My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Nikmati Waktumu Bersama Ethan dengan Baik



"Kau??? Bagaimana bisa ke sini, bagaimana juga kau bisa menghuni Apartemen ini???" Tanya Ethan pada Leona.


Leona tersenyum dan dia memeluk Ethan. "Aku bisa melakukan apapun yang aku mau dan kau tahu aku sengaja menyewa Apartemen karena aku ingin menjebakmu."


"Menjebakku???? Oh jadi kau sudah tahu dimana aku bekerja lalu kau merencanakan ini dan sengaja memesan pizza supaya aku mengantarkannya ke sini???"


"Iya, aku sengaja melakukannya. Aku akan melakukan apapun untuk bisa bersamamu, aku sangat senang sekali sekarang aku bisa memelukmu lagi."


Leona sudah merancang ini dengan Kaia tadi siang, di mana setelah mereka menemukan tempat tinggal Ethan. Leona pun meminta Kaia agar mencari apartemen kosong di kawasan yang sama dan tidak jauh dari apartemen Ethan. Dan setelah itu Leona meminta Kaia untuk menyewa apartemen itu untuk malam ini saja, sehingga dia bisa menjebak Ethan untuk mengantar pizza ke sana dan Leona senang sekali karena Ethan benar-benar mengantarkan pizza untuknya kemudian sekarang dia bisa bertemu dengan lelaki yang sangat dirindukannya itu.


"Tapi ngomong-ngomong, apa di sini kau juga punya kekasih???" Tanya Leona.


"Iya. Tentu saja aku sudah punya."


Mendengar itu Leona langsung melepaskan pelukannya pada Ethan. " Jadi kau sudah punya pacar, mudah sekali Kau melupakan aku dan mencari perempuan lain??? Padahal aku selama ini menunggumu." Wajah Leona berubahcemberut dan terlihat sedih serta kecewa menyadari bahwa Ethan ternyata sudah memiliki wanita lain.


Melihat ekspresi Leona, Ethan pun tertawa terbahak-bahak, dia berbohong mengenai wanita lain dan hanya ingin menggoda Leona saja. Ethan tidak pernah berpikir untuk mencari wanita lain setelah dia meninggalkan Leona dan sampai saat ini pun cintanya kepada Leona tidak pernah hilang sama sekali. Dia sangat mencintai Leona.


Ethan memeluk Leona. "Aku bercanda, tidak mungkin aku memiliki wanita lain, sementara aku sangat mencintaimu, dan aku tidak pernah bisa melupakanmu." Ethan mengecup kepala Leona dan dia memeluk perempuan itu cukup lama.


Leona memukul Ethan, merasa kesal karena lelaki itu sudah membohonginya. "Kau jahat sekali kalau sampai kau melakukan itu. Kau jahat padaku."


"Tidak mungkin aku melakukan hal seperti itu, karena aku sangat mencintaimu, terima kasih karena kau juga menjaga hatimu. Maafkan Aku." Ucap Ethan.


"Tidak masalah, kita anggap yang kemarin adalah ujian untuk kita dan jangan melakukan kesalahan yang sama lagi."


"Untuk kebahagiaanmu aku rela melakukan apapun." Gumam Ethan.


Leona meleparkan pelukannya. "Aku lapar!!! Bisakah kita memakan pizza ini, aku sudah membayarnya dan kau sudah mengantarnya jadi jangan dibiarkan mubazir."


Ethan pun tertawa dan dia juga sebenarnya lapar. "Aku juga lapar, ya sudah kita makan dan habiskan pizzanya."


Ethan membuka kotak pizza itu dan ia mengambilkan untuk Leona. Kemudian untuk dirinya sendiri dan bersama dengan Leona dia menikmati pizza dari restoran tempatnya bekerja.


"Apa setelah kau berada di sini, kau langsung bekerja di restoran pizza itu???" Tanya Leona sembari melahap pizza yang dipegangnya.


"Ya, aku melamar di sana dan langsung diterima. Ya awalnya mungkin mereka meragukanku karena aku baru pindah di sini tetapi aku langsung bisa beradaptasi jadi aku juga tidak mengalami kendala apapun,"


"Itu artinya kau menikmati pekerjaan ini???" Tanya Leona lagi.


"Tentu saja, aku harus menikmatinya lagi pula karyawan yang ada di sana juga sangat menyenangkan sehingga aku tidak mengalami kesulitan sama sekali." Jawab Ethan.


"Itu terlihat dari wajahmu, tetapi kenapa kau kurus sekali, kau jarang makan ya???"


"Kau sendiri kenapa juga kurus??? Kau pasti juga tidak menjaga makanmu."


"Bagaimana bisa makan dengan nyaman, sedangkan aku terus saja mengingatmu dan bingung harus mencarimu ke mana???"


"Itu salahmu sendiri kenapa kau harus pergi meninggalkan aku." Bantah Leona.


"Sudahlah jangan dibahas lagi, yang ad kita malah jadi berdebat, habiskan pizza nya supaya Berat badanmu bertambah, aku harus pulang karena badanku lengket sekali, aku ingin mandi." Ucap Ethan.


"Kenapa harus pulang??? Kau bisa mandi di sini. Memangnya di sini tidak ada kamar mandinya??? Kau tidak  merindukanku ya???"


"Bukan seperti itu, di sini kan tidak ada pakaianku, pakaian ku kan ada di apartemenku, jadi aku harus pulang dan mengambil nya."


"Lalu kau akan meninggalkanku di sini???" Tanya Leona.


"Ya kalau kau ikut ke apartemenku ya kita ke sana saja."


"Aku akan ke sana, tapi nanti kita tidur di sini saja ya??? Aku kan sudah menyewanya untuk malam ini. Masa tidak ditempati kan sayang???"


Ethan terkekeh lagi. "Ya sudah, aku akan tidur di sini tapi sekarang aku harus pulang dulu. Ayo kalau kau ikut??"


Leona tersenyum lebar. "Oke tapi aku habiskan dulu makanannya. Aku benar-benar lapar sekali."


Setelah menghabiskan pizza. Leona pun diajak Ethan untuk ke apartemennya. Apartemen Ethan hanya di pisah dengan satu apartemen lain, sehingga tidak terlalu jauh. Apartemen Ethan tipe apartemen kecil yang hanya memiliki tiga lantai dan juga 6 unit saja.


Ethan mengajak Leona naik ke kamarnya. "Selamat datang di apartemenku, setidaknya ini sedikit lebih besar daripada apartemenku sebelumnya." Gumam Ethan.


Leona tersenyum. Apartemen ini memang sedikit lebih luas karena Apartemen ini bukan apartemen tipe studio seperti yang dimiliki oleh Ethan sebeumnya. "Kau duduklah dan cari apa yang kau mau, mau makan atau mau minum, tenang saja kulkasku tidak kosong seperti biasanya, aku mandi dulu ya???"


"Iya.."


Ethan meletakkan tasnya, kemudian dia masuk ke kamar mandi meninggalkan Leona yang duduk di sofa. Leona hanya tersenyum menatap kepergian Ethan. Saat ini dia benar-benar senang dan bahagia sekali karena bisa bertemu dengan Etan Leona mengambil ponselnya. Dan dia langsung menghubungi Kaia melalui panggilan video, dalam dua deringan, panggilan itu langsung diangkat oleh Kaia. "Kai..." Panggil Leona dengan semangat.


"Iya, bagaimana??? Ethan sudah mengantarkan pizzanya???" Tanya Kaia.


"Sudah, kami sudah menghabiskannya, sekarang aku ada di apartemen Ethan dan dia sedang mandi. Kai, aku senang sekali bisa bertemu dengan Ethan..."


Kaia tersenyum. "Syukurlah, apa  kalian sudah membicarakan permasalahan yang sebenarnya???"


"Ya. Aku sudah memberitahu semuanya kepadanya, awalnya dia ingin pergi tetapi aku menahannya dan aku menjelaskan semuanya. Dia terkejut dan tidak menyangka ternyata dia dibohongi oleh Mama, tetapi sekarang Dia Mengerti dan tidak akan meninggalkanku lagi. Aku senang sekali Kai, terima kasih ya, ini juga berkat bantuanmu."


"Jangan berterima kasih kepadaku, yang memberitahu keberadaan Ethan di sana kan bukan aku, sekarang kalian harus menikmati waktu bersama kalian dan besok aku akan ke sana dan mengantar barangmu, aku juga harus kembali ke Seattle kan??? Kita tidak bisa meninggalkan pekerjaan kita lama-lama di sana, selama kau bersama Ethan. Aku yang akan mengurus kantor."


"lya terima kasih Kai, aku sangat menyayangimu Kai.."


"Aku juga sangat menyayangimu. Nikmati saja waktumu dengan Ethan, aku masih harus mengerjakan beberapa pekerjaan."


"Oke, sampai jumpa besok... Bye..." Leona pun mengakhiri panggilannya dengan Kaia, dia merasa senang sekali dan tidak hentinya mengucap syukur karena ia memiliki sahabat yang begitu luar biasa dan sangat baik. Leona tidak tahu bagaimana kehidupannya jika tanpa Kaia.