My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Mencari Cara



Ethan menuang tumisan daging dan sayurnya ke dalam piring kemudian membawanya ke sofa. Ethan duduk di sana dan meletakkan makan malamnya itu di atas meja, kemudian mulai menikmatinya dan di depannya juga ada gelas berisi jus. Dia ingin menikmati makan malamnya dengan wine atau bir tapi tidak memiliki stok karena memang ia belum pergi untuk berbelanja, jadi dia harus memanfaatkan apa yang ada di dalam kulkas.


Ethan mulai menyuapkan makanan di dalam mulutnya, ia mencoba menikmati makanan seadanya, cukup menyedihkan tapi dia mencoba menikmatinya. Ethan tiba-tiba kembali teringat dengan keinginannya dulu di mana dia ingin bisa tinggal bersama dengan orang yang dia cintai dalam satu atap ketika dia benar-benar memutuskan untuk mencintainya dan menjadikan itu belahan jiwanya, hanya saja sekarang jika dia sudah mulai bisa mencintai Leona. Hal itu pun tidak akan bisa dia lakukan karena perbedaan yang ada antara dirinya dan Leona cukup tinggi, satu-satunya cara mungkin pada akhirnya nanti jika dia tidak bisa tinggal dengan Leona hanya dalam sebuah hubungan biasa, maka selama menjalin hubungan itu ia harus bekerja keras untuk bisa mewujudkan keinginannya membeli sebuah rumah. Sehingga ia bisa tinggali dengan Leona. Ethan merasa sangat tidak mungkin Jika dia harus tinggal di tempat Leona, ia merasa malu jika melakukannya. Itu sebabnya jika seandainya hubungannya ini berhasil, ia harus bisa memberikan yang terbaik untuk Leona agar Leona merasa nyaman ketika tinggal bersamanya di rumah yang dia beli sendiri. Sebagai seorang laki-laki tentu Ethan harus memiliki harga diri sehingga dia bisa berdiri dengan percaya diri di samping perempuan yang dicintainya bukan justru berdiri dengan memanfaatkan apa yang dimiliki oleh Leona ia tidak akan pernah melakukan hal seperti itu.


Ethan lupa, dia belum menghubungi Leona, tadi dia sudah berjanji kepada perempuan itu akan menghubunginya. Karena ia lagi lapar, ia sampai lupa untuk memberitahu Leona Jika dia sudah bangun. EtHan meraih ponselnya yang ada di atas meja, kemudian mengirim pesan kepada Leona, memberitahu perempuan itu bahwa dia sudah bangun dan sekarang sedang makan malam. itulah pesan yang dikirim oleh Ethan ada Leona.


Belum ada satu menit dia mengirim pesan ternyata ponselnya berbunyi dan Leona melakukan panggilan video kepadanya. Ethan tersenyum dan langsung mengangkat panggilan video dari kekasihnya itu. "Hai selamat malam??" Sapa Ethan.


Senyum cantik Leona pun langsung menghiasi wajah perempuan itu ketika menatap layarnya, mendapati Ethan menyapanya dengan manis dan wajah lelaki itu sangatlah tampan seperti biasanya.  "Selamat malam, kau sedang apa???" Tanya Leona.


"Aku sedang makan malam dan aku baru bangun tidur."


"Kau sedang makan malam??? Makan malam dengan apa???" Tanya Leona.


"Hanya tumisan sayur dan daging saja, hanya itu yang ada di kulkas jadi aku memanfaatkannya. Aku sedang malas pergi keluar ataupun memesan makanan sendiri. Kau sudah makan malam??"


"Sudah, baru saja dengan Papa." Jawab Leona. "Baru beberapa jam berpisah denganmu, aku sudah sangat merindukanmu."


"Kau selalu saja berlebihan, masa iya kau sudah merindukanku, kita saja baru bertemu beberapa jam yang lalu."


"Aku tidak berlebihan, itu memang benar kenyataannya. Aku tidak sabar untuk bertemu denganmu lagi, besok berangkat yang pagi ya??"


"Berangkat pagi??? Untuk apa berangkat pagi???"


"Aku dan Papa ingin pergi ke kantor. Aku senang sekali Papa berniat ikut denganku ke kantor, dia bilang ingin membantuku, sepertinya Papa semakin lebih baik keadaannya aku sangat senang sekali."


"Oh begitu Syukurlah kalau Tuan Haidee sudah merasa lebih baik, aku rasa ide liburanmu kemarin memang tepat sekali aku bisa melihat kau maupun Tuan Haidee sangat bahagia dan senang sekali." Ujar Ethan.


"Ya, aku berharap semoga semuanya semakin membaik dan tadi sebenarnya saat kami baru sampai ada Mama, dia datang ke sini untuk bertemu dengan Papa."


"Oh ya??? Nyonya Haidee datang ke apartemenmu."


"Ya, dia datang tapi aku tidak tahu apa yang dia bicarakan dengan Papa. Mereka ada di dalam kamar, aku meninggalkan mereka. Aku tidak mau ikut campur dengan masalah mereka tapi tadi saat makan malam Papa memberitahuku bahwa dia memutuskan untuk menceraikan Mama dan berpisah dari Mama."


"Cerai???"


Ethan menghela napasnya. "Hampir 100% orang tidak bisa menerima penghianatan, tidak bisa memaafkannya, tapi jika itu memang yang terbaik ya aku harap kau selalu mendukung Tuan Haidee, kalian memang berhak untuk bahagia." Ucap Ethan.


"Aku akan selalu ada untuk Papa, aku akan selalu menjaganya agar selalu memastikan keamanannya. Jika perpisahan itu bisa membuat Papa bahagia, aku juga akan merasa sangat bahagia dan sekarang aku akan berfokus pada Papa dan juga perusahaan. Papa menaruh banyak harapan kepadaku untuk perusahaannya yang sudah didirikan dengan susah payah. Aku ingin Papa bahagia dan bisa melewati harinya denganku. Aku tidak akan membiarkan Papa mengalami hal buruk. Aku akan berusaha untuk menjaganya."


******


"Aku sudah menemuinya. Aku berusaha bernegosiasi dengannya tetapi justru dia ingin menceraikanku, dia mengancamku akan menceraikanku serta mengancamku akan melaporkanku Kepolisian mengenai kecelakaan yang terjadi sekitar 20 tahun yang lalu."ucap Nyonya Haidee dia sekarang sedang bertemu dengan Robby dan menceritakan mengenai kejadian tadi sore, di mana dia datang menemui suaminya berusaha untuk meredamkan keadaan tetapi justru yang didapatkannya adalah ancaman perceraian dari suaminya dan juga ancaman mengenai kecelakaan yang menimpa sebuah mobil yang mengakibatkan dua orang di dalam mobil itu meninggal.


"Mengungkit kecelakaan itu??? Kecelakaan apa maksudnya??" Tanya Robby.


"Sebenarnya lebih dari 20 tahun silam aku sedang mengemudikan mobil di tengah Hujan Badai dan Petir beserta kabut, aku mengemudikan mobil dengan sangat laju, kecepatannya cukup tinggi karena aku ingin sampai rumah dan di dalam mobil itu ada Leona yang masih kecil serta kakakmu. Aku tidak berhati-hati dan jalanan juga tertutup kabut sehingga aku tidak fokus dan di depanku ada mobil dari arah berlawanan, aku sangat terkejut .Mobil itu membanting setir dan mobil itu terguling dan menabrak pohon, ada suami istri dan anaknya di dalam mobil itu dan suami istri itu meninggal seketika di tempat. Aku panik tetapi aku keluar dari mobil dan melihat keadaan mobil itu kedua orang itu memang sudah meninggal dan anak mereka yang masih kecil ada di dalam sana menangis seolah ingin meminta bantuan tapi aku mengabaikan mereka dan aku mengajak kakakmu serta Leona untuk pergi meninggalkan mobil itu aku bersyukur karena hari ini hujan sehingga kecelakaan itu diasumsikan sebagai kecelakaan tunggal dan aku tidak pernah memberitahu siapapun mengenai masalah ini." Nyonya Haidee menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Tetapi hal itu menjadi Boomerang untukku karena Papanya Leona justru mengancam ku akan melaporkan kepada polisi dan memberitahu mereka bahwa akulah penyebab dari kecelakaan sekitar 20 tahun yang lalu. Tentu saja aku tidak mau karena itu sudah berlalu sangat lama dan kasusnya juga pasti sudah ditutup. Aku tidak mau teringat dengan hal itu lagi dan aku juga pastinya tidak mau di penjara karena hal itu. Membayangkan dikejar saja membuatku mual, benar-benar merasa khawatir Papa Leona akan melaporkanku ke polisi dan akan menceraikanku. Kau bisa bayangkan kita akan kehilangan banyak harta dirinya jika sampai dia benar menceraikanku dan menyeretku ke penjara karena kecelakaan itu. Sekarang kau harus membantuku mencari cara agar bisa melenyapkan Papanya Leona, dia benar-benar mengganggu dan merusak segalanya. kita kita harus melenyapkannya segera." Nyonya Haidee terlihat sangat marah sekali, dia benar-benar sangat marah sekali dengan suaminya. Rahasianya dengan Robby sudah terbongkar, sekarang ditambah lagi dengan permasalahan kecelakaan itu sangat tidak tenang dan khawatir sekali.


"Kenapa kau tidak pernah menceritakan kepadaku??" Tanya Robby.


"Tidak ada orang yang tahu mengenai hal ini kecuali aku dan juga Papanya Leona, kami tidak berani menceritakan kepada siapapun mengenai masalah itu dan menjadi rahasia tetapi sekarang aku benar-benar khawatir sekali. Papanya Leona tidap pernah main-main dengan setiap ucapannya. Itu bisa bahaya, kita juga akan mengalami kesulitan, aku rasa dalam satu-satunya adalah membuat dia mati lebih cepat, bantu aku pikirkan sesuatu supaya kita bisa melakukannya dengan bersih dan tidak di ketahui oleh siapapun."


"Jika kita mau buat dia mati lebih cepat, bagaimana dengan harta nya, itu pasti akan menjadi Leona, jadi sebelumnya kita harus melakukan sesuatu supaya kita juga mendapat bagian itu dan tidak seluruhnya dikuasai oleh Leona."


"Kalau menurutmu, Apa yang harus kita lakukan??" tanya Nyonya Haidee.


"Kakak harus menandatangani surat pembagian hartanya, kita harus bisa dapatkan lebih banyak daripada Leona, satu lagi kita harus melakukannya dengan hati-hati juga menjebak kakak supaya dengan tidak sadar dia menandatangani surat itu maka dengan itu kita bisa menguasai separuh dari perusahaannya atas nama dirimu atau diriku dan Sisanya adalah Leona."


"Tapi bagaimana caranya? sekarang dia tinggal bersama Leona dan akses apartemen itu hanya dikuasai oleh Leona dan juga Kaia, sedangkan kita tahu bagaimana kedua anak itu, akan sangat sulit untuk bisa melakukannya Di kondisi seperti ini." Ucap nyonya Haidee.


"Kita harus memikirkan cara agar bisa melakukannya dengan mudah tanpa kecurigaan atau jangan khawatir aku akan memikirkan sesuatu." Ungkapan Robby.


Mereka terdiam dan terlihat berpikir sesuatu, mereka harus bisa menemukan cara untuk menjebak Tuan Haidee dan juga mencari cara untuk melenyapkannya mereka, melupakan segala bentuk kemanusiaan yang mereka miliki saat ini, tujuan mereka adalah menguasai sebagian besar perusahaan milik Tuan Haidee agar sepenuhnya tidak jatuh ke tangan Leona.


Selama ini nyonya Haidee dan Robby sebenarnya adalah penyebab dari sakitnya Tuan Haidee, mereka dulu memberikan obat yang bisa membuat Tuan Haidee tidak bisa berjalan, membuat Tuan Haidee sakit dengan berbagai penyakit yang menyerang tubuhnya. obat-obatan itu terus diberikan selama beberapa bulan sampai akhirnya kondisi Tuan Haidee benar-benar tidak berdaya dan sakit bahkan hingga sampai saat ini dan itu menjadi rahasia mereka berdua tidak ada yang tahu jika mereka berdua ada di balik semua itu.


setelah Tuan Haidee sakit, Nyonya Haidee memaksa Leona untuk menggantikan suaminya di kantor yang saat itu Leona masih meneruskan sekolah memasaknya. Hal itu Nyonya Haidee dilakukan untuk menghindari kecurigaan suaminya mengenai perselingkuhan yang sudah dilakukannya dengan Robby dan juga rencananya untuk menguasai perusahaan, karena nyonya Haidee berpikir bahwa jika perusahaan itu dilemparkan langsung kepada Robby itu akan menimbulkan kecurigaan sementara Robby juga tidak terlalu menguasai ilmu bisnis sehingga yang dikorbankan adalah Leona berharap Leona bisa dijadikan alat dan dimanfaatkan oleh Nyonya Haidee. Sayangnya Apa yang diharapkan oleh Nyonya Haidee dari Leona sangatlah salah, karena justru perusahaan itu dipegang Leona semakin berkembang dan Leona juga tidak mudah untuk dipengaruhi. Leona justru menjadi perempuan yang punya kecerdasan dan ketegasan dalam mengambil keputusan mengenai perusahaan. Leona tidak bisa dipengaruhi dengan mudah dan Leona justru sekarang menjadi pembangkang dan tidak pernah mau menurutinya Nyonya Haidee. Leona menjadi dirinya sendiri dan terus mengembangkan perusahaan itu menjadi lebih besar lagi Nyonya Haidee dan Robby menjadi bingung dan berusaha mencari cara untuk bisa memperalat Leona. Tetapi itu bukanlah jalan yang mudah dan sampai sekarang mereka tidak bisa melakukannya. Leona justru semakin menjadi orang yang keras kepala dan seenaknya sendiri. Nyonya Haidee dan Robby benar-benar bingung dengan sikap Leona, ada penyesalan di hati mereka kenapa dulu harus memberikan alih perusahaan kepada Leona. Padahal mereka bisa saja langsung mengatasnamakan perusahaan itu atas nama mereka sendiri atau mereka atau salah satu dari mereka, tetapi saat ini tidak ada yang bisa mereka lakukan selain terus mencari cara agar bisa menguasai perusahaan itu dan Leona tidak lagi punya kuasa sepenuhnya.