
Sampailah mereka di lantai paling atas gedung ini. Vino kemudian mengajak Naufal berjalan menuju ke ruangannya dan mereka masih diikuti oleh sekretaris Vino.
Vino membuka pintu ruangannya. "Ayo masuk, ini adalah ruangan kerja Papa." Ajak Vino pada Naufal. Naufal pun menganggukkan kepalanya dan ikut dia masuk dalam ruangan itu.
Saat masuk, Naufal langsung disambut oleh ruangan yang sangat luas dan furniturenya terlihat mewah dan bagus.
"Sekarang duduklah!" Vino kemudian mempersilahkan Naufal untuk duduk dan putranya itu duduk di sofa. "Kau ingin minum apa???" Tanya Vino.
"Apa saja Pa."
"Oke, Papa akan ambilkan." Vino berjalan ke mini pantry yang ada di ruangannya dan membuka Chiller yang ada di sana dan mengambilkan minuman untuk Naufal.
Vino kembali dan memberikan sebotol air mineral kepada Naufal.
Bersamaan dengan itu pintu ruangan Vino diketuk dari luar ini pun langsung mempersilahkan orang yang ada di luar masuk dan ternyata itu adalah Vittto kakaknya. Vino tersenyum lalu menyuruh kakaknya untuk masuk dan duduk.
"Saat aku masuk ke lobi, sayup-sayup aku mendengar para staf berbincang mengenai kedatangan CEO Prakarsa corp bersama dengan putranya yang telah lama hilang dan sudah kembali. Aku senang mendengarnya dan aku langsung ke sini. Dan ternyata memang benar Naufal datang ke sini bersama denganmu." Ucap Vitto.
"Iya Kak, kau benar, aku mengajak Naufal ke kantor sembari jalan-jalan melihat kesibukan Kota Jakarta dan juga ke kantor kita, daripada dia di rumah dan kesepian jadi aku mengajaknya ke sini.."
"Wow good idea Vin." Vitto duduk di sofa di sebelah Naufal yang menepuk pundak keponakannya itu. "Ini awal yang bagus untuk memulai semuanya. Kami semua di sini akan membantumu untuk belajar dan kau pasti akan menjadi seperti Papamu." Ucap Vitto.
"Iya itulah kenapa aku mengajaknya, dia harus terbiasa dengan suasana Kantor ini." Sahut Vino.
"Selain itu kau juga harus fokus untuk mencarikan Naufal kampus yang bagus."
"Aku ingin dekat dengannya, jadi aku rasa Naufal harus kuliah di Jakarta saja."
"Tidak ada salahnya, banyak sekali kampus yang bagus di sini, entah itu swasta atau Negeri pun ada. Jadi tidak akan ada masalah, Naufal juga pasti akan beradaptasi dengan baik benar kan???" Vitto melirik ke arah Naufal dan Naufal pun menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. "Katakan pada uncle. Bagaimana tidurmu semalam??? ya Terkadang ada orang yang tidak bisa tidur dengan nyaman jika bukan di tempatnya sendiri lalu bagaimana denganmu??? Ya itu memang rumahmu tetapi tidurmu sangat nyaman kan semalam???"
"Iya sangat nyaman, tetapi aku hanya belum terbiasa saja dengan waktu tidur karena kan di sini malam tetapi di Amerika siang jadi agak sedikit kesulitan dan tengah malam baru bisa tidur. Tapi tentu semuanya kan butuh waktu, semuanya pasti akan berjalan dengan baik."
"Kalau masalah itu sih sangat gampang, itu hanya berlangsung beberapa hari saja dan semuanya bisa disesuaikan dengan mudah."
Tidak lama sekretaris Vino kembali masuk ke dalam ruangan itu dan membawa tumpukan berkas yang harus Vino tanda tangani, dia masuk setelah Vino memberikan izin. "Pak Vino mohon anda periksa semua berkas ini lalu tanda tangani, jika sudah selesai anda bisa memanggil saya dan ini saya juga membawa tentang berkas mengenai Profil perusahaan kita yang bisa dipelajari oleh Mas Naufal." Ucap sekretaris itu pada Vino kemudian Vino tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kau berikan kepada Naufal."
"Baik Pak." Sekretaris Vino itu kemudian berjalan ke arah sofa dan memberikan berkas tentang perusahaan kepada Naufal. "Ini adalah profil dari perusahaan ini, silakan Anda baca, jika anda butuh sesuatu Anda katakan saja, saya akan membantu anda." Ucap sekretaris itu pada Naufal.
"Terima kasih, saya akan membacanya." Gumam Naufal.
"Tunggu Alexandra." Panggil Vino membuat sekretarisnya itu berbalik badan.
"Iya Pak Vino. Ada yang bisa saya bantu lagi???"
"Tolong kau siapkan ruangan untuk Naufal nanti, karena minggu depan dia sudah akan mulai bekerja di sini, aku ingin kau gunakan ruangan kosong yang ada di sebelah ruanganku itu dan buat akses pintu dari ruanganku ke ruangan itu supaya aku bisa lebih mudah untuk berdiskusi nanti dengan Putraku."
"Baik Pak, saya akan menyiapkannya, dan saya pastikan minggu depan sudah bisa langsung di gunakan."
"Oke terima kasih Alexandra."
"Sama-sama Pak Vino. Saya permisi dulu."
Alexandra kemudian keluar dari ruangan Vino sementara Vino langsung membuka berkas-berkas yang tadi diberikan oleh sekretarisnya itu, sedangkan Naufal membuka berkas yang berisi profil perusahaan dari Papanya dan Vitto di sebelahnya pun tampak menjelaskan semuanya.
"Di berkas ini hanya membahas kantor kita yang ini saja tetapi di dalamnya juga menjelaskan beberapa cabang dari perusahaan kita ini, kau baca dengan teliti supaya kau mengerti ini adalah awal dari pembelajaranmu mengenai Perusahaan kita." Ucap Vitto.
Naufal pun mengangguk dan dia membaca berkas profil perusahaan itu dengan seksama. Vitto tersenyum dan hanya memandangi keponakannya yang tampak serius membaca berkas itu. Vitto akan membiarkan Naufal untuk mengerti mengenai berkas-berkas itu supaya Naufal juga nanti bisa tahu apa saja yang harus dilakukannya ketika mulai bekerja nanti.
Naufal membaca seksama semua berkas profil dari perusahaan milik Papanya dan ia sangat terkejut sekali karena jaringan dari perusahaan Papanya ini begitu banyak sekali mencakup berbagai jenis usaha yang tersebar di banyak kota besar yang ada di negara ini bahkan Naufal juga membaca informasi mengenai jaringan yang ada di luar negeri. Dan ternyata Papanya memang bukan sembarang orang dan perusahaan ini ternyata sangat besar sekali dan cukup banyak juga memiliki jaringan di berbagai negara.
"Aku tidak menyangka. Jika ternyata perusahaan papa sangat besar sekali dan jangkauannya luas bahkan Papa juga punya kantor-kantor di luar negeri." Ujar Naufal.
Vino yang tadinya sibuk membaca berkas pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah putranya yang sedang duduk bersama kakaknya. "Papa biasanya melakukan take over kepada perusahaan-perusahaan yang bermasalah baik yang disini ataupun yang ada di luar negeri, dimana tentu Papa melakukan penilaian dari berbagai aspek sebelum memutuskan untuk men take over perusahaan tersebut dan permasalahannya pun berbeda-beda. Setiap perusahaan memilik masalah yang berbeda-beda, ada yang karena finansial, ada juga yang karena manajemennya yang buruk serta berbagai permasalahan yang lainnya. Terkadang ada juga yang finansialnya buruk Tetapi mereka memiliki staff yang cukup baik, ada juga yang manajemennya sangat buruk karena dikelola oleh orang-orang yang salah padahal perusahaan itu punya nilai yang sangat bagus untuk penilaian dalam pasar saham atau ada juga perusahaan yang sangat buruk dalam hal finansial dan tata kelola manajemennya, di situlah Papa turun untuk mengatasi kekurangan itu, jika Papa merasa perusahaan itu punya nilai pasar saham yang bagus karena tentu semua itu bisa diperbaiki dengan manajemen yang baru dan suntikan finansial yang bagus, Itulah kenapa Papa punya Beberapa jaringan di luar negeri. Karena Papa melakukan hal itu untuk menyelamatkan perusahaan-perusahaan yang Papa rasa punya potensi untuk bisa lebih baik."
"Wow, Papa sangat luar biasa sekali."
"Itulah kenapa kami butuh penerus yang juga bagus dan berkompeten seperti Papamu." Sahut Vitto.
"Tapi Papa, perusahaan ini begitu besar. Bahkan aku tidak yakin aku bisa melakukannya."
"Kau harus belajar dan mengerti tentang bisnis. Papa sangat yakin kau mampu untuk bisa menguasai semuanya apalagi kau pernah belajar ilmu bisnis dan manajemen sebelumnya, hanya saja kau memang tidak mengasahnya sejak awal, tapi tidak masalah. Kita bisa mulai dari sekarang dan Papa sangat yakin mampu untuk melakukannya."
"Iya Naufal, semuanya memang perlu belajar dari awal dan kau tidak perlu memikirkan betapa besarnya perusahaan ini, pikirkan hal yang kecil dulu setelah itu baru memikirkan hal yang sedang, kemudian baru yang lebih besar, semuanya butuh proses tetapi kami sangat yakin kau bisa melakukannya dengan baik. ibarat kata kau adalah besi, untuk bisa membuat besi itu tajam tentu butuh proses panjang supaya besi itu bisa menjadi sebuah pisau, besi itu harus dipanaskan lebih dulu baru kemudian dipipihkan, setelah pipih dia diasah lalu baru akan menjadi pisau yang tajam yang bisa digunakan untuk memotong. Kau harus di olah dan di asah supaya jadi tajam, dan tidak akan ada lagi ada orang yang merendahkanmu. Kami akan membantumu menumbuhkan kepercayaan dirimu. Sehingga nanti kau bisa berdiri tegak dengan kehormatan lalu mulai membungkam mereka yang pernah merendakanmu. Kau mengerti kan maksud uncle???" Tanya Vitto.
Naufal menganggukkan kepala nya dan hanya melempar senyum. Mendengar itu, dia jadi teringat dengan Mama Leona yang selalu merendahkannya, dan menghardiknya karena menganggap bahwa dia tidak memiliki apapun dan status nya jauh di bawah Leona.
"Naufal sayang, kehidupan manusia tu layaknya roda, kadang di atas kadang di bawah, kadang juga tidak berputar jika bocor. Butuh di tambal untuk bisa membuatnya berputar. Kau pernah ada di posisi roda yang berlubang, juga berada di posisi bawah, tetapi sekarang kau sudah berada di atas, kau harus bersyukur. Papa sudah mengetahui segala nya tentang apa yang terjadi padamu saat kau di Amerika, meskipun kau tidak memberitahu Papa, tetapi Papa tahu segala nya, jangan khawatirkan apapun, Papa berjanji padamu bahwa Papa akan menjadikanmu seseorang yang tidak akan lagi di injak harga dirinya. Kau fokuslah pada rencana kuliah dan juga pekerjaan yang nanti Papa berikan, lalu kau akan melihat apa yang bisa Papa lakukan untukmu, untuk bisa membungkam orang-orang angkuh itu yang dulu menghina dan merendahkanmu, Papa janji." Ujar Vino dengan penuh keyakinan. Dia tidak akan tinggal diam untuk apa yang sudah di lakukan oleh orang-orang payah itu kepada Putranya. Vino hanya tinggal menunggu saja kapan dia akan mendapatkan kesempatan itu.