My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Usg



Keesokan harinya....


Naufal menghampiri Leona yang sedang duduk bersantai di tepi kolam renang. Dia tadi masuk ke kamar Leona tetapi perempuan itu tidak ada di kamarnya. Naufal menemukannya sedang duduk sendirian di belakang. Rumah sedang dalam keadaan sepi, Mama nya sudah berangkat ke rumah sakit, Papa nya juga keluar untuk bekerja. Sedangkan Rana, Vitto dan Sanne sudah pulang tadi setelah sarapan. Vineet sedang berada di kamar nya. Vink meminta Naufal agar tidak ke kantor dulu danenemani Leona di rumah, serta nanti siang mengantar Leona ke rumah sakit dan pergi ke butik untuk memilih gaun pernikahan mereka.


"Hai....???" Naufal tersenyum menyapa Leona dan membuat perempuan itu menoleh dan membalas senyumnya. Naufal menghampiri dan mengecup kening Leona kemudian duduk di sebelahnya.


"Apa yang sedang kau pikirkan????" Tanya Naufal.


"Tidak ada, aku hanya sedang menikmati udara sejuk disini."


"Bagaimana, kau suka tidak berada disini??? Nyaman??? Atau kau menginginkan sesuatu.???" Tanya Naufal.


Leona menggelengkan kepala nya. "Aku suka, suasana rumah yang hangat, semua orang saling menyayangi, keluargamu juga sangat menyayangiku. Aku sudah lama merindukan suasana keluarga seperti ini. Aku tidak menginginkan apa-apa, semua ini sudah cukup dan nyaman sekali disini."


"Syukurlah. Senang mendengarnya."


"Sayang...???" Gumam Leona dengan suara lirih.


"Kenapa???" Tanya Naufal.


"Kau benar-benar serius tidak marah dengan masalah itu???"


"Masalah apa??? Yang kecelakaan itu???" Tanya Najfal dan Leona menganggukkan kepala nya. "Sudahlah sayang, tidak apa-apa, aku sama sekali tidak mempermasalah kan nya, itu sudah berlalu, dan aku menganggapnya sebuah kecelakaan saja. Aku memang sangat terkejut dan tidak menyangka jika kejadiannya seperti itu, tetapi ya sudahlah."


"Begitu banyak kesalahan yang di lakukan oleh Mama padamu, dan tentu nya kedua orang tua angkatmu. Sepeninggal mereka hidupmu langsung berubah, padahal kau sangat di sayangi oleh mereka, tetapi kau kehilangan mereka begitu cepat karena Mama."


"Jalan Tuhan mungkin sudah seperti itu, ya sudahlah....!!!" Naufal tersenyum. "Kau ingin jalan-jalan tidak sebelum ke rumah sakit??? Kita belanja, kau pasti butuh pakaian, tas dan sepatu, kau hanya membawa sedikit kan??? Kita ke mall dan membeli semua keperluanmu. Vineet pasti sudah bersiap. Kau harus melihat-lihat kota ini."


"Belanja ya???" Gumam Leona.


"Iya, kau bisa belanja, makan dan jalan-jalan. Bersiaplah...!!!"


Naufal mengajak Leona berdiri dan masuk ke kamarnya. Kemudian Naufal menyuruh Leona bersiap, dia akan menunggu di luar. Naufal ingin membuat Leona tidak merasa bosan berada disini, Leona harus pergi keluar dan melihat-lihat, jalan-jalan serta berbelanja.


Naufal duduk di ruang tamu, tak lama adiknya turun dan menghampirinya. Naufal menjelaskan jika Leona sedang bersiap. Mereka akhirnya menunggu Leona dan berangkat.


Beberapa jam kemudian...


Naufal, Leona dan Vineet sudah selesai berbelanja. Mereka saat ini sedang berada di perjalanan menuju rumah sakit. Arindah sudah menghubungi mereka agar bisa segera datang. Mereka kemudian bergegas menyelesaikan shopping mereka dan langsung ke rumah sakit.


"Jadi Mama punya rumah sakit sendiri???" Tanya Leona.


"Wah berarti rumah sakit milik sendiri."


"Ya begitulah, dulu Mama sih inginnya hanya klinik saja, tetapi Papa menginginkan yang lebih besar supaya bisa sekalian di gunakan merawat banyak orang. Tanggung. Hehehe."


"Mama sudah lama berarti ya jadi dokter kandungan???"


"Sejak kakak kecil, dulu Mama bekerja di rumah sakit lain, tetapi setelah sepuluh tahun pernikahan dengan Papa, Mama di buatkan rumah sakit sendiri."


"Papa dan Mama teihat begitu saling mencintai. mereka masih terlihat romantis."


"Mereka selalu romantis, bahkan aku selalu menghindari mereka jika mereka sedang saling memuji, karena ujung-ujungnya bikin merasa tidak nyaman saja. Kalau aku sedang dengan Mama, sedang mengobrol dan Papa datang, aku memilih menjauh, tidak kuat dengan keromantisan mereka."


Mendengar itu Naufal dan Leona terkekeh. Mereka berdua berharap bahwa mereka juga bisa seperti itu nantinya. Menjadi pasangan yang selalu saling mencintai satu sama lain dan saling melengkapi.


Vineet kemudian bercerita banyak hal mengenai kisah cinta Mama dan Papa nya pada Leona. Dan Naufal juga menjelaskan jika Vink bukan Papa kandungnya akan tetapi Vino sangat mencintai nya, bahkan alasan dulu Vino menikahi Mama nya adalah karena Vino ingin Naufal punya sosok ayah yang bisa bermain dan menghabiskan waktu dengannya. Vino melakukan semua itu dengan tulus dan memiliki cinta yang luar jiasa untuknya. Bahkan Vinl mengalami kesedihan yang begitu mendalam karena dia menghilang selama bertahun-tahun. Mendengar itu, Leona cukup terkejut. Ternyata Vino bukan Ayah kandung Naufal. Tidak menyangka, karena tampak Vino sangat menyayangi Naufal seperti anak kandung sendiri.


****


Sampai di rumah sakit, mereka di per silahkan masuk dan bertemu dengan Arindah yang sudah menunggu nya.


"Kalian datang juga, tadi belanja apa saja???" Tanya Arindah.


"Tas, sepatu, baju pokoknya banyak deh Ma." Sahut Vineet.


"Puas-puaskan saja berbelanja dengan kakakmu, supaya dia tidak bosan di rumah. Leona sayang, Mama periksa dulu ya??? Gerakan bagimu normal seperti biasanya kan????" Tanya Arindah pada Leona.


"Iya Ma, seperti biasa nya saja."


"Semoga semuanya baik-baik saja ya????" Arindah kemudian mulai memeriksa Leona dan juga melakukan Usg selanjutnya untuk melihat perkembangan janin Leona. Sebelum kembali ke Indonesia, Leona juga sudah memeriksakan kandungannya dan meminta surat rekomendasi untuk menaiki pesawat. Di periksa memastikan kesehatan Leona dan janin nya. Semuanya sangat baik dan Leona juga bisa melakukan perjalanan dengan pesawat. Saat itu Arindah juga ikut menemani sehingga bisa memantau secara langsung kondisi Leona dan janin nya.


Arindah memeriksa tensi darah dan berat badan Leona lebih dulu. Setelah nya Arindah meminta Leona berbaring dan dia akan melakukan Usg. Arindah melakukan tugas na seperti biasa dan menjelaskan dengan detail kondisi calon cucu nya itu yang ada di perut Leona.


"Lihat-lihat dia tersenyum." Ucap Arindah ketika mendapati bayi Leona sedang tersenyum. Naufal pun berfokus ke layar dan mendengarkan seksama penjelasan Mama nya, sedangkan Vineet sibuk membuat rekaman. "Dia tahu kalau sedang di periksa oleh Oma nya." Ucap Arindah lagi.


Leona pun bertanya beberapa hal dan Arindah menjelaskan semuanya. Perkembangan janin Leona sendiri sangat baik. Leona hanya harus menjaga nya dengan baik.


Setelah melakukan Usg, Arindakemudian memberikan beberapa penjelasan setelah nya Mereka pun berpamitan pergi. Naufal masih punya tugas untuk.mengantar Leona ke butik dan mengukur baju pengantinnya, mengingat Leona sudah hamil cukup besar, jadi harus memakaian pakaian khusus. mereka kemudian berpamitan dengan Arindah dan pergi meninggalkan rumah sakit.