My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Melakukan Test DNA



Leona terbangun dengan kepala pusing. Dia melihat sekeliling dan ternyata dia ada di apartemennya. Leona pun melompat drai tempat tidurnya karena terkejut. Dia mencoba mengumpulkan ingatannya, dan dia langsung teringat dengan pemukulan dan penusukkan Ethan yang di lakukan oleh dua pria itu. Leona juga ingat saat di mobil di sembat di suntik di bagian lehernya lalu dia tidak ingat apa-apa lagi. Tiba-tiba saja sekarang dia ada disini. Itu artinya dia di bius oleh kedua laki-laki itu.


Leona langsung terpikirkan Ethan, dia khawatir sekali dengan kekasihnya itu, Ethan di tussuk, dan Leona tidak tahu bagaimana kondisi Ethan saat ini. Leona langsung berlari ke meja riasnya, membuka laci untuk mencari ponselnya. Leona sebelumnya meninggalkan ponselnya di laci sebelum pergi ke Washington Dc, dan Kaia memberinya ponsel baru agar tidak bisa di lacak.


Leona tidak ingin memikirkan siapa kedua laki-laki itu, dia hanya ingin memastikan kondisi Ethan lebih dulu. Leona mengernyit karena ponselnya tidak ada. Leona berusaha mencari nya ke laci dan lemari yang ada di kamarnya tetapi tidak menemukan nya. Leona juga memeriksa di ruang walk in closet nya tetapi tidak ada.


Hingga tiba-tiba, seseorang muncul dari kamarnya. "Kau mencari apa Leona???"


Suara itu membuat Leona menoleh dengan wajah masam. Itu adalah Mama nya. Sudah Leona duga bahwa semua ini pastilah ulah Mama nya. Leona menghampiri Mama nya. "Dimana ponselku???" Teriak Leona.


Nyonya Haidee tersenyum. "Tidak ada ponsel, tidak ada laptop ataupun komputer disini, aku sudah memusnakan semua nya saat kau pergi."


"Bagaimana bisa Mama masuk kesini???' Teriak Leona.


"Bukan perkara sulit untukku melakukan ini, semua akses apatemen ini sudah Mama ganti, baik kau ataupun Kaia sudah tidak bisa memiliki akses untuk keluar masuk dari tempat ini."


"Mama keterlaluan sekali...!!! Kenapa Mama tega melakukan ini padaku??? Apa masih kurang dengan apa yang sudah Mama ambil dariku???? Kenapa Mama juga menyakiti Ethan??? Apa salahnya dalam hal ini????"


"Dia tidak berguna, dan aku sudah bilang bahwa kau harus menikah dengan Steven lalu kenapa kau justru kembali lagi dengan laki-laki miskin yang tidak berguna itu????"


"Mama dan Steven lah yang tidak berguna... Kalian pengecut, bermain belakang untuk menyakiti orang lain...!!!!"


"Diamlah dan jangan membantah......!!! Kau masih ingin mendapatkan hak mu kan??? Jadi kau harus bertunangan dan menikah dengan Steven, minggu depan Mama sudah siapkan pertunangan kalian..."


Leona memalingkan wajahnya. "Perseeetaaaannn dengan semua itu, Mama saja lah yang menikah dengannya." Leona kemudian berjalan keluar dari ruang Walk in closetnya. Nyonya Haidee mengejarnya.


"Kau membantahku lagi, silakan saja, dan kau akan membusuk disini, tidak akan bisa keluar, seluruh bodyguardmu juga sudah Mama pecat, tidak akan ada yang melindungimu sekarang, termasuk Kaia. Kalau kau terus membantah ku, aku pasti akan semakin menyiksamu. Aku rasa kau belum jera."


"Lakukan apapun yang Mama mau..."


Nyonya Haidee tertawa. "Aku sudah tahu persembunyian si toIoI Ethan itu, dan jika kali ini dia selamat, tentu aku tidak akan tinggal diam, aku akan mencari cara lain untuk menghabiisi nya. Jadi kalau kau ingin dia selamat, maka kau harus menuruti ku. Pikirkanlah itu baik-baik... Dan Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku, diam disini dan turuti keinginanku, atau aku akan mengirim orang untuk menghabisi Ethan seperti kemarin." Nyonya Haidee mengancam dan dia pun keluar dari kamar Leona.


Detik itu juga Leona langsung menangis. Dia mengkhawatirkan kondisi Ethan. Leona berharap Ethan baik-baik saja. Leona tahu bahwa Mama nya memang tidak pernah main-main dengan ucapan dan ancamannya. Jika Mamanya berkata sepeti itu maka pasti akan di lakukan. Satu-satu nya cara untuk menyelamatkan Ethan adalah, dia harus menuruti keinginan Mama nya. Membayangkan penusukkan kemarin membuat Leona semakin khawatir dan tidak tenang sama sekali. Bagaiman kondisi Ethan, Leona juga tidak tahu, tetapi dia berharap Kyros dan yang lainnya kemarin bisa menolong dan menyelamatkan Ethan tepat waktu.


***


Beberapa hari kemudian...


Kondisi Ethan semakin membaik. Dan dia mendapatkan perawatan yang sangat baik di rumah sakit. Dia juga di jaga oleh Vineet dan kedua orang tua nya dengan penuh ketulusan. Ethan tidak menyangka jika ada orang lain yang begitu perhatian terhadapnya bahkan dia sebelumnya tidak pernah merasakan hal seperti ini. Karena selama ini jika sakit, dia selalu sendirian dan tidak ada yang mengurusnya. Tetapi kali ini, dia merasa doa nya seperti sedang di kabulkan oleh Tuhan. Dan dia dikirimkan orang-orang yang baik seperti Vineet dan kedua orang tua nya. Orang tua Sanne juga setiap hari datang menjenguk, serta Kyros dan Gienka juga sama. Mereka begitu baik padahal baru bertemu beberapa kali tetapi Ethan merasa bahwa dia seperti bagian keluarga mereka.


Ketika sedang melamun, pintu ruang perawatannya di buka dari luar. Ethan melempar senyumnya ketika dia mendapati ada kedua orang tua Vineet yaitu Vino dan Arindah, bersama dengan itu juga ada orang tua Sanne yaitu Vitto dan Rana, serta Kyros. Mereka masuk bersama-sama dan berjalan ke arahnya. Sementara itu, Vineet keluar dari kamar mandi dan tersenyum melihat kedatangan kedua orang tua nya. Dia sejak pagi menjaga Ethan sendirian karena orang tua nya harus pergi sebentar keluar dan akan kembali lagi. Sekarang mereka sudah kembali.


"Ethan, apa kabar??? Apakah kau masih merasakan sakit pada luka operasi mu???" Tanya Kyros.


"Aku baik-baik saja, sudah tidak terlalu sakit... " Jawab Ethan.


"Oh Syukurlah... Terima kasih Tuhan.. " Kyros merasa bersyukur karena kondisi Ethan semakin membaik.


Kyros mengatakan jika Gienka ada urusan pekerjaan jadi tidak ikut datang. Dan Kyros memberitahu Ethan jika kedatangannya kesini selain untuk menjenguknya juga untuk berbicara tentang satu hal.


"Bicara apa? ????" Tanya Ethan. Lalu dia melempar senyum. "Oh tentang biaya rumah sakit? Tidak perlu khawatir, aku punya asuransi... " Ethan memberitahu Kyros jika dia punya asuransi jadi untuk biaya perawatannya tidak perlu di pikirkan.


"Tidak, bukan itu... Saya meminta Anda untuk mendengarkan dengan seksama sampai akhir, agar tidak terjadi kesalahpahaman ... " Kyros tidak ingin membahas mengenai biaya rumah sakit melainkan berbicara tentang hal lain dan meminta Ethan mendengarkannya dengan baik sampai selesai sehingga tidak terjadi kesalahpahaman nantinya.


Ethan menganggukkan kepala nya. "Ya, silakan, katakan saja!! Silakan."  Ucap Ethan.


Kyros memandang ke arah Vino dan Arindah.Mempersilahkan mereka untuk menjelaskan. Vino mendekati Ethan, dan Arindah menggenggam jemarinya dengan kuat. Mereka berdua sudah memutuskan untuk menjelaskan semua ini kepada Ethan dan berharap Ethan mengerti kondisinya saat ini.


"Kami berdua kehilangan seorang anak laki-laki berusia 5 tahun, sekitar 22 tahun yang lalu... Kami tidak pernah tahu di mana dia berada, terlepas dari semua upaya kami untuk menemukannya...!!!"  Vino mulai bercerita. Bahwa dia dan Arindah pernah kehilangan seorang anak laki-laki berumur 5 tahun pada 22 tahun yang lalu. Mereka sudah berusaha mencari nya dengan berbagai cara tetapi tidak pernah menemukannya.


Ethan terlihat bingung tetapi dia mencoba mendengarkan lagi karena ingat dengan apa yang di katakan oleh Kyros tadi bahwa dia di minta untuk mendengarkan sampai selesai agar tidak terjadi kesalahpahaman. Vino kemudian menceritakan bagaimana awal mula dia dan Arindah kehilangan anak mereka itu. Serta bagaiamana usaha nya sampai saat ini untuk menemukannya tetapi tidak pernah membuahkan hasil. Dan dia selalu percaya bahwa anaknya itu masih hidup sampai sekarang dan mengabaikan ucapan orang bahwa sangat mustahil jika anaknya itu masih hidup. Tetapi Arindah dan Vino selalu mengabaikannya. Mereka tetap percaya dengan perasaannya bahwa anak itu masih hidup dan dalam keadaan baik-baik saja.


"Lalu kenapa Anda menceritakan hal ini kepada saya???" Tanya Ethan bingung kenapa mereka menceritakan itu kepada nya.


"Sebenarnya, saat kau datang mengantarkan pizza ke rumah dan aku bertemu denganmu untuk pertama kalinya, aku melihat sesuatu yang menjadi ciri khas anak Vino dan Arindah yang hilang itu, yaitu tanda lahir di tanganmu yang mirip bekas luka ... Anak itu memilikinya persis seperti yang ada di tanganmu... " Rana menjelaskan kepada Ethan.


"Maafkan aku Ethan, setelah Aunty Rana bercerita tentang tanda lahirmu, aku membuat rencana untuk mengundangmu ke rumah dengan tujuan untuk mencari informasi tentangmu, dan William adalah seorang detektif. Kami membayarnya untuk mencari tahu siapa kau dan keluargamu, ini adalah hasil investigasi William. Aku harap Anda tidak tersinggung dan mencoba memahami mengapa kami melakukan itu .. " Kyros meminta maaf kepada Ethan karena saat mendengar Rana bercerita tentang tanda lahir itu.


Kyros kemudian memberikan sebuah berkas kepada Ethan dan meminta Ethan membaca nya lebih dulu dengan seksama. Ethan menerima berkas itu dan membuka serta membaca nya. Semua orang terdiam memandangi Ethan yang sedang sibuk membaca berkas berisi laporannya. Sementara Arindah memegang kuat tangan Vino. Menyembunyikan sebelah wajahnya di belakang lengan suami nya. Arindah sangat cemas, takut bercampur dengan perasaan khawatir bahwa Ethan akan menolaknya dan marah kepadanya tentang apa yang terjadi di masalalu.


"Jadi, maksudmu aku adalah anak mereka ????" Tanya Ethan setelah dia membaca berkas itu dan melihat fotonya saat kecil bersama kedua orang tua angkatnya. Serta ada juga foto nya yang terbaru. Ethan mempertanyakan kepada mereka apakah mereka berpikir bahwa dia adalah anak dari Vino dan Arindah.


"Wajah mu waktu kecil mirip sekali Naufal, anak Vino dan Arindah... " Jawab Vitto.


Ethan mengernyit dan terlihat sangat bingung sekali dengan apa yang terjadi saat ini. "Tapi bagaimana bisa ???? Aku bahkan tidak mengingat sama sekali???" Dia mempertanyakan bagaimana bisa ini terjadi, bahkan dia tidak begitu ingat dengan mereka semua.


Vineet menyela. Memberitahu jika Di usia Ethan dulu kecil kemungkinan bisa ingat semua nya, dan bisa jadi kecelakaan yang Ethan alami dengan kedua orang tua angkatnya juga memperngaruhi seluruh ingatannya.


Vino ingin menunjukkan kepada Ethan beberapa foto dan video kenangan saat Ethan kecil dulu dan Ethan bisa menilai sendiri apakah itu dirinya waktu kecil atau tidak. Selama ini dia selalu berdoa kepada Tuhan agar bisa di pertemukan dengan anaknya yang hilang itu dalam keadaan apapun. Dan Vino menjelaskan pada Ethan bahwa pertemuan Ethan dengan anak-anaknya yaitu Vineet, Sanne, Gienka dan Kyros tentu bukan suatu kebetulan semata, melainkan itu mungkin bagian rencana yang sudah di dusun oleh Tuhan.


Vino kemudian memberikan ponselnya kepada Ethan agar Ethan bisa melihat isi foto dan video yang ada disana. Vino masih menyimpan semuanya dengan baik. Dan sebelumnya dia sudah meminta kepada asisten nya untuk mengirimkan semua itu ke ponselnya. Karena datanya sebelumnya ada di Indonesia sehingga harus di kirim ke ponselnya


Ethan melihat foto-foto itu serta memutar video-video nya juga. Dan dia yakin bahwa situ memanglah dirinya. Dari suara juga wajahnya memang sangat mirip dengan dirinya saat kecil. Walaupun masih bingung, tetapi Ethan bisa langsung mengambil kesimpulan dari setiap penjelasan orang-orang yang ada di depannya ini.


Kyros pun menambahkan dan coba mengingatkan Ethan mengenai Indonesia. Dimana Ethan pernah mengatakan bahwa mungkin dia pernah kesana, saat Ethan mengantarkan pizza ke rumahnya. Dan bagaimana Leona menjelaskan jika Ethan dm sangat ingin ke Indonesia. Mungkin karena hal inilah, Ethan seolah merasa punya ikatan di Indonesia. Sehingga semua ini bukanlah suatu kebetulan semata.


"Apa yang membuat kalian begitu yakin akan hal itu??? Bagaimana jika ternyata saya bukan anak Anda??? Saya tidak ingin dicap sebagai orang yang ingin mengambil keuntungan dari suatu situasi...?" Tanya Ethan mempertanyakan kenapa mereka begitu yakin bahwa dia adalah anak Vino dan Arindah. Ethan tidak mau mengiyakan begitu saja dan tidak mau di anggap sebagai orang yang memanfaatkan keadaan.


"Kami menjelaskan hal ini kepada mu tentu kami juga ingin membuktikannya, apakah kau benar-benar Naufal kami yang hilang, atau kau adalah orang lain? Dan kami butuh persetujuan mu untuk melakukan tes DNA.. Bagaimana?? kau mau atau tidak???" Tanya Vino.


Ethan terdiam cukup lama. Dia tampak berpikir. Saat ini dia benar-benar masih bingung harus bagaimana, senang atau harus bagaimana. ""Oke, saya akan melakukan tes dna... " Ucap Ethan. Dia setuju untuk melakukan tes DNA.


Mendengar itu wajah semua orang yang ada di ruangan itu sangat bahagia. Mereka tersenyum, dan Vino langsung memeluk Arindah. Berharap dalam hatinya bahwa hasil tes DNA akan bagus dan mengatakan bahwa Ethan memanglah anak mereka.