
Setelah beberapa saat, akhirnya Ethan menyelesaikan tugasnya membuat kopi. Dia pun menyerahkan dia cangkir kopi kepada Leona dan Kaia. Kedua perempuan itu tersenyum lebar. "Terima kasih Ethan...!! Boleh kami mencoba nya???" Tanya Kaia.
"Silakan...!!!! Semoga suka..!" Jawab Ethan.
Kaia dan Leona pun mencoba kopi itu. Meniupnya pelan lalu menyesapnya. Mencoba merasakan kopi buatan Ethan dengan baik. "Oh wow.....!!!" Ucap Kaia. "So strong... " Lanjutnya lagi.
"Apa anda ingin krimer supaya rasanya tidak terlalu strong???" Tanya Ethan.
"Ah tidak tidak... Strong tetapi enak, aku suka aroma nya..! Bagaimana denganmu???" Tanya Kaia pada Leona.
"Sangat enak..... Aku suka yang seperti ini..!!" Puji Leona akhirnya. Leona memandang Ethan dan tersenyum. "Aku harus memperkerjakan mu bukan lagi sebagai bodyguard tetapi sebagai barista pribadi ku, ini enak... "
Ethan tersenyum. "Terima kasih atas pujiannya... "
"Bisakah kau membuat yang tidak terlalu strong, maksudku tambahkan krimer dan yang lainnya, aku benar-benar ingin kopi malam ini...!" Pinta Leona dan Ethan mengangguk. Dia mulai meracik lagi permintaan Leona dan Kaia. Kaia juga ingin kopi yang ringan.
Ponsel Kaia tiba-tiba berbunyi saat dia sedang sibuk memperhatikan Ethan membuat kopi untuknua dan Leona. Kaia pun mengangkatnya karena itu dari salah satu bodyguard yang berjaga di bawah. "Ya...??? Ada apa???" Tanya Kaia.
"Maaf nona Kai saya mengganggu, kebetulan disini ada tuan Haidee, beliau meminta akses untuk naik.. "
"Tuan Haidee????" Tanya Kaia.
"Iya nona, beliau bersama dengan asistennya.. "
"Oh baiklah, tunggu sebentar aku akan membuka liftnya..." Panggilan itupun di akhiri. Kaia menatap Leona yang ada di sebelahnya. "Ada Papa mu di bawah.. " Kaia memberitahu Leona.
"Papa?????" Tanya Leona tidak percaya. "Dia kesini??? Ada apa???"
"Aku tidak tahu, dia mungkin ingin berkunjung saja.. Dia hanya dengan asistennya, tidak dengan Mama mu, aku akan memberinya akses naik.. "
Leona mengangguk. "Baiklah...!! Ethan..??? Kau lanjutkan saja ya??? Sekalian buatkan teman-temanmu yang ada di bawah.."
Leona dan Kaia turun dari kursi dan mereka berjalan menuju lift untuk menyambut Papa Leona yang datang. Leona sama sekali tidak menduga jika Papa nya akan datang malam-malam seperti ini.
Tak lama pintu lift terbuka, ternyata Papa Leona hanya sendirian di dalam lift. "Papa...???? Kok sendiri???" Tanya Leona yang langsung masuk lift dan mendorong kursi roda Papa nya.
"Papa menyuruh Mike untuk pulang, Papa ingin menginap disini, boleh kan????" Tanya Tuan Haidee kepada putrinya.
"Tentu saja boleh Pa... Kenapa tidak menghubungiku lebih dulu, aku kan bisa menjemput Papa di rumah??"
"Tidak perlu, Papa bisa datang kesini, di rumah banyak pengawal yang bisa amengantar Papa..." Ucap tuan Haidee. Dia kemudian melihat seseorang yang ada di dapur. Laki-laki yang pernah di lihatnya mengantar Leona ke rumahnya beberapa waktu yang lalu, supir sekaligus merangkap sebagai pengawal putrinya. Tuan Haidee tampak terkejut karena yang dia tahu Leona tidak sembarangan menyuruh orang untuk masuk kesini tetapi lelaki itu ternyata ada disini.
"Itu Ethan, dia bodyguard ku, Papa pasti tahu karena pernah bertemu dengannya sebelumnya, dia sedang membuat kopi untukku dan Kaia, dia mantan barista, jadi kebetulan kami ingin minum kopi jadi aku menyuruhnya kesini.. " Ucap Leona yang bisa menebak apa yang ada di kepala Papa nya.
"Papa tidak menyangka kau membayarnya untuk menjadi barista juga... " Gumam Tuan Haidee sambil tersenyum.
"Papa datang kesini, apa Mama tahu???" Tanya Leona.
Leona melempar senyum. "Aku senang Papa datang.. "
"Kaia menginap disini juga???"
"Iya, aku meminta nya menginap, ada beberapa pekerjaan juga yang harus kami bahas nanti.. "
Kaia menghampiri Leona dan Papa nya membawa segelas jus untuk Papa Leona, juga kopi Leona yang di buatkan oleh Ethan. Kemudian berpamitan untuk ke kamar Leona karena harus mengerjakan sesuatu. Membiarkan Leona dan Papa nya mengobrol. Sementara itu Ethan juga sudah selesai membuat kopi untuk Leona, Kaia juga teman-teman bodyguard nya yang ada di bawah. Ethan menghampiri Leona lalu memberi salam pada Tuan Haidee.
"Selamat malam tan Haidee, senang bisa berjumpa dengan anda lagi.. " Ucap Ethan.
Tuan Haidee tersenyum. "Selamat malam, senang bisa berjumpa denganmu lagi, sayang sekali aku tidak minum kopi, jika saja aku tidak sakit aku ingin sekali mencoba kopi buatanmu.. " Ucap tuan Haidee.
Ethan tersenyum. "Suatu kehormatan bagi saya jika bisa membuat sesuatu untuk anda, saya harus kembali lagi ke bawah, permisi..!!"
"Ya, silakan...!"
"Pa, sebentar, aku buka akses dulu untuk Ethan agar dia bisa turun.. " Leona beranjak dan mengantar Ethan sampai ke lift. "Kalau kau ingin pulang, silakan, ada Papa, jadi rencana untuk jalan-jalannya batal.. " Gumam Leona.
"Ya, aku mengerti.. " Ucap Ethan. "Aku akan minum kopi dengan yang lain baru setelah itu pulang.. " Pintu lift terbuka dan Ethan masuk ke dalam nya meninggalkan Leona dan Papa nya.
Leona kembali lagi dan duduk di sebelah Papa nya. Tuan Haidee sejak awal sudah membaca sesuatu di mata putri nya, dia mencurigai bahwa Leona menyimpan sesuatu di hatinya. "Kau memperlakukannya begitu istimewa...!" Tuan Haidee meledek Leona.
"Istimewa???? Siapa???" tanya Leona bingung.
"Jangan sembunyikan apapun dari Papa, kau tidak akan berhasil melakukannya... "
Deg....
Leona pun terlihat terkejut. Dan langsung khawatir dengan apa yang di ucapkan oleh Papa nya. "Maksud Papa apa????" tanya Leona lagi.
"Siapa Ethan???? Kenapa kau memperlakukan nya dengan istimewa????" Tanya Tuan Haidee menelisik.
"Ethan???? Aku memperlakukan nya secara istimewa??? Tidak juga... Perasaan Papa saja kali... Hahahaha" Leona tampak salah tingkah. "Tadi aku sudah bilang bahwa aku menyuruhnya kesini karena ingin mencoba kopi buatannya, itu saja.. Kebetulan aku membeli kopi robusta yang mahal, dan ingin mencicipi nya, tidak ada yang lain... Hahaha Papa ini ada-ada saja.. "
"Ada sesuatu yang bisa Papa lihat darinya begitu juga dengan dirimu, s esuatu yang berbeda dari biasa nya, Papa sangat yakin bahwa ada sesuatu antara kau dan dia.."
"Memang Papa melihat apa????" Tanya Leona mencoba membantah kecurigaan Papa nya.
"Cinta...!!" Gumam Tuan Haidee.
"Cinta...????? Hahahahaha cinta apa maksud Papa????"
"Kau tidak bisa amembohongi Papa Na, jujur saja apa alasanmu merekrutnya???? Papa sudah melihat kau mengganti semua bodyguard mu, dan ketika kau datang bersamanya ke rumah, Papa bisa menebak bahwa ada sesuatu yang membuat Putri Papa memilih laki-laki bernama Ethan yang tidak punya baground Bodyguard sebelumnya. Sesuatu telah terjadi, apa kau menyukai Ethan???? Kau jatuh cinta padanya???" Tanya Tuan Haidee yang langsung membuat Leona terlonjak.