
"Awww.... " Lelaki itu meringis kesakitan saat Vineet mencoba membersihkan luka nya.
"Ini tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja.. " Ucap Vineet.
Gienka pun menyela dan memberitahu lelaki itu agar tenang karena Vineet adalah seorang mahasiswa kedokteran, sehingga dia tahu cara untuk mengobati luka dan penanganannya dengan cukup baik. Selama di obati oleh Vineet, lelaki itu meringis menahan sakit dan perih yang dia rasakan.
Sampai akhirnya Vineet selesai mengobati nya. Lelaki itu mengucapkan terima masih kemudian langsung berpamitan untuk pergi. Dia harus segera untuk pulang. Dia berlari meninggalkan Sanne, Vineet dan Gienka. Saat berlari pun tampak dia tidak seperti orang berlari pada umumnya. Sepertinya kaki nya juga menahan sakit setelah jatuh tadi. Ketiga perempuan itu hanya salin berpandangan melihat lelaki itu yang seperti nya buru-buru.
"Sepeda nya seperti nya rusak... Aku melihat roda nya sedikit bengkok.. Apa tidak apa-apa dia menaiki sepeda itu???" Gumam Sanne.
"Ya... Kasihan sekali... Tetapi bagaimana tadi dia bisa jatuh karena terserempet??? Tidak bertanggung jawab sekali... " Gerutu Gienka.
Sedangkan Vineet hanya terdiam menatap laki-laki itu. Ada sesuatu yang mengganjal di hati nya. Kasihan sekaligus khawatir.
Saat sampai di dekat sepeda nya, lelaki itu memandang ke arah sepeda nya yang seperti nya mengalami kerusakan. Satu-satunya nya transportasi yang biasa dia gunakan untuk pulang dan pergi bekerja. Sekarang rusak lagi. Padahal dia baru saja membeli nya sekitar tiga bulan yang lalu ketika dia baru pindah ke kota ini. Dia berharap banyak pada sepeda miliknya, mengingat itu cukup membantu nya saat pergi ke tempat kerja nya, bisa menghemat pengeluarannya daripada harus naik kendaraan umum. Lelaki itu mengernyit memejamkan mata nya, tampak sedih tetapi dia harus segara pulang sebelum hari gelap. Dia masih bisa mengendarai nya pelan. Dan besok bisa dia bawa ke bengkel khusus sepeda untuk di perbaiki.
"Hei.... Kalian melihat apa???" Kyros mengejutkan istri dan kedua teman nya.
"Kau ini mengejutkan saja... Lama sekali di toiletnya.. " Protes Gienka.
"Perutku sakit tadi... Kalian melihat apa???" Tanya Kyros.
"Itu, Laki-laki yang bersepeda itu.. " Gienka menunjuk ke arah laki-laki itu yang saat ini sedang memegang sepeda nya kemudian mulai menaiki nya dan pergi. "Dia tadi terserempet mobil, dan mobilnya pergi begitu saja, tangan nya lecet-kecet karena tidak memakai jaket, dan mobil yang menyerempet nya kabur... " Ujar Gienka.
"Lalu??? " Tanya Kyros.
"Seseorang ingin menghubungi polisi tapi dia menolak, dan tadi Vineet mengobati luka nya, untung ada yang bawa kotak P3K.. ."
"Iya kak..Dan sepeda nya juga rusak sih.. Roda nya bengkok.. " Sahut Sanne.
"Kasihan juga dia... Eh ini makanan kita sudah datang... " Ucap Kyros.
Pelayan datang membawa pesanan mereka. Dan keempat nya duduk menikmati makanan masing-masing dan setelah ini mereka akan langsung pulang. Disaat semua sedang menikmati makanan dan sesekali berbincang. Vineet hanya memilih untuk diam dan mengaduk makanannya, sesekali dia menyiapkan ke mulutnya. Pikiran nya masih di lingkupi oleh laki-laki itu. Bahkan sampai semua sudah selesai makan, dia hanya menghabiskan makanan nya setengah saja. Mereka ke empat lalu berdiri untuk meninggalkan restoran setelah Kyros membayar makanan mereka.
***
Kyros mengendarai mobilnya untuk pulang. Hari ini cukup jalan-jalan nya, dan besok adalah hari minggu, dia masih akan menemani Sanne dan Vineet jalan-jalan lagi. Gienka duduk di sebelahnya, sedangkan Sanne dan Vineet duduk di kursi penumpang belakang.
Sanne melirik ke arah adik sepupu nya yang sejak tadi lebih banyak diam dan tidak ceria seperti sebelumnya. Sanne memegang tangan Vineet, membuat perempuan itu terlonjak tetapi kemudian tersenyum menatap kakak sepupu nya. "Ya...??? Kau mengejutkan ku saja... " Ucap nya.
"Apa kau baik-baik saja??? Sejak tadi kaau diam saja... Kau sakit???" Tanya Sanne.
Vineet menggelengkan kepala nya. "Tidak kak... "
"Jika tidak sakit, kau kenapa?? Sebelum nya kau baik-baik saja dan banyak tertawa??? Apa kau masih memikirkan laki-laki tadi???"
Vineet melempar senyum lagi. "Tidak kak... " Jawabnya dengan suara pelan, Gienka juga menoleh ke belakang.
"Iya, Neet, kau kenapa???" Tanya Gienka.
"Tidak apa-apa kak.. "
"Ahhhh aku tahu, kau suka lelaki itu ya????" Celetuk Sanne. "Wah.... Sepertinya Vineet jatuh cinta pada pria Washington.. "
Gienka tersenyum, begitu juga dengan Kyros.
"Kak Sanne... Mana ada, aku tidak menyukai nya.. Ada-ada saja....!!"
"Ya kalau begitu kau kenapa???" Tanya Sanne seolah dia tidak puas dengan jawaban Vineet.
"Sebenarnya tadi aku melihat seperti ada kesengajaan dari pengemudi mobil itu, yang mungkin ingin mencelakai laki-laki itu...." Ucap Vineet.
Gienka menoleh ke belakang, memandang Sanne dengan tatapan terkejut. "Apa...????" Seru nya.
"Aku memperhatikan laki-laki itu saat kita selesai memesan makanan, aku terus memperhatikannya dari sisi yang lain, sampai dia sampai di tempat dimana dia terjatuh tadi... Sebuah mobil melaju tidak terlalu kencang ada di belakang laki-laki itu, mobil itu berada di jalur yang tepat, tetapi ketika mendekati laki-laki itu, pengemudi nya seolah sengaja merepet laki-laki itu, dan terjadi lah insiden yang tadi.. Setelah itu mobil itu melaju cepat meninggalkannya, padahal sebelumnya melaju di kecepatan normal... Dia mendekat pelan lalu menyenggol laki-laki itu... Aneh sekali menurutku.... Pengemudi mobil itu sepertinya sengaja ingin mencelakai laki-laki itu... " Ujar Vineet.
"Kau serius???" Tanya Sanne.
"Iya kak... Itulah kenapa aku merasa kasihan dan kalian juga bisa melihat ekspresi lelaki itu, dia terlihat sedih sekali dengan sepeda nya, bisa jadi sepeda itu adalah alat transportasi yang dia sayangi... Tapi jika orang yang mengemudikan mobil itu, sengaja ingin mencelakai nya, lalu tujuannya apa???"
"Ya, kita tentu nya tidak tahu, jika semisal ada unsur kesengajaan, pasti ada sesuatu yang terjadi di antara mereka... Tetapi tetap saja tidak pernah di benarkan untuk melukai seseorang, apapun alasannya, apalagi hal itu menyangkut nyawa seseorang.. " Ujar Kyros.
"Itu memang benar, segala sesuatu harus di bicarakan baik-baik dan di cari penyelesaiannya.. " Gumam Gienka.
Kyros masih mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Gienka mengajak Kyros mengobrol sedangkan Sanne dan Vineet tampak sibuk dengan ponsel mereka. "Eehhh eehhh.. Itu seperti laki-laki tadi.. " Ucap Gienka ketika melihat dari kejauhan seorang laki-laki berjalan menuntun sepeda nya. Vineet dan Saane pun langsung mengarahkan pandangan mereka ke depan. Vineet membenarkan bahwa itu memang laki-laki tadi, sepeda dan pakaiannya sama.
"Ya sayang, kita berhenti... " Ucap Gienka pada Kyros.
"Oke... " Jawab Kyros. Kyros pun melaju kan kendaraannya.
Vineet membuka jendela mobil. "Mr. Julian.....!!!!" Teriak nya pada laki-laki itu. Tadi dia sempat membaca nama laki-laki itu di id card yang di kalung kan di lehernya. Itulah kenapa Vineet tahu nama nya. Lelaki itu langsung melihat ke arah mobil yang ada orang memanggil nya.
Kyros menghentikan mobilnya tak jauh dari lelaki yang sedang berjalan itu. Vineet membuka pintu dan berlari menghampiri lelaki bernama Julian itu. Dan yang lain nya juga keluar dari mobil termasuk Kyros.
"Hai...!" Sapa Vineet sambil tersenyum. "Apa kau baik-baik saja???" Tanya Vineet.
Lelaki itu langsung mengenali Vineet, perempuan itu yang tadi sudah mengobati luka nya. Kyros, Gienka dan Sanne juga mendekat. Kyros terlihat sangat terkejut karena dia pernah bertemu laki-laki itu. Kyros langsung ingat pengantar pizza beberapa hari yang lalu yang mengantar ke rumah nya. Kyros tersenyum dan menyapa laki-laki itu. Dan terlihat jelas juga bahwa laki-laki itu terkejut melihat Kyros.
"Kau mengenalnya??? " Tanya Gienka setengah berbisik.
"Ya, dia pernah mengantar kan pizza ke rumah kita...!" Jawab Kyros. Dia juga menjelaskan pada lelaki itu, jika tadi para perempuan yang bersama nya tadi menceritakan tentang insiden tadi dan Kyros memberitahu jika yang satu nya adalah istri nya dan yang kedua nya adalah adiknya. Lelaki itu tersenyum dan mengucapkan Terima kasih.
"Tapi Julian, apa kau baik-baik saja???" Tanya Kyros.
"Maaf jangan panggil aku Julian.. Nama lengkapku AXIO ETHAN JULIAN, orang biasa memanggilku Ethan, dan kalian bisa memanggilku Ethan... " Lelaki itu tersenyum. "Aku sangat baik, dan terima kasih sudah membantuku. " Ucap nya sambil menyalami Vineet dan melempar senyumnya yang menawan.
"Oh sorry sorry... Ngomong-ngomong apa yang terjadi dengan sepedamu???" Tanya Kyros.
Ethan tersenyum. "Rodanya bemasalah dan aku tidak bisa menggunakannya karena tidak seimbang.." Jawab Ethan. Menjelaskan jika roda sepeda nya mengalami masalah sehingga membuat sepeda itu berjalan tidak seimbang.
Kyros melihat kondisi sepeda Ethan. Roda nya ternyata penyok, dan jika di paksa di naiki justru bisa membuat Ethan terjatuh. "Velgnya penyok, tidak bisa digunakan, bisa-bisa kau terjatuh... Begini saja, kami akan mengantarmu pulang, dan kau bisa menaruh sepedamu di bagasi mobilku..." Ucap Kyros.
"Terima kasih, tapi tidak perlu... Aku akan segera pulang, aku tidak mau merepotkan kalian.." Ethan menolak karena takut merepotkan mereka.
"Tidak... Tidak merepotkan sama sekali... Lihatlah kau juga terluka, ayo kita antar pulang, hari juga sudah mulai gelap, kau bisa pulang lebih cepat dan beristirahat... Jangan ragu, ikutlah dengan kami ..." Ucap Kyros. Dia meminta pada Ethan agar ikut dengannya karena hari sudah gelap, dan Ethan juga sedang terluka. Kyros sama sekali tidak merasa direpotkan.
"Ya, ikutlah dengan kami, kami akan mengantarmu pulang, jalanmu juga pincang, karena kakimu pasti terkilir juga ... Tolong ikut dengan kami." Sela Vineet sambil menatap penuh harap pada Ethan.
Ethan melempar pandangannya bergantian ke arah Kyros, Gienka, Sanne dan yang terakhir ke arah Vineet. Orang yang pertama menolongnya tadi dan juga sudah mengobati luka nya. Ethan melihat bahwa mereka semua seperti nya adalah orang yang baik. Jadi dia tidak perlu takut, apalagi laki-laki bernama Kyros itu adalah seorang astronot yang pasti nya punya attitude baik, dan tidak perlu di ragukan. Karena Kyros pasti tidak bisa sembarangan berbuat sesuatu yang nanti nya bisa mempengaruhi karirnya.
Ethan tersenyum, dan mengangguk. Dia mau ikut mobil Kyros, dan sekali lagi dia meminta maaf jika dia justru merepotkan mereka. Tetapi tentu saja bagi Kyros itu sama sekali tidaklah merepotkan.
Kyros membuka bagasi mobil nya dan melipat kursi paling belakang, sehingga ada cukup ruang untuk sepeda milik Ethan. Beruntungnya Kyros menyewa mobil SUV yang memiliki 7 kursi, dan kursi bagian tengah bisa di tempati oleh 3 orang. Kyros menyuruh Gienka duduk di tengah bersama Sanne dan Vineet. Sedangkan Ethan bisa duduk di sebelahnya.
Kyros menjalankan mobilnya dan bertanya pada Ethan dimana kah lelaki itu tinggal. Ethan menyebutkan nama jalanan dimana flat nya ada disana.
"Apakah kau sudah lama menjadi pengantar pizza???" Tanya Kyros membuka percakapan dengan Ethan.
"Baru sekitar 3 bulan" Jawab Ethan. Dia bekerja sebagai seorang pengantar pizza baru sekitar 3 bulan.
"3 bulan???? Lalu di mana kau bekerja sebelumnya????" Tanya Kyros lagi.
"Saya dulu tinggal di Seattle bekerja sebagai barista selama beberapa tahun, kemudian menjadi seorang bodyguard, tetapi kemudian memilih untuk pindah ke sini dan menjadi pengantar pizza... " Jawab Ethan.
"Jadi Anda dulu bekerja sebagai bodyguard???? Wow, keren sekali..." Puji Kyros.
Ethan menjelaskan jika pekerjaan sebagai bodyguard adalah hal yang sangat keren tetapi kemudian dia sadar bahwa pekerjaan itu bukan menjadi keahliannya, dan dia justru senang dengan pekerjaan nya saat ini.
Kyros tersenyum dan mengangguk."Yupz... Kenyamanan adalah hal nomor satu yang harus kita rasakan saat bekerja... Walaupun gaji tinggi tapi kita merasa tidak nyaman, itu hanya akan merusak mood dan membuat kita tertekan sepanjang waktu... " Ujarnya. "Bekerja itu harus dengan sepenuh hati..."
Ethan tersenyum. Setuju dengan apa yang dikatakan oleh Kyros. Dan dia memang merasa sangat tenang dan nyaman saat ini. Di pekerjaan sebelumnya dia merasa senang karena gaji nya tinggi, tetapi pekerjaan itu begitu menguras emosi nya.
"Ethan....!!!" Panggil Vineet. Lelaki itu menjawab sambil menengok ke belakang memandang Vineet.
"what???" Tanya Ethan.
Tidak ingin terus memikirkan apa yang sejak tadi mengganjal, Vineet pun bertanya pada Ethan apakah Ethan sedang bersitegang dengan seseorang ata tidak karena sebelum kecelakaan tadi, dia melihat mobil itu seperti sengaja ingin menyerempet Ethan untuk membuat Ethan celaka. Vineet juga menjelaskan jika dia sangat yakin ada unsur kesengajaan di insiden tadi. Dan menjadi harapkan agar Ethan melapor ke polisi, dan Vineet siap untuk jadi saksi jika di perlukan, agar pengemudi mobil itu tertangkap dan bisa mempertanggung jawabkan apa yang sudah di perbuat nya.
Ethan sangat terkejut dengan apa yang di dengarnya dari Vineet. "Kau melihatnya????" Tanya Ethan tidak percaya.
Vineet mengangguk. Vineet menceritakan pada Ethan bahwa bagaimana awalnya mobil itu bergerak pelan di belakang tetapi saat mendekatimu dia sengaja menyenggolkan mobilnya padamu, dan Ethan terjatuh... Sekali lagi Vineet bertanya apakah Ethan sedang bersitegang dengan seseorang, sehingga orang itu ingin mencelakai nya.
Ethan terdiam. Dan jika apa yang di katakan oleh Vineet itu benar bahwa mobil itu sengaja menyerempet nya. Tidak lain tidak bukan mungkin adalah orang-orang bayaran dari Mama Leona. Mereka selalu saja berusaha untuk membuatnya celaka, padahal saat ini dia sudah memutuskan untuk mengakhiri semua ikatannya dengan Leona. Bahkan pergi jauh meninggalkan perempuan itu. Karena dia tidak ingin suasana menjadi semakin keruh.
"Ethan... Apa kau baik-baik saja??" Tanya Vineet lagi saat mendapati Ethan justru diam tidak menjawab pertanyaannya.
Ethan tersenyum. "Saya tidak punya musuh... Mungkin itu hanya kecelakaan kecil biasa, dan mungkin pengemudinya mengantuk... Pokoknya, sekarang aku baik-baik saja.." Pungkasnya. Menjelaskan bahwa dia tidak sedang memiliki musuh, dan kejadian tadi hanya insiden kecil, menganggap bahwa mungkin pengemudi nya mengantuk.
Ethan terpaksa memilih berbohong, karena tidak mungkin dia menjelaskan situasi nya saat ini yang memang sedang dalam tekanan besar dari beberapa orang. Dan ini adalah pertama kali dia bertemu dengan orang-orang ini dan tidak memiliki ikatan apapun, bukan keluarga atau sahabatnya, sehingga dia tidak bisa menjelaskan masalah yang di hadapi nya kepada mereka berempat. Dan dia juga curiga sebenarnya jangan-jangan benar itu adalah orang sururhan Nyonya Haidee tapi jika benar itu artinya persembunyiannya sudah di ketahui.