyum pada Leona, dan mengambil sebuah biskuit utuh lalu memakannya. Suusu di panci mulai mendidih, Ethan langsung mematikan kompornya. Dia menunggu agar suusu itu tidak terlalu panas sebelum di masukkan ke gelas, supaya gelasnya tidak retak dan pecah.


"Kau mau???" Tanya Ethan pada Leona. Dia menawarkan sisa biskuit yang masih utuh belum di hancurkan.


Leona mengambilnya dan ikut memakannya. "Terima kasih.. " Ucap Leona.


Setelah suusu di rasa tidak terlalu mengepul panas, Ethan menuangnya ke dalam gelas, baru setelah itu dia menambahkan remahan biskuit ore0 dan memberikannya satu gelas untuk Leona, satu nya lagi untuk dirinya sendiri. "Cobalah...!" Ucap Ethan.


"Aku penasaran dengan rasanya... "


Mereka berdua duduk di kursi mini bar yang ada di dapur itu. Menikmati suusu hangat dengan remahan biskuit cokelat yang di sukai oleh banyak orang itu.


Leona meniup-niup gelas berisi suusu itu. Lalu menyesapnya secara perlahan. Dia mencecap, merasakan dengan baik. "Oh.... Wooww.... Ini enak sekali... " Ujarnya sambil tersenyum.


Ethan terkekeh. "Aku hilang apa, ini sangat enak dan kau akan tidur nyenyak setelah ini.. "


"Wah... Aku akan membuat ini nanti... Luar biasa... Dan aku akan menambahkan cokelat, pasti lebih lezat... "


"Kau bisa menambahkan nya..."


Ethan dan Leona mengobrol sambil menghabiskan minuman itu, sebelum nanti mereka pergi tidur atau sekedar menonton televisi.


Ethan berdiri di sebelah tempat tidur dan sibuk membalas pesan. Leona menyusulmya setelah membersihkan gelas bekas minum mereka. Mereka akan mengobrol di kursi yang ada di tempat tidur. Leona tidak fokus hingga membuatnya tersandung kaki ranjang.


Dan saat itu juga Leona erhuyung ke depan dan refleks mendorong Ethan yang berdiri tepat di sebelah tempat tidur, membuat lelaki itu langsung terdorong ke belakang, sementara Leona tengkurap diatas tubuh Ethan.


Ethan hanya tersenyum dan menahan tawanya. Detik itu juga Leona seolah kembali tersihir dengan ketampanan Ethan yang kini berada tepat didepannya. Ethan memang tampan tetapi ketampanannya semakin bertambah saat menatap wajahnya lebih dekat. Leona mulai merasakan perasaan hangat yang membanjiri dirinya. Lalu dengan lembut Leona menundukkan kepalanya dan mengecup bibir Ethan lembut. Ethan terdiam sesaat merasakan kemanisan bibir Leona tetapi kemudian dia ingin lebih dan langsung membalas kecupan itu. Membiarkan Leona merasakan kelembutan bibirnya.


Ethan mengangkat tubuhnya dan duduk diatas tempat tidur dengan posisi Leona juga duduk dikedua paahanya. Ethan memeluk punggung Leona, mengusapnya dengan lembut kemudian menciumnya lagi, sambil terus menikmati tautan bibir dan Iidah mereka. Ada perasaan lembut yang mengembang dalam paguutan bibir mereka. Ethan menjeIajah bibir dan muIut Leona, mencecap seluruh rasanya, menikmati setiap detiknya. Lama mereka larut dalam ciuman itu, dan entah setan apa yang merasuki Leona, tiba-tiba dia melepas ciumannya lalu menatap Ethan begitu dalam. saat ini Leona sangat menginginkan Ethan sangat menginginkannya.


Tanpa banyak bicara dan hanya saling bertatapan, Leona perlahan mengangkat Tshirt yang dipakai Ethan. Lelaki itu meragu, lelaki itu tidak menyangka Leona akan melakukannya lagi. "Jika kau melakukan ini, aku tentu tidak akan bisa mengendalikan diriku, apa kau yakin ingin melakukannya lagi???" Gumam Ethan.


Leona tidak menjawab dan hanya tersenyum sambil berusaha melepaskan Tshirt Ethan. Ethan mengangkat kedua tangannya untuk mempermudah Leona melakukannya, setelahnya kini giliran Ethan melepaskan gaun yang dipakai Leona kemudian memeluk perempuan itu, menenggelamkan kepalanya di gunduukkan daada Leona. Ethan menciuminya, memujanya, disana terasa begitu hangat.


"Ethan, aku menginginkanmu lagi... Jangan menolak perintahku..!"


"Aku tidak memaksamu, tetapi kau sendiri yang memaksaku melakukannya, seperti nya kau ketagihan dengan rasanya" Ucap dengan suata serak, dia kemudian tanpa permisi membuka pengait dan melepaskan penutup daada Leona kemudian melemparnya ke lantai.


"Lakukan saja, hanya ada kita berdua, dan kita butuh menghangatkan badan kita... "


Ethan mulai bermain disana, sudah sangat lama dia tidak merasakan hal seperti ini sejak terakhir kali dia melakukannya dengan Leona ketika baru saja di terima kerja, setiap hari dia menahan nyeri di tubuhnya karena tidak memiliki tempat untuk meluapkan kebutuhan bathinnya. Ethan memainkan Iidahnya dengan ahli di titik berwarna piink milik Leona. Menghisapnya, menikmatinya secara bergantian dari kiri ke sebelah kanan, dan Leona hanya bisa mengeluarkan suara-suara desaahannya yang tidak bisa dia tahan lagi.


Ethan kemudian membariingkan Leonaa, kembali menciumi seluruh wajah perempuan itu, lalu turun ke Iehernya, turun lagi ke daadanya kemudian perutnya hingga sampailah diantar kedua pahha haIus Leona. Jemari Ethan memainkannya dengan Iembut disana.


Leona mengejang merasakan sensasi aneh yang menyengat di pusat dirinya ketika jemari Ethan bermain di sana. Ethan begitu ahli, mengetahui titiknya yang paling sensiitif itu, lalu menggerakkan jemarinya memutar di sana membuat Leona merasakan kenikmatan aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.


Sementara itu Ethan merespon gerakan Leona, miliknya telah begitu mengeras, mendesak ceIananya. Ingin segera merasakan tubuh Leona dan menenggelamkan diri disana tanpa ragu.


"Kau menginginkannya??" Suara Ethan egitu paraau, "Aku tidak ingin memaksamu, aku ingin kau menyerah karena kau mau" Ethan mengeluarkan miliknya yang mengeras dari ceIanannya untuk menggantikan jemarinya.


Ethan menunggu, menunggu Leona menjawab, dia membutuhkan persetujuan Leona, entah dalam bentuk kata-kata, entah dalam geIiatan respon tubuhnya yang menunjukkan bahwa perempuan itu setuju. Dia tidak mau nantinya Leona merasa ini adalah paksaan.


"Lakukanlah! Beri aku sesuatu yang aku sukai, aku menginginkannya" Ucap Leona.


"Kau sudah memberiku ijin, aku akan melakukannya, kau tahu sudah berapa lama aku menahan ini? Aku pasti akan meledak dengan cepat tetapi kupastikan kau akan merasa ketagihan"


Ethan mengusapkan miliknya di titik pusat Leona secara perlahan, membaut Leona menggeliat bagaikan cacing yang terkena air garam. Hingga akhirnya perlahan Ethan menenggelamkan miIiknya didalam tubuh Leona membuat keduanya mengerang bersamaan. Ethan merasakan kehangatan yang selama ini dia rindukan, sementara Leona merasa milik Ethan telah memenuhi seluruh dirinya hingga membuatnya merasakan denyutan yang luar biasa.


Ethan mulai bergerak dengan ritme pelan, agar bisa menikmati setiap detiknya memasuki tuubuh Leona. Setiap gerakannya membuat Leona berteriak karena keniikmatan. Pelan tapi pasti dengan ahli Ethan mempercepat gerakannya tetapi terus berusaha membuat Leona semakin menggila karena dirinya. Ethan sangat suka suara-suara menggila dari perempuan yang sedang menyatu dengannya, suara itu seolah lagu penambah kenikmatan untuk percintaan mereka.


Leona memeluk Ethan dengan erat dan meracau tidak karuan.


Mlik Ethan benar-benar memenuhi tubuhnya. Leona merasa ini luar biasa. Tetapi kemudian dia tiba-tiba menegang dan berteriak di telinga Ethan sambil melengkungkang punggungnya.


"Ahhhhh.....!!!" Teriak Leona.


Ethan mengangkat kepalanya dan tersenyum menatap Leona. "Kau sudah sampai lebih dulu ternyata, tetapi aku akan menyusulmu"


Ethan semakin mempercepat ritme gerakannya membuat Leona semakin menggila. Ethan mulai merasakan denyuutan yang menandakan dia akan segera mencapai puncaknya, dia pun semakin mempercepat dan saat sudah hampir meledak, Ethan segera menarik miliknya keluar dari Leona dan melepaskannya di perut Leona sambil setengah berteriak. Beberapa detik kemudian Ethan memeluk Leona dan napas mereka berdua tersenggal. Ini penyatuan ketiga kali nya bagi mereka dan rasanya sungguh luar biasa.