My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Rencana menemui Nyonya Haidee



Tuan Haidee termenung untuk sesaat. Tetapi kemudian dia menutup berkas-berkas itu. Dan menyimpannya di dalam koper agar tidak di temukan oleh siapapun termasuk Leona. Tian Haidee tidak tahu harus bagaimana dan berbuat apa, tidak mungkin untuk membahas masalah ini dengan Leona apalagi dengan Ethan. Ini akan mekjadi rahasia nya sendiri.


Sementara itu, Leona masih duduk di sofa bersama Ethan. Mereka menonton televisi bersama.Leona merasa lebih baik setelah berbicara dengan Ethan. Lelaki itu sangat bijak dalam memberi nasehat dan solusi. leona tadi juga menghubungi Kaia untuk mencari tahu mengenai keberadaan Mama nya. Leona harus bicara dengan nyonyaa Haidee.


Tidak sadar, Leona tertidur dengan pulasnya di atas paaha Ethan. Lelaki itu duduk di sofa dan Leona memilih berbaring di sofa, menggunakan paaha Ethan sebagai bantal.


"Bagaimana besok aku pergi dari sini??? Kenapa memintaku menginap??? " tanya Ethan. Sayangnya pertanyaan itu tidak di jawab oleh Leona. Ethan mengernyit tetapi kemudin dia menunduk untuk melihat Leona. Luclu nya perempuan itu ternyata sedang tertidur pulas. Ethan terkekeh, tetapi membiarkan Leona tidur nyenyak di pangkuannya. Ethan juga merasa mengantuk sekali, tetapi dia tidak ingi membangukan Leona. Ethan mematikan televisi dan menyandarkan kepala nya di sofa, menutup mata dan tidur.


**


Keesokan harinya..


Leona perlahan membuka mata nya, dia mengernyit karena bngun tetapi sadar tidak ada di tempat tidur. Leona ingat jika dia tidur. di sofa. Dia mendongak mendpati Ethan masih terlelap dengan kepala mendongak kee atas bersandar di punggung sofa. Leona tersenyum, tetapi dia merasa bersalah karena semalam tertidur lebih dulu sehingga Ethan mungkin tidak ingin mengganggu nya sehingga Ethan membiarkan nya berbaring di sofa. Ethan pasti pegal sekali tidur dalam posisi duduk seperti ini.


Perlahan Leona bangun agar tidak menugganggu Ethan yang masih terlelap. Saat baru hendak beranjak, Ethan bergerak dan lelaki itu membuka mata nya. "Kau sudah bangun???" Tanya Ethan psada Leona.


"Aku sudah hati-hati, kau malah ikut terbangun.." Sahut Leona.


Ethan menguap sembari menutup mulutnya. "Ini sudah am berapa???"


"Entahlah sepertinya masih pagi.." Leona melihat ke arah Ju dinding yang menunjukkan pukul enam. "Kau kalau masih mengantuk, tidr saja lagi, berbaring di utempat tidur lebih nyaman, maaf ya??? Seharusnya kau membangunkan ku jadi kita bisa tidur nyaman di ranjang..."'


Ethan tersenyum. "Kau sangat lelap, aku tidak tega membangunkanmu..!"


Leona mengusap pipi Ethan. "Ini hari sabtu, hari libur untukmu, .jadi kau bisa istirahat lagi dengan nyaman, aku akan mandi dan siapkan sarapan untukmu dan Papa, punggungmu pasti sakit karena semalam tidur dalam posisi duduk.."


Ethan menggelengkan kepala nya. "Aku akan membantumu membuat sarapan.."


"Tidak perlu, hanya sarapan, aku bisa bisa sendiri, kau tidur lagi saja.." Leona beranjak dan meninggalkan Ethan uke kamar mandi. Ia akan bersih-bersih badan dan membuat sarapan untuk Ethan dan juga Papa nya.


Ethan masih mengantuk, dia lalu beralih ke tempat tidur Leona dan berbaring disana untuk kembali tidur. Ini bukan hari kerja jadi dia akan menikmati nya.


****


Sekitar setengah jam kemudian, Leona turun dari kamarnya, sebelum ke dapur, dia akan mengecek apakah tuan Haidee sudah bangun atau belum. Leona mengetuk pintu kamar tamu yevih dulu dan ada jawaban dari dalam. Dia masuk dan tuan Haidee sudah bangun, sedang merapikan pakaiannya. "Papa sudah bangun???" Leona menghampiri dan duduk di sebelah Papa nya.


"Sudah dari tadi, Papa juga sudah mandi.."


"Sini biar Leona yang memasukkan nya ke lemari.." Leona berdiri dan membawa tumpukan pakaian milik Tuan Haidee memasukkannya ke dalam lemari di rak yang berada di tengah sehingga Tuan Haidee bisa mengambilnya dengan mudah. Leona kembali duduk di sebelah Papanya.


Ana" papa butuh sesuatu??" tanya Leona.


"Ahh tidak sayang Papa tidak butuh apapun." Jawab Tuan Haidee.


"Papa ingin Leona membawa Papa keluar kamar atau Papa ingin di sini saja kareba Leona ingin membuat sarapan lebih dulu untuk papa dan juga Ethan."


Leona tersenyum baiklah jika itu yang bapak inginkan kalau begitu Leona keluar dulu dan Leona akan membuat sarapan untuk papa dan Ethan.."


Leona keluar dan meninggalkan Tuan haidee di kamar tamu, ia kemudian ke dapur dan membuka kulkas mengambil wortel beberapa sayuran, susu, untuk membuat omellete sebagai menu sarapan mereka pagi ini.


Dengan cekatan Leona menyiapkan semuanya memotong sayuran, mengocok telur dan susu sebelum memasukannya ke dalam pan membuat omelete yang menjadi makanan favoritnya.


Sedang mengocok telur tiba-tiba ponsel Leona berbunyi. Ada nama Kaia yang tertera di sana. Leona mengangkatnya Halo Kai Selamat pagi tanya Leona


Halo pagina kau sedang sibuk Tanya balik kaya tidak aku tidak sedang sibuk aku sedang mengocok telur untuk membuat omelete. "Kenapa Kai??" Tanya Leona lagi.


"Aku sudah mendapatkan informasi bahwa Nyonya Haidee sekarang ada di rumah. Kalau kau mau datang ke sana, Aku akan menjemputmu di apartemenmu." Jawab Kaia.


"Ohh jadi Mama sudah ada di rumah, umm aku lihat dulu , jika memungkinkan aku akan menghubungimu dan memberitahumu lalu memintamu mengantarku ke sana supaya papa berada di sini bersama Ethan.."


"Baiklah kalau begitu. Jangan lupa nanti beritahu aku jika .kondisinya sudah memungkinkan aku akan ke sana untuk menjemputmu dan kita menemui Nyonya Haidee bersama-sama."


Ya aku coba cari alasan dulu dan Memastikan kondisi Papa baik-baik saja juga aku harus mencari alasan jika harus pergi keluar sebentar Aku akan coba pikirkan lagi atau kau bisa ke sini sekarang dan sarapan bersama kami


Ah tidak Na, aku akan sarapan di rumah saja kalau begitu nanti hubungi aku lagi, salam untuk Ethan dan juga tuan Haidee, selamat pagi." Kaia menutup teleponnya.


Leona sudah selesai mengocok telur dan mulai untuk memasak. bau telur langsung tercium harum membuat Leona tersenyum dan yakin rasanya akan sangat enak. Papa nya akan menyukainya begitu juga dengan Ethan lelaki itu pasti akan menyukai masakan buatannya, karena Ehtan selama ini tidak pernah mengeluhkan tentang Masakan nya yang tidak enak, Ethan selalu memuji masakan Leona. Hal itu membuat Leona sangat bahagia sekali dan selalu bersemangat untuk memasak lagi dan lagi.


setelah selesai membuat 3 omelet Leona meletakannya di piring lalu membawanya ke meja makan Ia juga menyiapkan jus untuknya untuk Ethan dan untuk Tuan Haidee. Setelah semua siap Leona hendak memanggil Papa nya tetapi tiba-tiba ponselnya berdering kembali, ia melihat ada nama Mama nya di layar. Leona mendesis kesal tetapi dia mengangkat panggilan itu . ''ya halo!!" Sapa Leona dengan Ketus.


"Apa papamu di sana ???" tanya Nyonya Haidee dengan suara yang ketus pula kepada Leona.


"Ya, Papa ada di sini. Kenapa Ma???"


"Kenapa dia di sana???" Seru Nyonya Haidee.


Leona menemgernyit. "Memangnya kenapa Jika Papa ada di sini??? Aku ao.dalah anak nya dan Papa punya hak ingin tidur di mana saja, di tempatku atau di rumahnya sendiri! Memang apa masalahnya dengan mama??? Mama juga pergi ke luar kota meninggalkan Papa begitu saja, jadi Papa pasti kesepian dan butuh teman untuk mengobrol. Itulah kenapa Papa datang ke sini dan aku senang jika Papa ada di sini. Kenapa Mama harus terdengar kesal seperti itu???"


"Suruh Papa mu pulang!!" ucap Nyonya Haidee dengan Ketus lagi.


"Kenapa harus pulang Ma??? Biarkan saja Papa ada disini toh Mama juga tidak pernah menemani papa.. Papa butuh teman untuk mengobati kesepian nya, biar saja dia di sini" Bantah Leona.


"Kau ini selalu saja membantah mama.."


Leona mendesis kesal. "Ma, aku tidak pernah membantah Mama, aku hanya memberitahu Mama bahwa Papa merasa kesepian dan senang tinggal di sini.."


"Aalasan...!!!" Suaranya Nyvonya Haidee terdengar kesal dan jutek tapi Leona tidak menanggapinya.


"Kalau mama hanya mau bertanya seperti itu sekarang mama sudah tahu jawabannya kan jadi lebih baik akhiri saja panggilan ini atau kalau mama tidak mau, maka Aku yang akan mengakhiri nya..!" Leona mengakhiri panggilan dar i Mama nya dan bergegas ke kamar tamu memanggil tuan Haidee.