
Sore Harinya, seperti biasa Leona pulang bersama dengan Ethan. Leona belum memberitahu Ethan menegenai kejadian tadi pagi. Leona sendiri masih memikirkan sesuatu apa yang harus dia lakukan untuk menghindari hal yang buruk yang mungkin saja bisa Nyonya Haidee lakukan pada Ethan.
"Kau sejak pagi tidak membalas pesanku???? Sedang sibuk sekali ya di kantor???" Tanya Ethan pada Leona yang duduk di kursi belakang. Perempuan itu sejak tadi diam saja, dan sibuk dengan pikirannya sendiri, berbeda dengan hari biasa nya.
"Ah iya, aku harus memeriksa beberapa dokumen. Maaf...!!!"
Ethan tersenyum. "Tidak masalah.."
"Sayang..???" Panggil Leona dengan suara lirih.
"Ya??? " Jawab Ethan.
"Bisakan kau pindah apartemen??" Ucap Leona yang membuat Ethan melirik ke spion mengarahkan pandangannya ke Leona.
"Pindah??? Untuk apa aku pindah??? Kenapa tiba-tiba kau berucap seperti itu???" Tanya Ethan.
"Aku ingin kau pindah saja. Bagaimana kalau kau pindah di apartemen yang sama denganku???"
Ethan semakin mengernyit. "Ke apartemen yang sama denganmu??? Yang benar saja kau ini, aku uang darimana??? Bahkan gajiku saja tidak cukup untuk membayar bulanannya. Kau ini ada-ada saja..."
"Kau tidak perlu membayar apapun...."
"Dan kau yang akan membayarnya??? Ahhh tidak-tidak.... Aku tidak bisa seperti itu." Sahut Ethan dengan cepat.
"Bukan...!!" Sela Leona.
"Lalu apa??? Lagipula kau ini kenapa?? Tiba-tiba saja memintaku seperti itu???"
"Mama sudah tahu!!" Gumam Leona.
"Tahu apa???"
"Tentang hubungan kita. Mama sudah tahu segala nya."
"Apa...!!!????" Seru Ethan.
Leona menganggukkan kepala nya kemudian menjelaskan kepada Ethan semua nya yang terjadi tadi pagi. Dan bagamana Mama nya mengumpulkan semua bukti beserta informasi dan foto yang lengkap. Ethan pun teringat dengan tatapan Nyonya Haidee yang begitu tajam kepada nya tadi. Apa karena hal itu sehingga Nyonya Haidee terlihat kesal dan sangat marah sekali kepada nya.
"Dan kenapa menyuruhku pindah??? Kalau memang sudah ketahuan ya sudah, kita harus menghadapinya, dan aku juga akan menghadapi nya."
"Kau kemarin membohongiku kan???" Tanya Leona.
"Soal yang kemarin kau dipukuli oleh beberapa orang yang tidak kau kenal dan kau beralasan bahwa kau akan dirampok, sebenarnya kau bohong kan??? " tanya Leona.
"Ya aku memang berbohong soal itu, tetapi aku juga tidak tahu alasan yang kuat Kenapa mereka memukuliku. Padahal mereka tidak menginginkan apapun dariku. " jawab Ethan
"Aku merasa bahwa orang-orang itu adalah anak buah Mama yang sengaja di suruh untuk memukulimu itu. Pasti sudah direncanakan oleh Mama. "
"Tetapi kenapa harus seperti itu. Bukankah ini bisa dibicarakan baik-baik???"
"Memangnya kau pikir Mama akan bisa diajak bicara secara baik-baik, aku sih tidak terlalu terkejut dengan reaksi Mama yang pada akhirnya tahu mengenai hubungan kita, tetapi sekarang yang aku khawatirkan adalah keselamatanmu. Itulah kenapa aku menyuruhmu untuk pindah apartemen setidaknya apartemen yang sama tempat di mana aku tinggal sekarang memiliki keamanan yang kuat dibandingkan apartemen yang lain. "
"Ya bagaimana aku bisa tinggal di apartemen semahal dan semewah itu??? Aku juga tidak mungkin tinggal bersamamu atau memberatkanmu dalam hal seperti itu. Aku tidak bisa sayang itu akan membebanimu. "
"Tidak sayang, itu sama sekali tidak membebaniku karena aku punya satu unit lagi yang tidak diketahui oleh siapapun di apartemen yang sama dan itu hanyalah unit biasa bukan yang VIP seperti unitku sekarang dan aku menggunakan itu untuk menyimpan barang-barangku. Jadi kau bisa untuk memanfaatkannya dengan tinggal di sana dan keamanannya pun tetap sama hanya saja tidak seluas unitku, unit itu atas nama Kaia tetapi itu milikku, aku hanya meminjam namanya saja jadi kuharap kau lebih baik tinggal di sana saja. "
Ethan terdiam ya coba untuk memikirkan sesuatu. Sebenarnya dia merasa bahwa dia bisa menghadapi permasalahan ini dan tidak perlu harus pindah apartemen. Ia justru hal itu bisa membuat Nyonya Haidee semakin murka karena merasa bahwa ia mungkin memang hanya memanfaatkan Leona. " Aku akan coba pikirkan nanti."
"Untuk apa kau harus memikirkannya lebih dulu, kau bisa langsung memutuskan sekarang Sayang, kenapa harus memikirkannya dulu. Kita tidak ada waktu untuk berpikir, aku hanya ingin keselamatanmu, aku tidak bisa membiarkan kau mengalami hal seperti itu lagi." Leona mendengus kesal. "Jika kemarin mereka hanya memukulimu. Lalu bagaimana kalau besok-besok mereka berniat untuk menghabisimu??? Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi, aku sudah memikirkan ini jauh-jauh hari dan aku ingin kau menghindari hal yang seperti itu. Aku tidak mau mengambil resiko jadi setidaknya kau dengarkanlah aku sekarang!!"
"Kalau kau sudah memikirkan itu jauh-jauh hari. Kenapa kau tidak mengatakannya padaku setidaknya kita bisa cari solusinya aja kemarin."
"Aku memikirkan tentang berbagai hal yang mungkin bisa terjadi tetapi untuk masalah yang berhubungan dengan kekerasan aku tidak memikirkannya sejauh itu, tapi entah kenapa aku memiliki keyakinan bahwa apa yang terjadi kemarin itu adalah karena ulah Mama."
"Oke aku mengerti tetapi aku tetap butuh waktu untuk memikirkan apa yang kau suruh tadi, aku tetap butuh waktu memikirkannya, kalaupun nanti ada hal seperti itu lagi, aku akan berhati-hati agar itu tidak terulang lagi dan mungkin aku juga butuh bicara dengan Nyonya Haidee sama halnya saat aku berbicara dengan mendiang Papa atau Tuan Haidee."
"Tidak bisa seperti itu, kalau sudah tahu Mama dan Papa itu sangat jauh berbeda sayang, cara berpikir mereka tidak sama, kau tidak akan bisa berbicara baik-baik dengan Mama."
"Oke, kita akan memikirkannya sambil mencari solusinya, sekarang kau jangan terlalu mengkhawatirkanku. Aku akan baik-baik saja dan aku akan menjaga diri, dan tenanglah."
Bagaimana mungkin Leona bisa tenang. Permasalahan pengeroyokan Ethan kemarin adalah hal yang cukup sensitif dan itu mungkin baru permulaannya, karena bisa saja Mamanya melakukan hal yang lebih jauh daripada itu. Leona tidak menyangka akan terjadi hal yang bisa saja separah itu sampai ada penganiayaan. Seandainya Papanya masih ada mungkin Papa nya itu akan bisa membantu nya mengatasi masalah ini.
Ethan melirik Leona dari kaca spion. Wajah perempuan itu terlihat manyun dan juga seperti sedang tidak mood. Ethan tahu bahwa maksud dan tujuan Leona menyuruhnya pindah itu adalah baik, akan tetapi Ethan harus memikirkan beberapa hal karena takutnya nanti malah terjadi kesalahpahaman. Ethan juga berpikir bahwa dia akan semakin marah kepadanya, tahu bahwa apartemen itu adalah bilik Leona. Selain itu Ethan juga tidak bisa begitu saja meninggalkan apartemennya. Mengingat Dia sudah membayar apartemen itu selama 1 tahun penuh dan baru berjalan beberapa bulan sehingga akan saayang sekali kalau apartemen itu tidak lagi digunakan.
***"
Sampai di apartemen Leona tidak mengatakan apapun kepada Ethan dan dia langsung turun dari mobil kemudian berjalan menuju lift. Ethan tahu Leona marah dan Ini sudah waktunya untuk pulang. Jadi dia akan pulang langsung pulang.
Ethan langsung berpamitan dengan teman-temannya yang lain kemudian, dia meninggalkan apartemen itu untuk pulang. Ethan berjalan menuju halte bus, dia akan pulang dengan menggunakan bus seperti biasanya. Ketika sedang berfokus di jalan tiba-tiba sebuah mobil berhenti di sebelah Ethan. Ethan pun menghentikan langkahnya tetapi kemudian ia sedikit terkejut melihat siapa yang keluar dari mobil itu ternyata itu adalah dua orang pria. Ethan berusaha mengabaikannya tetapi tiba-tiba dengan cepat 2 pria itu menariknya masuk ke dalam mobil lalu membawanya. Kepala Ethan ditutup oleh kain dan EtHan diikat. Ethan mencoba untuk memberontak tapi salah satu dari orang itu memukul kepalanya dengan sangat keras lalu Ethan diikat dengan kuat dan Ethan pun dibawa pergi oleh kedua laki-laki itu..