My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Awas kalau kau pegi meninggalkanku lagi.



Leona berkeliling di apartemen Ethan. Apartemen ini memang bukan apartemen yang luas tetapi sedikit lebih besar dibandingkan apartemen Ethan sebelumnya saat di Seattle.


Tidak ada yang berubah dari Ethan lelaki itu tetap Ethan yang bersih rapi dan juga seperti terorganisir. Kamar Ethan sangat rapi dan tidak ada barang-barang yang tergeletak sembarangan inilah yang Leona suka dari Ethan.


Leona tersenyum ketika di atas meja sebelah tempat tidur Ethan ada figura berisikan fotonya dengan Ethan. Leona masih ingat Kapan foto itu diambil. Leona senang sekali karena ternyata Ethan masih menyimpan foto itu bahkan memajangnya di sini, meski mereka sudah berpisah sebelumnya menandakan bahwa Ethan masih sangat mencintai dirinya.




Leona berharap kali ini ia bisa terus bersama dengan Ethan dan tidak berpisah lagi. Leona mengambil foto itu kemudian memeluknya dengan perasaan bahagia dan Leona mencoba menyadarkan dirinya bahwa saat ini dia sudah menemukan Ethan dan saat ini dia juga sudah bersama lelaki itu, tidak ada perasaan yang lebih membahagiakan daripada hal ini.


Sekitar 20 menit kemudian, Ethan akhirnya keluar dari kamar mandi dan dia sudah terlihat segar serta sudah berganti pakaian. Leona mencoba memutar pandangannya mencari keberadaan Leona sudah tidak ada di sofa dan Ethan cukup terkejut ketika ternyata mendapati Leona berbaring di atas tempat tidurnya dan Leona ternyata tidur.


Ethan tersenyum, baru jam segini tetapi Leona sudah tidur, sepertinya Leona kelelahan, mungkin karena perjalanan menuju ke sini yang cukup lama dan butuh beberapa jam sehingga membuat Leona kurang tidur atau mungkin karena Leona terlalu excited sehingga dia tidak bisa tidur kemarin.


Ethan juga ikut naik ke atas tempat tidur, hari ini dia merasa lelah sekali dan memang niatnya ingin langsung beristirahat. Ethan berada di sebelah Leona dan dia mengernyit melihat Leona seperti memeluk sesuatu. Ethan pun mencoba melihatnya dan kembali tersenyum ketika mendapati Leona memeluk foto mereka. Dengan lembut Ethan mengusap kepala Leona lalu mengecup kening perempuan itu. Ia sangat merindukan Leona. 4 bulan terakhir ini menyesal karena sudah meninggalkan Leona yang sebenarnya dia harapkan Leona akan mendapatkan haknya kembali tetapi ternyata kepergiannya justru membuat Leona semakin terpuruk.


Ethan tidak mengambil foto figura yang dipegang Leona, ia membiarkan Leona memeluknya lalu ia menarik selimut dan menyelimuti Leona serta dirinya sendiri. Lalu Ethan memeluk Leona dan memejamkan matanya untuk tidur, Ethan tidak ingin mengganggu istirahat Leona.


***


Keesokan harinya...


Ethan ternyata bangun lebih dulu dibandingkan Leona, perempuan itu masih tertidur dengan lelapnya Ethan hanya melempar senyum dan memandang wajah cantik kekasihnya itu.


Dengan hati-hati Ethan, bangun dari tempat tidur dan dia melangkah pelan meninggalkan masih tertidur pergi ke kamar mandi dan dia akan membuat sarapan untuk Leona. Beruntungnya hari ini Ethan libur. Jadi dia bisa menghabiskan waktunya bersama dengan Leona.


Setelah beberapa menit di dalam kamar mandi, Ethan pun keluar dan dia langsung menuju ke meja dapur, membuka kulkasnya dan mencari sesuatu untuk bisa ia masak untuk sarapannya bersama dengan Leona. Dia juga masih melihat Leona masih tertidur sangat pulas.


Ethan mengambil beberapa butir telur dan juga susu serta sosis dan wortel dari dalam kulkas. Ethan memotong  wortel itu kecil-kecil dan dengan cekatan memecahkan beberapa telur kemudian mencampurnya dengan susu serta parutan keju. Ethan akan membuat omelet untuk menu sarapannya. Ethan memasak sambil senyum-senyum karena sudah lama sekali dia tidak membuatkan makanan untuk Leona dan Ini pertama kalinya setelah mereka berpisah beberapa bulan yang lalu.


Setelah itu dia mencampur menjadi satu semua bahan-bahan itu. Ethan pun mulai menyalakan kompor dan meletakkan pan dan mulai memasak telurnya menjadi omelet.


Leona pun perlahan membuka matanya dan dia mencoba menyadarkan ingatannya. Bahwa saat ini dia sedang berada di apartemen Ethan. Leona langsung bangun dan berbalik badan untuk mencari Ethan. Leona masih trauma dengan kejadian sebelumnya di mana dia bangun tidur dan Ethan sudah meninggalkannya tetapi Leona menghela nafasnya lega ketika menemukan Ethan sedang berada di dapur, lelaki itu tampak sibuk. Leona tersenyum.


Leona perlahan beranjak dari tempat tidur duduk dan mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya untuk membuatnya benar-benar sadar setelah tidur.  Beberapa saat kemudian Leona Pun bangun dan berjalan menyusul Ethan ke dapur. Leona meraih gelas berisi jus yang ada di meja kemudian meminumnya, baru setelah itu dia menghampiri Ethan dan memeluk lelaki itu dari belakang. "Selamat pagi!!!! Kenapa tidak membangunkanku???" Protes Leona dengan suara manja pada Ethan.


Ethan menoleh dan Leona menumpukan dagunya di pundak Ethan.


"Kau tidur dengan lelap sekali, aku tidak mau mengganggumu jadi aku biarkan saja kau tidur, aku sekarang sedang membuat omelet untuk sarapan kita pagi ini."


"Aku sangat merindukan omelet buatanmu. Apa kau akan pergi bekerja hari ini???"


"Senangnya kau libur. Ya, aku jadi tidur di sini kan semalam??? Kau sudah janji kalau kau akan tidur di apartemen yang aku sewa." Gumam Leona.


Ethan terkekeh. "Kau sendiri kenapa tidur, aku selesai mandi kau malah tidur di tempatku dan tidurmu nyenyak sekali, aku jadi tidak tega membangunkanmu. Ya sudah aku juga ikut tidur. Aku juga lelah sekali kemarin."


"Yah??? aku cuma menggunakannya beberapa jam saja dong."


Ethan tersenyum. "Memangnya kenapa kalau kau tidur di sini??? Kau sudah menyewanya dan sudah menggunakannya kan kemarin untuk menungguku dan untuk kita makan."


"Ya Sudahlah...." Gumam Leona.


"Aku akan menyelesaikan ini, kau mandilah, nanti kau keluar dari kamar mandi makanannya sudah siap."


"Tapi aku tidak punya pakaian ganti, Kaia nanti baru akan mengantarnya ke sini." Ucap Leona.


"Pakai saja pakaianku, daripada kau tidak memakai apapun." Sahut Ethan.


"Iya deh, nanti kau senang lagi kalau aku tidak memakai apapun.."


Ethan menoleh dan terkekeh. "Dasar kau ini, cepat sana mandi."


Leona mencium pipi Ethan. "Kau mau mandi denganku tidak???" Bisik Leona menggoda.


"Tidak....!!!! Aku sudah mandi, dan sekarang membuat sarapan untukmu."


"Oke baiklah...!!!! Aku mencintaimu."


"Aku juga mencintaimu, sudah cepat sana mandi.!!!"


"Kau tidak akan kabur lagi meninggalkanku kan???" Tanya Leona.


"Tentu saja tidak, kau ini ada-ada saja.."


"Aku kan takut seperti kejadian kemarin..."


"Tidak, aku tidak akan melakukannya...."


"Aku akan bunuuh diri jika kau sampai meninggalkanku seperti kemarin.."


"Tidak sayang, aku tidak akan meninggalkanmu seperti kemarin dan jangan lakukan Apapun yang membahayakan dirimu. Sekarang pergilah mandi cepat...!!!! Sebentar lagi aku akan selesai ini."


Leona menganggukkan kepalanya kemudian ia meninggalkan Ethan dan masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Ethan melanjutkan membuat omeletnya. Ethan menyadari ketakutan di mata Leona tetapi Tentu saja dia tidak akan meninggalkan Leona lagi seperti kemarin.