
"Boleh aku bertanya sesuatu???" Tanya Ethan memecah keheningan karena Leona menikmati makanannya tanpa berbicara.
"Apa???" Tanya Leona balik.
"Jika kita berhubungan, apa semua nya akan baik-baik saja???? Maksudmu kluarga mu, mengingat nyonya Haidee orang yang sangat perfeksionis, dan dia ingin kau mendapatkan yang sempurna dan terbaik.... Apakah nantinya hubungan itu akan seperti yang kau inginkan???" Tanya Ethan lagi.
"Yang menjalani hubungan adalah aku, bukan Mama, apa selama ini aku peduli dengan nya??? Dengan semua keinginannya???" Leona menggelengkan kepala. "Tidak Ethan, hidupku selama ini sudah di kendalikan dan di atur, jadi aku sama sekali sudah tidak peduli... Terserah Mama saja... Aku ingin bebas dan menjalani kehidupan sesuai keinginanku, aku butuh membuat diriku bahagia, dan tidak terkungkung pada aturan Mama.. " Jawab Leona.
"Bagaimana jika dia marah????"
"Dia selalu marah, hingga membuatku merasa muak sekali melihatnya.. Lagipula jika Mama yang bermasalah aku sama sekali tidak peduli, dan Papa ada di pihak ku.. Papa senang sekali jika aku bisa bersamamu.. Papa akan membantu hubungan kita nanti nya.."
"Tuan Haidee????" Tanya Ethan.
"Ya, aku sudah menceritakan semua kepada Papa tentang dirimu dan dia senang karena kau adalah pribadi yang sangat baik sekali. "
"Kau menceritakannya??? Kapan????"
"Saat Papa datang ke apartemenku, dan aku juga tahu apa saja yang kalian bicarakan di fine line, Papa mengajakku ke Fine line sebenarnya bukan hanya sekedar untuk melihat tempat persembunyian ku saja, tetapi sengaja untuk bertemu dan bicara denganmu. Papa ingin tahu dan mengenalmu lebih dekat lagi, Papa juga sudah mencium ketidaknyamanannya berenang hubunganku denganmu sejak aku membawa mu ke rumahnya.. Ada perbedaan yang jelas sseki yang bisa dia lihat darimu di bandung bodyguard ku yang lain, Papa mulai curiga dan dia memutuskan datang bertemu denganku untuk bertemu denganmu juga.. "
"Ah astaga.... Kau benar-benar ya??? Pantas saja saat itu tuan Haidee banyak sekali bertanya padaku mengenai kebidupanku.."
Leona terkekeh. "Kesan yang kau berikan sangat baik dan Papa menyukaimu, jika Papa Oke maka aku juga Oke dan tidak akan ragu lagi dengan keputusan yang akan aku ambil.. Aku juga tidak peduli apakah Mama akan menerima ini atau tidak, aku sudah terlalu lama terkungkung dalam keputusan yang Mama ambil untuk hidupku, aku tidak bisa harus seperti itu, aku melakukan semua keinginan Mama juga demi Papa, meskipun Papa sendiri tidak menginginkan aku seperti ini, tetapi aku merasa bertanggung jawab kepada usaha yang Papa rintis sejak awal... Dan Papa selalu ingin aku bahagia dengan hidupku, jadi dia akan membebaskanku untuk menjalin hubungan dengan siapapun yang menjadi pilihanku..." Ujar Leona.
"Dan itu aku, benar kan????" Tanya Ethan dan Leona mengangguk. "Aku tidak tahu harus bersikap bagaimana, aku sangat menghargai perasaan ya g kau miliki itu, tetapi tembok penghalang nya begitu tinggi hingga aku tidak bisa menggapai nya. Bagaimana hubungan ini akan berjalan, jika kita berdua saja tidak memiliki keseimbangan dalam hal apapun.?"
"Aku sangat mengerti kekhawatiranmu, tetapi semua akan berjalan seperti pada umumnya, kau tidak perlu takut bagaimana hubungan ini akan berjalan, contohnya adalah jika kita pergi makan di luar maka kita bisa bergantian untuk membayarnya, atau kita bisa bayar sendiri-sendiri, aku juga tidak akan meminta di belikan sesuatu darimu, kecuali itu keinginanmu sendiri semisal kau memberiku hadiah tanpa aku meminta nya, dan aku berharap kau tidak perlu merasa rendah diri, aku yang akan menyesuaikan diri denganmu, bukan kau yang harus menyesuaikan diri denganku.."
"Apa hubungan ini akan kita lakukan secara diam-diam???" Tanya Ethan lagi.
"Untuk sementara waktu..!" Gumam Leona sambil menundukkan kepala nya. "Tapi kalau kau tidak mau ya, aku tidak akan menyembunyikannya dari orang luar tetapi tentu konsekuensi nya adalah... " Belum selesai berbicara Ethan menyela Leona.
"Kau akan dapat masalah yang besar dengan Nyonya Haidee, iya kan???"
"Jika hanya aku, mungkin aku bisa mengatasi nya, tetapi aku tidak ingin mengambil resiko untuk keselamatan mu."
Ethan tersenyum. "Inilah tembok yang tinggi itu, bukan sebuah permasalahan jika kau kaya dan aku biasa saja, tapi tembok itu lebih kepada keluargamu.. Itulah maksudku!"
"Jika kita bisa menjaga ini dari orang luar itu akan berjalan baik-baik saja, mungkin hanya kita berdua, Kaia dan Papa saja yang tahu...."
"Sampai kapan???" Tanya Ethan.
"Tidak tahu, tergantung bagaimana nanti kau akan membawa hubungan ini, tetapi kita harus menjalani nya lebih dulu kan baru bisa memutuskan akan di bawa kemana???"
Ethan menoleh dan memandang Leona untuk beberapa detik kemudian kembali fokus ke jalanan. Ethan tidak mengatakan apapun lagi hingga sampai lah mereka di apartemen Ethan. Mereka turun dan bergegas masuk ke dalam.
Ethan membuka pintu dan mempersilahkan Leona untuk masuk ke dalam. Leona melempar senyum lagi, dia bisa kembali ke tempat ini lagi. Tempat yang tidak luas tetapi sepertinya nyaman sekali untuk di tinggali.
"Kau ingin mandi????" Tanya Ethan.
Leona menggeleng. "Tidak....!!" Jawabnya singkat.
"Baiklah...!!! Kau ingin bir??? Aku punya beberapa kaleng di dalam kulkas.." Ethan menawari Leona.
"Boleh saja, jika itu tidak merepotkan mu.."
Ethan kembali tersenyum. "Aku hanya memiliki bir kaleng saja, tidak punya Champagne atau wine mahal sepertimu, tetapi kapan-kapan aku akan membeli nya sehingga aku bisa membalas mu... "
Leona terkekeh. "Oke, aku akan menunggu nya.. "
Ethan berbalik badan dan membuka kulkas mengambil bir kaleng untuk nya dan untuk Leona. Setidaknya minuman yang ringan ini bisa menemani mereka mengobrol malam ini.
Leona langsung mencium bibir Ethan yang terbuka dan menyeIipkan Iidahnya ke dalamnya. Iidah mereka bertautan, hangat dan basah. Bibir Leonaa mencium bibir Ethan tanpa ampun, mencecap setiap sisinya. Sambil berciuman, Leona mencoba memasukkan tangannya ke ceIana Ethan dan menyentuhkan jemarinya ke milik lelaki itu.
Leona merasakan kekerasan yang hangat di telapak tangannya, dengan lembut Leona menariknya keluar.
Leonaa menggenggam milik Ethan dan lelaki itu memejamkan matanya dan berteriak pelan, perasaan bahwa Ethan benar-benar mulai menikmati atas sentuhannya membuat Leona merasa senang.
Sambil terus berciuman jemari Leona berekspIorasi di milik Ethan, dan lelaki itu membiarkannya sebebas-bebasnya. Akhirnya, Leona melepaskan ciumannya lalu dia menatap tajam Ethan, mata Leona berkabut yang penuh keinginan. Leona tersenyum lalu membungkukkan badannya tepat didepan milik Ethan, bibir Leona terbuka dengan penuh kepemilikan ingin mencecap milik lelaki itu.
Leona menggerakkan kepalanya naik turun menikmati apa yang ada di dalam mulutnya. Ethan menyandarkan kepalanya di pintu kulkas yang sudah tertutup dengan mata terpejam merasakan sensasi luar biasa yang dilakukan Leona sambil terus meracau keenakan. Ethan kemudian mengumpulkan rambut Leona dan menggenggam dengan jemarinya lalu menarik dan mendorong kepala Leona agar mulut perempuan itu bisa menguIum miliknya lebih dalam lagi.
Leona mengangkat kepalanya lalu mendongak melihat Ethan sambil terbatuk-batuk dan kemudian tersenyum.
"Kau sepertinya sangat menikmatinya, oke sekarang giliranku" geram Ethan serak lalu membawa Leona ke tempat tidurnya, mendorong hingga perempuan itu terbaring di bawahnya, dan Ethan mengangkat gaun Leona juga menurunkan kain suteera yang membungkus milik perempuan itu. Ethan tengkurap dibawah Leona, kemudian perempuan itu menekuk kedua lututnya menandakan dia sudah sangat siap.
Ethan menciumi milik Leona dan mulai menjelajah dengan Iidahnya, membuat Leona melengkungkan punggungnya di atas sensasi yang menyiksanya tanpa ampun. Ethan menciuminya, dan menyiksanya dengan godaannya yang sangat ahli, ada perasaan aneh yang menjalar di tubuhnya. Seperti gelenyar aneh yang bergulung-gulung, terasa seperti arus listrik yang mengalir dari Iidah Ethan, dan menjadi semakin hangat ketika menyatu di pusat dirinya.
Leona terkesiap merasakan hembusan napas panas di pusat dirinya.
Sekali lagi Leona melengkungkan punggungnya lagi dan setengah berteriak merasakan sensasi itu. Sensasi sentuhan bibir dan Iidah Ethan di pusat dirinya, dengan hembusan nafas yang hangat. Hangat bertemu hangat dan Leona benar-benar mulai terbakar.
Pandangan Leona menggelap karena sensasi kenikmatan yang tak tertanggungkan, Leona juga tidak berhenti meracau.
“Sssttt…. Kau menikmatinya ya???" Tanya Ethan dan kembali mencium pusat milik Leona.
Dan ketika Ethan masih bermain-main, Leona sudah terbaring lemas, dan tak berdaya dengan nafas terengah-engah. Ethan menaikkan tubuhnya menahannya dengan kedua lengannya lalu merangkak naik diatas tubuh Leona lalu mengecup bibirnya. Dada bidangnya menggessek dada Leona dan Leona bisa merasakan milik Ethan yang keras menyentuh paahanya, mengerti apa yang paling diinginkannya. Ethan menempatkan dirinya dengan begitu tepat.
"Ahhhhh...." Leona merasakan tubuh Ethan yang keras dan hangaat menyatu dengan tubuhnya, memberikan sensasi yang begitu luar biasa, Leona sendiri tidak bisa mendeskripsikannya dengan kata-kata, Ethan selalu membuatnya merasa puas dan lelaki itu sangat nikmat.
“Sayang, bersiaplah kita akan melakukannya sampai tengah malam, sampai kau merasa puas..." Ucap Ethan dan merasakan tubuuh Leona yang panas, lembut, halus, dan membungkusnya dengan rapat, menggodanya untuk mencapai kepuasan yang tidak terhingga.
Ketika Ethan mulai bergerak, Leona sangat menikmatinya. Semua ini terlalu nikmat untuk ditanggungnya, dia tak bisa menjangkau kesadarannya lagi, hampir membuat gila karena akhirnya menyerah dalam pusaran kenikmatan yang diberikan Ethan. Ethan menundukkan kepalanya, lalu mencium lagi bibir Leona dengan posesif, saling bertauutan menikmati satu sama lain, dan Ethan menghujamkan dirinya dalam-dalam. Leona melingkarkan kedua kakinya di pinggaang Ethan dan laki-laki itu bergerak dengan lembut, lama-lama menjadi sedikit lebih cepat dan sangat cepat.
Sampai kemudian, Ethan membawa Leona melewati pusaran gelombang semakin meningkat hingga guncangan Iedakan menerjang mereka berdua. Ethan menarik diri dari Leona dan meledak di perut Leona.
Ethan mengangkat tubuhnya dari Leona yang terengah-engah, dengan pikiran masih berkabut karena ledakan itu. Mereka beristirahat sejenak sampai beberapa menit kemudian milik Ethan mulai menegang lagi karena Leona begitu menggoda, mereka pun akan melakukan penyatuan lagi dengan berbagai gaya.
Ethan mengusapkan miliknya di titik pusat Leona secara perlahan, membaut Leona menggeIiat bagaikan cacing yang terkena air garam. Hingga akhirnya perlahan Ethan menenggelamkan miliknya didalam tubuh Leona lagi membuat keduanya mengerang bersamaan. Ethan merasakan kehangatan yang selama ini dia rindukan, sementara Leonaa merasa milik Ethan telah memenuhi seluruh dirinya hingga membuatnya merasakan denyutan yang luar biasa.
Ethan mulai bergerak dengan ritme pelan, agar bisa menikmati setiap detiknya memasuki tubuuh Leona. Setiap gerakannya membuat Leonaa berteriak karena kenikmatan. Pelan tapi pasti dengan ahli Ethan mempercepat gerakannya tetapi terus berusaha membuat Leona semakin menggila karena dirinya. Ethan sangat merindukan suara-suara menggila dari perempuan yang sedang menyatu dengannya, suara itu seolah lagu penambah kenikmatan untuk percintaan mereka.
Leona memeluk Ethan dengan erat dan meracau tidak karuan. milik Ethan benar-benar memenuhi tubuhnya. Leona merasa ini luar biasa. Tetapi kemudian dia tiba-tiba menegang dan berteriak di telinga Ethan sambil melengkungkang punggungnya.
"Ahhhhh.....!!!" Teriak Leona.
Ethan mengangkat kepalanya dan tersenyum menatap Maysa. "Kau sudah sampai lebih dulu ternyata, tetapi aku akan menyusulmu"
Ethan semakin mempercepat ritme gerakannya membuat Leona semakin menggila. Ethan mulai merasakan denyutan yang menandakan dia akan segera mencapai puncaknya, dia pun semakin mempercepat dan saat sudah hampir meledak, Ethan segera menarik miliknya keluar dari Leona dan melepaskannya di perut Leona sambil setengah berteriak. Beberapa detik kemudian Ethan memeluk Leona dan napas mereka berdua tersenggal. Ini penyatuan yang rasanya sungguh luar biasa. Mereka berbarung berpelukan, mengatur napas nya lalu tidur sambil berpelukan. Mereka membatalkan niat untuk minum bir dan justru menghabiskan malam dengan bercinta.
★★★
Keesokan harinya....
Pagi-pagi sekali Gemma sengaja datang ke apartemen Ethan untuk mengajak lelaki itu berbicara. Gemma masih belum ingin menyerah dan akan melakukan pembicaraan agar Ethan membatalkan niatnya untuk mengakhiri hubungan mereka. Gemmaasih belum rela Ethan memutuskan dirinya. Gemma yakin jika berbicara baik-baik dari hati ke hati, Ethan bisa dia luluhkan lagi. Semalam Ethan masih di penuhi dengan emosi jadi Ethan masih belum bisa mengendalikan diri. Pagi ini bagi Gemma adalah kesempatan ya g bagus untuk membunuh Ethan.
Gemma turun dari bus, kemudian berjalan menuju apartemen Ethan yang letaknya tidak jauh dari halte.
Setelah berjalan sekitar 5 menit, sampailah Gemma di depan apartemen Ethan. Langkah Gemma terhenti ketika mendapati mobil semalam yang di pakai oleh Ethan di bar itu. Mobil itu terpakir di depan apartemen Ethan. Tidak salah lagi itu memang mobil yang semalam. Menandakan bahwa Ethan ada di apartemen. Tetapi Gemma bingung, jika itu mobil bisa Ethan kenapa Ethan di ijinkan membawa nya kesini apalagi ini adalah mobil mahal yang biasanya pasti di jaga dengan baik oleh pemiliknya.
Gemma merasa aneh sekali, tidak mungkin seseorang akan dengan bebas memberikan ijin mobilnya di gunakan oleh orang lain apalagi di bawa menginao semalaman. Tetapi jika bukan mobil bos Ethan tentu bisa jadi itu adalah mobil Ethan sendiri. Hanya saja kenapa Ethan tidak pernah memberitahu nya jika memiliki mobil sebagus dan semahal ini. "Gawat jika ini benar mobil Ethan, aku tidak bisa kehilangan dia secepat ini, aku harus bisa mengajaknya kembali padaku dan percaya lagi... Apa jangan-jangan selama ini Ethan hanya berpura-pura terlihat miskin tapi sebenarnya dia memiliki harta yang tersembunyi ya???? Aku tidak boleh melepaskannya begitu saja.. " Gumam Gemma dalam hati dan dia bergegas masuk ke apartemen Ethan untuk bertemu Laki-laki itu.