My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Kemarahan Leona



Leona masuk ke dalam rumah Nyonya Haidee. Ia masuk dengan langkah yang cepat dengan wajah penuh kemarahan. Leona tidak bisa untuk diam saja ya harus bisa membuat sadar Mamanya supaya Mamanya tidak bertindak seenaknya lagi seperti semalam dan kemarin lusa pada Ethan. Apa yang sudah dilakukan Mamanya sudah sangat keterlaluan sekali.


Leona masuk ke halaman belakang tempat di mana Mamanya sering berada di sana. Nyonya Haidi ada di taman belakang sedang duduk bersantai di tepi kolam renang. Mamanya itu sedang menatap layar ponselnya. Tanpa basa-basi Leona kemudian meraih gelas berisi minuman yang ada di meja di depan Nyonya Haidee. Lalu dengan cepat Leona menyiramkan Minuman itu tepat di wajah sang Mama membuat Nyonya Haidee terlonjak karena terkejut dan wajahnya  basah kuyup, begitu juga dengan ponsel yang sedang di pegangnya.


Nyonya Haidee mengarahkan pandangannya ke arah Leona yang berdiri di depannya. Dia pun berdiri dan menetapkannya menajam ke arah Leona. "Apa yang kau lakukan....!!!" Teriaknya marah.


"Kenapa Mama harus bertanya apa yang aku lakukan??? Padahal apa yang aku lakukan sudah jelas sekali...!!!" Ucap Leona dengan dingin.


"Kau memang sudah gila Leona... Apa maksudmu melakukan ini???" Tanya Nyonya Haidee.


"Itu belum seberapa atas apa yang sudah Mama lakukan kemarin. Mama Memang benar-benar keterlaluan.  Aku tidak tahu kebencian apa yang ada di hati Mama itu.!!!"


"Apa maksudmu???"


"Sudahlah..... Mama tidak perlu berkelit lagi. Mama pasti sudah tahu maksudku???"


"Kau memang sudah gila...."


"Mama kalau ada masalah denganku seharusnya Mama menyelesaikannya denganku saja, bukan menjadikan orang lain sebagai korban dari kebencian Mama. Kenapa Mama tega sekali melakukan itu kepada Ethan, kenapa Ma???? Kalau Mama marah dengan keputusanku, Mama marah saja denganku, kenapa malah menjadikan Ethan sebagai korbannya??? Yang meminta Ethan untuk menjadi kekasihku itu adalah aku sendiri tidak siapapun, aku yang selama ini mengejar Ethan dan dia juga mau menerima aku sebagai kekasihnya. Dia melihat ketulusanku dan aku sama sekali tidak pernah merasa bahwa dia memanfaatkanku untuk hal apapun itu, sekalipun dia tidak pernah memanfaatkanku. Mama harus ingat itu dan Mama harus tahu itu lalu kenapa Mama harus menyuruh orang untuk memukulinya dan itu terjadi selama dua hari berturut-turut. Apa yang sebenarnya ada di pikiran Mama???" Teriak Leona penuh dengan kemarahan.


"Mama sudah benar-benar keterlaluan sekali, bisa-bisanya Mama melakukan hal sekeji itu kepada orang yang tidak bersalah, apa sebenarnya Mama inginkan??? Kenapa Mama masih belum puas juga untuk merecoki kehidupanku??? Aku bukan anak kecil lagi Ma??? Aku sudah dewasa, aku bisa menentukan jalan mana yang akan aku pilih untuk hidupku, tapi kenapa Mama selalu saja ikut campur dan tidak pernah mau mengerti tentang diriku. Kenapa bisa Mama seperti itu kenapa Ma???? Aku bukan anak kecil lagi aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan kenapa Mama tidak pernah mengerti juga tentang hal ini. Kenapa Ma....!!!!"


"Apa maksudmu Leona??? Mama tidak mengerti dan kenapa kau membahas si bodoh itu, memang apa yang Mama lakukan kepadanya??? Mama sama sekali tidak mengerti maksudmu." Nyonya Haidee pun pura-pura tidak tahu padahal memang dia dalang dari semua kejadian yang menimpa Ethan dua hari kemarin.


"Bohong!!!! Mama selalu saja berbohong dan aku sama sekali tidak pernah bisa mempercayai Mama sampai kapanpun, aku tidak akan pernah bisa mempercayai ucapan Mama selamanya. Aku tidak akan pernah mempercayai ucapan Mama. Sekalipun Aku tidak akan pernah melakukannya. Karena Selama ini Mama selalu saja berbohong, berbohong dan berbohong. Aku juga tidak mengerti apa sebenarnya yang Mama inginkan dariku, kenapa Mama seolah tidak puas untuk selalu merecoki kehidupan pribadiku. Sejak dulu aku selalu menuruti keinginan Mama. Tapi sekarang aku sudah dewasa, aku sudah bisa menentukan jalan hidupku tapi kenapa Mama selalu saja bersikap seperti ini??? Aku benar-benar merasa muak sekali dengan Mama. Apa susahnya sih Mama menghargai keputusan orang lain. Apa susahnya???"


"Aku bukan robot yang harus selalu patuh terhadap perintah Mama. Karena aku punya kehidupan sendiri begitu juga dengan Mama. Selama ini aku sudah membiarkan Mama menjalani dan menikmati kehidupan Mama tanpa pernah sekalipun Aku mengusik kehidupan Mama, bahkan perselingkuhan Mama pun aku biarkan, aku tidak pernah mau ikut campur ataupun melarang melarang Mama."


"Kau memang sudah tidak waras Leona, berani sekali kau mengatakan itu kepada Mama hanya untuk membela lelaki miskin yang tidak berguna itu. Kau hanya akan dimanfaatkan olehnya. Kenapa kau tidak mengerti juga tentang hal itu Leona??? Mama benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang kau lakukan, ada banyak sekali laki-laki yang bisa kau jadikan kekasih tapi kau malah memilih Ethan untuk menjadi kekasih mu. Lelaki itu tidak memiliki apapun untuk bisa dibanggakan, dia hanya akan membuatmu repot saja. Mama hanya ingin memisahkanmu dirinya supaya kau bisa hidup bahagia."


Leona membuang muka ke samping. "Memangnya Mama siapa ingin memisahkanku dari Ethan??? Mama jelas tidak bisa melakukan hal itu, aku yang memutuskan untuk bersama Ethan dan itu adalah keputusanku bahkan Papa saja membiarkanku menjalin hubungan dengan Ethan, dia setuju dan dia tahu bahwa Ethan adalah laki-laki yang baik dan Ethan juga tidak memiliki niat jahat sama sekali kepadaku. Lalu kenapa Mama ingin memisahkanku dengan Ethan, memang benar dia hanya seorang Bodyguard, dia orang biasa dan dari panti asuhan, sangat berbeda denganku tapi ketika aku memutuskan untuk mencintainya, aku tidak memandang siapa dia dan dari mana Dia berasal, yang aku butuhkan adalah aku bisa bahagia dan merasa nyaman dengannya, jadi seharusnya Mama mengerti dengan hal itu."


"Karena Papamu itu bodoh sama seperti dirimu, sangat mudah dipengaruhi dan dibodohi oleh orang lain. Bahkan orang seperti Ethan. Dia hanya bisa memanfaatkan kekayaan orang lain."


Leona meringis dan tersenyum mengejek Nyonya Haidee. "Mama menyebut Papa bodoh. Padahal selama ini Mama lah yang bodoh. Mama tidak pernah bersyukur memiliki suami seperti Papa. Mama seharusnya Ingat siapa Mama dulu sebelum menikah dengan Papa, Papalah yang mengangkat derajat Mama sampai bisa seperti saat ini tetapi Mama tidak memiliki rasa Terima kasih sama sekali Mama melupakan siapa jati diri Mama yang sebenarnya. Mama tidak jauh beda dengan Ethan. Mama seberrna nya tidak memiliki apapun tetapi karena Papa, Mama bisa seperti saat ini. Sayangnya sifat dan sikap Mama itu jangan jauh dari seperti yang Ethan. Jika Ethan memiliki ketulusan hati dan tidak pernah memanfaatkanku maka itu berbeda dengan Mama. Mama sejak awal memiliki niat yang buruk sebelum menikah dengan Papa. Mama hanya ingin dengan harta Papa. Mama pun aku yakin tidak pernah mencintai Papa. Mama hanya ingin kekayaannya saja kan???" Leona kembali tersenyum mengejek Nyonya Haidee.


"Lalu ketika Mama mendapatkan Kehormatan dan semua hanya dari Papa. Mama pun berpaling dan tetap mencari kesenangan Mama sendiri tsnps peduli dengan Papa, padahal Papa benar-benar menyayangi Mama. Oke itu benar jika sekarang Mama mengatakan bahwa Papa adalah orang yang bodoh jadi itu memang sepertinya benar, Papa bodoh, bodoh karena di buta kan oleh cintanya kepada Mama. Aku juga bodoh karena aku di butakan oleh cintaku kepada Ethan, tapi Ethan adalah laki-laki yang baik dan tidak pernah berniat untuk memanfaatkan ku dan aku sudah bilang pada Mama bahwa apa yang Mama lihat saat ini dari Ethan saat ini adalah sebuah kesalahan yang sangat besar, karena ada hal yang lebih jauh lagi yang tidak mau tahu tentang Ethan. Karena ada banyak sekali impian yang sedang dirangkai oleh Ethan untuk masa depannya nanti dan aku tahu segalanya tentang itu. Itulah kenapa aku semakin percaya kepadanya bahwa dia bisa membahagiakanku."


Leona mendekati Nyonya Haide dan menunjuk jari telunjuknya di depan wajah Mama nya itu. "Dan aku peringatan sekali lagi kepada Mama, agar Mama tidak melakukan hal seperti apa yang kemarin Mama lakukan kepada Ethan. Kalau Mama ingin marah kepadaku, marah saja tetapi jangan bawa-bawa Ethan karena Ethan tidak melakukan apapun dan semua keputusan tentang hubungan ini adalah keputusanku sendiri. Jika sampai aku tahu Mama melakukan sesuatu kepada Ethan lagi seperti kemarin, aku tidak segan-segan untuk membuat Mama menyesal seumur hidup Mama. Jika Papa tidak keburu meninggal kemarin, aku sangat yakin Mama hanya akan jadi gelandangan yang sama sekali tidak berguna. Karena Papa akan mencabut segalanya dari Mama, sayangnya itu tidak bisa terjadi karena Papa sudah meninggal lebih dulu dan jika aku mau aku juga bisa melakukannya saat ini karena aku sudah memiliki tanggung jawab sepenuhnya terhadap apa yang saat ini di tinggal oleh Papa, jadi Mama jangan coba-coba untuk mengertakkuu atau menyakiti Ethan lagi. Dan aku serius dengan ucapanku." Leona pun berbalik badan kemudian meninggalkan Nyonya Haidee dengan penuh kemarahan, dia sekarang harus kembali ke rumah sakit.


★★★


Leona sudah ada di dalam mobil bersama bodyguardnya sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit untuk kembali menemani Ethan di sana. Semalam Ia benar-benar merasa tidak tenang sekali. Dan selama ini dia sudah mencoba untuk menahan semuanya tapi kelakuan Mamanya tidak kunjung mereda dan justru semakin menggila. Mamanya seperti tidak punya perasaan dan tega sekali melakukan hal semacam itu untuk menyakiti orang lain hanya karena orang itu tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Padahal seharusnya Mamanya tidak sampai sejauh itu karena Ethan tidak bersalah dalam hal ini. Seharusnya Mamanya juga mengerti tentang keadaannya. Leona sangat lelah dengan apa yang sebenarnya Mamanya inginkan darinya. Padahal selama ini dia sudah membiarkannya untuk hidup bebas tetapi tetap saja Mamanya mengusik kehidupannya padahal bisa saja  Leona mengambil rumah itu dari Mamanya karena rumah itu adalah milik Papanya. Akan  tetapi Leona tetap memiliki perasaan dan pikiran bahwa bagaimanapun keburukan Mamanya tetaplah Mamanya. Wanita yang melahirkannya hanya saja Mamanya tidak pernah mengerti betapa tersiksanya kehidupannya selama ini atas apa yang sudah dilakukan oleh Mamanya ITU. Leona benar-benar merasa penat dan lelah sekali jika harus terus beradu argumen dengan Mamanya.


Sampailah Leona di rumah sakit, di ruang perawatan Ethan. Dia masuk ke dalam dan Ethan sedang dijaga oleh salah satu bodyguard-nya yang memang tadi dia tugaskan. Takut Ethan bangun dari tidurnya dan butuh sesuatu sehingga harus di jaga. Setelah Leona masuk, Bodyguardnya berdiri dan meninggalkan ruangan Ethan dan mengatakan jika Ethan sepertinya istirahat dengan nyenyak daan belum bangun sejak tadi. Leonakemudian memintanya berjaga di luar lagi lalu Leona duduk di sofa dan menyandarkan punggungnya. Dia benar-benar merasa lelah sekaligus kesal dia juga dengan Mama nya. Lalu semalam dia bisa dibilang kurang tidur karena merasa khawatir dengan kondisi Ethan dan menunggu Ethan sampai dini hari, sampai Ethan selesai dioperasi baru setelahnya kita dipindah ke ruang rawat inap dan Leona baru bisa tidur.


Leona diam dan membiarkan Ethan tetap tidur. Dia tidak ingin mengganggu kekasihnya itu. Ethan pasti masih merasa kesakitan di bekas lukanya dan lebam-lebamnya. Leona berfikir bahwa sepertinya orang yang menyerang Ethan itu lebih dari satu karena kalau misalnya hanya satu saja mungkin Ethan bisa melawannya tetapi ini terlihat berbeda ada beberapa orang yang pasti sudah memukuli nya.


Di tengah lamunannya, Leona terbuyarkan oleh bunyi dari ponselnya dan itu adalah panggilan dari Kaia. Leona mengangkat panggilan dari sahabat yaitu. Mungkin Kaia yang menghubunginya karena ada perlu tentang pekerjaan di kantor. Karena Leona tadi meminta Kaia untuk mengurus pekerjaan di kantor selama dia ada di rumah sakit bersama dengan Ethan.


"Iya Ky, ada apa???" Tanya Leona.


"Aku ingin memberitahu tentang apa yang terjadi dengan Ethan kemarin, aku sudah mendapatkan informasinya dan ini baru saja aku dapatkan."


Leona terlonjak dan ia langsung penasaran untuk mengetahu apa yang sebenarnya terjadi. "Ya, katakan apa yang terjadi Kai???" Tanya Leona lagi.


"Aku baru saja mendapat laporan dari orang yang aku kirim untuk mencari tahu siapa yang sudah melakukan ini dan sepertinya aku merasa bahwa ada orang lain di balik terbongkar nya hubunganmu dengan Ethan jadi tadi aku dikirimkan sebuah foto oleh orang kita, menunjukkan seseorang datang ke rumah Mamamu hari ini."


Kaia belum selesai berbicara tetapi Leona sudah menyelanya. "Maksudmu aku??? Aku baru saja dari sana." Sahut Leona dengan cepat.


"Bukan kau Na. Tapi orang yang datang sebelum dirimu, sepertinya datang untuk menemui Nyonya Haidee dan orang itu setelah aku perhatikan, ternyata adalah Robert, mantan Bodyguardmu."


Leona terlonjak. "Robert???? Robert yang itu??" Tanyanya pada Kaia.


"Ya Robert yang itu. Tadi dia menemui Nyonya Haidee di rumahnya sebelum kau datang dan saat kau datang itu dia sudah keluar. Aku sangat curiga bahwa Robert lah yang telah memberitahu Nyonya Haidee mengenai hubunganmu dengannya dulu. Robert pasti menceritakan bahwa dia dipecat olehmu kemudian kau mencari Bodyguard baru dan kau juga manfaatkan bodyguard barumu itu dengan menyamakan ketika kau Bersama nya, sehingga Nyonya Haidee mengarahkan ke kecurigaannya itu kepada Ethan. Itulah kenapa kemudian Nyonya Haidee mencari tahu tentang Ethan dan kemudian mendapatkan informasi bahwa kau ternyata telah berhubungan dengan Ethan."


Kaia memang sengaja mengirim orang-orangnya untuk mengawasi rumah Nyonya Haidee untuk mendapatkan jawaban serta mencari tahu mengenai Siapa saja orang-orang yang bertemu Nyonya Haidee dan Kaia mendapatkan laporan serta foto bahwa Robert mantan pribadi Leona lah yang datang ke rumah nyonya Haodee.


"Inilah yang aku takutkan sejak dulu Na, bahwa hubunganmu dengan para body bad mu dulu itu bisa menjadi boomerang yang balik menyerangmu dan sekarang inilah yang terjadi. Robert tidak bisa menjaga rahasianya dan membongkarnya kepada Mamamu sendiri, dan sekarang hubungan dengan Ethan dalam masalah besar."


"Pria itu benar-benar tidak bisa menjaga mulutnya. Aku ingin Robert mendapatkan pelajaran, kirim beberapa orang untuk menghajarnya sekali-kali mulut nya itu harus dirobek."


Kaia mengiyakan perintah Leona, kemudian menutup panggilannya mengetahui bahwa ternyata Robert telah dalang dari permasalahan yang terjadi saat ini.