My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Aku Ingin Baayi



Leona sudah selesai mandi dan dia membuka lemari Ethan untuk mengambil baju lelaki itu bagaimana tampak berdiri cukup lama memilih pakaian memilih yang cocok dan pas untuknya tetapi tentu saja tidak ada yang pas di padanya karena baju itu lebih longgar sehingga jika Leona memakainya tentu saja akan Kedodoran.


Leona mengambil sebuah t-shirt yang sedikit longgar kemudian Leona memakainya, tshirt itu cukup untuk menutupi tubuhnya sampai di bawah pingguInya.


Setelah memakai pakaian, Leona pun menghampiri Ethan dan lelaki itu hanya tersenyum ketika melihat Leona memakai bajunya yang sedikit yang longgar."Kau pintar memilih baju itu. Jadi kau tidak perlu memakai bawahan lagi karena itu cukup menutupi tubuhmu." Ucap Ethan.


Leona tersenyum kemudian duduk di kursi kayu kecil yang tak lain adalah kursi makan. "Aku cerdas kan???"


Ethan terkekeh. "Iya kau memang cerdas dan luar biasa, duduklah dan Ayo kita sarapan sebelum dingin.!!!"


Ethan menyodorkan piring berisikan omelet dan memberikannya kepada Leona, di meja juga sudah ada jus yang sudah dituang ke gelas oleh Ethan kemudian mereka menikmati sarapan sederhana itu.


"Kau akan Berapa hari ada di sini???" Tanya Ethan tiba-tiba membuat Leona yang sedang memotong omelet pun berhenti dan memandang lelaki yang di cintainya itu.


"Apa kau tidak ingin kembali ke Seattle???" Tanya Ethan kemudian.


"Aku merasa nyaman di sini." Jawab Ethan. "Lagi pula tidak masalah kan kalau kita berhubungan jarak jauh???"


Leona terdiam lalu tersenyum masam. "Sepertinya lebih baik kau memang di sini saja, aku tidak mau Mama melakukan sesuatu lagi kepadamu."


Ethan kembali tersenyum. "Saat ini memang masih belum membaik, tetapi lebih baik kita saling menjaga, ya kan???"


Leona menganggukkan kepalanya. "Iya. Meskipun aku harus jauh darimu tetapi aku tetap ingin kau dalam keadaan yang baik-baik saja."


"Iya, lagi pula aku tidak akan menghindar lagi, sekarang kita tetap bisa berkomunikasi kan???"


Leona menganggukkan kepalanya  lagi dan meragu apakah dia bisa menjalani hubungan jarak jauh dengan Ethan atau tidak.Tetapi beberapa bulan terakhir dia memang bisa melakukannya meskipun tentunya tidak mudah tetapi tentu kondisinya saat ini berbeda di mana dulu dia tidak bisa menghubungi dan berkomunikasi dengan lelaki itu tetapi saat ini dia bisa melakukannya.


"Bagaimana omlete nya enak tidak???? Tanya Ethan untuk mengalihkan perhatian Leona yang terlihat sedih setelah membahas dia yang tidak ingin kembali Seattle.


"Ya enak, omelet buatanmu selalu enak, sudah lama juga aku tidak memakannya." Gumam Leona.


"Baguslah kalau kau menyukainya. Besok aku akan membuatkannya lagi untukmu. Kalau kau mau???"


"Iya boleh saja." Gumam Leona. "Apa aku boleh meminta sesuatu padamu???"


Ethan tersenyum. "Tentu saja boleh, kau ingin meminta apa???" Tanya Ethan.


"Ah tidak.... Nanti saja.... Kita habiskan dulu sarapan ini..." Ucap Leona. Hal itu membuat Ethan tertawa karena Leona yang ada-ada saja, meminta sesuatu tetapi kemudian tidak mau mengatakannya dan malah menyuruhnya untuk menghabiskan sarapan lebih dulu.


"Kau ini kenapa sih sayang???? Ya sudah habiskan dulu sarapannya. Oh iya Nona Kaia kan ke sini jam berapa???"


"Aku tidak tahu tapi mungkin dia masih tidur."


"Ya sudah, kita jangan mengganggunya biarkan dia tidur." Mereka berdua kemudian menghabiskan sarapannya masing-masing. Ethan tersenyum melihat Leona makan dengan lahap dan tampak menikmatinya sekali. Ethan berharap Leona bisa kembali berbahagia lagi setelah mereka kembali bersama seperti ini.


Setelah menghabiskan sarapannya, Leona juga menghabiskan jus yang ada di gelas. Leona menggese tempat duduknya dan mendekat ke Ethan. Jemari Leona bergerak ragu dan menyentuh pipi Ethan, lelaki itu menempelkan pipinya di sana dan memejamkan matanya, jarinya meraih jari Leona dan mengarahkannya ke bibirnya. Ethan lalu mengecup telapak tangan Leona dengan lembut.


"Kau bahagia sekarang???" Tanya Ethan.


"Aku akan bahagia jika kau selalu di bersamaku."


"Aku sangat merindukanmu....!!!"


Mereka bertatapan dengan tatapan yang hanya bisa dimengerti oleh satu sama lain, dan kemudian bibir mereka menyatu dalam sebuah ciuman lembut. Leona sangat merindukan Ethan dan sentuuhan lelaki itu. Hal yang sama juga ddi asakan oleh Ethan, dia sangat merindukan Leona. Ada perasaan lembut yang mengembang dalam paguutan bibir mereka. Ethan meIumat bibir Leona, mencecap seluruh rasa bibirnya, seakan tidak pernah puas untuk melepaskan kerinduan mereka.


Ethan berdiri dan mengangkat Leona ke tempat tidur. Kemudian membaringkannya. Ketika Leona berbaring. Tangan Ethan menyentuh pinggul Leona dan dengan gerakan ahli melepaskan ceIana dalam Leona di balik tShirt yang di pakai perempuan itu, Ethan menurunkannya, dan membiarkannya menggantung di salah satu paha Leona. Lelaki itu lalu membuka kancing ceIananya dan menurunkan ristletingnya, kejaantanannya sudah tegak, menunjukkan betapa bergairahnya dia kepada Leona.


Ethan merangkaak ke atas Leona. Lalu mencium bibir Leoan lagi. "Aku ingin bayi.." Bisik Leona di telinga Ethan.


Ethan tersenyum. "Kau ingin bayi??? Atau kau merindukanku???"


"Kedua nya." Bisik Leona lagi.


"Baiklah, kau rasakan itu sayang??? Dia mengeras karena ingin segera memasukimu, ingin menyatukan dirinya dalam kelembutanmu setelah sekian lama." Ucap Ethan.


Leona menggenggam kejantanan Ethan, merasakan panas yang berdenyut di sana. Lelaki itu lalu melepaskan Tshirt yang di pakai nya, mengangkatnya lewat atas kepalanya dan mencampakkan Tshirt itu begitu saja di lantai, dia lalu meneIIanjangi dirinya sendiri.


Mereka berbaring teIIanjang berpelukan, menikmati rasa kuIit masing-masing yang berpadu, panas bertemu dengan panas yang menggetarkan. Setiap sentuhan dan gesekan kuIit mereka terasa begitu nikmat. Ethan yang keras dan Leona yang lembut.


"Aku akan mberimu bayi dan juga melepaskan kerinduan kita selama ini" Ethan tersenyum dan mengecup kedua alis Leona, memposisikan dirinya di antara kedua paha Leona yang membuka untuknya, siap menerimanya.


Leona tersenyum dan mengulurkan tangannya, menyentuh bibir Ethan yang ada di atasnya dengan jemarinya, Ethan mengecup jemari itu.


"Aku mencintaimu Ethan.. Aku ingin bayi." Bisiknya dalam napas yang mulai terengah. Ethan sudah menyentuhkan kejaantaanannya ke kewaaniitaan Leona, menggeseknya dengan lembut dan menggoda di bagian luar kewaniittaannya, dengan sengaja menyentuh titik sensitif di luar kewaaniittaannya sehingga menimbulkan getaran yang membuat geIenyar panas mengaIliri tubuh Leona.


Wajah Ethan makin melembut mendengar permintaan Leona, dia menundukkan kepalanya dan mengecup bibir


Leona. Ethan menganggap bahwa pemintaan Leona itu bukanlah hal yang serius dan Leona mungkin hanya ingin melepaskan rrindu saja dengannya. "Aku akan memberimu bayi..."


Seentara di bawah sana, kejanttaanannya mulai memasuki Leona, membuat Leona merasakan panas, keras dan berdenyut mulai menyatu ke dalam dirinya. Leona mengeraang dan meIingkarkan kedua tungkaainya ke pinggang Ethan. Dorongan itu membuat Ethan menenggeIamkan dirinya dalam-dalam di pusaat diri Leona yang hangat dan baasah.


Ethan memejamkan mata, menikmati panas dan baasah yang mencengkeramnya erat, membuatnya harus berjuang agar tidak meIedak seketika itu juga. Leona terasa begitu nikmat, begitu pas dan begitu menggaiirahkan. Perempuan yang sekarang berbaring di bawahnya dengan mata berkabut, bibir sedikit membuka, napas tersengaIl, tubuh yang pasrah menerimanya, dan perempuan itu sangat mencintainya dan sangat merindukannya.


Dengan hati-hari Ethan bergerak pelan, melakukan ritme berciintanya dengan hati-hati. "Apakah enaak???" Ethan berbisik pelan, menggertakkan giginya, menahan diri agar tidak meledak. Dia ingin memuaskan Leona dulu.


Leona menggelengkan kepalanya, "Ya Ethan, rasanya niikmat." Leona menggerakkan pinggulnya, merespon dorongan Ethan, membuat lelaki itu mengerang.


"Naik ke atasku, sayang." Suara Ethan bagaikan perintah mistis yang membuat tubuuh Leona dibanjiri oleh dorongan sensuaI yang aneh. Dengan hati-hati Leona naik ke pangkuan Ethan. Lelaki itu membimbingnya untuk menyatukan tubuh mereka perlahan.


Ethan mengarahkan pinggul Leona sedikit turun sehingga kewaniitaan Leona menyentuh kejaantaanannya yang sudah siap. Leona menempatkan dirinya, dan membiarkan Ethan membimbingnya. Lelaki itu menaikkan piingguInya dan menurunkan pingguI Leona, membuat tubuhnya meneIusup dengan mudahnya ke dalam kewaaniitaan Leona, terasa begitu paanas dan berdenyut di dalam sana.


"Gerakkan tubuhmu, sayang. Puaaskan dirimu." Ethan bergumam dengan nada menggoda, dan membiarkan Leona menggerakkan pingguInya. Lelaki itu menggeram ketika merasakan gerakan Leona, matanya berkilat penuh keniikmatan.


"Oh, kau niikmat sekali sayang." Ethan mengimbangi gerakan Leona dengan menggerakkan pingguInya ke atas, membuat mereka makin menyatu dan merasakan sensasi keniIkmatan


Percintaan dengan gaya ini membuat titik-titik di bagian paling sensiItiIf Leona tersentuh sepenuhnya, tanpa sadar dia menggerakkan tubuhnya semakin berani, mengekpIorasi kenikmatannya dengan sebebas-bebasnya. Ethan mengikuti gerakannya, dengan sama Iiar dan bergaiirahnya.


"Jangan di lepaskan..!!!" Pinta Leona. Ethan mengerti maksudnya bahwa Leona ingin diinya meIedak di dalam. "Ya sayang, lebih cepat lagi...!!!"


Dan kemudian Leona mendongakkan kepalanya dan melengkungkan punggungnya ke belakang ketika mencapai puncak kenikmatan, bersama Ethan yang mengikutinya di belakangnya. Leona menginginkan seorang bayi untuk mengikat Ethan. Dan biasanya dulu dia akan meminum obat untuk menghindari kehamilan, akan tetapi kali ini dia tidak akan mengkonsumsi obat itu lagi, karena dia menginginkan seorang bayi, agar Ethan tidak meninggalkannya lagi.