My Bodyguard My Obsession

My Bodyguard My Obsession
Jalan-jalan



"Kak Gie....???" Panggil Sanne pada Gienka yang sedang duduk di tepi kolam renang.


Gienka menoleh dan tersenyum mendapati Sanne dan Vineet datang menghampiri nya. "Kalian...??? Duduklah... Sudah istirahatnya???" Tanya Gienka.


"Sudah kak, tidur sebentar membuat kami merasa lebih baik... Kok sendiri?? Kak Ky dimana???" Tanya Sanne.


"Oh, Ky pergi ke kantor, dia ijin setengah hari, jadi tadi setelah dari airport dia berangkat ke kantor... "


"Oh iya ya.... Kak Ky ijin setengah hari..." Sanne tersenyum.


"Kalian pasti lapar, aku sudah siapkan makanan untuk kalian.. Eh uncle dan aunty apa sudah bangun??? Kita bisa makan bersama..."


"Entahlah... Tapi coba aku akan periksa... Aku turun karena sebenarnya lapar heheheh... Aku naik ke atas dulu ya???" Sanne pun pergi meninggalkan Gienka dan Vineet.


"Besok aku akan mengajak kalian jalan-jalan.. Ky libur, dan kita bisa pergi bersama... Apa ada tempat yang ingin kau kunjungi???" Tanya Gienka pada Vineet.


"Aku tidak terpikirkan mau kemana, aku hanya ikut saja, ingin refresh otak.. Terserah kakak saja mau mengajak kemana... " Jawab Vineet.


Gienka terkekeh. "Kita pergi nonton, dan makan-makan saja dulu, hehehehe... "


"Ya.... Hmmm Apa kakak selalu seperti ini kalau kak Ky pergi bekerja???"


"Iya, aku sendirian di rumah dan selain melamun kadang aku coba melakukan hal lain... Agak menyebalkan, tetapi beginikah ibu rumah tangga yang belum memiliki anak... Hehehe..."


Vineet tersenyum. "Tapi Kakak kan memang belum berniat memiliki momongan.. Jadi kakak harus menikmati kesendirian kakak setiap hari jika di tinggal kak Ky bekerja...


"Kau memang benar... Hahaha aku memang ingin dulu menghabiskan waktu bersama Ky.... Dan banyak hal yang ingin kamu raih dulu sebelum akhirnya memutuskan untuk memiliki bayi..."


"Pasti nanti kalian akan memiliki bayi yang sangat lucu, kak Gienka sangat cantik, dan Kak Kyros juga tampan, aku jamin bayi kalian akan sangat menggemaskan nanti nya... Ah itu Uncle dan Aunty turun... "


"aah iya, ayo kita makan sekarang... Aku sudah menyiapkan semua nya di meja makan... " Gienka dan Vineet pun beranjak dan berjalan menghampiri Sanne dan orang tua nya yang sedang menuruni tangga.


"Gie sudah memasak untuk kalian, semoga suka dengan masakan Gie... Walaupun tidak seenak masakan buatan aunty Rana, dan juga calon chef Sanne..." Ucap Gienka sambil mengajak mereka ke ruang makan.


"Pasti enak, karena Mama mu pernah bilang kalau kau juga jago memasak... Dan sekali lagi kami minta maaf sudah merepotkan kau dan Ky... "


"Ah aunty, jangan terus minta maaf, lebaran masih lama... Hehehe hari ini aku yang memasak, dan besok aunty harus mengajariku memasak yang lain, supaya Ky tidak bosan hehehehe.. Aku hanya bisa masak itu-itu saja soalnya... Hehehe.. "


"Iya, siap..." Ucap Rana.


Gienka pun mempersilahkan mereka untuk duduk dan menikmati makan siang menjelang sore, karena mereka baru bangun setelah beristirahat sebentar. Perjalanan jauh pasti membuat mereka sangat lelah. Semua pun menikmati masakan yang di buat Gienka, memuji nya karena rasanya enak.


"Ky pulang jam berapa biasa nya???" Tanya Vitto.


"Tidak tentu Uncle, kadang jam 6 sudah sampai rumah terkadang juga jam 7 atau jam 8.."


"Dia pasti sibuk sekali... Oh iya, besok Uncle dan Aunty akan pergi untuk bertemu klien, jadi kami titip Sanne dan Vineet ya???"


Gienka tersenyum. "Tenang saja Uncle, besok Ky libur dan aku berniat mengajak mereka jalan-jalan... Jadi Uncle Vit dan Aunty Rana tidak perlu khawatir.... Mereka aman bersamaku.."


Vitto tersenyum. "Uncle percaya padamu... "


Malam Harinya..


Ethan pulang ke apartemennya. Ia baru saja kembali dari tempatnya bekerja dan dia juga membawa makanan untuk Leona dan mereka akan menikmatinya bersama-sama malam ini. Ethan tadi pergi bekerja pagi sehingga ia bisa pulang lebih awal daripada biasanya.


"Selamat malam....." Sapa Ethan.


"Akhirnya pulang juga, kau bawa makanan ya???" Tanya Leona.


"Iya, tentu saja aku membawa makanan, tapi siapkan dulu, aku mau mandi." Ucap Ethan.


"Oke. Kau mandi dulu, aku akan menyiapkannya. Aku baru saja berbicara dengan Kaia, dia bilang tadi dia ditemui oleh Mama dan menanyakan keberadaanku."


Ethan melepaskan mantelnya kemudian menoleh memandangi Leona. "Aku kan sudah bilang padamu lebih baik kau segera pulang, kembali ke Seattle. Kenapa kau tidak mendengarkanku, nanti bagaimana kalau sampai Nyonya Haidee menemukan kita??? Bukankah itu justru akan berbahaya."


Ethan sebernanya berapa kali sudah memberitahu Leona agar kekasihnya itu bisa kembali lagi ke Seattle tetapi Leona terus menolak dan tidak mendengarkannya. Ethan tidak bermaksud mengusir Leona dari sini tetapi dia hanya ingin tidak menimbulkan kecurigaan dari Mamanya, karena Ethan sendiri juga sudah merasa nyaman berada di sini dan dia tidak ingin terganggu oleh masalah dengan Mama Leona yaitu Nyonya Haidee, meski sudah mencoba memberikan pengertian kepada Leona akan tetapi Leona tidak mendengarkannya sama sekali. Leona bahkan mengatakan bahwa dia ingin di sini saja dan akan kembali nanti karena Leona masih merindukan Ethan dan masih ingin bisa bersama dengan lelaki itu.


"Kaia bisa mengatasinya kok. Tenang saja aku pasti akan kembali ke sana tapi aku kan masih ingin bersama denganmu, satu minggu lagi nanti aku akan ke sana oke???"


"Kau janji ya??? Jangan sampai kita berdua dalam masalah besar lagi ya."


"Iya, kau tenang saja. Ya sudah sana cepat mandi, aku akan siapkan dulu makanannya."


Ethan menganggukkan kepalanya kemudian dia pergi meninggalkan Leora dan masuk ke kamar mandi. Leona pun membongkar barang bawaan Ethan dan akan meletakkannya ke piring. Leona tersenyum melihat apa yang ada di dalam kantong kresek itu adalah makanan kesukaannya. Ethan selalu mengerti keinginannya.


Keesokan harinya.


Saat turun, dan berjalan menuju ruang makan, Kyros dan Gienka melihat sudah ada Sanne dan Vineet. Tak lama setelah itu, Vitto dan Rana juga turun. Mereka pun menempati kursi masing-masing dan sarapan bersama.


"Aku harap, semalam kalian beristirahat dengan nyaman.." Ucap Kyros.


"Tentu saja Ky.... Kau dan Gienka memberi tempat istirahat yang nyaman, sekali lagi uncle ucapkan Terima kasih... Dan kami sudah merepotkan kalian..." Ujar Vitto.


"Ayolah Uncle... Berhenti mengatakan hal seperti itu, aku dan Gienka sama sekali tidak di repotkan, justru senang karena suasana rumah jadi ramai, kami teringat suasana saat di Indonesia... " Ucap Kyros.


"Senyaman apapun tempat tinggal kita, akan terasa lebih lengkap jika ada anggota keluarga yang lain... Oh iya, kalian akan pergi sekarang???" Tanya Vitto.


"Iya Uncle, aku dan Gienka akan mengajak Sanne dan Vineet pergi setelah sarapan, supaya jalan-jalan nya lebih puas... Uncle akan pergi jam berapa???"


"Sekitar jam 10 Ky... "


Kyros tersenyum. "Uncle bisa memakai mobilku, aku akan memakai mobil yang aku sewa kemarin... Uncle pakai gps saja, jalanan disini sangat mudah kok...."


"Kan.... Lagi-lagi merepotkan mu... " Gumam Vitto.


"Tidak uncle... Uncle bisa menggunakan mobil Ky selama disini.... Tempat kerja Ky tidak jauh dari sini, pagi bisa di antar Gienka dan pulang nya bisa di jemput atau Ky bisa menumpang pada teman, yang kebetulan juga rumahnya tidak jauh dari sini... Sangat mudah... Jangan khawatirkan apapun, yang penting uncle nyaman.. "


"Kau seperti Apap mu, ketika menolong orang selalu saja mengatakan tidak di repotkan... Kau benar-benar menuruni sifat Aditya... Sekali lagi Terima kasih... "


"Sama-sama..... "


Mereka kembali menikmati sarapan yang di buat oleh Gienka dan Sanne. Pancake dengan syrup maple, di temani oleh kopi, membuat itu terasa sangat lengkap sekali.


*****


Kyros mengajak Gienka, Vineet dan Sanne ke sebuah tempat yang terkenal di Washington Dc. Tempat dimana ada banyak monumen bersejarah di dalam nya yang bisa di kunjungi. Tempat yang luas itu dibangun untuk menghormati para leluhur dan pahlawan yang telah berjasa dalam perjalanan sejarah Amerika Serikat. Membentang dari barat ke timur, Ada National Mall terdiri dari Lincoln Memorial, World War II Memorial, Washington Monument, Vietnam Veterans Memorial, Korean War Veterans Memorial, Martin Luther King, **. Memorial, Franklin Delano Roosevelt Memorial, dan Thomas Jefferson Memorial. Monumen dan tugu peringatan di bangun dalam komplek yang hijau dan rimbun. Dan bisa di nikmati dengan berkeliling sambil berjalan kaki.


Bagi Gienka, ini adalah kedua kali nya Kyros mengajak nya kesini. Saat itu mereka masih berkuliah, dan Gienka datang untuk bertemu Kyros. Dan Kyros mengajaknya jalan-jalan kesini sambil belajar berbagai sejarah yang ada di tempat ini. Tempat ini adalah tempat yang wajib di kunjungi saat berada di Washington Dc. Itulah kenapa Kyros mengajak Sanne dan Vineet untuk kesini lebih dulu, dan besok bisa melanjutkan jalan-jalan ke tempat lainnya.


Satu persatu museum mereka datangi, membaca sejarahnya sekaligus mengabadikan setiap moment nya melalui jepretan kamera ponsel. Kyros dan Gienka merasa senang melihat wajah ceria dari Sanne dan Vineet. Mereka tampak antusias dan menikmati dengan sangat baik perjalanan mereka kali ini. Dan Sanne sejak tadi selalu berada di dekat Vineet, tahu bahwa dia punya tanggung jawab yang besar untuk menjaga adik sepupu nya itu. Salah satu syarat Vineet bisa di ijinkan pergi adalah Vineet tidak boleh jauh dari Sanne ataupun yang lainnya. Meskipun itu terdengar berlebihan, tetapi orang Tua Vineet punya alasan kenapa itu harus di lakukan. Tentu saja karena mereka tidak ingin sesuatu yang buruk yang sebelum nya pernah terjadi di keluarga mereka, bisa terjadi lagi pada Vineet. Dimana dulu kakak Vineet, lepas dari pengawasan orang tua nya sehingga pada akhirnya mereka harus kehilangan anak mereka. Trauma itu masih membekas bahkan sampai Vineet dewasa pun pengawasan di lakukan dengan ketat.


Kyros dan Gienka tahu bahwa kali ini, dia punya tanggung jawab untuk menjaga Vineet dan Sanne selama mereka ada disini.


***


Ethan keluar dari restoran pizza tempatya bekerja, dia senang bisa pulang lebih awal lagi. Ethan mengambil sepeda nya dan dia pun mengendarainya untuk pulang dan pergi bekerja. Ethan mengayuh sepeda nya pelan di jalur khusus. Dia tidak ingin buru-buru dan santai saja. Setelah mengayuh sekitar 100 meter, Ethan merasa aneh dengan mobil yang ada di belakangnya. Ethan menengok ke belakang, monil itu berjalan begitu lambat sekali seolah mengikuti nya. Tetapi Ethan heran, dia sudah ada di jalur yang tepat, seharusnya mobil itu tidak perlu menunggu nya dan bisa melewatinya. Merasa curiga, Ethan coba mengayuhkan sepeda nya lebih cepat, dan dugaannya benar, mobil itu pun sedikit menambah kecepatannya. Ethan tiba-tiba merasa ada yang tidak beres.


Sementara itu, setelah hampir seharian jalan-jalan berkeliling di National Mall Washington Dc. Kyros mengajak Gienka, Sanne dan Vineet untuk pulang, tetapi sebelum pulang, Kyros akan mengajak mereka makan lebih dulu. Karena mereka pasti lapar.


Kyros menghentikan mobil nya saat sampai di depan sebuah restoran. Mereka turun dan berjalan menuju restoran. Mereka memilih untuk duduk di meja outdoor, tidak masuk ke dalam restoran. Setelah memesan, mereka memilih berbincang sambil menunggu makanan tiba.


"Aku ke toilet dulu, kalian tunggu disini..!!! " Ucap Kyros.


"Ya... Pergilah... Aku akan disini bersama mereka.. " Ucap Gienka. Kyros tersenyum dan pergi untuk ke toilet.


"Bagaimana??? Kalian suka??" Tanya Gienka.


"Menyenangkan sekali, belajar sejarah selalu jadi hal yang menakjubkan.. " Jawab Sanne.


Bruuuuukkkk..........


Suara yang keras itu, membuat Sanne dan Gienka terkejut. Dia menoleh mencari sumber suara itu. Tetapi dia melihat Vineet berlari ke arah kanan. Sanne dan Gienka pun mengarahkan pandangan mereka ke arah kanan dimana Vineet berlari. Mereka melihat ada seseorang yang sedang terjatuh di jalanan. Bergegas Gienka dan Sanne menyusul Vineet.


Vineet menghampiri seorang pria yang jatuh di jalanan karena terserempet oleh sebuah mobil. "Apa kau baik-baik saja????" Tanya Vineet sambil berusaha membantu laki-laki itu.


"Terima kasih, tapi aku baik-baik saja.. " Jawab laki-laki itu.


Vineet melihat luka di lengan laki-laki itu. Bersamaan dengan itu Gienka dan Sanne menghampiri mereka, ada juga beberapa orang lainnya. "Kenapa??? Dia kenapa!??" Tanya Gienka.


"Dia terserempet mobil kak, mobilnya kabur.. Tidak bertanggung jawab sekali.. " Gerutu Vineet. "Dia terluka, apa ada kotak p3k??" Tanya Vineet pada Gienka.


Gienka pun coba bertanya orang-orang di sekitar dan seorang dari mereka ternyata membawa p3K di mobilnya. Sanne pun meminta di antar dan mereka berlari menuju mobil orang itu.


Vineet mengajak laki-laki itu untuk menepi dan mengatakan akan mengobati luka nya. Tetapi laki-laki itu menolak karena dia baik-baik saja dan dia harus pulang. Tetapi Vineet dan Gienka memaksa, juga di bantu oleh beberapa orang lain nya meminta agar laki-laki itu menurut dan di obati luka nya. Karena lengannya lecet di beberapa bagian dan harus segera di bersihkan, karena bisa terjadi infeksi nanti nya. Akhirnya laki-laki itu menyerah dan menuruti keinginan Vineet dan Gienka. Mereka menepi dan mengajak laki-laki itu ke tempat mereka di restoran sambil menunggu Sanne kembali.


Mereka duduk dan tidak lama, Sanne datang membawa kotak obat. Vineet pun mengambil kapas dan menuangkan cairan antiseptik. Dia membersihkan luka laki-laki itu. Vineet tidak sengaja membaca id card yang ada di leher laki-laki itu, yang ternyata bekerja di sebuah restoran pizza terkenal. Vineet merasa kasihan kepada nya, dia pasti baru selesai bekerja dan akan pulang.