My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Menikah?????



"Menikah???" Tanya Vino.


"Ya tentu saja, memangnya kau berpikir bagaimana??? Lalu bagaimana dengan dokumen cucu kita nanti kalau kita tidak menikahkan Naufal dan Leona??? Lagipula kau pasti tahu juga disini berbeda dengan disana. Semua akan jauh lebih baik jika mereka menikah."


Kaia hanya terdiam, dia tidak.mengerti dengan apa yang sedang di bicarakan oleh orang tua Naufal. Karena mereka memakai bahasa Indonesia. Tetapi sepertinya pembicaraan itu terdengar serius.


"Kita harus membicarakan ini dengan.mereka berdua sayang. Maksudku apa mereka berdua siap??? Disini sangat jelas berbeda dan kesiapan seseorang dalam berkomitmen untuk menikah jelas beda dengan di tempat kita." Ujar Vino.


"Kaia????" Panggil Arindah membuat Kaia yang duduk di sebelahnya menoleh dan tersenyum.


"Ya, tante??"


Arindah tersenyum. "Bisa kau jelaskan bagaimana hubungan Leona dan Naufal selama ini??? Kau sangat dekat dengan mereka dan pasti banyak tahu mengenai hubungan mereka."


Kaia tersenyum juga. "Hubungan mereka ya seperti hubungan pada umumnya, mereka saling mencintai satu sama lain. Leona sangat menyayangi dan mencintai Naufal. Bahkan karena sangat mencintai nya, Leona tidak bisa jauh dari Naufal, dia bahkan ingin mengikat Naufal dengan cara sengaja tidak memakai pengaman ketika berhubungan, Leona ingin hamil karena dengan hal itu Naufal tidak akan meninggalkannya. Karena sebelumnya Naufal pernah hilang seperti ini, dan kami berdua tidak tahu keberadaannya, lalu kami akhirnya menemukannya dan sejak saat itu Leona tidak mau jauh lagi dengan Naufal.". Kaia menjelaskan.


"Apa di antar mereka pernah membicarakan pernikahan???" Tanya Arindah lagi.


Kaia menggelengkan kepala nya. "Tidak pernah ada pembicaraan mengenai pernikahan di antara kedua nya karena memang keadaan tidak memungkinkan untuk membahasnya. Leona masih menunggu kesempatan yang bagus untuk memutuskan, dan Naufal juga pasti tidak mengatakannya pada Leona karena dia menyadari keterbatasan yang di miliki nya saat itu."


"Apa menurutmu ketika Leona memutuskan untuk hamil, dia sudah benar-benar yakin dengan Naufal????"


Kaia menganggukkan kepala nya. "Dia sangat mencintai Naufal, cinta itu sudah ada sejak pertemuan pertama mereka, Leona tidak pernah jatuh cinta pada siapa pun, tetapi semua berubah ketika Naufal datang dalam.hidupnya, dia menghancurkan tembok yang menghalanginya dan melakukan berbagai cara untuk bisa memiliki Naufal, bahkan melawan Mama nya sendiri. Melawan dalam arti melawan restu Mama nya. Leona memberikan 49% perusahaan peninggalan Papa nya pada Mama nya agar dia bebas dari ikatan yang menyesakkan dada karena keegoisan dan keras kepala Mama nya, selain itu karena Leona mencintai Naufal." dan ingin bersama nya, sayangnya Naufal keburu menghilang tetapi dia tidak berhenti berusaha untuk menemukannya. Cinta Leona untum Naufal bukan cinta biasa tante. Percayalah.. Aku sangat mengenal sahabatku itu"


Arindah tersenyum. "Tante tahu itu dan bisa melihatnya, Leona perempuan yang baik sekali. Tetapi Kaia, bagaimana menurutmu jika mereka menikah??? Apa menurutmu Leona akan menolak menikah dengan Naufal dalam waktu dekat????"


"Menikah????"


Arindah menganggukkan kepala nya. "Ya, Tante ingin mereka menikah sehingga mereka bisa bersama-sama dan membesarkan bayi mereka. Menurutmu Leona akan menolak atau tidak???" Tanya Arindah.


Kaia terdiam. Dia pun tidak bisa memastikan apa Leona mau Atai tidak tetapi Kaia berpendapat bisa saja Leona mau mengingat saat ini Leona hamil dan Leona tidak mau jauh dari Naufal. Akan tetapi semua keputusan ada di Leona dan Naufal sendiri.


*****


Naufal membuatkan jus untuk Leona dan membawa nya ke pantai, dimana Leona berada. Leona duduk di kursi santai dan bersiap menunggu sunset. Senyum Leona tidak hilang sama sekali dari wajahnya. Dia begitu bahagia akhirnya bisa bertemu lagi dengan Naufal yang sangat dia cintai. Dan keadaannya sudah berubah. Naufal ternyata masih memiliki keluarga kandung. Dan Leona bisa merasakan bahwa keluarga Naufal sangat baik sekali.


"Ini jus nya." Naufal memberikan gelas berisi jus stroberi kepada Leona.


Leona mengambil gelas itu dan tersenyum. "Terima kasih."


"Sama-sama.." Naufal duduk di sebelah Leona.


"Jadi kau datang kesini karena ingin melakukan peninjauan ke Haidee Enterprises????"


"Aku sudah memutuskan semua hubunganku dengan Haidee enterprises. Aku sudah lama mendengar mereka mengalami berbagai kekacauan, bahkan Mama sempat mendatangi restoran ku dan ingin bertemu denganku tetapi aku tidak menemuinya dan enggan untuk melakukannya karena aku tidak ada lagi urusan dengannya."'


"Lalu kenapa kau akhirnya memilih menyerahkan semua nya???" Tanya Naufal.


"Supaya Mama puas dan tidak mengusikku lagi, akupun bisa hidup tanpa semua itu, dan aku juga ingat kata-kata Papa dulu, bahwa aku di perkenankan melepas semuanya jika aku merasa tidak nyaman dan juga tersiksa. Aku ingin hidup normal dan menjalankan apa yang menjadi kesukaanku. Aku tidak menjadi miskin setelah melepaskan sisa kepemilikan ku. Dan aku menikmatinya meski tidak sempurna karena tidak ada kau di samping ku. Aku terbebas dari belenggu yang menjeratku."


"Tapi apa kau tidak sedih melihat kondisi Haidee Enterprises yang begitu kacau.???"


"Tentu saja aku sedih, dan menyayangkannya, tetapi terkadang aku ingat pepatah mengatakan jika kau ingin menguji seseorang maka kita harus memberinya jabatan lalu kota lihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Maka inilah jawabannya. Aku sedih karena perjuangan Papa di hancurkan begitu saja tetapi apa yang bisa ku perbuat??? Aku kembali??? Tidak, jika aku melakukannya aku akan menjadi Leona yang seperti sebelumna dan terjerat dalam lubang yang sama, aku lebih memilih seperti ini, dan aku rasa Papa disana juga lebih senang melihatku seperti ini." Ujar Leona. "Kau sendiri apa yang akan kau lakukan selanjutnya setelah melakukan peninjauan???"


"Itu keputusan Papa, semua hak ada di Papa, dia hanya meminjam namaku untuk bisa menunjukkan pada Mamamu bahwa sekarang aku punya harga diri dan nama besar dari orang tua ku, dan itu cukup berhasil. Mereka seperti biskuit yang di siram air, lembek dan hancur saat berhadapan denganku tadi."


Leona tersenyum. "Aku tidak menyangka kehidupan bisa berubah secepat itu. Kau memiliki orang tua yang luar biasa sekali, dan kau mendapatkan harga diri yang pernah di injak oleh Mama dengan nama besar keluargamu."


"Bahkan sampai detik ini aku masih menyangka sedang dalam sebuah mimpi, benar-benar masih tidak percaya bahwa semua ini nyata. Limpahan kasih sayang, cinta dan juga kebahagiaan aku dapatkan dari keluarga ku yang selama ini sudah mencari ku. Mereka jiga tidak putus harapan untuk menemukan ku, tetapi Tuhan telah mendengarkan doa mereka dan aku bisa bersama mereka saat ini adalah sebuah mukjizat. Aku di kelilingi oleh orang-orang baik yang selalu mendukungku."


"Kau beruntung sekali masih memiliki keluarga yang begitu sempurna. Aku tidak pernah mendapatkan itu selama ini, akh hanya mendapatkan cinta Papa, tetapi tidak dengan cinta Mama."


Naufal tersenyum. "Kau akan mendapatkannya sebentar lagi, kau bisa mendapatkan cinta seorang ibu dari Mamaku. Sejak aku menceritakan tentangmu, Mama selalu penasaran dan banyak bertanya tentangmu, dan aku mengasumsikan Mama sangat penasaran denganmu dan ingin bertemu, mengobrol secara langsung, tetapi aku terlalu egosi dan tidak mendengarkannya sehingga keinginan Mama berbincang denganmu tidak terlaksana. Tetapi kau bisa merasakan cintanya yang begitu besar padamu tadi. Kau akan sangat menyukai rumah kami, disana hanya di penuhi dengan kehangatan dan cinta satu sama lain."


Leona tersenyum. "Aku bisa melihatnya.." Gumam Leona dan meminum jus buatan Naufal.


***


Malam harinya, Naufal membuat makan malam untuk Leona dan mereka sudah menghabiskannya. Senyum Leona tidak menghilang lagi dari wajah cantiknya. Leona tidak bisa mendeskripsikan kebahagiaan ya saat ini. Ethan na sudah kembali, meski sekarang bukan Ethan lagi tetapi Naufal, meski begitu Naufal masih sama seperti Ethan, penuh perhatian, senyumnya yang manis dan tatapan penuh cinta kepadanya adalah sesuatu yang dia rindukan selama ini.


Sejak hamil, Leona memang selalu tidur lebih awal, meski sudah jam 9 malam tetapi dia sudah sangat mengantuk sekali.


"Aku mengantuk..!!!" Gumamnya pada Naufal yang duduk di sebelahnya, mereka sedang menonton televisi.


"Ya sudah, kau tidur saja, jangan tidur disini nanti kau pegal-pegal. Ayo ke tempat tidur." Mereka berdiri dan dengan hati-hati Naufal dan Leona berjalan menuju tempat tidur.


Leona kemudian berbaring dan Naufal menyelimuti nya. Kemudian duduk di kursi di sebelah tempat tidur. "Aku akan menjagamu."


"Kau tidak tidur juga???"


"Aku belum mengantuk. Kau saja tidur dulu." Naufal mengusap kening Leona dengan lembut.


Leona menganggukkan kepala nya dan dia memang sangat mengantuk sehingga tidak butuh lama langsung tertidur. Naufal tersenyum dan membiarkan perempuan itu terlelap. Naufal duduk saja dan memandangi Leona yang terlelap. Sampai kemudian dia juga menguap dan merasa mengantuk tetapi tidak mau jauh dari Leona. Naufal berpindah ke sofa dan tidur disana. Dia tidak bisa tidur dengan Leona dalam satu tempat tidur lagi, karena sekarang dia punya batasan dan tidak bisa seperti sebelumnya. Dia tidak boleh tidur dengan perempuan yang bukan istrinya. Dan Leona meski mengandung bayi nya tetapi belum menjadi istrinya. Naufal sejak tadi memikirkan hal itu dan setelah nanti dia membawa Leona pulang bersama nya ke Indonesia, Naufal akan memikirkan untuk bisa melamar dan menikah dengan Leona. Seperti itulah kepercayaan yang saat ini di jalani oleh Naufal. Menikahi Leona adalah sesuatu yang dulu sering Naufal bayangkan tetapi karena situasi serta kondisinya tidak pernah berpihak kepadanya, dia pun mengubur semuanya jauh dalam hatinya. Tetapi saat ini dia tidak akan menunggu lama lagi untuk bisa melakukannya, dia akan menyiapkan lamaran yang luar biasa untuk Leona dan menikahi nya.