My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Menjaga Rahasia



Keesokan harinya......


Leona terbangun ketika dia mencium bau harum yang menyeruak. Leona mengerjapkan matanya, tampak bingung untuk sesaat dengan tempat baru yang di lihatnya tetapi kemudian tersadar bahwa semalam dia berada di tempat Ethan. Leona bangun dan duduk di atas kasur. Dia mengusap wajahnya dan menguap.


"Hei kau sudah bangun????"


Suara itu membuyarkan Leona. Dia menoleh dan mendapati Ethan sedang menutup pintu kulkas. Lelaki itu memegang susu dan menuang ke panci untuk di hangatkan. "Sarapan sudah siap, dan aku akan menghangatkan susu, kau bisa duduk sebentar baru setelah itu pergi mandi, lalu sarapan bersama.. Ah iya, nona Kaia mengirim pakaian untukmu, ada pakaian kerja dan pakaian biasa, terserah kau mau pergi kemana hari ini, ke kantor atau ke tempat lainnya, aku akan mengantarmu.. " Lanjut Ethan.


"Kaia kesini??? Kapan dan bagaimana dia tahu???" Tanya Leona bingung.


Ethan tersenyum. "Dia tahu masalah yang te4jadi kemarin di rumah orang tua mu, dia sangat khawatir dan mencari serta menghubungimu tapi ponselmu sepertinya ketinggalan di mobil, aku sudah mengambilnya, ada di meja.. " Ethan menunjuk ke arah meja tempat dimana ponsel Leona berada.


"Kenapa tidak membangunkanku???" Protes Leona.


"Kau sangat lelap, aku tidak ingin mengganggumu, dan ya, jangan khawatir soal liburan Nona Kaia, hari ini dia akan tetap berangkat karena kalau dia tidak berangkat, kau pasti akan marah kepadanya... "


"Baguslah kalau dia pergi, sudah lama aku tidak memberinya libur...!"


"Pergi mandi dan ganti pakaianmu, sebelum sarapannya dingin..!!" Titah Ethan.


Leona beranjak dan dia pergi ke kamar mandi. Leona tahu alasannya kenapa semalam Ethan pergi keluar dari apartemen, lelaki itu ternyata menemui Kaia. Leona sebenarnya bangun saat mendengar alarm pintu di buka, dia sadar Ethan sedang pergi dan dia berniat untuk pergi dari apartemen lelaki itu, tetapi dia jengkel ketika menyadari dia di kunci dari luar. Lalu ketika laki-laki itu kembali masuk ke apartemen, Leona kembali ke kasur. Dia juga melihat Ethan masuk ke kamar mandi, mengintip dengan kata-kata yang pura-pura terpejam. Bahkan Leona juga mendengar sayup-sayup suara Ethan berbicara di telepon. Leona memilih kembali bangun dan menguping di luar kamar mandi. Dia sangat jelas menyimpulkan bahwa Ethan sedang berbicara dengan Gemma.


Ethan meminta maaf pada Gemma karena membatalkan pertemuan mereka. Sebenarnya Leona juga tahu dari percakapan kedua nya di chat, mengingat Leona sudah menyadap ponsel Ethan sehingga tahu segala percakapan lelaki itu termasuk aktifitas di sosial media Ethan. Leona memantau nya dengan baik. Ethan membohongi Gemma mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Bagi Leona itu wajar karena tidak mungkin Ethan akan mengatakan mengenai keberadaan dirinya disini, karena itu bisa membuat Gemma nanti bisa menolak cinta lelaki itu. Leona tidakenyangka jika Ethan cukup cerdik dalam berbohong dan mencari alasan.


***


Leona kembali menghampiri Ethan yang duduk di sofa. Di meja sudah ada sarapan dan susu dengan remahan oreo yang sepertinya menjadi minuman favorit lelaki itu. Sedikit menggelikan karena akhir-akhir ini Leona jarang melihat Ethan minum kopi, lelaki itu lebih sering minum jus, susu dan air putih biasa.


"Duduklah....!!! Kita makan bersama...! Aku hanya punya susu jadi kita minum susu saja" Ajak Ethan.


Leona ikut duduk di sofa. Mereka akan makan disana mengingat Ethan tidak memiliki kursi dan meja makan karena apartemennya yang hanya apartemen kecil. Leona menatap meragu ke arah Ethan.


"Kenapa?????" Tanya Ethan. "Aku tidak memasukkan pil biru itu jadi kau bisa tenang... " Celetuk Ethan kemudian lelaki itu tertawa terbahak-bahak. Sedangkan wajah Leona tampak memerah karena malu.


"Maaf untuk sikap kekanak-kanakan ku semalam..!" Gumam Leona.


Ethan berhenti tertawa dan menatap Leona. "Sikap kekanak-kanakan yang mana???" Tanya Ethan.


"Aku terlalu emosional dan aku tidak bisa menahan diri.. Maaf aku sudah menangis, aku jarang sekali melakukan itu.."


"Leona...??? Kenapa kau berkata seperti itu??? Menangis adalah hal yang wajar sekali bagi seseorang, tidak hanya kau saja, aku juga terkadang menangis untuk beberapa hal, menangis tidak selama nya menandakan kita lemah, tetapi terkadang kita membutuhkannya untuk melupakan segala apa yang ada di diri kita yang sudah kita tahan lama... Aku sangat mengerti bagaimana perasaanmu, jadi itu tidak apa-apa... " Ujar Ethan kemudian melempar senyumnya.


"Aku juga minta maaf mengenai obat itu, aku hanya iseng saja memberikannya padamu.."


Ethan tersenyum. "Harusnya kau tidak melakukan itu, aku kecewa tapi ya sudahlah.. Lupakan saja.. Sekarang habiskan makanan nya, kita harus ke kantor, pekerjaanmu pasti akan banyak karena Nona Kaia pergi untuk beberapa hari.. "


Leona mengangguk dan dia mulai menikmati sarapan buatan Ethan. Dia senang jika Kaia memutuskan untuk pergi liburan, sahabatnya itu sudah lama tidak liburan mengingat selalu di sibukkan dengan pekerjaan di kantor yang tidak ada habisnya. Dan Kaia pasti butuh merefresh otaknya. Libr beberapa hari akan membuatnya merasa lebih baik lagi nanti nya.


"Ethan....!!!" Panggil Leona.


"Ya???" Jawab Ethan.


"Aku harap kau tidak memberitahu siapapun mengenai apa yang aku ceritakan tadi malam, aku tidak mau Papa mendengarnya.. "


"Ya, aku sangat mengerti sekali, tidak perlu khawatir, aku akan menyimpannya rapi.. Apa kau yakin akan langsung ke kantor??? Maksudku mungkin kau butuh jalan-jalan sebentar.. "


Leona menggelengkan kepala nya. "Kaia pergi, aku harus mengurus semua pekerjaan, aku baik-baik saja, jadi antar aku ke kantor.."


"Oke kalau begitu.. "


Leona memandangi setiap sudut apartemen Ethan. Semalam dia tidak terlalu memperhatikan dan ternyata tempat ini cukup mengagumkan. Meskipun di huni seorang laki-laki, tempat ini sangat rapi, penataan furnitur yang tepat, dan cat yang sesuai. Ethan sangat luar biasa mengubah tempat kecil ini menjadi tempat yang nyaman untuk di huni.


Ethan meletakkan sendoknya dan tersenyum pada Leona. "Apakah seperti itu??? Menurutku tempatmu jauh lebih baik..."


"Kau membuat tempat yang tidak terlalu luas ini menjadi tempat yang sangat nyaman untuk di tinggalin, aku sangat menyukai nya... "


"Aku mendesainnya sendiri.... Kau benar, ini memang sangat nyaman hehehe... Ngomong-ngomong aku juga sangat menyukai Fine line, rumah yang sangat sederhana, tetapi sangat nyaman untuk di tinggali, apalagi tidak ramai, tidak ada hiruk pikuk suara kendaraan, dan kita hanya bisa mendengar suara alam, seperti suara ombak, burung dan angin saja.. Begitu damai, kau memilih tempat yang sangat bagus sekali... " Ujar Ethan.


"Fine line dulu sebenarnya milik seorang nenek tua, dia dulu tinggal sendiri dengan suaminya tetapi kemudian suami nya meninggal, dia sendirian dan memilih untuk menjualnya, karena dia ingin menghabiskan waktunya di panti jompo, dia tidak mungkin tinggal di tempat sepi seperti itu sendirian, jika meninggal pasti tidak akan ada yang tahu.. Saat aku tahu ada yang menjual tempat itu, aku langsung tertarik dan membeli nya, aku hanya mengubah furniture nya saja dan cat nya, yang memang dulu sudah usang, mengganti dengan yang baru.. ". Ungkap Leona. Fine line adalah tempat favoritnya, tenang m, nyaman dan memiliki pemandangan yang sangat bagus sekali.


"Selera mu memang tidak tanggung-tanggung... Hehehe... " Puji Ethan.


Setelah selesai sarapan, Leona meminta Ethan menunggu nya karena dia harus make up lebih dulu, dan selain membawakan pakaian, Kaia juga ternyata membawakannya alat make up, beserta sepatu sebagai kelengkapan Leona ke kantor. Kaia sudah sangat tahu betul apa saja yang di butuhkan Leona tanpa Leona harus meminta nya secara langsung.


"Aku tidak mengerti, kenapa para perempuan bisa begitu pengertian satu sama lain mengenai penampilan.... Tanpa di minta, Nona Kaia membawakan mu alat make up juga.. " Gumam Ethan yangs emang duduk di sofa, sementara Leona duduk di kursi kerja milik Ethan menatap cermin kecil, dan sibuk memoles wajahnya.


"Aku dan Leona sudah bersama selama bertahun-tahun, kami saling memahami satu sama lain, bahkan untuk hal yang tidak terduga sekalipun yang tidak aku pikirkan, Kaia bisa segera menyadari nya... Dia sahabat dan partner kerja yang baik, kami sudah seperti saudara... "


"Itu sangat jelas sekali bagaimana kalian berdua selalu kompak saat bersama. Bahkan jika di lihat-lihat wajah kalian juga sangat mirip sekali.. "


"Kau benar, banyak orang yang mengatakan hal itu juga... " Gumam Leona. Kaia memang adalah sahabat terbaiknya dan orang yang paling mengerti akan dirinya. Leona tidak pernah menganggap Kaia adalah bawahannya, dan menganggapnya seperti seorang adik. Tidak ada yang lebih baik selain Kaia. Leona sangat membutuhkannya, dan mereka selalu berbagi suka dan duka ber sama-sama selama beberapa tahun. Kaia adalah anak dari mendiang asisten Papa nya, dan mereka berkenalan lalu menjalin persahabatan yang luar biasa sampai saat ini.


★★★


Sore harinya.....


Ethan mengemudikan mobil untuk mengantar Leona pulang. Leona sudah bekerja seharian dan butuh istirahat dengan nyaman di apartemennya. Ethan akan mengantarnya pulang, lalu dia juga akan pulang. Malam ini dia kembali mengatur janji dengan Gemma. Ethan tidak bisa lagi kenunda nya karena dia sangat merindukan Gemma. Mereka akan pergi makan malam bersama. Dan Ethan berniat untuk mengajak Gemma makan di sebuah restoran mewah. Harus ada usaha yang lebih lagi untuk mendapatkan Gemma.


"Ethan....!!! Kau bisa pulang setelah mengantarku, aku tidak ingin ke mana-mana dan ingin beristirahat di rumah saja.. " Gumam Leona yang ada di kursi belakang. Dia tahu bahwa Ethan malam ini akan pergi makan malam dengan Gemma.


Ethan mengangguk. "Terima kasih..." Ucap nya. Dan dalam hati Ethan dia berjingkrak senang karena ucapan ini yang di tunggu nya sejak tadi. Leona menyuruhnya untuk pulang. Jadi dia bisa bertemu Gemma dan melepaskan rindu.


"Oh iya bagaimana kabar Gemma??? Aku ingin sekali bertemu dengannya, sudah lama tidak berjumpa.. "


"Dia baik, kapan-kapan aku akan membawamu bertemu dengannya.. "


Leona mencoba tersenyum. "Lalu hubungan kalian bagaimana??? Apa akan stuck disitu saja???" Tanya Leona.


"Aku akan maju selangkah lagi, dan Leona bisakah aku meminta sesuatu padamu???" Tanya Ethan.


"Meminta apa???" Tanya balik Leona.


"Mengingat aku juga akan menjaga rahasiamu dengan baik mengenai orang tua mu, bisakah kau juga menjaga apa yang pernah kita berdua lakukan sebelumnya???? Menjaga itu dari siapapun terutama Gemma, kita melakukannya secara sadar dan untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain, jadi bisakah kau menjaga itu untuk hubunganku dengan Gemma??? Aku ingin mengungkapkan perasaanku padanya dalam waktu dekat ini... "


"Oh itu, hahaha tentu saja tidak Ethan, aku tidak akan memberitahu Gemma. Lagipula aku sendiri sudah memintamu menjaga hal itu dari orang luar termasuk bodyguard yang lainnya kenapa aku juga harus memberitahu Gemma, itu sama saja memancing keributan nanti.. Lagipula di fine line kita hanya berdua, jadi apa yang akan di lakukan seorang perempuan dan laki-laki katika berdua di sebuah rumah, itu hal yang sangat biasa sekali, mereka akan selalu berakhir dengan bercinta, tetapi saat di apartemenku itu kan karena aku memberimu obat itu, di luar kendali mu kan??? Tenang saja jangan khawatir.. " Gumam Leona dengan entengnya.


"Aku harap kita tidak lagi mengulangnya nanti, jika aku sudah terikat hubungan dengan seseorang.... Dalam hidupku tidak ada yang nama nya pengkhianatan dalam sebuah hubungan.. " Ucap Ethan.


Leona terdiam sesaat lalu tersenyum. "Ya, tentu saja itu sangatlah penting sekali, kita tidak bisa lagi melakukannya dalam keadaan apapun, sadar atau tidak sadar, aku sendiri sangat membenci pengkhianatan.. " Leona berbohong untuk menyenangkan Ethan. Baginya jika belum ada hubungan resmi seperti pernikahan tidaklah penting jika ada dusta dalam sebuah hubungan. Tetapi akan berbeda cerita jika mereka sudah menikah. Sama hal nya yang terjadi pada kedua orang tua nya.


****


Ethan akhirnya pulang setelah mengantar Leona. Seperti kebiasaannha, dia pulang menggunakan transportasi umum yaitu naik bus. Selain karena tadi berangkat dengan mobil Leona, juga karena jarak apartemennya ke apartemen Leona sangat jauh sehingga tidak memungkinkan untuknya mengayuh sepeda seperti biasa nya.


Ethan mengirim pesan pada Gemma mengatur waktu pukul berapa mereka akan bertemu. Dan Ethan juga sudah menentukan restoran mana yang akan dia dan Gemma datangi nanti malam. Ethan mulai loyal kepada seseorang yang sangat di sukai nya itu, dan jika Gemma nanti menjadi kekasihnya tentu Ethan ingin hubungan mereka lebih serius lagi, dan tidak hanya bermain-main. Jika bisa, Ethan juga akan meminta Gemma untuk tinggal bersama nya sebagai bukti keseriusannya pada perempuan itu.


Sementara itu, di tempat lain, Gemma berjingkrak bahagia mendapat pesan dari Ethan. Mereka akan makan malam di restoran yang mahal. Gemma tahu bahwa Ethan seperti nya akan mulai lebih srius dengannya dan ini adalah kesempatan yang bagus sekali bagi Gemma. Dia akhirnya bisa membuat Ethan luluh dengan pesona nya. Dia harus memanfaatkan moment ini dengan sangat baik dan mengikat Ethan untuk lebih dekat dengannya.


Gemma tahu bahwa Ethan ternyata tidak seperti yang dia bayangkan sebelumnya. Lelaki yang terlihat sederhana dan tidak neko-neko itu ternyata memiliki banyak sekali uang di rekeningnya. Nominalnya cukup fantastis untuk orang seperti Ethan. Dan Gemma tahu itu dari rekening yang di temukannya di lemari Ethan saat mengambil hairdryer di lemari lelaki itu. Hal itu membuat Gemma harus bisa menarik perhatian Ethan lebih dalam lagi agar lelaki itu jatuh dalam pesona nya.