
Beberapa bulan kemudian.....
Hubungan Ethan dan Leona berjalan dengan baik. Meskipun mereka harus menjalaninya secara sembunyi-sembunyi dari orang- orang. Tetapi mereka menjalaninya dengan baik dan sangat menikmati hubungan itu. Mereka mencoba untuk selalu memanfaatkan waktu untuk bisa berduaan. Kehidupan Leona benar-benar bahagia sekali kehadiran Ethan membuatnya bisa menghilangkan kesedihannya dan Ethan juga selalu ada untuknya, ketika ia Sedih saat mengingat Tuan Haidee. Hal itu memang sering terjadi di saat tertentu di mana tiba-tiba Leona mengingat kenangan bersama Tuhan Hadi dan Saat itu pula kita selalu mencoba untuk menguatkan serta menghiburnya ikan benar-benar menjalankan janjinya pada mendiang Tuan Haidee dulu. Hal itulah yang membuat Leona saat ini menjalani harinya lebih bahagia dan berwarna lagi karena kehadiran Ethan yang membuatnya merasa jauh lebih baik.
Saat sedang ada di luar kota, Leona juga sering meminta Ethan untuk pergi bersamanya, lalu mereka bisa menghabiskan waktu berduaan tanpa dilihat oleh orang-orang yang mengenal mereka. Kaia benar-benar mengatur dengan baik ketika Leona ingin berduaan dengan Ethan, atau ingin pergi untuk bertemu dengan Ethan di apartemen lelaki itu di mana Leona merasa bahwa apartemen Ethan jauh lebih bebas untuk dikunjungi daripada apartemennya sendiri, karena memang apartemennya memiliki keamanan yang sangat tinggi dan juga ada Bodyguard yang berjaga di sana sehingga siapapun yang keluar masuk pun akan terlihat. Tetapi Kaia juga sering memberitahu Leona dan Ethan agar lebih berhati-hati agar tidak ada orang yang mengenali mereka karena lambat laun bisa saja rahasia menghubungan mereka terbongkar.
Saat ini Leona sedang ada di apartemen Ethan, ia sedang mendengarkan musik sembari membuatkan Ethan sarapan. Ini hari Minggu dan mereka sedang menikmati hari libur mereka, sudah dua hari Leona ada di sini dan mereka tidak keluar sama sekali dari apartemen. Leona sedang mengocok telur untuk membuat omellete sebagai sarapannya bersama dengan Ethan. Selain mendambakan sussu, Leona juga menambahkan beberapa potong sayuran seperti wortel dan kacang polong sebagai isiannya, juga keju untuk menambah rasa gurih. Karena Ethan sangat menyukai omelete dengan isian keju dan sayur-sayuran. Leona juga sudah membuat salad sebagai pelengkap. Ethan sekarang masih ada di kamar mandi jadi Leona harus segera menyelesaikan membuat sarapannya, sepertinya Ethan Juga sebentar lagi akan selesai mandi.
But you'll never be alone.. I'll be with you from dusk till dawn... I'll be with you from dusk till dawn.. Baby, I'm right here... I'll hold you when things go wrong...I'll be with you from dusk till dawn...I'll be with you from dusk till dawn.. Baby, I'm right here..." Leona bersenandung sembari menggoyang-goyangkan badannya dan tiba-tiba saat dia berbalik badan ia terlihat terkejut dan hampir menjatuhkan mangkuk yang dipegangnya karena ternyata Ethan berdiri sambil senyum-senyum melihat ke arahnya.
"Ahhh... Ya Tuhan... Kau mengejutkanku saja. Kau sudah selesai mandi???"
Ethan tersenyum. "Aku sudah berdiri sejak tadi memperhatikanmu dan kau memasak sambil menggoyang-goyangkan badanmu, ummm jadi kau ingin bercinta denganku dari petang hingga Fajar???" Ethan mengedipkan matanya dengan nakal pada Leona. Dia bertanya menegnai lagu yang sedang di nyanyikan oleh Leona.
"Ethan kau ini, dasar.."
Ethan mendekat dan memeluk Leona kemudian mengecup dahi perempuan yang sangat dicintainya itu. "Kenapa??? Apa ada yang salah??? Kau tahu aku senang sekali karena kau terlihat selalu bahagia dan kalau kau senyum, kecantikanmu akan semakin bertambah.."
"Benarkah????"
"Iya, kau akan semakin cantik jika tersenyum."
"Itu juga karena kau karena kau selalu ada bersamaku jadi aku lebih bahagia. Terima kasih!!!" ucap Leona kemudian dia mengecup bibir Ethan.
"Senang jika aku bisa membuatmu bahagia, sini mendekatlah padaku!!!'
Leona mendekat dan Ethan memeluknya dengan penuh cinta. Ethan mengecup kepala Leona, dia merasa bersyukur bahwa dia Memiliki seseorang yang sangat mencintainya dan Ethan semakin yakin setiap harinya bahwa cinta yang dimiliki Leona untuknya memang bukanlah cinta biasa dan Leona sangat bergantung kepadanya. Selain itu Ethan setiap hari juga semakin mencintai Leona. Mereka saling membutuhkan satu sama lain dan saling merindukan ketika tidak bersama. Leona ingin sekali rasanya mereka bisa bersama setiap hari dengan Ethan, tidur bersama, bangun bersama-sama dan juga makan malam sarapan ataupun makan siang bersama tetapi mereka mengerti kondisi yang sedang mereka hadapi saat ini, di mana memang mereka tidak bisa seperti pasangan biasanya. mereka masih punya sesuatu yang harus mereka jaga karena mereka tidak ingin ada gangguan dalam hubungan mereka sehingga mereka harus tetap bertahan dengan situasi seperti ini.
"Apa yang kita akan lakukan hari ini???" Tanya Leona sembari memeluk Ethan.
"Memangnya kau ingin melakukan apa???"
"Apa ya??? Oh.... Aku harus melanjutkan memasakku... Omellete ya pasti sudah gosong." Leona melepaskan pelukannya padaEthan dan dia berlari ke arah meja dapur. Dan benar saja omelletnya sudah gosong dan sudah tidak bisa di makan.
"Aah sudah gosong.." gurutu Leona. "Telurnya sudah habis dan cuma ada satu omellet saja, di kulkas kau tidak memiliki apapun lagi."
Ethan pun terkekeh. "Ya sudah, kita makan satu omellete itu berdua, aku minta maaf karena aku belum sempat pergi berbelanja dan kau mau ke sini tidak bilang lebih dulu."
"Setidaknya setiap weekend belanja lah, penuhi si kulkasmu." Protes Leona.
"Oke Tuan Putri, kita makan apa yang ada sekarang, nanti siang aku akan ke supermarket dan kau bisa masak Lagi Untukku, sekarang kita makan apa yang ada dulu."
Leona mengangkat jempolnya. "Oke pangeranku, sekarang ganti pakaian dulu, aku akan menyiapkan omellete nya dan membaginya dua lalu kita sarapan."
"Oke!!!" Ethan pun berjalan menuju lemari tempat ia menyimpan pakaian dan mengambilnya lalu berganti pakaian membiarkan Leona untuk melanjutkan memasaknya.
Setelah memakai t-shirt, Ethan pun menghampiri Leona yang sedang duduk di sofa, perempuan itu sudah menyajikan sepiring omellete untuk mereka berdua dan juga dua gelas jus. Ethan duduk di sebelah Leona dan ia kembali mengecup bibir Leona "Terima kasih untuk sarapannya." Ucap Ethan.
"Sama-sama, ayo aku sudah memotongnya menjadi dua, kita harus menikmatinya sepiring berdua!!"
"Ya." Jawab Ethan sembari terkekeh. Mereka kemudian menikmati omellete itu, rasanya enak, sekali sayangnya hanya ada satu omellete dan mereka berdua harus berbagi.
"Kau tahu, aku selalu membayangkan kita bisa tinggal bersama dan bertemu setiap hari, sebelum tidur selalu berdua, begitu juga bangun tidur selalu berdua, tetapi kita jarang sekali melakukannya, kita harus mencuri waktu untuk bisa melakukannya. Aku ingin sekali kita bisa setiap hari seperti itu bukan di saat-saat tertentu saja. Aku ingin seperti orang lain. Mereka bisa tinggal bersama dan menghabiskan harinya bersama orang yang mereka cintai." Ujar Leona.
"Jadi kau ingin tinggal bersamaku???"
"Ya tentu saja, kita saling mencintai, aku mencintaimu, kau juga mencintaiku, jadi bukan sebuah masalah kan kalau kita tinggal bersama??? Bagaimana kalau kita menyewa apartemen khusus dan kita bisa tinggal berdua di sana.???"
Ethan terkekeh lagi. "Untuk ???? Kan sama saja, kita tidak bisa tinggal setiap hari di sana. Jika ingin bertemu untuk apa harus membeli apartemen, kita bisa cari hotel atau kau bisa datang ke sini atau mungkin aku juga bisa datang ke apartemenmu diam-diam seperti biasanya. Jadi untuk apa kita mencari tempat tinggal baru kalau kita juga tidak bisa menempatinya setiap hari, itu hanya mubazir saja."
"Itu memang benar. Tapi Bagaimana menurutmu kalau kita mulai terbuka saja pada orang lain dan juga tidak sembunyi-sembunyi seperti ini???" Tanya Leona.
"Kita menjalani ini saat ini sudah nyaman, tidak ada orang yang mengetahuinya dan tidak ada yang merecoki hubungan kita lalu kenapa kita harus membuka diri pada orang lain??? jika pada akhirnya itu akan menimbulkan masalah saja, lebih baik kita seperti ini."
"Menurutmu kita harus bertahan sampai kapan???" Tanya Leona.
"Sampai kita mampu untuk menahannya atau sampai kita benar-benar bisa memutuskan untuk menikah, apakah kau pernah terpikirkan untuk menikah denganku???" tanya Ethan.
"Tentu saja. Siapa juga yang tidak pernah berpikir seperti itu. Tentu aku ingin menikah denganmu. Tapi ya masa aku yang mengajak menikah??? Seharusnya kan kau yang mengajakku menikah.."
"Kau ini dasar, aku sudah ada rencana untuk ke sana tapi aku ingin pernikahan itu berlangsung dengan baik dan juga sepenuhnya dari uangku. Aku tidak mau ada orang lain yang mengatakan bahwa aku hanya memanfaatkanmu saja. Aku ingin semuanya aku yang menanggungnya dan kau perempuan tinggal terima beresnya saja. Itulah kenapa aku coba mengumpulkan uang setiap bulan nya untuk bisa menikah denganmu nanti dan aku juga sudah mengumpulkan uang untuk bisa membeli rumah sehingga bisa kita tempati. Aku harap kau bisa sedikit bersabar."
"Aku tahu kau orang yang sangat menjunjung tinggi harga diri, aku memaklumi itu dan aku memahaminya. Aku akan menunggumu dan aku siap kapanpun untuk menikah denganmu walaupun kau mengajak menikah sekarang, aku juga siap, aku jadi membayangkan, aku akan hamil dan pasti anak kita lucu sekali, kau yang tampan dan aku yang cantik, perpaduan yang sangat tepat sekali tapi bagaimana kalau kita punya anak dulu??? Jangan menikah dulu nikahnya nanti saja kalau uangmu sudah cukup untuk kita menikah dan membeli rumah, tapi kalau punya anak tidak perlu menunggu itu.'
Ethan tertawa dan mencubit hidung Leona. "Kalau kau hamil, orang pasti akan bertanya-tanya Siapa ayah dari bayimu lalu mereka menemukan wajahnya mirip dengan aku dan aku akan dalam masalah besar, akan ada gosip bawah Leona Haidee tidur dengan bodyguard-nya dan hamil anaknya. bisa-bisa Nyonya Haidee membunuhku hahaha.."
"Memangnya mereka bisa apa??? Kan itu memang benar-benar anak kita, kita melakukannya secara sadar. Apa peduli kita pada mereka???"
"Kau ini, sudah!!! Ayo kita habiskan sarapan nya. Dan tanpa bayi pun kita tetap bisa bercinta kan??? jadi pikirkan bayinya nanti saja, lebih baik kita bercinta dengan bebas." Ethanmengusap kepala perempuan itu dengan gemas.
******
Di tempat lain
Nyonya Haidee sedang duduk di sebuah restoran. Ia duduk gelisah menunggu kedatangan seseorang yang akan membawakan laporan untuknya mengenai penyelidikan Leona. beberapa bulan yang lalu Nyonya Haidee mendapatkan informasi dari mantan Bodyguard Leona bernama Robert. Robert memberitahunya tentang kebiasaan Leona dulu di mana Leona ternyata sering menjalin hubungan dengan bodyguard-nya, bukan hubungan sebagai sepasang kekasih akan tetapi hubungan untuk pemuas diri semata dan Robert adalah salah satu dari beberapa Bodyguard yang pernah tidur dan menghabiskan waktu bersama dengan Leona.
Dan itu sudah berlangsung sejak lama, tak terkecuali mungkin saja hari ini Leona juga masih melakukan hal yang sama yaitu bersenang-senang dengan bodyguard-nya. Leona tidur dengan mereka, ciri-cirinya biasanya adalah Bodyguard itu akan dijadikan sebagai supirnya yang akan bisa diajak kemana-mana.
Mendengar itu Nyonya Haidee pun mencoba mencari tahu mengenai semua Bodyguard Leona saat ini dan kecurigaannya jatuh kepada seseorang yang bernama Ethan, lelaki tampan itu menjadi sopir Leona dan sering pergi ke mana-mana bersama dengan Leona. Itulah kenapa Nyonya Haidee menyuruh orang untuk menyelidiki hal itu, dia harus mencari jawabannya apakah benar Leona berhubungan dengan Ethan.
Tidak berapa lama seorang laki-laki pun datang menghampiri Nyonya Haidee, lelaki itu dipersilakan duduk oleh Nyonya Haidee kemudian dia mengeluarkan berkas di dari dalam tasnya. "Selamat pagi Nyonya Ethan, saya sudah membawa laporan hasil penyelidikan saya dan ini sudah ada berkas berita laporan itu juga foto-foto yang saya dan teman-teman saya dapatkan."
Lelaki itu menyodorkan berkas pada Nyonya Haidee. "Saya telah mengikuti mereka beberapa bulan ini seperti perintah anda dan saya mendapati fakta bahwa sepertinya hubungan mereka memang bukan hanya sekedar bos dan Bodyguard saja. Tetapi lebih dari itu, mereka juga bukan hanya ingin saling memuaskan satu sama lain tetapi hubungan mereka berdua adalah sepasang kekasih. Nona Leona dan juga bodyguardnya bernama Ethan, mereka berpacaran."
"Berpacaran???? Apa maksudmu...???" Nyonya Haidee membuka berkas itu dan melihat foto- foto yang ada di dalamnya.
g
"Ya Nyonya Haidee, mereka adalah sepasang kekasih dan hubungan mereka sudah berjalan cukup lama dan mereka sering pergi berdua pergi liburan, jalan-jalan. Ketika mereka berada di Seattle, mereka akan menutup rapat hubungan mereka tetapi ketika mereka berada di luar Seattle, maka seperti foto yang saya dapatkan, itulah hubungan mereka bukan hanya sekedar bos dan Bodyguard saja."
Nyonya Haidee pun melihat berapa foto yang diambil oleh anak buahnya dan foto itu foto dari kejauhan yang sepertinya tidak disadari oleh Leona dan Ethan, foto yang menunjukkan kemesraan mereka.
"Mereka sering pergi berlibur bersama, ke pantai atau hanya sekedar jalan-jalan dan berbelanja, itu yang sering mereka lakukan. Bahkan mereka juga punya pantai pribadi yang terletak di pinggiran Seattle, di pantai pribadi itu ada sebuah bangunan rumah yang memang digunakan untuk beristirahat ketika Nona Leona sedang suntuk dengan kesibukannya di Seattle dan rumah itu serta kawasan pantai pribadi itu adalah milik Nona Leona, faktanya lagi adalah bahwa hubungan mereka sudah diketahui sejak awal oleh mendiang Tuan Haidee, suami anda tahu tentang hubungan mereka. Tetapi dia bekerja sama dengan nona Leona, Ethan dan juga nona Kaia untuk merahasiakan tentang hal itu dari siapapun." Ucap orang itu kepada Nyonya Haidee.
"Suamiku tahu tentang hal itu???"
"Iya nyonya, mendiang Tuan Haidee tahu segalanya tentang hubungan mereka berdua dan bahkan Tuan Haidee juga memberikan restu untuk hubungan mereka berdua. Bahkan mereka juga tercatat pernah melakukan perjalanan ke Hawaii bertiga untuk liburan. Selain itu Tuan Haidee juga beberapa kali datang ke pantai pribadi Nona Leona yang diberi nama Fine Line bersama dengan Bodyguard bernama Ethan itu. Tuan Haidee tahu segalanya Begitu juga dengan Nona Kaia.
Nyonya Haidee mengernyit dan memukulkan tangannya di meja, amarahnya benar-benar sudah memuncak, dia tidak menyangka jika ternyata suaminya tahu mengenai hubungan itu dan justru mendukungnya bukan menghentikan kegilaan Leona yang menyukai para bodyguard-nya. Suaminya itu memang benar-benar bodoh dan bisa-bisanya malah memberikan restu untuk hubungan yang mereka.
"Lalu apalagi informasi yang Kau dapatkan???"
"Mereka selalu sembunyi-sembunyi dan mencari waktu untuk bisa berduaan ketika sedang di Seattle. Dan Nona Leona sering datang ke apartemen Ethan untuk menginap, itu terjadi di saat weekend, hal yang sama juga dilakukan oleh Ethan, dia sering masuk ke dalam apartemen Nona Leona, tetapi tentu dengan pengaturan yang sudah disusun oleh Nona Leona dan juga Nona Kaia, biasanya mereka berdua akan menyuruh para Bodyguard yang lain untuk pulang dan tidak perlu berjaga di hari itu hingga waktu yang ditentukan misalnya dua atau sehari saja dan kembali bekerja keesokan harinya supaya mereka tidak tahu bahwa Ethan masuk ke sana dan tentu saja Ethan juga menginap di sana dan akan pergi sebelum para Bodyguard datang. Nona Kaia selalu membantu hal-hal semacam itu."
"Mereka memang sudah benar-benar gila." Gumam Nyonya Haidee.
"Dan saat ini Nona Leona ada di apartemen Ethan, dia sudah ada di sana sejak Jumat malam sampai saat ini." Lanjut lelaki itu.
"Apa anak buahmu ada yang berjaga di apartemen itu??" Tanya Nyonya Haidee lagi.
"Ya Nyonya Haidee, saya tetap mengirim teman-teman saya untuk mengikuti aktivitas mereka berdua. Dan mereka tidak keluar sejak Jumat itu."
Lelaki itu menganggukkan kepalanya kemudian dia menjelaskan pada Nyonya Haidee mengenai siapa Ethan dan menjelaskan dimana apartemen tempat tinggal Ethan, yang ternyata hanyalah sebuah apartemen tipe studio biasa saja dengan harga yang murah. Apartemen itu juga tidak terlalu luas dan memang hanya memiliki satu ruangan dan satu kamar mandi saja di dalamnya, tidak terlalu luas dan itu biasa ditinggali oleh para mahasiswa ataupun orang-orang yang memang tinggal sendirian. Mengenai keluarga Ethan tidak ada informasi yang lebih lanjut karena yang dia tahu Ethan hanyalah seorang laki-laki biasa dan dulu tinggal di Panti Asuhan karena Ethan tidak memiliki orang tua lagi dan Ethan saat dewasa pergi bersekolah dan menetap di Seattle sampai saat ini. Ethan juga mendapatkan beasiswa di universitas di sini. Ethan dulu juga bekerja sebagai seorang barista di sebuah Kedai Kopi sebelum akhirnya bekerja bersama dengan Leona.
Ethan sengaja dipekerjakan oleh Leona karena saat pertama kali mereka bertemu Leona sudah menaruh hati kepada Ethan dan sengaja menjebak Ethan agar Intan bisa bekerja dengannya. Sampai akhirnya Ethan benar-benar butuh pekerjaan dan mendatangi Leona tanpa banyak persyaratan Ethan pun langsung diterima bekerja sebagai Bodyguard Leona padahal Ethan tidak memiliki sertifikat Bodyguard tetapi oleh Ethanlangsung diterima. Setelah diterimanya Ethan itu, semua Bodyguard dipecat oleh Leona dan diganti dengan yang baru termasuk Robert yang juga sebelumnya jadi faforit Leona. Hal itu biasa dilakukan Leona ketika dia sudah merasa bosan dengan bodyguard-nya dan sudah mendapatkan apa yang dia mau dia pasti akan selalu memecat para bodyguard-nya kemudian mencari penggantinya yang baru.
"Leona memang sudah gila benar-benar sudah gila." Umpat Nyonya Haidee.
"Lalu apa yang ingin anda lakukan sekarang???" Tanya lelaki itu.
"Aku ingin kau mengikuti lelaki itu, jika dia tidak bersama Leona. Kalian harus menghajarnya dan memberikan pelajaran supaya dia tidak bertindak seenaknya, aku tahu maksudnya dia mendekati Leona pasti ingin memoroti dan juga memanfaatkan kekayaan Leona, aku tidak bisa menerimanya."
"Apa Anda ingin kami membawanya ke hadapan anda???"
"Tidak perlu, beri dia pelajaran dan aku sendiri yang akan menemui Leona dan bicara dengannya untuk memperingatkannya agar tidak terbujuk dan termakan rayuan laki-laki seperti Ethan yang tidak tahu diri itu. Dia hanya laki-laki miskin yang tidak punya harga diri dan hanya memanfaatkan perempuan yang lebih kaya darinya. lakukan itu dengan baik lalu laporkan hasilnya kepadaku."
"Baik nyonya Haidee, saya akan melakukannya, kalau begitu saya permisi dulu."
★★★
Siang harinya, Ethan pergi untuk berbelanja ke supermarket, dia meninggalkan Leona di apartemennya, ia harus berbelanja untuk mereka makan malam nanti dan Ethan akan membeli beberapa bahan makanan serta juga membeli makan siang untuk dia makan bersama Leona. Jadi dia memilih pergi sendiri untuk berbelanja tentunya agar tidak dilihat oleh orang lain. Lebih baik Leona bertahan di apartemennya dan dia yang pergi sendiri.
Ethan mengayuh sepedanya menuju supermarket yang memang tidak terlalu jauh dari apartemennya hanya sekitar 1 kilo saja. Dia mengayuh sembari mendengarkan lagu melalui headset yang diletakkan di telinganya dan tidak terlalu kencang mengayuhkan sepedanya dan bersantai saja. Hingga tiba-tiba dia mengerem mendadak saat ada dua orang yang menghadangnya. 2 laki-laki yang bertubuh besar Menghadang jalannya, Ethan pun berhenti dan turun dari sepedanya kemudian dia melihat ke arah laki-laki itu. "Ada apa???" tanya Ethan. Tetapi tiba-tiba dari belakang kepala Ethan dipukul dan Ethan jatuh kemudian diseret ke sebuah jalan sempit yang menghubungkan dua bangunan.
Keadaan sepi dan tanpa banyak bicara, Ethan pun langsung dipukuli oleh tiga orang laki-laki itu. Ethan tidak bisa melawan karena dia hanya sendirian dan laki-laki itu bertubuh besar, satunya memeganginya dan yang duanya memukulinya. Ethan merasakan sakit sekali di tubuhnya dan dia kemudian ditinggalkan begitu saja. Ethan babak belur, ketiga laki-laki itu berlari dan masuk ke sebuah mobil dan meninggalkan Ethan. Ethan berusaha bangun sekuat tenaganya, dia berpikir bahwa orang itu akan merampooknya tetapi tidak ada barang-barangnya yang diambil membuat Ethan bingung kenapa mereka tiba-tiba memukulinya tanpa alasan yang jelas. Ethan pun berusaha bangun lalu berjalan berjalan sambil terseyek-seyek menuju sepedanya yang dia tinggalkan di trotoar.
Ethan menahan rasa sakit tetapi dia tetap berusaha untuk bangun dan pergi ke supermarket karena Jika dia tidak pergi ke supermarket yang ada justru nanti dia dan Leona tidak makan lagi pula ini hanya memar biasa Etan bisa menahannya.
****
Sekitar 1 jam kemudian, Leona membuka pintu ketika dia mendengar Ethan memanggilnya dari luar. Leona tersenyum karena dia sudah lapar sekali dan tadi Ethan sudah berjanji untuk membeli makan siang untuk mereka. Akhirnya Ethan datang juga, Leona pun membuka pintu dan Dia melempar senyumnya kepada Ethan tetapi kemudian dia dikejutkan dengan wajah Ethan yang sudah lebam seperti orang yang baru saja dipukuli. Leona pun panik dan langsung menyuruh Ethan untuk masuk Leona juga mengambil belanjaan yang dipegang oleh kekasihnya itu.
"Kenapa??? Kenapa dengan wajahmu??? Kenapa kau lebam-lebam seperti ini???" Tanya Leona panik sembari memegang wajah Ethan yang membiru.
"Awww sakit..." Teriak Ethan ketika tangan Leona menyentuh lebamnya. Leona pun langsung menyingkirkan tangannya.
"Aduh, maaf, tunggu tunggu tunggu tunggu, aku akan mengambil kan mu air dingin dulu." Leona pun berdiri dan berlari ke arah dapur untuk mengambilkan Ethan air dingin dan mengompres lebam yang ada di wajah Ethan.
Leona kembali dengan membawa mangkuk berisikan air dingin. Dia kemudian mengambil kain lembut dan mengompres lebam di wajah Ethan. "Sebenarnya apa yang terjadi???" Tanya Leona.
"Tadi saat aku sedang di jalan menuju supermarket, ada yang berusaha merampok ku, aku membela diri dan inilah hasilnya." Ethan Mencoba tersenyum agar Leona tidak mengkhawatirkannya, dia juga terpaksa harus berbohong mengenai apa yang terjadi karena dia juga tidak tahu apa alasannya orang-orang itu memukulinya.
"Oh ya Tuhan, kenapa kau tidak berikan apa yang mereka mau, lihat lah sekarang kau justru babak belur seperti ini dan kenapa juga kau tetap berbelanja??? Kau bisa langsung pulang."
"Kalau aku tidak ke supermarket, kita tidak bisa makan Sayang. Ini tidak apa-apa, hanya lebam biasa saja, nanti juga hilang kalau kau kompres dengan air dingin seperti ini. Aw aw aw aw.." Ethan mengernyit merasakan sakit di bagian yang lebam itu.
"Sakit ya??? Sebentar sebentar, setelah ini kau juga harus minum obat anti nyeri supaya kau tidak kesakitan, lain kali langsung pulang, kita bisa pesan makanan di luar. Kenapa juga harus tetap memaksa ke supermarket. Kau Harusnya bisa langsung pulang saja."
"Tidak apa-apa, aku tidak apa-apa. Sudahlah!!!"
"aku akan mengambilkanmu obat, sekarang kau berbaringlah.!!!"
"aku harus makan dulu sayang sebelum minum obat, kau ini bagaimana sih??? Buka itu kantong makanannya, kita makan siang bersama-sama, aku juga lapar sekali."
"Iya kau benar juga, ya sudah!!" Leona kemudian membuka kantung makanan yang sudah dibeli Ethan tadi. Ethan membeli burger yang diinginkan oleh Leona.
Mereka kemudian menikmati makan siang yang sederhana itu. Ethan mengernyit saat membuka mulutnya untuk memiakan burgernya, kemudian Leona mengambil piring dan juga pisau serta garpu sehingga Ethan bisa memotong yang lebih dulu baru memasukkan ke dalam mulutnya karena burger itu cukup tinggi susunannya.
Leona memandang Ethan, dia merasa kasihan dan siapa yang tega melakukan ini, andai saja tadi dia tidak menyuruh Ethan keluar pasti Ethan tidak akan terluka seperti ini. Leona benar-benar merasa kasihan sekali kepada kekasihnya itu.
********
Keesokan harinya
Nyonya Haidee turun dari mobilnya. Dia sengaja datang pagi sekali untuk bertemu dengan Leona di kantornya, saat dia baru turun dari mobil ternyata mobil Leona juga baru saja datang. Nyonya Haidee memandangi mobil itu kemudian seorang laki-laki keluar yang tidak lain adalah bodyguard Leona yaitu Ethan keluar dan membukakan pintu untuk Leona setelahnya Leona keluar bersama dengan Kaia. Hal itu pun semakin membuat Nyonya Haidee merasa murka sekali dengan tajam dia menatap Ethan tetapi sepertinya Ethan tidak menyadarinya.
Leona keluar dan menatap sinis ke arah Mamanya yang sudah menunggunya. Leona tahu bahwa hari ini sepertinya akan menjadi hari yang sangat menyebalkan. Kenapa juga mamanya harus datang ke kantornya sepagi ini tetapi Leona tidak banyak bertanya dan dia langsung berjalan masuk ke dalam kantor diikuti oleh Kaia. Nyonya Haidee tidak langsung menyusul Leona. Tetapi dia masih memandangi Ethan membuat Ethan mengernyit dan bingung kenapa Nyonya Haidee menatapnya tajam seperti itu, tetapi kemudian Ethan membungkukkan badannya dan seolah memberikan hormat kepada Nyonya Haidee. Ethan pun masuk ke dalam mobil dan membawa mobil ke parkiran.
Baru setelah itu Nyonya Haidee menyusul Leona, dia harus berbicara dengan putrinya itu dan meminta penjelasan bagaimana bisa Leona menjalin hubungan dengan Ethan, pria miskin yang hanya akan memanfaatkan uang Leona saja. Nyonya Haidee harus menghentikan kegilaan Leona saat ini juga.
**
Nyonya Haidee langsung masuk ke ruangan Leona setelah Leona masuk, Nyonya Haidee menutup pintu dengan keras. Leona melepaskan mantelnya lalu duduk di kursi kerjanya. "Kenapa Mama datang-datang dengan wajah masam seperti itu???" Tanya Leona. "Ini masih pagi dan Mama pasti datang untuk membuat keributan, apa yang sebenarnya Mama inginkan ini??" Leona menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Diamlah Leona!!! Dan Berhentilah mengatakan hal yang konyol, kau ini memang sudah tidak waras, kau memang anak yang tidak tahu diri, sangat memalukan sekali . Mama benar-benar malu dibuatnya."
"Yang memalukan itu tingkah siapa Mama atau aku???"
"Diamlah!!!" seru Nyonya Haidee. "Mama sudah tahu semuanya, Mama sudah tahu semuanya, Mama sudah tahu." Nyonya Haidee kemudian melempar sesuatu di depan Leona dan itu adalah foto-foto Leona bersama dengan Ethan.
Leona melihat foto-foto itu. Dan dia terlonjak, dia terkejut sekali lalu memandang ke arah Nyonya Haidee. "Dari mana Mama mendapatkan ini??" Tanya Leona.
"Kau tidak perlu tahu dari mana Mama mendapatkan semua foto-foto itu?? Mama tahu apa yang selama ini kau lakukan bersama dengan bodyguardmu. Bagaimana bisa kau menjalin hubungan dengan Bodyguard mu sendiri??? Bagaimana bisa Leona???? Apakah sudah gila. Ada banyak sekali laki-laki yang sepadan denganmu yang bisa kau jadikan kekasih. Lalu kenapa kau memilih bodyguardmu yang bodoh itu????"
"Oh jadi Mama selama ini Mama mata-mataiku dan Mama juga sudah tahu. Baguslah kalau Mama sudah tahu." Gumam Leona dengan santainya.
"Apa kau sudah tidak waras Leona??? Dia itu orang yang biasa saja, dia miskin, dia juga tidak memiliki keluarga, tidak ada yang bisa kau harapkan darinya. Lalu bagaimana kau bisa berhubungan dengan orang seperti itu, sementara kau dikelilingi oleh harta dan kekayaan. Bagaimana jika dia hanya memanfaatkan kekayaanmu???"
Leona tersenyum. "Aku yang menjalani hubungan ini, aku yang memutuskan pada siapa aku harus jatuh cinta dan pada orang yang bagaimana. Ya mungkin Mama hanya melihat bahwa Ethan itu tidak memiliki apapun, dia hanya orang biasa dan juga Bodyguard ku tetapi Mama tidak tahu bahwa dia adalah laki-laki yang selama ini aku inginkan, dia yang memberiku kebahagiaan bukan kebahagiaan materi tetapi kebahagiaan yang sesungguhnya yang mungkin Mama tidak bisa merasakannya."
"Memangnya kebahagiaan apa yang kau inginkan dari laki-laki miskin seperti dia??? Bahkan keluarga saja dia tidak punya, dia tidak punya orang tua yang bisa yang memberikan warisan yang banyak dia tidak memiliki keahlian apapun. Bahkan dia hanya seorang mantan barista dan kau sudah tergila-gila dengannya sejak awal lalu menjadikannya sebagai bodyguardmu. Dia tidak memiliki apapun Leona!!! Harusnya kau tahu itu. Kau itu pewaris dari Haidee Enterprises grup, kau ceo-nya ,kau pimpinan perusahaan yang terbesar yang ada di kota Seattle. Lalu bagaimana kau bisa jatuh cinta pada laki-laki miskin seperti Ethan itu??? Bagaimana bisa kau lakukannya, apa yang kau harapkan dari laki-laki tidak berguna itu???" Nyona Haidee terlihat marah sekali. "Selama ini Mama mencoba untuk mendekatkanmu dengan para pimpinan perusahaan yang besar tapi kau selalu menolaknya dan kau justru memilih laki-laki seperti Ethan. Apa yang bisa diandalkan dari laki-laki seperti itu??? Mama sangat tidak setuju kau berhubungan dengannya, sangat tidak setuju, dia laki-laki miskin dan tidak berguna, dia hanyalah sampah!!! Dia bukan anak orang kaya, dia hanyalah anak yang dibesarkan di Panti Asuhan, tidak ada harta yang dimilikinya, kau bisa miskin jika hidup dengannya!!"
"Itulah yang ada di pikiran Mama, hanya itu. Jangan pernah memandang seseorang dari luarnya saja."
"Memang apa yang kuharapkan dari Ethan??? Ingatlah dia itu anak yang tidak memiliki orang tua. Dia itu dibuang oleh orang tuanya. Pasti karena orang tuanya miskin sehingga dia tinggal di Panti Asuhan. Mama tidak mau tahu kau harus meninggalkannya!!!!"
Leona hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dia malas berdebat panjang dengan Nyonya Haidee.
★★★
Sementara itu di negara lain....
Sebuah mobil BMW berwarna hitam masuk ke halaman sebuah rumah mewah dengan 3 lantai. Halaman rumah itu begitu luas dengan ornamen-ornamen yang sangat mewah dan dikelilingi oleh tanaman hijau yang tidak kalah mewahnya. Rumah itu sangat cantik sekali, mobil itu berhenti tepat di depan pintu besar yang ada di rumah itu. Dan itu adalah pintu utama untuk masuk ke dalam rumah. Seorang pria keluar dari mobil Bmw mewah itu, pria itu keluar dengan mengenakan jas yang mahal dan menenteng tas kerja yang juga tidak kalah mahal.
Dia adalah Arvino Prakarsa, Taipan kaya, pemilik perusahaan besar yang sangat terkenal di Indonesia. Perusahaannya bergerak di berbagai bidang, selain di negara ini, dia juga memiliki beberapa cabang perusahaan di luar negeri dan perusahaannya juga masuk dalam 50 perusahaan yang paling besar dan berpengaruh di Asia.
Vino itulah panggilannya seorang yang kaya raya. Dia memiliki Seorang Istri yang bekerja sebagai dokter kandungan, dan dia juga memiliki seorang putri cantik yang sebentar lagi akan lulus dari fakultas kedokteran. Putrinya itu bernama Vineet Prakarsa, wajahnya cantik dan dia sangat cerdas. Mareka adalah keluarga yang sangat bahagia dan Vino sangat menyayangi istri serta anaknya, dia selalu memberikan penjagaan dan keamanan untuk keluarganya terutama untuk putri dan juga istrinya karena dulu dia pernah kehilangan seseorang yang membuatnya menyesal sampai saat ini karena dia tidak bisa menjaga menjaganya dan menemukan keberadaannya.
Langkah Vino terhenti, dia menoleh ke belakang ketika mendengar ada suara mobil yang masuk ke halaman rumahnya. Vino tersenyum tahu bahwa itu adalah mobil dari kakaknya, mobil itu berhenti dan seseorang keluar dari sana. "Uncle....!!!" teriak gadis itu saat turun dari mobil dan berlari menghampiri Vino kemudian menyalami Vino. Itu adalah Sanne keponakannya, anak dari kakaknya.. Sanne gadis yang cantik dan periang. Sanne menjadi sahabat dari Vineet dan sering datang serta pergi jalan-jalan dengan Vineet.
"Hai Sanne Sayang, kau datang sendiri??? Mau menginap ya??"
"Iya uncle, aku datang sendiri, aku tadi dari Cafe dan Aku langsung ke sini, tidak langsung pulang karena aku mau bertemu dengan Vineet dan menginap disini, Uncle baru pulang ya??? Ini sudah malam loh..!!"
"Iya, Uncle baru selesai meeting dan baru sampai."
"Oh pantas saja masih rapi, apa Vineet ada di rumah???"
"Ada, dia ada di rumah, itu mobilnya juga ada, ayo masuklah dia pasti sedang ada di kamar."
"Oke." Sanne pun berjalan masuk beriringan dengan Vino masuk ke dalam rumah itu sana juga langsung naik ke lantai 3 di mana Di sana ada kamar dari sepupunya.
Gadis itu duduk sendirian di kursi menatap ke depan melihat jendela kaca serta daun pohon yang tertiup angin. Dia memegang sesuatu di tangannya dan tiba-tiba saja air matanya menetes membasahi kedua pipinya lalu dia mendekap kertas yang ada di tangannya yang ternyata kertas itu adalah sebuah foto seorang anak kecil laki-laki yang adalah kakaknya yang belum pernah dia jumpai sampai saat ini.
Vineet sangat merindukan kakaknya, dia tidak pernah bertemu dengan kakaknya sejak dia lahir karena kakaknya hilang berpuluh-puluh tahun silam. Yang saat itu bahkan Vineet masih belum lahir ketika kakaknya hilang dan hingga saat ini tidak pernah diketahui keberadaan kakaknya itu. Entah masih hidup atau sudah meninggal. Segala upaya sudah dilakukan oleh keluarganya selama ini tetapi itu tidak pernah membawakan hasil, kakaknya tidak pernah diketahui keberadaannya. Da sangat merindukannya dan dia ingin sekali bertemu dengan kakaknya dan ingin tahu bagaimana rasanya memeluk kakaknya. Vineet sangat merindukan kakaknya itu.
"Vineet...!!!" Panggil Sanne sembari membuka pintu kamar sepupunya itu dan dia melihat Vineet duduk di kursi di depan jendela. Sanne pun menghampirinya dan saat Vineet menoleh, Sanne bisa melihat bahwa adik sepupunya itu baru saja menangis. Sanne pun lekas menghampirinya dan duduk di sebelahnya.
"Neet, kau menangis lagi???" Tanya Sanne kemudian dia melihat apa yang dipegang Vineet. "Kau menangis karena merindukan kakakmu ya???"
Air mata Vineet pun kembali menetes dan Sanne langsung memeluk adik sepupunya itu untuk menenangkannya. Vineet memang seringkali menangis ketika dia sendirian dan Vineet menangis hanya karena satu alasan yaitu karena dia merindukan kakak laki-lakinya yang hilang lebih dari 20 tahun yang lalu.