
"Kedua orang tua mu meninggal dan kau akhirnya di titipkan ke panti asuhan???? Tapi apakah orang tua mu benar-benar tidak memiliki keluarga???" Tanya Tuan Haidee.
"Saya tidak ingat siapa saja keluarga saya, tetapi begitulah yang saya tahu.. " Jawab Ethan.
"Turut prihatin, kau pasti melewati hari-hari yang sulit... "
Ethan tersenyum. "Bagi anak seumuran saya tidaklah terlalu sulit, apalagi disana banyak teman-teman yang lain, hanya saja kesulitan saya hadapi saat saya dewasa, tetapi saya menyadari bahwa saya sudah dewasa dan tidak pantas jika harus cengeng, hehehe..."
"Kau pasti menjadi orang yang hebat kelak...." Puji Tuan Haidee.
"Amin.... Semoga saja...!" Gumam Ethan.
Leona hanya diam menyimak pembicaraan Papa nya. Dan berdoa dalam hati berharap Papa nya tidak membahas obrolan mereka tadi malam, mengenai dia yang menyukai Ethan.
"Kau tinggal dimana???" Tanya Tuan Haidee lagi. Ethan pun menyebutkan apartemen tempat tinggalnya.
"Dengan siapa??? Sendiri saja atau dengan kekasihmu??? Biasanya anak muda sekarang memilih tinggal bersama agar lebih hemat.. "
"Ah tidak, saya tinggal sendirian, kekasih saya juga tinggal sendirian, kami belum ada pemikiran untuk tinggal bersama, tetapi itu tidak menutup kemungkinan kedepannya.. " Jawab Ethan.
Mendengar itu, Leona mengernyit. Ethan belum tahu saja jika Gemma saat ini tinggal bersebelahan dengan kekasihnya yang sebenarnya. Dan perempuan itu hanya memanfaatkan Ethan saja. Sebelum Gemma mulai beraksi untuk melakukan penipuan pada Ethan, Leona berjanji dia akan menghentikan drama Gemma yang sebentar lagi pasti akan di mulai. Saat ini Leona masih mencoba memikirkan sesuatu untuk membongkar kebusukan Gemma.
Tuan Haidee melirik ke arah putrinya yang duduk i sebelahnya. Wajah Leona tampak kesal sekali. Tuan Haidee tersenyum menyadari bahwa Leona pasti saat ini sedang cemburu sekali. Menandakan bahwa Leona memang sangat tertarik dengan Ethan. Tuan Haidee juga senang dengan hal itu, karena Ethan memang tidak terlihat sebagai orang yang jahat, justru Ethan tampak seperti orang baik-baik. Mungkin jika Leona dan Ethan bersama akan sangat cocok dan saling melengkapi. Dan Tuan Haidee akan mencoba membantu Leona nanti nya supaya cinta putrinya tidak beryepuk sebelah tangan, akan membantu tetapi tentu tidak dengan menghancurkan hubungan Ethan dan kekasihnya begitu saja.
Tuan Haidee juga masih belum sadar bahwa orang tua Ethan meninggal saat kecelakaan itu adalah pengemudi dan penumpang mobil yang kecelakaan karena kelalaian istrinya. Dimana anak kecil yang dulu menangis itu adalah Ethan kecil. Ya, mobil itu di kendarai oleh Papa Ethan dan di dalamnya ada Ethan juga Mama nya. Saat itu mereka dalam perjalanan menuju rumah baru yang baru saja mereka beli dan akan pindah kesana. Tetapi sayangnya kecelakaan di tengah badai itu, membuat Ethan harus kehilangan kedua orang tua nya. Dan Ethan mengalami cidera di kepala nya sehingga dia mengalami kesulitan mengingat masalalu nya. Ingatan itu hanyalah ingatan samar yang sampai saat ini Ethan tidak mengerti maksudnya.
***
Setelah menempuh perjalanan, sampailah mereka di fine line. Ethan membawa mobil masuk ke dalam hutan menuju rumah itu yang berada di ujung hutan. "Ke dalam hutan??? Kau punya rumah di dalam hutan???" Tanya Tuan Haidee.
"Itulah kenapa aku bilang tempatnya terasing dan jauh dari hiruk pikuk kota dan suara kendaraan, kita hanya akan mendengar suara hewan malam, burung dan debur ombak.. " Jawab Leona.
"Kau tinggal di tengah hutan sendirian??? Tidak takut???" Tanya Tuan Haidee lagi.
"Tidak Papa, tempatnya sangat nyaman hingga membuat aku tidak takut akan apapun, aku yakin Papa akan sangat nyaman disana.. "
"Oke baiklah.....!!! Papa percaya..!"
Ethan terus membawa masuk mobil ke dalam hutan. Sampai akhirnya sampai juga mereka di fine line. Ethan menghentikan mobil dan membuka bagasi lalu bergegas keluar, mengambil kursi roda Papa Leona yaitu tuan Haidee. Leona juga keluar untuk membantu Papa nya. "Papa bisa melihat rumahnya kan???" Tanya Leona.
"Jadi itu rumahnya???"
Beberapa menit kemudian sampailah mereka di rumah yang Leona menamainya fine line. Tampak tuan Haidee tertegun sesaat melihat laut di depannya. Ombaknya tenang dan langit juga dalam. keadaan cerah. Ethan membelokkan kursi roda untuk masuk ke rumah.
"Aku menyebut tempat ini sebagai fine line, sebuah garis baik, di kelilingi oleh pemandangan yang menakjubkan, bagaimana menurut Papa???" Tanya Leona.
Tuan Haidee tersenyum. "Sangat cantik, kau memilih tempat yang bagus sekali.... Sangat sejuk, Papa menyukai nya.. "
"Aku sudah bilang bahwa Papa pasti akan sangat menyukainya sekali.... Ayo kita masuk ke dalam rumah.. "
Ethan membantu tuan Haidee berdiri dan berjalan. Tetapi Pria paruh baya itu menolak karena dia bisa berjalan sendiri. Kursi roda hanya membantunya agar tidak terlalu lelah, dan sebenarnya dia bisa berjalan dengan baik. Leona meminta Ethan untuk membiarkan Papa nya berjalan sendiri. Ethan mengangguk dan kini dia mendorong kursi roda kosong. sedangkan Leona berjalan di sebelah Tuan Haidee, memastikan Papa nya baik-baik saja.
Leona membuka pintu rumah dan mengajak Papa nya untuk masuk. Tuan Haidee melihat seisi rumah itu dan setiap sudutnya. Rumah mungil yang sederhana tetapi memang terasa sangat untuk di tinggali. "Bagaimana??" Tanya Leona.
"Bagus, kau memilih tempat yang bagus, Papa menyukai nya..."
"Papa ingin jus??? Masih ada buah di kulkas..Leona buatkan ya??"
"Ya, Papa haus... Papa ingin ke pantai, kau membuat jus, Papa akan pergi bersama Ethan, boleh kan???"
Leona mengangguk. "Ya, Papa bisa pergi dengan Ethan..."
Leona berbalik badan dan menghampiri Ethan yang duduk di luar. "Papa ingin ke pantai, kau temani dia ya??? Aku akan membuat jus untuk kalian..!"
Ethan mengangguk. "Baiklah..!" Jawab nya.
Leona kembali masuk dan mengantar Papa nya keluar rumah. Ethan menunggu nya lalu mengajak Tuan Haidee ke pantai.
Sampai di pantai, Tuan Haidee menunjuk ke sebuah sudut dan dia ingin kesana, duduk di kursi roda sambil memandang ke arah pantai. Di sisi kanan ada kursi santai dengan payung, sehingga bisa di gunakan untuk berteduh. Ethan membawa nya kesana.
Angin semilir yang sejuk dengan cuaca yang belum terlalu panas karena masih jam setengah sembilan pagi. "Ethan!!! Duduklah.. Kau pasti lelah... " Titah tuan Haidee.
"Ah tidak apa-apa, saya berdiri saja.. "
"Kenapa berdiri, duduk saja di kursi itu, temani aku mengobrol.. Jangan menolak.. Duduklah..!!"
Ethan akhirnya duduk dan tersenyum, tuan Haidee ternyata begitu baik dan jauh berbeda dengan Mama Leona.
Tuan Haidee sebenarnya ingin mengajak Ethan mengobrol untuk mengetahui lebih detail tentang Ethan. Sehingga dia bisa melihat apakah Ethan memang cocok bersama Leona atau tidak