
Keesokan harinya.....
Ethan baru saja sampai di fine line untuk menemani Leona, dia baru saja kembali mengantarkan Kaia pulang ke apartemen nya. Kaia harus ke kantor untuk mengurus pekerjaan karena Leona akan tidak masuk selama beberapa hari ke depan. Leona ingin beraantai di fine line dan menghindari kekacauan yang sudah pasti akan di buat oleh Nyonya Haidee, mengingat semalam Leona tidak menghadiri acara ulang tahun Mama nya.
Saat sampai, Ethan melihat Leona sedang duduk di tepi pantai. Ethan memilih untuk menghampiri perempuan itu. Dia sudah memikirkan langkah apa yang akan di ambil oleh nya nanti. Juga mengenai perasaan Leona kepada nya. Segala penjelasan Kaia semalam, membuatnya tidak bisa tidur dan terus memikirkannya.
Ethan mendekati Leona, dan tiba-tiba saja dia memilih duduk di sebelah Leona. "Maaf lama ya????" Tanya Ethan.
"Kau sudah mengantarnya???" Tanya Balik Leona.
"Sudah tetapi tidak sampai ke apartemen nya, nona Kau bilang dia akan naik taksi, lalu memintaku segera kembali agar kau lekas ada temannya.. "
"Aku terbiasa sendiri disini, kurasa Kai terlalu berlebihan.. "
Ethan tersenyum. "Aku minta maaf untuk yang semalam, aku sudah lancang membuka berkas milikmu, aku juga minta maaf untuk apa yang aku katakan!"
"Tidak perlu minta maaf karena sebenarnya dalam waktu dekat aku ingin memberitahu mu, tetapi aku menunggu waktu yang tepat saja karena aku takut kau justru salah paham kepadaku.. "
"Kenapa kau tidak memberitahuku sejak awal??? Mungkin aku tidak akan melangkah sejauh ini dengan Gemma..!"
"Kenapa tidak dari kemaren? Ya tentu itu karena aku tidak mau kau menganggapku memfitnah Gemma, kau selalu memujinya setiap waktu dan kau sangat mencintai nya, jadi tentu saja aku tidak mau ambil resiko dan aku butuh banyak bukti untuk menunjukkannya padamu.. " Ungkap Leona.
"Aku tidak akan berpikir seburuk itu... Dan terima kasih karena kau telah melakukan itu untukku.. "
Leona menoleh ke arah Ethan. "Terima kasih??? Apa itu artinya kau akan mengambil sikap untuk hubunganmu dengan Gemma???" Tanya Leona.
"Tentu saja, aku tidak . ungkit hanya akan diam saja, aku tidak bisa menjalani hubungan dengan kebohongan dan kemunafikan.. " Ucap Ethan. Leona tidak menanggapi dan kembung menatap pemandangan laut di depannya.
Ethan menggunakan jari telunjuknya untuk menggambar di pasir. "Aku sudah mendengar segala nya dari nona Kaia semalam...!!! Aku sangat terkejut ketika mengetahui bahwa apa yang kau ucapkan semalam itu adalah sebuah kebenaran.. "
"Yang mana???" Tanya Leona tanpa memandang Ethan
"Tentang cinta yang kau miliki untukku..!" gumam Ethan. Leona yang mendengar itu langsung menoleh, terkejut memandangi Ethan yang duduk di sebelahnya. Ethan menoleh dan mereka saling berpandangan. "Kenapa kau tidak mengatakannya padaku????"
"Apa yang Kaia katakan????" Leona terlihat panik.
"Segala nya, jika aku sudah mengatakan segala nya, artinya tidak ada yang tidak aku ketahui mengenalmu juga perasaanmu kepadaku... Apa itu benar jika kau mencintaiku???" Tanya Ethan menilisik.
Leona kembali terdiam, tidak berani mengakui dan juga menanggapi pertanyaan Ethan. Kaia memang keterlaluan, bagaimana bisa mengungkapkan hal jtu pada Ethan padahal dia seringkali mewanti-wanti Kaia agar bisa menjaga rahasia itu. Tetapi Kaia justru bersikap seperti itu dan Leona merasa di khianati. Kaia terkadang selalu berlebihan.
Ethan kembali tersenyum. "Terima kasih untuk cinta mu kepadaku, aku tidak mengerti dan tidak habis pikir bagaimana bisa orang sepertimu mencintaiku, ya walaupun nona Kaia menjelaskan alasannya tetapi orang sepertiku ini terlihat konyol sekali jika menjalin hubungan dengan orang seperti mu, apa kata orang???? Mereka pasti akan menuduhku yang bukan-bukan.."
"Aku tidak bisa memilih ingin jatuh cinta pada siapa, apa itu sebuah kesalahan jika aku jatuh cinta padamu????" Tanya Leona.
"Bukan seperti itu, hanya saja bagaimana bisa kau jatuh cinta pada orang seperti ku, perbedaan kita begitu jauh, kau seorang ratu dan aku hanya pelayan, bagaimana bisa itu terjadi...???"
"Nyata nya itu bisa terjadi padaku, aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama, kau tampan, galak tetapi menggemaskan, aku senang kita bisa bertemu lagi di kedai kopi itu, dan aku penasaran sekali lalu aku menyelidiki mu karena aku tertarik, fakta mengenai kehidupan mu membuatku semakin menyukai mu. Aku berpikir apa yang bisa aku lakukan untuk bisa dekat denganmu.." Leona menunduk lalu memandang kembali ke laut. "Di danau itu aku sengaja mengacaukan kencang dengan Gemma. aku sengaja menceburkan diri ke danau agar kau menolongku, dan kau melakukannya aku senang sekali... Aku juga sengaja mencari cara untuk membawamu ke tempatku, aku berhasil dan semakin bahagia sekali... Kau sangat menyebalkan dan terus mencoba melawan, membuatku gemas dan akhirnya aku menjebakmu dengan obat itu.. "
Ethan memandang siluet Leona dalam diam. Mencoba mendengarkan semua cerita perempuan itu dengan seksama
"Aku berhasil melakukannya lagi dan senang obat itu mulai bereaksi, lalu pada akhirnya kau menyerah dan kita berakhir dengan bercinta. Aku selalu menikmati setiap inci percintaan yang kita lakukan, meski terpengaruh oleh efek obat dan mungkin juga kau membutuhkan pelampiasan tanpa di ikuti ungkapan cinta dan kasih sayang, tapi aku menikmatinya. Aku menawarimu pekerjaan, dan kau menolakku mentah-mentah, penawaran itu sebenarnya adalah alasanku agar aku bisa bertemu dan melihatmu setiap hari, tapi kau malah menolakku memtah-mentah... Hahaha memalukan sekali aku.." Leona terkekeh. dan dia kembali menoleh menatap Ethan dalam senyumnya yang cantik.
"Setelah itu setiap hari aku selalu membayangkan mu bisa melakukannya lagi denganku, melakukannya lagi dan lagi. Aku terus berpikir bagaimana bisa membuatmu kembali dan mau bekerja denganku, aku minta maaf mengenai pemecatan mu dari tempat kerja mu hingga kau di tolak di semua tempat ketika melamar pekerjaan, itu semua adalah karena aku, mereka menolak dan memecatmu itu karena aku.. Maaf..!!" ucap Leona dengan menyesal.
"Apa...!!!!!??? Jadi kau di balik semua itu???? Astaga... Kenapa kau jahat sekali.. " Seru Ethan.
"Mau bagaimana lagi??? Aku menyukai mu dan Aku ingin bisa selalu bersamamu, maka aku melakukannya agar kau mau menerima tawaran untuk bekerja denganku... Pada akhirnya aku berhasil, dan aku bisa bertemu dan bersamamu setiap hari...! Aku sangat senang sekali, dan kebersamaan kita semakin membuat perasaanku jatuh semakin dalam, dan rasa suka itu akhirnya menjadi rasa cinta, aku semakin mecintai dirimu, pribadi mu, kesederhanaan dan perjuanganmu selama ini, aku mencintaimu, itu fakta yang tidak bisa terbantahkan.. "
"Terima kasih sudah mengumpulkan bukti mengenai Gemma.. " Gumam Ethan.
Leona mengernyit. Dia berbicara panjang lebar tetapi Ethan justru membahas Gemma lagi Gemma lagi. Sangat menyebalkan sekali. Leona berdiri dengan8 wajah masam
"Sama-sama.... Sudah mulai panas, aku masuk dulu kalau kau masih ingin disini silakan..!!" Ucap Gemma yang kemudian memilih meninggalkan Ethan di pantai.
Ethan berdiri dan mengejar Leona. "Leona tunggu...!!!!" Teriaknya dan dia akhirnya berhasil menarik pergelangan tangan Leona. "Tunggu aku...! Aku ingin mengatakan sesuatu padamu..!" Ucap Ethan.
. "Mengatakan apa!!!" Tanya Leona.
"Terima kasih kau sudah mencintai orang seperti ku, aku tidak tahu harus mengatakan apa, tapi jujur aku senang sekali.. " Ethan melempar senyumnya pada Leona. "Aku sering mendengar bahwa sangat beruntung jika ada orang yang di cintai oleh orang lain.. Di cintai jauh lebih luar biasa daripada mencintai. Sekali lagi Terima kasih tetapi masalahnya sekarang aku dan,...???" Belum selesai berbicara, Leona memotongnya.
"Kau dan Gemma adalah sepasang kekasih... Aku selama ini menahan kesakitan saat kau bercerita mengenai Gemma dan bagaimana perasaanmu terhadapnya, tetapi tidak ada yang bisa aku lakukan, karena aku mencintaimu dan kau. tidak mencintai ku. Benar katamu, sangat beruntung orang yang di cintai, daripada orang yang mencintai apalagi perasaannya tidak terbalas...!!" Leona melepaskan pegangan Ethan dan pergi meninggalkan lelaki itu lagi.
Tapi Ethan mengejarnya dan menghalangi jalan Leona. "Aku sedang memikirkan kelanjutan hubunganmu dengan Gemma, Aku butuh bantuanmu untuk membongkar kebohongan Gemma, kau mau kan???? " Tanya Ethan tetapi Leona tidak bereaksi. "Aku tidak bisa begitu saja mengakhiri hubunganmu dengan Gemma, Aku ingin melihat sendiri semua permainannya dan memergoki nya dengan laki-laki itu, membongkar kejahatan mereka, jika Aku sudah berhasil melakukannya, aku akan coba untuk menerima cintamu, Aku akan membuka hati untukmu dan bisa membalas semua perasaanmu padaku, Aku beruntung di cintai olehmu, dan aku juga ingin kau di cintai olehku, jadi aku ingin menerima cintamu... Terima kasih..!" Ungkap Ethan.
Leona terperangah. "Kau ingin menerima cintaku???"
Ethan tersenyum dan menganggukkan kepala nya. "Iya, aku ingin melakukannya tetapi aku harus mengakhiri hubunganmu dengan Gemma, mengakhiri dengan alasa yang logis, dimana aku ingin memergoki nya dengan laki-laki itu, aku juga akan membantumu mendapatkan mini bag kesayanganmu itu.."
Sampai di dalam rumah, Leona menarik Ethan dan mencium bibir lelaki itu dengan agresiif. Ethan membalas ciuman Leona. Penerimaan yang luar biasa, bukan hanya sekedar napsu tetapi mulai berisikan benih-beniih cinta di dalamnya.
Ethan menciumi leher Leona. Ciuman itu semula hanyalah ciuman lembut penuh kasih sayang, tetapi lama-kelamaan berubah panas. Ethan mulai mencuumbu Leona dengan kecupan-kecupan kecil, membuat Leona menggeliat karena geli.
"Kali ini aku melakukannya karena aku ingin membuka hati uuntukmu mata Ethan berkilat penuh gaiirah.
Leona tersenyum, "Aku sudah menunggu inj sejak lama, dan aku sangat merindukan bercinta denganmu."
Mereka berbaring teIanjang berpeIukan, menikmati rasa kulit masing-masing yang berpadu, panas bertemu dengan panas yang menggetarkan. Setiap sentuhan dan gesekan kuIit mereka terasa begitu nikmat. Ethan yang keras dan Leona yang lembut.
"Aku ingin lembut, pelan tapi pasti lalu ke cepat." Ethan tersenyum dan mengecup kedua alis Leona, memposisikan dirinya di antara kedua paaha Leona yang membuka untuknya, siap menerimanya.
Leona ersenyum dan mengulurkan tangannya, menyentuh bibir Ethan yang ada di atasnya dengan jemarinya, Ethan mengecup jemari itu.
"Aku mencintaimu Ethan." Bisiknya dalam napas yang mulai terengah. Ethan sudah menyentuhkan kejaantanannya ke kewaniitaan Leona, menggeseknya dengan lembut dan menggoda di bagian luar kewaniitaannya, dengan sengaja menyentuh titik sensitif di luar kewanniitaannya sehingga menimbulkan getaran yang membuat geIenyar panas mengaliri tubuh Leona.
Wajah Ethan makin melembut mendengar pernyataan cinta Leona, dia menundukkan kepalanya dan mengecup bibir Leona, "Aku juga akan mulai mencintaimu Leona."
Sementara di bawah sana, senjata nya mulai memasuki Leona, membuat Leona merasakan panas, keras dan berdenyut mulai menyatu ke dalam dirinya. Leona mengerraang dan melingkarkan kedua tungkainya ke pinggang Ethan. Dorongan itu membuat Ethan menenggelamkan dirinya dalam-dalam di pusat diri Leona yang hangaat dan baasah.
Ethan memejamkan mata, menikmati panas dan baasah yang mencengkeramnya erat, membuatnya harus berjuang agar tidak meIedak seketika itu juga. Leona terasa begitu nikmat, begitu pas dan begitu menggairraahkan. Perempuan yang sekarang berbaring di bawahnya dengan mata berkabut, bibir sedikit membuka, napas tersenggaIl, tubuh yang pasrah menerimanya, dan perempuan itu sangat mencintai nya,
Dengan hati-hari Ethan bergerak pelan, melakukan ritme berciintanya dengan perlahan. "Apakah nikmat?" Ethan berbisik pelan, menggertakkan giginya.
"Iya, ini, rasanya nikmat sekali..." Leona menggerakkan pinggulnya, merespon dorongan Ethan, membuat lelaki itu mengerrang.
"Kau begitu nikmat Leona seluruhmu begitu nikmat."
Ethan menggerakkan badannya makin intens, menggesseek seluruh titik keniikmatan di dalam tubuh Leona, dan memuaskan dirinya sendiri. Lelaki itu menahan diri, menunggu Leona mencapai kepuasannya. Dan ketika Leona meIengkungkan punggungnya dan mengerraang pelan, Ethan mengikutinya. Bagi Leona kenikmatan ini tiada duanya. Bercinta dengan orang yang dicintai memang selalu memberikan getaran yang berbeda. Leona tidak akan pernah bisa senikmat ini selain bersama yang lain. Mereka meledak bersama dalam orgaasme yang luar biasa, napas terengah. Ethan menggulingkan bkan tuubuhnya di sebelah Leona, memeluk perempuan itu, merasa lelah tetapi sangat nikmat hingga membuat kedua nya tertidur.
Siang hari, Leona, terbangun. Dia langsung terduduk, terkesiap kaget karena dia terbangun begitu saja. Tersenyum dan mengecup lembut ujung hidung Ethan dengan sayang.
"Selamat siang tukang tidur."
Ethan membuka matanya pelan-pelan dan kemudian menatap Leona. Lalu dia tersenyum, "Selamat siang..."
Dengan nakal dipeluknya tubuh Leona dan dinaikkan ke atas tubuhnya, "Kau rasakan itu?" Ethan berbisik dengan nada sensual, membuat tubuh Leona menggelenyar. Dia merasakannya, milik Ethan yang begitu keras, lelaki ini sedang sangat bergaiiraaah.
"Leona... Naiki aku..!!" Ethan bergumam sambil mengarahkan pingguI Leona sedikit turun sehingga kewaniitaaan Leona menyentuh kejaantanaannya yang sudah siap. Leona menempatkan dirinya, dan membiarkan Ethan membimbingnya. Lelaki itu menaikkan pinggulnya dan menurunkan pingguI Leona, membuat tubuhnya meneIusup dengan mudahnya ke dalam kewaaniitaan Leona, terasa begitu panas dan berdenyut di dalam sana.
"Gerakkan tubuhmu!! Puaskan aku." Ethan bergumam dengan nada menggoda, dan membiarkan Leona menggerakkan pinggulnya. Lelaki itu menggerrayam ketika merasakan gerakan Leona, matanya berkilat penuh keniikmatan.
"Oh, kau nikmat sekali Leona.." Ethan mengimbangi gerakan Leona dengan menggerakkan pingguInya ke atas, membuat mereka makin menyatu dan merasakan sensasi keniikmatan
Percintaan dengan gaya ini membuat titik-titik di bagian paling sensiitif Leona tersentuh sepenuhnya, tanpa sadar dia menggerakkan tubuhnya semakin berani, mengekplorasi keniikmatannya dengan sebebas-bebasnya. Ethan mengikuti gerakannya, dengan sama liar dan bergairahnya. Dan kemudian Leona mendongakkan kepalanya dan melengkungkan pungguungnya ke belakang ketika mencapai puncak keniikmattan, bersama Ethan yang mengikutinya di belakangnya.
Tubuh Leona rubuh, terkulai di atas tubuuh Ethan dengan napas terengah-engah. Sementara tangan lelaki itu memeIuk punggungnya dan mengusapnya sambil lalu.
Lama kemudian Leona mengangkat kepalanya dan mereka bertatapan. Mata Ethan tampak penuh senyum dan menggooda, "Senang menaikiku?" Tanya Ethan.
Pipi Leona merah padam atas godaan itu, membuat Ethan terkekeh, dengan lembut dia melepaskan dirinya dari tubuh Leona, lalu menghela perempuan itu ke sampingnya untuk kemudian memeIuknya erat-erat.
Ethan berbaring bersama Leona di atas raanjang dan lelaki itu sedang mempermainkan tali gaun Leona dengan menggooda.
"Apakah kau ingin dipeluk?" bisiknya sensuaI.
Leona menatap Ethan, mengagumi ketampanan lelaki itu. Dia sangat mencintai Ethan.
"Ya Ethan..."
Ethan menelusurkan bibirnya dengan ringan di telinga Leona, membuat Leona menggeIiat geli. Lelaki itu lalu mengecup telinganya dan memaguutnya dengan penuh gaaiirah. Ciumannya lalu berpindah ke rahang Leona, meninggalkan kecupan-kecupan panas di sana. Lelaki itu lalu menggunakan jemarinya untuk mendongakkan dagu Leona.
"Kau sangat menggaiirahkan...."
Mata Ethan berkilat penuh gaaiirah, suaranya serak dan sensuaI. Lalu lelaki itu meIumat bibir Leona penuh napsu, tangannya langsung bergerak ke bawah ke milik Leona.
"Kau sudah basah lagi, aku ingin melakukannya lagi.." Leonau merasakan gerakan-gerakan Ethan ketika menyentuh miliknya dan kemudian tanpa pembukaan, lelaki itu langsung menyeaiipkan kejanttaanannya, meneIusup masuk ke dalam kewaniitaan Leona yang sudah basah lagi, lalu menggerakkan tubuhnya penuh gaaiirah, ke dalam riitme sensuaI yang tak tertahankan. Leona mengikuti gerakan Ethan, berusaha mencapai gaiirraezh itu tanpa pertahanan apa pun, dan dengan cepat, mereka mencapai puncak kenikmatan lagi bersama-sama.
Mereka berbaring dengan napas terengah-engah. Leona memiringkan tubuhnya dan memeluk tubuih Ethan yang terIentang. Sebelah lengan lelaki itu merangkulnya dan mengusap punggung teIanjangnya dengan lembut,
"Apakah aku memuaskanmu???" Ethan bertanya.
Leona tersenyum dan mengecup daada Ethan , "Kau selalu membuatku puaasss.... Nikmat...!!!" Leona memeluk Ethan dan lelaki itu membalas pelukannya lagi.