
Mendengar semua itu, Ethan hanya bisa terdiam. Dia tidak terkejut karena sebelumnya Leona sudah memberitahu nya mengenai hal itu. Hanya Saja melihat wajah Tuan Haidee yang tampak sedih, Ethan merasa iba sekali. Di masa tua nya dan juga dalam keadaan seperti ini, dia harus mengetahui kenyataan yang begitu menyakitkan. Wajar jika Leona memilih menyembunyikan hal itu selama ini karena takut Papa nya akan bersedih dan itu mengganggu kesehatannya. Tetapi sekarang Tuan Haidee sudah mengetahui segala nya.
" Saya harap anda lebih fokus pada kesehatan anda untuk saat ini, jangan sampai anda drop dan itu pasti akan membuat Leona sangat sedih.. Dan mungkin itulah yang membuat Leona tidak memberitahu anda yang sebenarnya karena dia tidak ingin anda sedih kemudian berpengaruh pada kesehatan anda." Ujar Ethan. Mencoba menguatkan tuan Haidee. "Anda tadi juga berbicara mengenai kepergian, saya berharap anda selalu sehat agar bisa menjadi kekuatan Leona, dia pasti rapuh sekali jika anda tidak bersama nya.. Tuhan tidak akan pernah memberi ujian melebihi batas kemampuan hamba nya, karena seberat apapun, Tuhan punya keyakinan jika anda bisa melewati ini dengan baik.."
"Aku sangat berharap kau bisa nenjaga dan mencintai Leona, buatlah Leona bahagia, dan hiburlah dia jika dia merasa sedih.."
"Saya akan berusaha sebaik mungkin, tentu jika hanya saya itu tidaklah berarti untuk Leona, anda adalah hal utama untuk kebahagiaan nya.."
Tuan Haidee memandang lurus ke depan. "Ethan...???? Bagaimana perasaanmu jika kau mengetahui bahwa orang yang ada di dekatmu adalah penyebab dari ketidakberuntungan hidupmu???"
Ethan menoleh mengarahkan pandangannya ke Tuan Haidee. Bingung dengan pertanyaan itu. "Ketidakberuntungan adalah sebuah takdir dan jalan hidup seseorang, pemilik skenario nya adalah Tuhan.. Itu sudah jadi ketentuan, bisa karena keadaan atau karena perbuatan atau ulah manusia. Dan tugas manusia adalah memaafkan." Jawab Ethan.
"Jika itu merenggut nyawa seseorang??? Apa yang akan kau lakukan??? Apakah kau masih mau memaafkan nya???" Tanya Tuan Haidee lagi.
"Memaafkan sebuah kewajiban, meski berat tetapi harus tetap di maafkan." Gumam Ethan. "Kenapa anda bertanya seperti itu??"
Tuan Haidee menoleh. "Aku hanya ingin tahu bagaimana pandanganku mengenai hal seperti itu... Karena kebanyakan orang akan marah, kecewa dan tidak mau memaafkan.."
"Marah itu sudah jadi hal yang wajar, tetapi pada akhirnya memaafkan adalah jalan terakhir untuk membuat kita merasa lebih baik, karena bagaimana pun itu sudah jadi kehendak Tuhan."
Tuan Haidee tersenyum pada Ethan. Dalam hatinya dia berharap jika memang Ethan adalah anak laki-laki yang dulu kecelakaan, kelak Ethan mau memaafkannya atau memaafkan istrinya dan tidak berimbas kepada hubungan nya pasa Leona. Karena yang bersalah dalam hal itu adalah mereka berdua bukan Leona. Tetapi tentu tuan Haidee juga berharap bahwa anak itu bukanlah Ethan. Dan tanda lahir itu hanyalah sebuah kesamaan yang kebetulan saja.
Kali ini Ethan tidak perlu memancing tuan Haidee dengan pertanyaan - pertanyaan yang di suruh oleh Leona. Justru yang Ethan dapati adalah pengakuan dari tuan Haidee sendiri. Meski Tuan Haidee meminta untuk merahasiakan dari Leona, tetapi Ethan berniat untuk tetap memberitahu Leona. Karena Ethan khawatir justru akan mempengaruhi kesehatan Tuan Haidee. Jika Leona tahu tentu Leona akan mencari cara untuk membuat Tuan Haidee tidak larut dalam kekecewaan dan kesedihan nya memikirkan perbuatan dan pengkhianatan Nyonya Haidee.
****
Sekitar satu jam kemudian...
.
Leona sudah kembali ke apartemen bersama dengan Kaia. Membawa banyak bahan dan barang belanjaan. Mereka kembali sesuai janji, yaitu sekitar satu jam saja. Kaia juga sudah menyuruh supir dan bodyguard yang menemani mereka tadi.
Leona mengucapkan terima kasih kepada Ethan karena sudah menemani Papa nya. Dan saat ini tuan Haidee beristirahat di kamar tamu. Ethan mengantarnya karena Tuan Haidee merasa pegal dan ingin berbaring jadi Ethan membantu nya ke kamar. Sekarang dia sedang beristirahat. Ethan membantu Leona dan Kaia membongkar dan belanjaan juga akan membantu menyiapkan makan malam mereka nanti agar segera selesai.
"Bagaimana???" Tanya Leona pada Ethan.
"Aku tidak menanyakan apapun pada Tuan Haidee." Jawab Ethan.
Leona langsung meletakkan pisau yang di pegang nya dan menoleh menatap Ethan tajam. "Kau tidak menanyakan apapun pada Papa??? Aduh bagaimana sih???? Kau kan sudah berjanji padaku untuk membantu ku??? Kenapa tidak melakukannya???" Gerutu Leona.
"Aku memang tidak menanyakan apapun, tetapi tuan Haidee justru memberitahu ku mengenai sesuatu.."
"Memberitahu apa???" Tanya Leona dengan cepat.
"Memberitahu mengenai apa yang sebenarnya terjadi akhir-akhir ini.. Tuan Haidee sudah tahu bahwa Nyonya Haidee.."
k
"Apa....!!???" Seru Kaia dan Leona bersamaan.
"Ssssttttt...!!!" Ethan memberitahu agar mereka tidak berteriak karena Tian Haiee meminta nya agar tidak memberitahu masalah ini kepada siapapun ter masuk Leona. Tetapi Ethan tidak bisa melakukannya karena tahu bahwa Tuan Haidee butuh dukungan dari orang-orang yang menyayangi nya sehingga Leona harus mencari cara untuk bisa menguatkan hati Papa nya.
"Jadi Papa sudah tahu???? Tapi dari mana???" Tanya Leona dengan suara pelan.
"Aku tidak tahu dari mana tetapi bukankah tuan Haidee memiliki beberapa orang yang bisa membantu nya??? Mungkin dia mengirim detektif atau siapa lah yang dia minta untuk menyelidiki nya.. Begitulah yang dia katakan padaku, dan itu seperti nya dia ketahui tidak lama sebelum dia berkunjung kesini, menginaap dan meminta kita mengantarnya ke Fine Line. Aku rasa kecurigaan mu benar adanya.." Ujar Ethan.
"Bagaimana perasaan Papa??" Tanya Leona.
Et han kemudian menjelaskan mengenai apa yang di lihat ya tadi dimana Tuan Haidee terlibat sangat sedih dan terpukul sekali. Bahkan Tuan Haidee juga berbicara tentang kepergian yang langsung membuat Ethan menjadi khawatir. Ethan kemudian memina Leona agar memikirkan sesuatu agar Tuan Haidee tidak terpuruk dalam kesedihan, mencari solusi untuk masalah itu. Karena saat ini dukungan dan juga membantu nya agar bisa menghadapi ini dengan perasaan tenang. Walaupun memang sulit.
"Bagaimana kalau kau menanyakan pada Nyonya Haidee, jika memungkinkan sarankan dia untuk berhenti, ini demi kesehatan tuan Haidee... Dia merasa di khianati oleh orang-orang terdekatnya, itu yang tadi dia katakan padaku.." Lanjut Ethan.
"Lalu apa menurutmu Mama akan peduli??" Tanya Leona. Tetapi dia tidak butuh jawaban.
"Bagaimana kalau kau menemui Om mu yang jadi selingkuhan Nyonya. Haidee??? Setidaknya mintalah dia untuk mengakhiri semua ini, akh sangat khawatir kesehatan tian Haidee menurun, dia benar-benar kacau sekali, bahkan membahas hal yang menakutkan yang mengarah ke kematian.." Ethan mencoba menyarankan Leona agar mencari solusi di masalah ini. Dia merasa kasihan pada Papa Leona yaitu tuan Haide.